• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

F. Teknik Analisis data

1. Uji Validitas

Sebelum dianalisa lebih lanjut, data (skor) yang telah diperoleh dari hasil kuesioner terlebih dahulu di uji validitas dan reliabilitasnya. Validitas mempunyai arti sejauh mana ketetapan dan kecermatan suatu instrument pengukur dapat melakukan fungsi ukurnya. Suatu tes dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila tes tersebut memberikan hasil ukur yang tepat dan sesuai dengan maksud yang dikenakan tes tersebut. Untuk menguji validitas data pada penelitian ini akan menggunakan model analisis faktor eksploratori (exploratory factor analysis).

Menurut Panter, dkk (1997) exploratory factor analysis adalah untuk

mengidentifikasi makna, konstrak atau dimensi yang dievaluasi oleh kovarians yang diobservasi yang meliputi sifat yang diobservasi, respon, tanda dan symton.

Tujuan dari analisis faktor adalah untuk menggambarkan hubungan-hubungan kovarian antara beberapa variabel yang mendasari tetapi tidak teramati, kuantitas random yang disebut faktor, (Johnson &Wichern, 2002). Analisis faktor dalam penelitian ini menggunakan program SPSS 13.0.

Menurut Sharma, (1996) tujuan analisis faktor; 1.) Mengidentifikasi jumlah terkecil dari faktor umum (yaitu model faktor yang paling parsimoni) yang

mempunyai penjelasan terbaik atau menghubungkan korelasi diantara variabel indikator. 2.) Mengidentifikasi, melalui faktor rotasi, solusi faktor yang paling masuk akal. 3.) Estimasi bentuk dan struktur loading, komunality dan varian unik

dari indikator. 4.) Intrepretasi dari faktor umum. 5.) Jika perlu, dilakukan estimasi faktor skor.

commit to user

Uji KMO bertujuan untuk mengetahui apakah semua data yang telah terambil telah cukup valid. Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy

(KMO) adalah suatu nilai yang merupakan ukuran untuk kalayakan data. Nilai KMO-nya kecil mengindikasikan bahwa penggunaan analisis faktor harus dipertimbangkan kembali, karena korelasi antara peubah asal tidak dapat diterangkan oleh peubah lainnya. Menurut Kaiser dan Rice (1974) menetapkan kriteria pengukuran bahwa nilai KMO sebesar 0.9 adalah sangat baik; 0.8 adalah baik; 0.7 adalah cukup; 0.6 adalah kurang; 0.5 adalah jelek; dan dibawah 0.5 adalah tidak dapat diterima (Sharma, 1996).

Hipotesis dari KMO adalah sebagai berikut : Ho : Jumlah data cukup valid

H1 : Jumlah data tidak valid Statistik uji : KMO =

åå å å

å å

= = = = = = + p 1 i p 1 i p 1 j 2 ij p 1 j 2 ij p 1 i p 1 j 2 ij a r r i = 1, 2, 3, ..., p dan j = 1, 2, ..., p

rij = Koefisien korelasi antara variabel i dan j

aij = Koefisien korelasi parsial antara variabel i dan j

Apabila nilai KMO lebih besar dari 0,5 maka data cukup valid dan dapat dilakukan pengujian selanjutnya.

commit to user 2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari suatu variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu Ghozali (2006).

Pengukuran reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara one

shot atau pengukuran sekali dengan menggunakan program SPSS 13.0. Uji

Reliabilitas paada penelitian di uji dengan uji statistik Cronbach Alpha (a). Suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha (a) > 0,6.

3. Analisis Regresi Liniar Berganda

Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh Lokasi, pelayanan dan bunga kredit terhadap keputusan pemohon kredit dalam memilih.

Rumus :

Y = β0+ β1 X1+ β2 X2 + β3 X3 + e (Gujarati,1999) Dimana:

Y = keputusan pemohon kredit

β0 = konstanta

β1, β2, β3 = koefisien regresi masing – masing variabel

X1 = lokasi

X2 = pelayanan

X3 = bunga kredit

commit to user

4. Uji t

Untuk menguji signifikansi koefisien regresi variabel bebas secara individu terhadap variabel terkait digunakan uji t. pengujian ini menggunakan langkah – langkah sebagai berikut:

a. Menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternative

Ho : β1 = 0 artinya lokasi, pelayanan dan bunga kredit tidak mempunyai pengaruh terhadap keputusan pemohon kredit dalam memilih KSU “P. 6-80” di Sragen.

