BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
C. Analisis Kuantitatif
C. ANALISIS KUANTITATIF
1. Uji Validitas
Uji Validitas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana alat ukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan metode analisis faktor konfirmatory (CFA) dengan program computer SPSS.13.0 dikarenakan pada penelitian ini faktor-faktor yang mempengaruhi suatu variabel belum teridentifiksi secara baik. Hasil dari uji validitas pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel IV.6 dibawah ini.
TABEL IV. 6 HASIL UJI VALIDITAS
commit to user KMO and Bartlett's Test
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .640 Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 1354.018
Df 210
Sig. .000
Sumber; Output Spss Metode factor analysis table KMO and Bartlett's Test
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO) merupakan
suatu nilai yang merupakan ukuran untuk kalayakan data. Nilai KMO-nya kecil mengindikasikan bahwa penggunaan analisis faktor harus dipertimbangkan kembali, karena korelasi antara peubah asal tidak dapat diterangkan oleh peubah lainnya. Menurut Kaiser dan Rice (1974) menetapkan kriteria pengukuran bahwa nilai KMO sebesar 0,9 adalah sangat baik; 0,8 adalah baik; 0,7 adalah cukup; 0,6 adalah kurang; 0,5 adalah jelek; dan dibawah 0,5 adalah tidak dapat diterima (Sharma, 1996).
Dari uji validitas pada table VI. 6 diatas didapat nilai
Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO) sebesar 0,640. Hal ini
memperlihatkan bahwa instrumen penelitian ini valid karena nilai KMO telah melebihi dari 0,5. Disamping itu, dilihat dari nilai Bartlett'sTest menunjukan nilai
1354,018 dengan nilai signifikansi 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah memenuhi syarat valid dan dapat digunakan pada analisis selanjutnya.
Selanjutnya, hasil korelasi dari masing-masing faktor keputusan pemohon kredit tersebut juga tergolong tinggi (> 0,5). Hasil pengujian validitas masing - masing faktor dapat dilihat pada table IV. 7. Sehingga, berdasarkan pengujian validitas faktor dapat disimpulkan bahwa semua faktor adalah valid
commit to user
sebagai pembentuk variabel keputusan pemohon kredit (Y) di KSU “P.6-80” Sragen.
TABEL IV. 7 HASIL UJI VALIDITAS
DENGAN CONFIRMATORYFACTORANALYSIS (CFA) Rotated Component Matrixa
Component 1 2 3 4 X1_1 0,876 X1_2 0,835 X1_3 0,875 X1_4 0,755 X1_5 0,898 X2_1 0,806 X2_2 0,831 X2_3 0,863 X2_4 0,739 X2_5 0,709 X2_6 0,636 X3_1 0,813 X3_2 0,575 X3_3 0,839 X3_4 0,784 X3_5 0,858 Y_1 0,720 Y_2 0,759 Y_3 0,640 Y_4 0,712 Y_5 0,857
commit to user
Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization. a. Rotation converged in 5 iterations.
Hasil uji validitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa faktor lokasi, pelayanan, dan bunga kredit cukup tinggi (> 0,5) dengan responden 100 orang. Hasil pengujian di atas dapat disimpulkan bahwa setiap item (pertanyaan) pembentuk variabel layak untuk di analisis.
2. Uji Reliabilitas
Setelah instrumen dinyatakan valid maka dilakukan uji reliabilitas dengan uji Cronbach’s Alpha dengan menggunakan bantuan program komputer
SPSS.13.0. Item analysis adalah kelanjutan dari tes alpha sebelumnya guna melihat item-item tertentu tertentu yang tidak reliabel. Nilai tiap-tiap item sebaiknya ≥ 0,4 sehingga membuktikan bahwa item tersebutdapat dikatakan punya reliabilitas konsistensi internal John W. Lounsbury, Lucy W. Gibson, Richard A. Saudargas (2006). Hasil dari uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel IV. 8 dibawah ini.
TABEL IV. 8
HASIL UJI RELIABILITAS
No. Variabel Nilai Cronbach's Alpha
1 Keputusan pemohon kredit 0.791
2 Lokasi 0.817
3 Pelayanan 0.789
4 Bunga kredit 0.800
Sumber: Output Spss 13.0 Pada Uji Reliabilitas Veriabel Keputusan Pemohon Kredit (Y), Lokasi
commit to user
Hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini diperoleh nilai cronbach’s alpha
untuk variabel keputusan pemohon kredit, lokasi, pelayanan dan bunga kredit nilainya lebih besar dari batas cut off value yaitu 0,6. Sehingga variabel-variabel
dalam penelitian ini reliabel. Arikunto, Singarimbun&Yarnest (1995) yang menyebutkan bahwa item-item indikator dari suatu variabel dapat dikatakan reliabel apabila memiliki nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0.6.
