• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Lingkungan Eksternal

G. Bauran Fisik

6.2 Analisis Lingkungan Eksternal

dengan software yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja. Pengorderan pesanan melalui delivery order dengan menggunakan pesawat telephone. Pencatatan seluruh pemasukan, pengeluaran, dan kebutuhan bahan baku lainnya dilakukan secara manual dan dicatat secara komputerisasi dibagian office. Berdasarkan analisis lingkungan internal dalam matriks IFE dapat dilihat pada Tabel. 11

Tabel 11. Analisis Faktor Internal Cafe Kebun Kita No Faktor

Internal

Kekuatan Kelemahan

1 Pemasaran • Citarasa Indonesia • Inovasi produk

• Strategi harga untuk pelajar dan paket untuk pasangan • Penyebaran iklan yang

cukup gencar

• Acara-acara musik, nonton bareng yang sering diadakan

• Tempat yang cukup

strategis

• Kecepatan penyajian

• Program call back sebagai bentuk customer relationship

• Pelayanan yang baik terhadap konsumen

• Layanan hotspot

• Belum memiliki

sertifikat halal dari BPOM • Kurangnya pelatihan SDM • Tidak terfokusnya manajemen pada layanan delivery

• Area parkir tidak memadai

2 Keuangan • Modal milik sendiri • Pencatatan keuangan belum secara akuntansi 3 Produksi dan

operasi

• Bahan baku yang terjamin kualitas dan kesegaran 4 SDM • Loyalitas pegawai tinggi Sumber : Cafe Kebun Kita (2010)

6.2 Analisis Lingkungan Eksternal

Analisis terhadap lingkungan eksternal kafe merupakan tahap untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Aspek eksternal yang dianalisis yaitu lingkungan makro, lingkungan mikro dan lingkungan industri.

61 6.2.1 Lingkungan Makro

Lingkungan makro merupakan situasi dan kondisi yang berada diluar perusahaan yang secara langsung dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Lingkungan makro terdiri dari faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi.

a. Faktor Politik

Faktor politik berhubungan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, kondisi politik dan keamanan Negara. Keadaan politik serta hukum yang tidak baik akan mempengaruhi usaha kafe. Konsumen tidak akan merasa nyaman untuk keluar atau berpergian jika suhu politik sedang tidak baik. Dengan keadaan seperti ini bukan tidak mungkin akan menurunkan pendapatan pada Cafe Kebun Kita, namu hal ini belum pernah terjadi dikarenakan kondisi keamanan di Kota Bogor sendiri sangat baik.

b. Faktor Ekonomi

Keadaan ekonomi suatu negara sangat berpengaruh terhadap kinerja suatu perusahaan atau industri. Ketidakstabilan kondisi perekonomian saat ini member pengaruh terhadap kecendrungan iklim uasaha yang tidak menentu. Perekonomian yang dialami oleh Indonesia tidak selalu stabil, salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga bahan baku yang disebabkan oleh inflasi yang tinggi disuatu negara dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12. Data Inflasi di Indonesia tahun 2005-2008

Tahun Inflasi (%) 2005 17, 11 2006 6,60 2007 6,59 2008 11,06 Sumber : BPS (2009)

Kondisi ekonomi ini juga berpengaruh terhadap usaha Cafe Kebun Kita, terutama mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Dengan terjadinya kenaikan inflasi setiap tahunnya, Cafe Kebun Kita melakukan kenaikan harga untuk setiap hidangan yang ditawarkannya. Kenaikan ini terjadi karena naiknya harga bahan baku produksi. Namun sejauh ini, peningkatan harga yang dilakukan Cafe Kebun Kita masih dapat diterima oleh konsumen. Penetapan

62 harga produk sangat berpengaruh terhadap peningkatan usaha dari tahun ke tahun, penetapan harga ini dikendalikan oleh manajer operasional.

Kenaikan harga bahan baku berhubungan dengan biaya produksi, sehingga membuat harga jual lebih tinggi dan mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat. Akan tetapi dengan meningkatnya pendapatan masyarakat akan menunjukkan daya beli masyarakat yang semakin besar pula sehingga akan mendorong pertumbuhan usaha kafe di Kota Bogor. Usaha kafe di Kota Bogor memiliki peluang untuk berkembang. Hal ini terlihat dari daya beli masyarakat Kota Bogor yang tergambar dalam PDRB per kapita Kota Bogor pada Tabel 13.

