BAB II LANDASAN TEORI
F. Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk
merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat
memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara
bersama dapat meminimalkan kelemahan (weaknesess) dan ancaman (Theats).
Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengambilan
misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencanaan
strategis harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan,
kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini
disebut dengan Analisis SWOT.
Penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh
kombinasi faktor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut harus
dipertimbangkan dalam analisis SWOT. SWOT adalah singkatan dari lingkungan
Internal Strengths dan weaknesses serta lingkungan eksternal Opportunities dan
Threats yang dihadapi dunia bisnis. Analisis SWOT membandingkan antara
faktor eksternal peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dengan faktor
internal kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses).
Di atas telah diuraikan tentang pengertian SWOT secara keseluruhan,
padahal tiap-tiap komponen berbeda arti. Oleh karena itu menurut Fred R. David
1. S = Strengths= kekuatan
Adalah faktor perusahaan yang menguntungkan untuk mencapai sasaran dan
hal itu meliputi :
a. Dikenal produk oleh konsumen
b. Mutu produk yang terjamin
c. Bakat dan kemampuan karyawan yang memadai
d. Koordinasi dan kerjasama yang baik antara karyawan dan pemimpin yang
baik
e. Semangat kerja karyawan yang tinggi
f. Tersedianya sumber daya yang mencukupi
2. W = Weaknesses= kelemahan
Adalah terbatasnya satu atau lebih sumber yang dimiliki oleh perusahaan
dibanding dengan pihak lawan. Hal ini meliputi :
a. Rendahnya hubungan antar karyawan
b. Biaya operasi yang rendah
c. Kurangnya kontrol manajemen di pasaran
d. Meningkatnya jumlah kerugian
e. Adanya peraturan yang membatasi perusahaan
3. O = Opportunities= kesempatan
Adalah keadaan luar perusahaan yang memberi kesempatan berkembang atas
berhasilnya perusahaan dalam mencapai sasaran dan hal itu meliputi :
a. Belum banyaknya pesaing
c. Kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan kecil sehingga mudah
menghadapi pesaing yang lebih besar
d. Adanya situasi politik yang stabil
e. Adanya dukungan pemerintah yang mendukung
f. Banyaknya instansi aatu badan yang memberi atau meminjamkan modal
4. T = Threats= ancaman
Adalah faktor eksternal yang mengancam atau menghambat perusahaan dalam
mencapai sasaran dan hal ini meliputi :
a. Selera konsumen yang cepat berubah
b. Sulitnya memperoleh bahan baku
c. Terlalu banyaknya pesaing dalam industri
d. Adanya produk impor yang harganya lebih murah namun kualitasnya lebih
baik
Gambar II.2 Diagram Analisis SWOT
3. Mendukung strategi 1. mendukung
turn around strategi agresif
4. Mendukung strategi 2. Mendukung defensif strategi diversifikasi
Sumber : (Rangkuti, 2005 : 19)
G. Pengertian SAP dan ETOP
1. Pengertian SAP
Menurut William F. Glueck dan Lawrence R. Jouch (1997: 176), SAP
merupakan sarana untuk membuat evaluasi yang sistematis tentang
keunggulan strategis perusahaan yang penting bagi perusahaan dalam
lingkungan internnya. Profil keunggulan strategis ini memberikan representasi
pandangan keputusan tentang apa perusahaan itu sebagai akibat pengambilan
keputusan strategi lama serta interaksinya dengan lingkungan profil ini juga
berguna untuk menentukan dimana perusahaan mempunyai kemampuan yang BERBAGAI PELUANG KELEMAHAN INTERNAL KEKUATAN INTERNAL BERBAGAI ANCAMAN
penting sehingga perusahaan dengan cara yang paling efektif memanfaatkan
kekuatan dan mengatasi kelemahan yang ada dalam perusahaan.
Tabel II.1 Ikhtisar SAP
(Strategic Advantage Profil)
Bidang Internal Kekuatan Kelemahan Netral
Pemasaran dan Distribusi + - 0
R & D Faktor Rekayasa + - 0
Manajemen Produksi dan Operasi + - 0
Sumber Daya Manusia + - 0
Keuangan dan Akuntansi + - 0
(+) Menunjukkan kekuatan
(-) Menunjukkan kelemahan
(0) Posisi Netral
Keterangan :
a. Bidang Pemasaran dan Distribusi
(+) Semua riset pasar yang efisien dan efektif, lini produk jasa lengkap,
produk baru yang kuat.