Item analisis pada penelitian ini memiliki alpha diatas ≥ 0,4. Hal ini
terbukti bahwa item analysis pada penelitian ini adalah reliabilitas konsistensi internal dan dapat dilihat pada lampiran output SPSS 13.0 pada uji reliability tabel
corrected item total correlation.
3. Analisis Regresi Linier Berganda
Untuk menguji / membuktikan tentang kebenaran hipotesis digunakan analisis kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda dengan rumus persamaan regresi sebagai berikut;
Y = β0+ β1 X1+ β2 X2+ β3 X3 + e Gujarati (1999) Dimana;
Y = keputusan pemohon kredit
β0 = konstanta
β1, β2, β3 = koefisien regresi masing – masing variable
X1 = lokasi
X2 = pelayanan
commit to user
e = faktor pengganggu
Hasil uji analisis persamaan regresi dengan menggunakan SPSS.13.0 diperoleh nilai sebagai berikut:
TABEL VI. 9
HASIL UJI ANALISIS PERSAMAAN REGRESI
Model Unstandardized Coefficients B Std. Error Standardized Coefficients Beta t Sig. 1 (Constant) 8.865 0.164 54.024 0.000 X1 0.133 0.005 0.403 25.053 0.000 X2 0.056 0.005 0.181 11.267 0.000 X3 0.287 0.005 0.911 56.366 0.000
Sumber: Output SPSS 13.0 Analisis Regression pada tabel coefficiensa (a. Dependent variable:
Adjusted Predicted Value)
Persamaan regresinya menjadi :
Y = 8.865 + 0.133(X1) + 0.056(X2) + 0.287(X3) Keterangan dari persamaan regresi di atas adalah:
a. β0 = 8.865 artinya apabila tetap ada lokasi, pelayanan dan tingkat suku bunga maka keputusan pemohon kredit KSU “ P. 6-80 di Sragen skornya positif.
b. β1 = 0.133 artinya apabila lokasi lebih baik (lebih strategis), maka keputusan pemohon kredit KSU “ P. 6-80 di Sragen akan meningkat kearah yang lebih baik, dengan asumsi variabel tidak ada yang berubah.
commit to user
c. β2 = 0.056 artinya apabila pelayanan meningkat, maka keputusan pemohon kredit KSU “ P. 6-80 di Sragen akan meningkat kearah yang lebih baik, dengan asumsi variabel tidak ada yang berubah.
d. β3 = 0.287 artinya apabila tingkat suku bunga menurun, maka keputusan pemohon kredit KSU “ P. 6-80 di Sragen akan meningkat kearah yang lebih baik, dengan asumsi variabel tidak ada yang berubah.
4. Pengujian Koefisien Regresi ( Uji t )
Uji t digunakan untuk menguji apakah lokasi, pelayanan dan bunga kredit secara individu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pemohon kredit. Selanjutnya untuk pengujian pengaruh variabel lokasi terhadap keputusan pemohon kredit dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut:
a. Ho : β1 = 0 berarti bahwa tidak ada pengaruh antara lokasi (X1) secara individu terhadap keputusan pemohon kredit KSU “ P. 6-80 “ di Sragen.
b. Ha : β1 ≠ 0 berarti bahwa ada pengaruh antara lokasi (X1) secara individu terhadap keputusan pemohon kredit KSU “ P. 6-80 di Sragen. c. Tingkat signifikan α = 0,05 (5%).
d. Kriteria pengujian.
commit to user
-1.980 1.980
Gambar IV
Tingkat Signifikan Uji t Variabel Lokasi
Kriteria keputusan Ho diterima atau ditolak apabila:
1) t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel yang berarti lokasi secara individu
tidak mempunyai pengaruh yang signifilan terhadap keputusan pemohon kredit.
2) t hitung > t tabel, yang berarti lokasi secara individu mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pemohon kredit. e. Nilai t hitung dengan menggunakan program SPSS.13.0
adalah: 25.053
f. Kesimpulan dari hasil pengujian sebagai berikut: Hasil t hitung untuk variabel lokasi adalah 25.053 sedangkan t tabel adalah 1.980 sehingga t hitung lebih besar dari pada t tabel. Apabila dilihat dari criteria pengujian di atas maka nilai t hitung dalam daerah Ho ditolak (lihat gambar criteria pengujian pada uji t) yang berarti ada pengaruh yang positif dan signifikan antara lokasi terhadap keputusan pemohon kredit.
Untuk pengujian pengaruh variabel pelayanan terhadap keputusan pemohon kredit dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut:
a. Ho : β2 = 0 berarti bahwa tidak ada pengaruh antara pelayanan (X2) secara individu terhadap keputusan pemohon kredit KSU “ P. 6-80 “ di Sragen
commit to user
b. Ha : β2 ≠ 0 berarti bahwa ada pengaruh antara pelayanan (X2) secara individu terhadap keputusan pemohon kredit KSU “ P. 6-80 “ di Sragen.
c. Tingkat signifikansi α = 0,05 (5%).
d. Kriteria pengujian.