Ha : β1 ≠ 0 artinya lokasi, pelayanan dan bunga kredit mempunyai pengaruh terhadap keputusan pemohon kredit dalam memilih KSU “P. 6-80” di Sragen.

b. Menentukan level of significance. Dalam penelitian ini α

ditentukan sebesar 5% atau 0,05.

c. Kriteria pengujian

Ho ditolak H0 diterima Ho ditolak

-1.980 1.980

Gambar III.1 Uji Signifikansi t

commit to user Kriteria pengujian

1. Ho diterima jika t hitung ≤ t tabel yang berarti lokasi, pelayanan dan bunga kredit secara individu tidak berpengaruh terhadap variabel terkait.

2. Ho ditolak jika t hitung > t tabel atau t hitung < tabel, yang berarti lokasi, pelayanan dan bunga kredit secara individu berpengaruh terhadap variabel terkait.

d. Menghitung t dengan rumus : Gujarati (1999)

e. Setelah nilai t dihitung diperoleh maka dapat ditarik suatu kesimpulan. Bila nilai t hitung lebih besar dari pada nilai t tabel maka lokasi, pelayanan dan bunga kredit secara individu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan nasabah dalam mengambil kredit di KSU “P. 6-80” di Sragen.

5. Uji Regresi Serempak (Uji F)

Untuk menguji signifikan koefisien regresi variabel bebas secara bersama–sama terhadap variabel terkait digunakan uji F. pengujian ini menggunakan langkah – langkah sebagai berikut:

a. Hipotesis

Ho : β1 = β2 = β3 = 0 artinya lokasi, pelayanan dan bunga kredit secara bersama – sama tidak mempunyai pengaruh terhadap keputusan pemohon kredit dalam memilih KSU “P. 6-80” di Sragen.

commit to user

H1 : β1 ≠ β2 ≠ β3 ≠ 0 artinya lokasi, pelayanan dan bunga kredit secara bersama – sama mempunyai pengaruh terhadap keputusan pemohon kredit dalam memilih KSU “P. 6-80” di Sragen.

b. Tingkat signifikan α = 5% (0.05).

c. Menghitung nilai F dengan rumus:

Gujarati (1999)

Dimana :

R2 = koefisien determinan

k = jumlah parameter termasuk konstan n = jumlah observasi d. Kriteria penguji Ho diterima Ho dittolak F α: 0,05 [(n-k)(n-k-1)] Gambar III.2 Tingkat signifikan Uji F Kriteria pengujian :

1) Ho diterima apabila F hitung ≤ F tabel, berarti lokasi, pelayanan dan bunga kredit secara bersama – sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pemohon kredit dalam memilih KSU “P. 6-80” di Sragen.

commit to user

2) Ho ditolak apabila F hitung > F tabel, berarti lokasi, pelayanan dan bunga kredit secara bersama – sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusa pemohon kredit dalam memilih KSU “P. 6-80” di Sragen.

3) Setelah uji F dilakukan maka dapat diambil kesimpulan. Kesimpulan uji diperoleh setelah membandingkan antara F hitung dan F tabel. Apabila F hitung lebih besar daripada F tabel maka terdapat pengaruh yang signifikan antara lokasi, pelayanan dan bunga kredit secara bersama – sama terhadap keputusan pemohon kredit dalam memilih KSU “P. 6-80” di Sragen. Apabila F hitung lebih kecil daripada F tabel maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara lokasi, pelayanan dan bunga kredit secara bersama – sama terhadap keputusan pemohon kredit dalam memilih KSU “P. 6-80” di Sragen.

commit to user BAB IV

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. GAMBARAN UMUM KSU “ P. 6-80 “ DI SRAGEN 1. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan didirikan KSU “ P. 6-80 “ adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan pada masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan Perekonomian Nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945. Koperasi melaksanakan prinsip Koperasi sebagai berikut: a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis

c. Pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing – masing anggota

d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

e. Kemandirian

f. Pendidikan perkoperasian g. Kerjasama antar koperasi

commit to user

a. Visi KSU “ P. 6-80 “ adalah: Menjadi Koperasi pilihan anggota maupun calon anggota pada usaha kecil dan menengah.