(-) Strategi harga yang tidak efektif, produk dan jasa tidak berkualitas
b. Bidang R & D dan Faktor Rekayasa
(+) Keistimewaan dalan desain produk, kemampuan penelitian perusahaan
(-) Tidak punya kemampuan pengembangan bagi rekayasa produk,
c. Bidang Produksi dan Operasi
(+) Proses dalam menghasilkan barang berkualitas, dengan efektif dan efisien.
(-) Produksi dan operasi yang tidak efektif dan efisien
d. Bidang Sumber Daya
(+) Karyawan berkualitas tinggi, struktur organisasi yang efektif
(-) Hubungan yang tidak efektif dengan serikat buruh
e. Bidang Akuntansi dan Keuangan
(+) Perencanaan keuangan, modal kerja dan prosedur pengangguran modal
yang efisien dan efektif
(-) Modal tidak mencukupi untuk mengadakan ekspansi
2. Pengertian ETOP
Menurut William F. Glueck dan Lawrence R. Jouch (1997: 123),
merupakan teknis sistematis yang digunakan untuk menentukan sektor
lingkungan dalam menentukan peluang-peluang dan ancaman terhadap
perusahaan. Dalam ETOP beberapa pendekatan di daftar dalam referensi
kemudian iktisiarnya dapat disiapkan sehingga dapat diidentifikasikan sektor
yang paling kritis dari lingkungan dalam memfokuskan secara intensif pada
Tabel II.2 Ikhtisar ETOP
(Environmental Threat Opportunity Profile)
Sektor Lingkungan Peluang Ancaman Netral
Sosioekonomi + - 0 Teknologi + - 0 Pesaing + - 0 Pemasok + - 0 Pemerintah + - 0 (+) Menunjukkan peluang (-) Menunjukkan ancaman (0) posisi netral Keterangan : a. Sektor sosioekonomis :
(+) Kebangkitan perekonomian negara, iklim yang mendukung usaha
perusahaan, perubahan gaya hidup konsumen yang menguntungkan
perusahaan.
(-) Resesi, inflasi, penurunan mata uang domestik, iklim yang tidak sesuai
dengan usaha perusahaan.
(0) Perubahan gaya hidup masyarakat yang tidak mempengaruhi perusahaan.
b. Sektor Teknologis
(+) Kemajuan teknologi yang dapat meningkatkan hasil dan mencapai tujuan
(-) Kemajuan teknologi yang memperkuat persaingan mungkin memerlukan
investasi yang besar tanpa kepastian bahwa teknologi tersebut akan
diterima.
(0) Kemajuan teknologi yang tidak ada hubungannya dengan yang diperlukan.
c. Sektor Pesaing
(+) Keluarnya pesaing dalam industri
(-) Tersedianya barang pengganti
(0) Tidak ada pesaing dalam industri
d. Sektor Pemasok
(+) Pemasok yang siap melayani setiap bahan baku yang dibutuhkan
perusahaan dalam jumlah berapapun.
(-) Tidak adanya pemasok yang tetap
(0) Perusahaan tidak tergantung pada pemasok
e. Sektor Pemerintah
(+) Pemerintah merupakan pembeli untuk barang dan jasa, memberi subsidi,
melindungi perusahaan dari pesaing luar negeri.
(-) Peraturan yang membatasi pilihan strategi sejumlah perusahaan
(0) Tidak ada subsidi dari pemerintah, peraturan pemerintah tidak
Gambar II.3
Diagram Proses Analisis Kasus
Analisis Situasi Analisis Perusahaan
Sumber : (Rangkuti, 2005 : 15) Tentukan dan evaluasi lingkungan PELUANG dan ANCAMAN Tentukan dan evaluasi KEKUATAN dan KELEMAHAN perusahaan Jelaskan Situasi Evaluasi Situasi Cari Pemecahan Masalah
Mengetahui Strategi Perusahaan
Analisis masalah yang perlu mendapat perhatian
Tentukan alternatif dan pilihan strategi
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yaitu penelitian yang
akan diputuskan pada suatu obyek tertentu. Data yang terkumpul disusun dan
dipelajari menurut urutannya dan dihubungkan satu dengan yang lain secara
menyeluruh agar menghasilkan gambaran umum dari kasus yang dianalisis.
Hasil analisis dan kesimpulan hanya berlaku untuk perusahaan yang diteliti
saja.