Ho ditolak H0 diterima Ho ditolak
-1.980 1.980
Gambar IV.2
Tingkat Signifikansi Uji t Variabel Pelayan
Kriteria keputusan Ho diterima atau ditolak apabila:
1) -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel yang berarti pelayanan secara
individu tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pemohon kredit.
2) t hitung > t tabel, yang berarti pelayanan secara individu mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pemohon kredit.
e. Nilai t hitung dengan menggunakan program SPSS.10 adalah: 11.267.
commit to user
f. Kesimpulan dari hasil pengujian sebagai berikut: Hasil t hitung untuk variabel pelayanan adalah 11.267 sedangkan t tabel adalah 1.980 sehingga t hitung lebih besar dari pada t tabel. Apabila dilihat dari criteria pengujian di atas maka nilai t hitung dalam daerah Ho ditolak (lihat gambar criteria pengujian pada uji t) yang berarti ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Pelayanan terhadap keputusan pemohon kredit.
Untuk pengujian pengaruh variabel bunga kredit terhadap keputusan pemohon kredit dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut:
a. Ho : β3 = 0 berarti bahwa tidak ada pengaruh antara bunga kredit (X3) secara individu terhadap keputusan pemohon kredit KSU “ P. 6-80 “ di Sragen
b. Ha : β3 ≠ 0 berarti bahwa ada pengaruh antara bunga kredit (X3) secara individu terhadap keputusan pemohon kredit KSU “ P. 6-80 “ di Sragen.
c. Tingkat signifikansi α = 0,05 (5%).
d. Kriteria pengujian.
commit to user
-1.980 1.980
Gambar IV.3
Tingkat Signifikansi Uji t Variabel Bunga Kredit
Kriteria keputusan Ho diterima atau ditolak apabila:
1) -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel yang berarti bunga kredit secara
individu tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pemohon kredit.
2) t hitung > t tabel, yang berarti bunga kredit secara individu mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pemohon kredit.
e. Nilai t hitung dengan menggunakan program SPSS.13.0 adalah: 56.366
f. Kesimpulan dari hasil pengujian sebagai berikut: Hasil t hitung untuk variabel bunga kredit adalah 56,366 sedangkan t tabel adalah 1.980 sehingga t hitung lebih besar dari pada t tabel. Apabila dilihat dari kriteria pengujian di atas maka nilai t hitung dalam daerah Ho ditolak (lihat gambar criteria pengujian pada uji t) yang berarti ada pengaruh yang positif dan signifikan antara bunga kredit terhadap keputusan pemohon kredit.
commit to user
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independent secara simultan atau bersama-sama mempengaruhi variabel dependent secara signifikan. Pengujian ini menggunakan uji F yaitu dengan membandingkan F hitung dengan F tabel. Uji ini dilakukan dengan syarat :
a. Jika F hitung < F tabel, maka Ho diterima yaitu variabel-variabel independent secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel-variabel dependent.
b. Jika F hitung > F tabel, maka Ho ditolak yaitu variabel-variabel independent secara simultan berpengaruh terhadap variabel-variabel dependent.
Pengujian ini dapat dilakukan melalui pengamatan nilai signifikan F pada
tingkat α yang digunakan (penelitian ini menggunakan tingkat α sebesar 5%).
Analisis didasarkan pada pembandingan antara nilai signifikansi 0,05 di mana syarat –syaratnya adalah sebagai berikut :
1) Jika signifikansi F < 0,05 maka Ho ditolak yang berarti variabel-variabel independent secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependent.
2) Jika signifikansi F > 0,05, maka Ho diterima yaitu variabel-variabel secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel-variabel dependen. 3) Kesimpulan dari hasil pengujian sebagai berikut: 1277.732
Hasil F hitung untuk variabel lokasi, pelayanan dan bunga kredit adalah 1277.732 sedangkan F tabel adalah 3.94sehingga F hitung lebih besar dari pada F tabel. Apabila dilihat dari kriteria pengujian di atas maka nilai F hitung dalam
commit to user
daerah Ho ditolak yang berarti ada pengaruh yang positif dan signifikan antara lokasi pelayana kredit terhadap keputusan pemohon kredit. Sedangkan bunga kredit berpengaruh negative dan signifikan terhadap keputusan pemohon kredit.
6. Uji R2
Uji R2 pada intinya mengatur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Dimana R2 nilainya berkisar antara 0 < R2 < 1, semakin besar R2 maka variabel bebas semakin dekat hubungannya dengan variabel tidak bebas, dengan kata lain model tersebut dianggap baik (Ghozali, 2006). Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
Nilai adjusted R2 adalah 0,976 artinya variable lokasi, pelayanan dan bunga kredit menjelaskan keputusan permohonan kredit sebesar 97,6%. Sedangkan 2,4% lainnya dijelaskan oleh variabel lain diluar model yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini.