BAB III METODE PENELITIAN
4.5 Hasil Penelitian
4.5.4 Analisis Kualitas Kinerja Karyawan oleh General Manager PT. Indra Karya
Kualitas kinerja karyawan secara langsung mempengaruhi kinerja perusahaan. Guna mendapatkan kontribusi karyawan yang optimal, Bpk.
Amin Mardiantono selaku pihak manajer PT. Indra Karya harus memahami secara mendalam strategi untuk mengelola, mengatur dan meningkatkan kadar kualitas kinerja, di mana dalam kasus ini dimulai terlebih dahulu dengan menentukan tolak ukur kinerja yang mengarah pada indikator peneliti tentang bagaimana kesetiaan kinerja karyawan kepada PT. Indra Karya Persero Divisi Engineer 1 Malang, jawaban responden adalah sebagai berikut:
“Iya, di perusahaan kami untuk perihal kesetiaan terhadap tugas masih di kategorikan lumayan baik karena disini ada beberapa program loyalitas karyawan, program ini bentuknya bermacam-macam antara lain rewards, recognition, atau employee engagements program. Tujuannya tetap sama, yaitu mendorong kesetiaan karyawan agar tetap bertahan di tempat kerja.
ga hanya itu, perusahaan juga semakin diuntungkan dengan adanya program ini secara internal”.
Hasibuan (2015) mengemukakan bahwa loyalitas kerja atau kesetiaan merupakan salah satu unsur yang digunakan dalam penilaian karyawan yang mencakup kesetiaan terhadap pekerjaannya, jabatannya dan organisasi. Kesetiaan ini dicerminkan oleh kesediaan karyawan menjaga dan membela organisasi di dalam maupun di luar pekerjaan dari rongrongan orang yang tidak bertanggungjawab. Pada perusahaan PT.
Indra Karya untuk indikator kesetiaan terhadap perusahaan, Bpk. Amin menyatakan masih dalam kategori lumayan baik karena terdapat beberapa
program loyalitas karyawan pada PT. Indra Karya, program yang dimaksud antara lain seperti rewards, recognition, atau employee engagements program. Tujuan yang diharapkan perusahaan tidak lain yaitu untuk mendorong kesetiaan karyawan agar tetap bertahan di tempat kerja, dan juga perusahaan juga semakin diuntungkan dengan adanya program tersebut secara internal.
Dari implementasi program tersebut, Selanjutnya responden menambahkan informasi perihal tolak ukur prestasi kerja karyawan, baik secara kualitas maupun kuantitas pada PT. Indra Karya, responden memaparkan:
“Perusahaan kami selalu fokus pada hasil pekerjaan yang dilakukan mendekati sempurna atau memenuhi tujuan yang diharapkan dari pekerjaan tersebut, dan juga jumlah yang mampu dihasilkan atau jumlah aktivitas yang dapat diselesaikan”.
Menurut Hasibuan (2015:64) menyatakan bahwa prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas–tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan , pengalaman, dan kesungguhan serta waktu.
Orientasi pokok perusahaan dalam pengerjaan tugas yang di emban karyawan PT. Indra Karya berlandaskan pada hasil kinerja, hasil yang dimaksud responden adalah kesempurnaan portofolio atau akurasi pengerjaan yang sesuai dengan maksud perusahaan serta jumlah yang mampu di selesaikan karyawan dalam tenggat waktu tertentu.
Kecakapan karyawan dalam mengerjakan tugas tidak lepas dari efektivitas perusahaan dalam mendisiplinkan para karyawannya. Hal
tersebut membawa penelitian ini untuk mengkaji lebih dalam pada indikator selanjutnya tentang bagaimana kedisiplinan pegawai dalam mematuhi peraturan - peraturan yang ada,serta melaksanakan instruksi yang diberikan perusahaan, responden mengatakan:
“Untuk kedisiplinan di PT. Indra Karya dalam penerapannya mengalami peningkatan dan penurunan, jadi saya melibatkan semua yang berada dalam instansi untuk selalu mendisiplinkan lingkungan kerja, hal itu tak lepas dari tujuan perusahaan dimana nantinya karyawan dapat menyelesaikan pada waktu yang telah ditetapkan serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas yang lain”.
