• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.3. Metode Pengolahan dan Analisis Data

4.3.2. Analisis Kuantitatif

4.3.2.1. Analisis Kemungkinan Terjadinya Risiko

Analisis kuantitatif dalam penilaian risiko yang di lakukan pada penelitian ini didasarkan dengan pengukuran penyimpangan. Dalam mengukur penyimpangan dapat menggunakan beberapa ukuran diantaranya yaitu ragam (variance), simpangan baku (standard deviation), dan koefisien variasi (coefficient variation). Ukuran-ukuran tersebut merupakan ukuran statistik yang dijelaskan sebagai berikut:

a. Nilai harapan (Expected Return)

Jumlah dari nilai-nilai kemungkinan yang diharapkan terjadi probabilitas (peluang) dari masing-masing kejadian tidak pasti disebut juga dengan nilai harapan. Nilai harapan juga merupakan besaran perolehan atau yang diperkirakan akan didapatkan kembali dalam melakukan suatu kegiatan usaha. Nilai harapan dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk melanjutkan kegiatan usaha. Penyelesaian pengambilan keputusan yang mengandung risiko dapat dilakukan dengan menggunakan Expected Return. Rumus Expected return dapat dilihat dibawah ini (Elton dan Gruber 1995) (diacu dalam Ginting 2009) :

Dimana :

∑(Ri) = Expected return

Pij = Peluang dari suatu kejadian (i = aset) (j = kejadian) Rij = Return

b. Peluang (Probability)

Kemungkinan terjadinya suatu pristiwa disebut juga dengan peluang. Peluang hanya suatu kemungkinan, jadi nilai dari suatu peluang bukan merupakan

35 harga mutlak dalam suatu kondisi. Nilai peluang ditentukan berdasarkan pengalaman dan faktor dari variable-variabel yang mempengaruhi suatu kejadian yang akan dihitung nilai peluangnya. Peluang dari suatu kejadian pada kegiatan usaha dapat diukur berdasarkan pengalaman yang telah dialami pelaku bisnis dalam menjalankan kegiatan usaha. Nilai peluang ditentukan dengan mengobservasi kejadian yang sudah terjadi. Kejadian-kejadian tersebut kemudian diekspresikan sebagai persentase dari total exposure dalam rangka mendapatkan estimasi empiris dari probabilitas. Nilai dari peluang/probabilitas terletak antara 0 dan 1. Jika nilai peluang adalah 1 maka hal tersebut merupakan sebuah kepastian. Dengan kata lain peristiwa yang diperkirakan pasti akan terjadi. Nilai peluang dapat dihitung dengan rumus (Elton dan Gruber 1995) (diacu dalam Ginting 2009) :

Pengukuran peluang pada setiap kondisi diperoleh dari frekuensi kejadian setiap kondisi yang dibagi dengan periode waktu selama kegiatan berlangsung. Pada perhitungan peluang ini digunakan tiga kondisi yaitu kondisi tinggi, normal dan rendah.

Pengukuran sejauh mana risiko yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan usaha terhadap hasil atau pendapatan yang diperoleh perusahaan digunakan pendekatan sebagai berikut :

1. Variance

Pengukuran variance dari return merupakan penjumlahan selisih kuadrat dari return dengan expected return dikalikan dengan peluang dari setiap kejadian. Nilai variance dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut (Elton dan Gruber 1995) (diacu dalam Ginting 2009) :

Dimana :

σt2 = Variance dari return

36 Rij = Return

Nilai variance menunjukkan bahwa semakin kecil nilai variance maka semakin kecil penyimpangannya, semakin kecil risiko yang dihadapi dalam melakukan kegiatan usaha tersebut.

2. Standard Deviation

Standard deviation dapat diukur dari akar kuadrat dari nilai variance. Secara sistematis standard deviation dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut (Elton dan Gruber 1995) (diacu dalam Ginting 2009) :

Dimana : σi2 = Variance

σi = Standard deviation

Makna dari ukuran standard deviation seperti halnya variance, yaitu semakin kecil nilai standard deviation, maka semakin rendah risiko yang dihadapi dalam kegiatan usaha.