b. Semboyan kerja yang diterapkan pada KSU “ P. 6-80 “ dalam pelayanan kepada anggota / calon anggota menggunakan 3 T, yaitu : TULUS, TEPAT WAKTU, TUNTAS yang artinya secara garis besar sebagai berikut : b.1. TULUS : Melayani anggota / calon anggota dengan separuh hati tanpa mengharapkan imbalan jasa untuk kepentingan pribadi dan tidak menganggap sebagai suatu beban yang memberatkan, sehingga anggota / calon anggota puas karena merasa diperhatikan dan diperlakukan dengan baik.

b.2. TEPAT WAKTU : Menyelesaikan pekerjaan sesuai standart waktu yang telah ditetapkan atau bahkan lebih cepat atau sesuai standart waktu tang telah dijanjikan kepada anggota / calon anggota, tidak menunda –nunda pekerjaan. b.3. TUNTAS : Menyelesaikan pekerjaan menangani keluhan anggota / calon anggota sampai, selesai hingga tidak ada pekerjaan yang tertunda / belum terselesaikan yang dapat mengecewakan anggota / calon anggota.

3. Keanggotaan

Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa Koperasi, yang dapat diterima sebagai anggota koperasi ini adalah Warga Negara Republik Indonesia yang memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :

a. Mempunyai kemampuan penuh untuk melakukan tindakan hukum (dewasa dan tidak berada dalam pengampuan dan sebagainya)

b. Telah mrnyatakan kesanggupan tertulis untuk melunasi Simpanan Pokok.

commit to user

c. Telah menyetujui dan menerima isi Anggaran Dasar dan ketentuan – ketentuan yang berlaku.

d. Bertempat tinggal di wilayah Propinsi Jawa Tengah.

e. Sanggup melaksanakan dan mentaati seluruh ketentuan – ketentuan yang ditetapkan oleh Koperasi.

f. Mata pencaharian: Pegawi / PNS, Wirasuwasta, Pedagang, Pengusaha, Karyawan Swasta, petani dan Pensiunan.

Apabila dalam persyaratan seperti ketentuan tidak terpenuhi, maka dapat menjadi anggota luar biasa. Ketentuan – ketentuan menjadi aggota luar biasa diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga dan atau Peraturan Khusus. Keanggotaan Koperasi bersifat sukarela dan terbuka. Keanggotaan Koperasi mulai berlaku dan hanya dibuktikan dengan catatan dalam Buku Daftar Anggota. Seseorang yang akan masuk menjadi Anggota Koperasi harus mengajukan surat permohonan kepada Pengurus. Dalam waktu satu bulan sejak surat permohonan, Pengurus harus memberikan jawaban secara tertulis apakah permintaan itu diterima atau ditolak:

a. Bilamana Pengurus menolak Permintaan untuk menjadi anggota, maka yang berkepentingan dapat minta pertimbangan Rapat Anggota yang berikutnya.

b. Permintaan berhenti harus diajukan secara tertulis kepada pengurus.

c. Seseorang yang dipecat atau diberhentikan oleh pengurus dapat minta pertimbangan dalam Rapat Anggota yang akan datang.

commit to user Setiap anggota Koperasi berkewajiban :

a. Mematuhi ketentuan dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Khusus serta Keputusan Rapat Anggota.

b. Berpartisipasi dalam kegiatan atau usaha yang

diselenggarakan Koperasi.

c. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Setiap anggota berhak :

a. Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam Rapat Anggota.

b. Memilih dan/ atau dipilih menjadi anggota pengurus. c. Menelaah pembukuan Koperasi pada waktu kantor dibuka. d. Mengemukakan pendapat atau sarana kepada Pengurus di luar

rapat, baik diminta maupun tidak diminta.

e. Meminta diadakan Rapat Anggota menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar.

f. Memanfaatkan Koperasi dan mendapatkan pelayanan yang sama antar sesama anggota.

g. Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan Koperasi menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar.

commit to user

Dalam diskripsi responden ini ditampilkan beberapa karakteristik responden seperti jenis kelamin, pendidikan, usia, pekerjaan, dan pendapatan responden melalui beberapa tabel berikut ini :

TABEL IV. 1

JUMLAH RESPONDEN BERDASARKAN JENIS KELAMIN

No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)

1 Laki – laki 64 64%

2 Perempuan 36 36%

Jumlah 100 100%

Sumber : hasil Kuesioner

Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang nasabah KSU “P. 6-80“ di Sragen. Apabila dilihat dari jenis kelaminnya terdiri dari 64 laki – laki (64/100 = 0,64 = 64%) dan 36 perempuan (36/100= 0.36 = 36%).