Menurut Hasibuan dalam Sinambela (2016:335) Disiplin kerja adalah kemampuan kerja seseorang untuk secara teratur, tekun secara terus-menerus dan bekerja sesuai dengan aturan-aturan berlaku dengan tidak melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan.
Responden memaparkan kondisi pada PT. Indra Karya dalam penerapan kedisiplinan pegawai mengalami peningkatan dan penurunan.
Sehingga untuk mempertahankan kondisi prima perusahaan, Bpk. Amin selaku general manajer perusahaan PT. Indra Karya, berupaya utuk selalu mengacu pada pedoman SOP perusahaan dengan melibatkan semua yang berada dalam instansi untuk saling bekerja sama dalam mendisiplinkan lingkungan kerja. Hal tersebut dimaksudkan beliau supaya semua individu selalu dalam koridor disiplin dan selaras dengan tujuan perusahaan, pada akhirnya output yang diharapkan tidak lain supaya semua karyawan dapat menyelesaikan tugas pada waktu yang telah ditetapkan serta dapat memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.
Aktivitas lain di perusahaan PT. Indra Karya Persero Divisi Engineer 1 Malang dalam pembahasan penelitian ini diartikan sebagai kreativitas karyawan dalam kapabilitasnya untuk mengeluarkan potensi yang dimilikinya dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga bekerja lebih berdaya guna. Dari indikator tersebut, Bpk. Amin memberikan pernyataan:
“Ya karyawan kami mampu menjalankan kewajiban sesuai SOP perusahaan, untuk batasan kreativitas karyawan, perusahaan tidak membatasi asal hal tersebut memang benar – benar bisa menunjang kinerja dan memaksimalkan hasil kerja yang diharapkan perusahaan. Jadi lebih bersifat kondisional saja mas”.
Hurlock (2018:325) Mendifinsikan kreativitas sebagai kemampuan untuk memproduksi komposisi dan gagasan-gagasan baru yang dapat berwujud kreativitas imanjenatif atau sintesis yang mungkin melibatkan pembentukan pola-pola baru dan kombinasi dari pengalaman masa lalu yang dihubungkan dengan yang sudah ada pada situasi sekarang.
Dalam hal kreativitas yang di aplikasikan karyawan kepada perusahaan PT. Indra Karya Persero Divisi Engineer 1 Malang, pihak perusahaan tidak membatasi kreativitas dengan catatan hal tersebut memang benar – benar bisa menunjang kinerja dan memaksimalkan hasil kerja yang diharapkan perusahaan. Pada waktu dan tugas tertentu, bisa juga kreativitas tersebut tidak selalu di prioritaskan oleh perusahaan dengan lebih mengutamakan untuk pelaksanaan tugas sesuai SOP. Maka penempatan kreativitas menurut responden dapat di asumsikan bersifat kondisional.
Tindakan yang tepat di waktu yang tepat merupakan orientasi dari PT.Indra Karya Persero terhadap para pegawainya. Ketepatan hasil kerja karyawan juga tidak lepas dari keselarasan dan bantuan departemen / karyawan lain, sehingga mengantarkan peneliti untuk mencari informasi lebih jauh tentang seberapa efektif kesediaan karyawan PT. Indra Karya Persero Divisi Engineer 1 Malang dalam berpartisipasi dan bekerja sama dengan karyawan lain, responden menjelaskan:
“Di PT. Indra Karya kerja sama yang efektif dapat terlihat dari anggota tim yang bertemu secara rutin untuk berbagi informasi mengenai keadaan proyek. Nah dari meeting tersebut terdapat pembahasan berupa feedback dari perusahaan terkait performa tim. Di situ juga karyawan juga dapat mengajukan ide-ide yang dapat meningkatkan kualitas kerja. Pertemuan tersebut dapat kita laksanakan lakukan setiap bulan, minggu, atau harian.
Dari meeting tersebut diharapkan dapat mempertahankan fokus performa karyawan terhadap pekerjaan. Selain itu, meeting secara rutin juga menjadi tempat dimana karyawan dapat mengevaluasi ide dan melakukan presentasi proposal”.
