ANALISA LINGKUNGAN RANTAI PASOKAN
6.2 Analisis Lingkungan Eksternal
Analisis terhadap lingkungan eksternal restoran merupakan tahap untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi oleh rantai pasokan. Aspek
6.2.1 Lingkungan Makro
Lingkungan makro merupakan situasi dan kondisi yang berada di luar ratai pasokan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kinerja rantai pasokan. Lingkungan makro terdiri dari faktor politik, ekonomi, sosial & budaya, dan teknologi.
6.2.1.1 Faktor Politik dan Hukum
Faktor politik berhubungan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, kondisi politik dan kondisi keamanan negara. Dalam menjalankan suatu bisnis, tidak lepas dari suatu intervensi pemerintah dalam membuat peraturan, undang-undang, dan kebijakan-kebijakan lainnya yang mempengaruhi usaha tersebut. program-program pemerintah yang membantu dalam kegiatan usaha udang váname seperti Program-program pemerintah yang memberikan bantuan modal (PUAP) dan subsidi alat-alat kebutuhan usaha udang vaname, serta pelatihan-pelatihan yang diberikan oleh dinas perikanan setempat seperi pelatiha budidaya, pelatihan pengenalan teknologi terbaru dan pelatihan manajerial. Hal tersebut dapat menjadi peluang bagi rantai pasokan udang vaname.
6.2.1.2 Faktor Ekonomi
Ketidakstabilan kondisi perekonomian saat ini memberi pengaruh terhadap kecenderungan iklim usaha yang tidak menentu. Perekonomian yang dialami oleh Indonesia tidak selalu stabil, salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga bahan baku yang disebabkan oleh inflasi yang tinggi di suatu negara dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 14. Data Inflasi di Indonesia Tahun 2005-2008
Tahun Inflasi (%) 2005 17,11 2006 6,60 2007 6,59 2008 11,06 Sumber : BPS (2009)
Kenaikan harga bahan baku akan berkorelasi dengan biaya produksi, sehingga membuat harga jual menjadi tinggi dan mengakibatkan menurunnya
daya beli masyarakat. Hal ini merupakan ancaman bagi industri perikanan terutama usaha pada udang vaname. Disaat menurunnya daya beli masyarakat maka akan berdampak pula kepada turunnya permintaan akan suatu barang. 6.2.1.3 Faktor Sosial, Budaya dan Demografi
Perubahan gaya hidup masyarakat saat ini, dimana pola hidup masyarakat saat ini menerapkan suatu pola hidup yang lebih baik yaitu budaya hidup yang sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Hal tersebut membuat masyarakat semakin kritis dalam memilih makanan yang di konsumsinya. Masyarakat saat ini menginginkan makanan yang sehat, bergizi tinggi dan terbebas dari berbagai penyakit, oleh karena itu menyebabkan semakin banyaknya masyarakat yang mengkomsumsi ikan untuk kebutuhan konsumsinya sehari-hari. Gaya hidup sehat pada masyarakat mensyaratkan jaminan bahwa produk perikanan harus beratribut aman untuk dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrsi tinggi (nutrionam attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Isu-isu yang beredar saat ini seperti penyakit flu burung, flu babi, sapi gila, dan lainnya menyebabkan orang mulai ramai untuk melirik gaya hidup mengkonsumsi ikan. Karena dengan mengkonsumsi ikan seseorang akan dapat memenuhi kebutuhan gizi dan juga sebagai antioksidan atau sistem kekebalan tubuh manusia. Perubahan pola dan gaya hidup masyarakat yang ingin sehat dengan mengkomsumsi ikan tersebut dapat menjadi suatu peluang bagi rantai pasokan udang vaname.