TABEL IV. 2

JUMLAH RESPONDEN BERDASARKAN PENDIDIKAN

No. Pendidikan Jumlah Persentase (%)

1. Tamat SD 15 15%

2. Tamat SLTP 31 31%

3. Tamat SLTA 35 35%

4. PT 19 19%

Jumlah 100 100%

Sumber : hasil Kuesioner

Apabila dilihat dari penelitiannya, dapat diketahui bahwa responden penelitian mempunyai pendidikan yang berbeda – beda yakni mulai Sekolah

commit to user

Dasar, hingga perguruan tinggi. Terbukti dari 100 orang responden sebannyak 35 orang (35/100 = 0.35 = 35%) berpendidikan SLTA, kemudian 31 orang (35/100 = 0.35 = 31%) berpendidikan SLTP. Selanjutnya responden yang berpendidikan tinggi sebannyak 19 orang (19/100 = 0.19 = 19%). Sedangkan yang terahkir adalah responden yang berpendidikan SD sebanyak 15 orang (15/100 = 0.15 = 15%).

Selanjutnya karakteristik responden bila dilihat berdasarkan usianya dikelompokkan menjadi usia kurang dari 30 tahun, 31 – 40 tahun, 41 – 50 tahun dan lebih dari 50 tahun.

TABEL IV. 3

JUMLAH RESPONDEN BERDASARKAN USIA

No. Usia Jumlah Persentase (%)

1. ≤ 30 Tahun 24 24%

2. 31 – 40 Tahun 29 29%

3. 41 – 50 Tahun 34 34%

4. > 50 Tahun 13 13%

Jumlah 100 100%

Sumber:hasil Kuesioner

Apabila dilihat dari usianya, responden pada penelitian ini terdiri dari berbagai usia. Dimana dari 100 orang responden sebanyak 34 orang (34/100 = 0.34 = 34%) berusia antara 41 – 50 tahun. Kemudian kelompok usia 31 – 40 tahun menduduki urutan kedua yaitu sebannyak 29 orang (29/100 = 0.29 = 29%). Selanjutnya untuk usia kurang dari 30 tahun sebannyak 24 orang (24/100 =0.24 = 24%). Responden yang usianya lebih dari 50 tahun jumlahnya sebannyak 13 orang (13/100 = 0.13 = 13%).

commit to user

Kemudian pekerjaan responden disajikan pada tabel IV. 4. pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa responden yang bekerja sebagai pedagang jumlahnya sebannyak 28 orang (28/100 = 0.28 = 28%), kemudian responden yang bekerja sebagai petani sebannyak 19 orang (19/100 = 0.19 = 19%). Responden yang bekerja sebagai buruh sebanyak 17 orang (17/100 = 0.17 = 17%), responden untuk PNS/ABRI/POLRI sebannyak 14 orang (14/100 = 0.14 = 14%). Selain itu ada karyawan swasta sebanyak 13 orang (13/100 = 0.13 = 13% dan pengusaha sebanyak 9 orang (9/100 = 0.09 = 9%). Untuk lebih jelasnya dapat disimak pada tabel berikut:

TABEL IV. 4

JUMLAH RESPONDEN BERDASARKAN PEKERJAAN

No. Pekerjaan Jumlah Persentase (%)

1. Petani 19 19% 2. Pedagang 28 28% 3. Buruh Kasar 17 17% 4. Karyawan Swasta 13 13% 5. PNS/ABRI/POLRI 14 14% 6. Wiraswasta 9 9% Jumlah 100 100%

Sumber: hasil Kuesioner

Selanjutnya apabila dilihat dari pendapatannya, responden penelitian ini mempunyai pendapatan yang berbeda – beda. Responden yang mempunyai pendapatan antara Rp. 1.000.001.00 – Rp. 1.500.000.00 sebanyak 27 orang (27/100 = 0.27 = 27%). Kemudian responden yang mempunyai pendapatan antara Rp. 1.500.001.00 – Rp. 2.000.000.00 sebannyak 25 orang (25/100 = 0.25 = 25%). Responden yang mempunyai pendapatan Rp. 500.001.00 – Rp. 1.000.000.00 sebannyak 23 orang (23/100 = 0.23 = 23%). Responden yang mempunyai

commit to user

pendapatan lebih dari Rp. 2.000.001.00 sebannyak 21 orang (21/100 = 0.21 = 21%). Responden yang mempunyai pendapatan kurang dari Rp. 500.000.00 sebanyak 4 orang (4/100 = 0.04 = 4%). Untuk jelasnya dapat disimak pada tabel IV.5.