Tim bisa menjadi lebih efektif dibandingkan bekerja individual karena sesama anggota tim bisa saling mengawasi dan menjaga (Amir, 2017-173). Efektivitas kerja sama antar karyawan PT. Indra Karya Persero Divisi Engineer 1 Malang menurut penjelasan responden, dapat terlihat dari setiap pertemuan rapat kerja untuk berbagi informasi mengenai keadaan proyek. Dalam meeting tersebut terdapat interaksi dan pembahasan berupa feedback dari perusahaan terkait performa tim, serta merupakan salah satu wadah bagi karyawan agar dapat mengajukan ide-ide yang dapat meningkatkan kualitas kerja serta kekompakan karyawan.
Dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja karyawan, perusahaan perlu melaksanakan optimalisasi dalam hal kecakapan karyawannya, oleh
karena itu, instrumen penelitian selanjutnya akan menggali informasi dari perusahaan tentang bagaimana kecakapan karyawan PT. Indra Karya Persero Divisi Engineer 1 Malang dalam menyelesaikan pekerjaaan, sehingga dapat dijadikan tolak ukur dalam penilaian kualitas kinerja, responden menjabarkan:
“Ya itu tadi mas, saya katakan bahwa kecakapan karyawan merupakan kunci dari berhasilnya implementasi visi misi perusahaan. Jadi ketika departemen bagian atas mendapatkan informasi dari karyawan mengenai hambatan dalam pekerjaan, maka kami langsung tinjau ulang apakah job nya yang terlampau berat atau bahkan memang karyawan tersebut yang tidak memiliki kecakapan dalam mengemban tugas tersebut. Dari situ kita akan evaluasi ulang guna meningkatkan efektifitas kinerja karyawan kami”.
Agustian et al., (2018) menjelaskan bahwa kecakapan atau kompetensi adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut.
Menurut Bpk. Amin, kecakapan karyawan merupakan salah satu kunci dari berhasilnya implementasi visi misi PT. Indra Karya Persero Divisi Engineer 1 Malang. Jika terdapat informasi dari karyawan mengenai hambatan dalam pekerjaan, maka pihak perusahaan langsung meninjau ulang apakah job nya yang terlampau berat atau bahkan memang karyawan tersebut yang tidak memiliki kompetensi yang cukup dalam mengemban tugas yang diberikan perusahaan. Dari situ pihak perusahaan akan mengevaluasi ulang guna meningkatkan efektifitas kinerja karyawan tersebut.
Evaluasi mengenai tinjauan kualitas kinerja karyawan perusahaan juga disertai dengan prinsip akuntabilitas dari seorang karyawan. Sikap kepekaan dan loyalitas dalam bekerja karyawan PT. Indra Karya Persero Divisi Engineer 1 Malang bisa diketahui dengan bagaimana para karyawan dalam mempertanggung jawabkan hasil kerja mereka kepada perusahaan, responden memberikan jawaban:
“Di sini kami semua ingin bekerja di lingkungan di mana orang memberikan komitmen mereka. Maka paling tidak kami harus bersikap jernih dan transparan tentang apa yang perusahaan harapkan, bagaimana akan mengukur keberhasilan, dan bagaimana karyawan harus mencapai tujuan. Kemudian kita sepakati tonggak mingguan dengan sasaran yang jelas, terukur, dan obyektif melalui rapat. Nah dalam rapat inilah biasanya adalah waktu perwakilan departemen untuk menyampaikan dan mempertanggung jawabkan progres atau hasil kerja mereka. Setelah itu kami berikan umpan balik setiap minggunya”.
Tanggung jawab merupakan salah satu dari beberapa sikap yang menjadi nilai-nilai dalam pendidikan karakter. Tanggung jawab yaitu sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibanya (Narwanti, 2014:30). Dalam rangka memperoleh mufakat, perusahaan menyepakati tonggak mingguan dengan sasaran yang jelas, terukur, dan obyektif yang dilaksanakan melalui rapat.
Pada rapat tersebut perusahaan menyediakan waktu dan tempat bagi perwakilan departemen untuk menyampaikan dan mempertanggung jawabkan hasil kerja mereka selama progres kerja tersebut berjalan, kemudian perusahaan akan memberikan umpan balik kepada departemen terkait secara berkelanjutan.