3. Coefficient Variation

Coefficient variation diukur dari rasio standard deviation dengan return yang diharapkan atau expected return. Secara matematis, coefficient variation dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut (Elton dan Gruber 1995) (diacu dalam Ginting 2009) :

CV = / Dimana :

CV= Coefficient variation

σi = Standard deviation

Coefficient variation dapat diartikan bahwa semakin kecil nilai coefficient variation, maka semakin rendah risiko yang dihadapi.

Risiko dapat diukur jika diketahui kemungkinan terjadinya risiko (probabilitas) dan besarnya dampak risiko terhadap perusahaan. Ukuran pertama

37 dari risiko adalah besarnya kemungkinan terjadinya (probabilitas) yang mengacu pada seberapa besar probabilitas risiko akan terjadi.

Metode yang digunakan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya risiko adalah menggunakan metode nilai standar (z-score). Metode ini dapat digunakan apabila ada data historis dan data berbentuk kontinus atau desimal dan dengan metode ini dapat diketahui besarnya kemungkinan suatu ukuran atau nilai yang berada lebih besar atau lebih kecil dari nilai standard (Kountur, 2008).

Langkah yang perlu dilakukan adalah (Kountur, 2006) 1. Menghitung rata-rata

Rumus menghitung rata-rata adalah:

Keterangan: = rata-rata xi = data per i n = jumlah data

Rata-rata yang dimaksud pada rumus ini adalah rata-rata terjadinya risiko yang dianggap merugikan perusahaan yang akan ditentukan oleh perusahaan.

2. Menghitung standar deviasi

3. Menghitung nilai standar (z-score) risiko

z =

4. Menghitung probabilitas terjadinya risiko

Probabilitas dihitung dari tabel distribusi z. Cari nilai z pada sisi kiri dan bagian atas, pertemuan antara nilai z pada isi tabel merupakan probabilitas yang dicari.

38 Dari tabel z distribusi yang didapat maka dapat diketahui bahwa besarnya probabilitas atau peluang dari suatu risiko akan terjadi. Besarnya peluang terjadinya suatu risiko dinyatakan dalam bentuk persentase.

4.3.2.2. Analisis Dampak Risiko

Metode yang paling efektif digunakan dalam mengukur dampak risiko adalah VaR (Value at Risk). VaR adalah kerugian terbesar yang mungkin terjadi dalam rentang waktu tertentu yang diprediksikan dengan tingkat kepercayaan tertentu. Penggunaan VaR dalam mengukur dampak risiko hanya dapat dilakukan apabila terdapat data historis sebelumnya. Analisis ini dilakukan untuk mengukur dampak dari risiko pada kegiatan budidaya jamur tiram putih. Kejadian yang dianggap merugikan berupa penurunan produksi sebagai akibat dari terjadinya sumber-sumber risiko. Menurut Kountur (2008), VaR dapat dihitung dengan rumus berikut:

Keterangan:

VaR = dampak kerugian yang ditimbulkan oleh kejadian berisiko = nilai rata-rata kerugian akibat kejadian berisiko

z = nilai Z yang diambil dari tabel distribusi normal dengan alfa 5%. s = standar deviasi kerugian akibat kejadian berisiko

n = banyaknya kejadian berisiko

Langkah-langkah yang dilakukan dalam menghitung VaR adalah: 1. Menentukan risikonya.

2. Mengumpulkan data historis tentang besarnya kerugian dalam rupiah yang diderita atau risiko tersebut.

3. Menghitung rata-rata kerugian yang diderita. 4. Menghitung deviasi standar (s).

5. Menentukan tingkat keyakinan yang diinginkan (95 %)

6. Mencari nilai z sesuai dengan tingkat keyakinan yang telah ditetapkan 7. Mengitung VaRnya.

39 Dari hasil perhitungan VaR dapat diketahui bahwa seberapa besar kerugian yang dialami oleh perusahaan dari terjadinya suatu risiko. Penggunaan tingkat keyakinan 95 % menyatakan bahwa hasil perhitungan VaR perusahaan dapat mengalami kerugian maksimal sesuai dari perhitungan tersebut, namun kemungkinan 5 % perusahaan dapat mengalami kerugian melebihi dari jumlah perhitungan tersebut.

Dokumen terkait