6.2.1.4 Faktor Teknologi
Teknologi merupakan faktor penting untuk kemajuan usaha udang vaname. Perkembangan teknologi dan informasi saat ini mengalami kemajuan yang pesat untuk dapat mendorong rantai pasokan udang vaname menjadi lebih baik. Perkembangan teknologi dan informasi saat ini dapat dimanfaatkan di semua bagian operasional rantai pasokan seperti pada bagian pembenihan, budidaya dan pendistribusian. Selain itu, cara bertransaksi dengan pemasok maupun pelanggan akan lebih efektif dan efisien jika dapat memanfaatkan teknologi.
bagi rantai pasokan. Hal ini bisa dilihat dari proses budidaya baik itu benih maupun pembesaran udang vaname yang masih menggunakan sistem budidaya yang tradisional. Proses pendistribusian yang masih menggunakann cara lama yaitu dengan menggunakan es, masih di terapkan pada pengiriman udang vaname oleh distributor, padahal saat ini teknologi yang modern yang ada adalah pengiriman dengan menggunakan mobil berpendingin khusus yang berguna untuk dapat menjaga kesegaran dan kualitas udang.
6.2.2 Lingkungan Mikro
Lingkungan mikro merupakan lingkungan yang langsung dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pasarnya. Lingkungan mikro terdiri dari ancaman pendatang baru, tingkat persaingan antar perusahaan, dan ancaman produk pengganti.
6.2.2.1 Ancaman Pendatang Baru
Masuknya pendatang baru dalam usaha udang vaname akan memberikan implikasi pada penurunan pangsa pasar. Ancaman pendatang baru ini tergantung seberapa besar hambatan untuk masuk kedalam industri. Hambatan masuk bagi pendatang baru dalam usaha udang vaname bila dilihat dari skala ekonomi dan kebutuhan modal relatif tinggi dan resiko kegagalan usaha yang besar. Hambatan masuk industri yang tinggi merupakan peluang bagi rantai pasokan udang vaname, hal ini disebabkan karena untuk membuka sebuah usaha udang vaname diperlukan skala ekonomi yang besar dan kebutuhan modal awal relatif besar, serta tergantung pada pangsa pasar sasaran yang akan diraih, Sehingga dengan demikian hal tersebut merupakan hambatan bagi para pendatang baru untuk dapat usaha udang vaname.
6.2.2.2 Tingkat Persaingan antar Perusahaan
Tingkat persaingan antar pengusaha udang vaname cenderung kompetitif. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pesaing yang semakin bertambah. Tingkat persaingan diantara perusahaan sangat ketat, perusahaan yang dapat menghasilkan menghasilkan produk yang berkualitas, mampu menjaga kepercayaan konsumen dengan konsisten, dan melakukan inovatif yang akan memiliki posisi yang kuat
GIANT, CAREFOUR, dan HYPERMART. Hal tersebut merupakan salah satu ancaman bagi rantai pasokan udang vaname.
6.2.2.3 Ancaman Produk Pengganti
Udang adalah salah satu komoditas perikanan yang banyak jenisnya maka selain pesaing sejenis, para pengusaha udang vaname juga dihadapi oleh pesaing non sejenis seperti udang galah, udang windu, dan udang lobster. Hal tersebut merupakan salah satu ancaman bagi rantai pasokan udang vaname sebab dengan adanya produk-produk pengganti tersebut maka konsumen akan semakin selektif dalam membeli dan hal tersebut tentunya akan menurunkan pangsa pasar udang vaname yang ada.
Tabel 15. Analisis Faktor Eksternal Rantai Pasokan Udang Vaname
No Faktor Eksternal Peluang Ancaman
1. Lingkungan Makro kebijakan dan program pemerintah yang
mendukung proses usaha. Harga udang vaname yang
tinggi dan stabil. Perubahan pola dan gaya
hidup masyarakat Kondisi agroklimat yang
mendukung kegiatan usaha.
Tingkat inflasi yang terjadi
Teknologi yang digunakan masih sederhana
2. Lingkungan Mikro Hambatan masuk industri yang tinggi
Tingkat persaingan dalam usaha
perikanan yang tinggi Banyaknya produk
subtitusi