TABEL IV. 5

JUMLAH RESPONDEN BERDASARKAN PENDAPATAN

No. Pendapatan Jumlah Persentase (%)

1. < Rp. 500.000,- 4 4% 2. Rp. 500.001,- s/d 1.000.000,- 23 23% 3. Rp. 1.000.001,- s/d 1.500.000,- 27 27% 4. Rp. 1.500.001,- s/d 2.000.000,- 25 25% 5. > Rp. 2.000.001,- 21 21% Jumlah 100 100%

Sumber: hasil Kuesioner

C. ANALISIS KUANTITATIF

1. Uji Validitas

Uji Validitas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana alat ukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan metode analisis faktor konfirmatory (CFA) dengan program computer SPSS.13.0 dikarenakan pada penelitian ini faktor-faktor yang mempengaruhi suatu variabel belum teridentifiksi secara baik. Hasil dari uji validitas pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel IV.6 dibawah ini.

TABEL IV. 6 HASIL UJI VALIDITAS

commit to user KMO and Bartlett's Test

Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .640 Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 1354.018

Df 210

Sig. .000

Sumber; Output Spss Metode factor analysis table KMO and Bartlett's Test

Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO) merupakan

suatu nilai yang merupakan ukuran untuk kalayakan data. Nilai KMO-nya kecil mengindikasikan bahwa penggunaan analisis faktor harus dipertimbangkan kembali, karena korelasi antara peubah asal tidak dapat diterangkan oleh peubah lainnya. Menurut Kaiser dan Rice (1974) menetapkan kriteria pengukuran bahwa nilai KMO sebesar 0,9 adalah sangat baik; 0,8 adalah baik; 0,7 adalah cukup; 0,6 adalah kurang; 0,5 adalah jelek; dan dibawah 0,5 adalah tidak dapat diterima (Sharma, 1996).

Dari uji validitas pada table VI. 6 diatas didapat nilai

Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO) sebesar 0,640. Hal ini

memperlihatkan bahwa instrumen penelitian ini valid karena nilai KMO telah melebihi dari 0,5. Disamping itu, dilihat dari nilai Bartlett'sTest menunjukan nilai

1354,018 dengan nilai signifikansi 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah memenuhi syarat valid dan dapat digunakan pada analisis selanjutnya.

Selanjutnya, hasil korelasi dari masing-masing faktor keputusan pemohon kredit tersebut juga tergolong tinggi (> 0,5). Hasil pengujian validitas masing - masing faktor dapat dilihat pada table IV. 7. Sehingga, berdasarkan pengujian validitas faktor dapat disimpulkan bahwa semua faktor adalah valid

commit to user

sebagai pembentuk variabel keputusan pemohon kredit (Y) di KSU “P.6-80” Sragen.

TABEL IV. 7 HASIL UJI VALIDITAS

DENGAN CONFIRMATORYFACTORANALYSIS (CFA) Rotated Component Matrixa

Component 1 2 3 4 X1_1 0,876 X1_2 0,835 X1_3 0,875 X1_4 0,755 X1_5 0,898 X2_1 0,806 X2_2 0,831 X2_3 0,863 X2_4 0,739 X2_5 0,709 X2_6 0,636 X3_1 0,813 X3_2 0,575 X3_3 0,839 X3_4 0,784 X3_5 0,858 Y_1 0,720 Y_2 0,759 Y_3 0,640 Y_4 0,712 Y_5 0,857

commit to user

Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization. a. Rotation converged in 5 iterations.

Hasil uji validitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa faktor lokasi, pelayanan, dan bunga kredit cukup tinggi (> 0,5) dengan responden 100 orang. Hasil pengujian di atas dapat disimpulkan bahwa setiap item (pertanyaan) pembentuk variabel layak untuk di analisis.

Dokumen terkait