Pada periode tahun 2003-2006, laju pertumbuhan PDRB per kapita Kota Bogor rata-rata mengalami peningkatan sebesar 3,29 persen setiap tahunnya. Peningkatan pendapatan masyarakat Kota Bogor menunjukkan daya beli masyarakat yang semakin meningkat pula, hal ini dapat dimanfaatkan oleh pengusaha cafe untuk mengembangkan usaha.

c. Faktor Sosial

Kondisi sosial dapat dilihat dari beberapa aspek misalnya sikap, gaya hidup, adat-istiadat, dan kebiasaan dari orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan. Dari faktor sosial diatas, Cafe Kebun Kita cenderung pada aspek gaya hidup. Perubahan gaya hidup masyarakat dimana produktivitas tenaga kerja yang tinggi menyebabkan semakin sedikitnya waktu untuk menyediakan makanan sehingga masyarakat semakin menginginkan kepraktisan dan kecendrungan menikmati makanan di luar rumah. Hal ini direspon dengan baik bagi pihak Cafe Kebun Kita dan menjadikannya peluang. Akan tetapi perubahan gaya hidup ini menyebabkan menjamurnya kafé, restoran dan rumah makan karena besarnya keuntungan yang diperoleh dari usaha tersebut sehingga menyebabkan ancaman bagi pihak Cafe Kebun Kita dalam persaingan usaha. Produktivitas tenaga kerja yang semakin meningkat tiap tahunnya mengakibatkan peningkatan konsumsi makanan di masyarakat.

d. Faktor teknologi

Teknologi merupakan faktor penting untuk memajukkan suatu usaha. Perkembangan teknologi dan informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat

63 dalam mendorong usaha kafe menjadi lebih baik. Perkembangan teknologi dan informasi dapat dimanfaatkan di semua bagian operasional kafe seperti pada bagian keuangan, pelayanan dan pemrosesan. Adanya sistem komputerisasi dibagian keuangan lebih memudahkan dalam memanajemen pengalokasian dana. Selain itu, cara bertransaksi dengan pemasok maupun pelanggan akan lebih efektif dan efisien jika dapat dimanfaatkan semua teknologi.

Teknologi yang digunakan oleh Cafe Kebun Kita saat ini sudah cukup baik dan modern. Hal ini terlihat dari adanya barang-barang teknologi tinggi yang membantu dalam proses produksi diantaranya mesin pendingin bahan baku (freezer), microwave, mixer, dan lain-lain. Selain itu penggunaan teknologi juga dimanfaatkan dalam fasilitas untuk kenyamanan konsumen, diantaranya fasilitas hotspot agar konsumen dapat menikmati layanan internet. Dengan adanya layanan internet lebih memudahkan pihak management mengelola account facebook dan twitter, sehingga memudahkan pihak management untuk mempromosikan menu-menu dan acara-acara yang akan diadakan Cafe Kebun Kita.

Fasilitas-fasilitas lain yang berhubungan dengan teknologi terlihat dari setiap acara-acara yang diadakan. Cafe Kebun Kita menagdakan acara-acara seperti pentas musik, nonton bareng piala dunia, final piala AFF, restoran memanfaatkan fasilitas proyektor dan layar, sehingga konsumen dapat menikmati acara tersebut secara bersama-sama.

Tabel 13. Perkembangan dan laju Pertumbuhan PDRB Per Kapita Kota Bogor Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2003-2006

Tahun PDRB (Jutaan Rupiah) PDRB Per Kapita (Rp) Laju Pertumbuhan PDRB Per Kapita (%) 2003 3.168.185,54 3.860.313 2,02 2004 3.361.438,93 4.042.275 4,71 2005 3.567.231,21 4.171.786 3,20 2006 3.782.273,71 4.307.152 3,24 Rata-Rata 3,29

64 6.2.2 Lingkungan Mikro

Lingkungan mikro merupakan lingkungan yang langsung berpengaruh terhadap operasional perusahaan. Lingkungan mikro terdiri dari pemasok, pelanggan, pesaing.

a. Pemasok

Hubungan antara pemasok dan restoran harus terjalin dengan baik. Cafe Kebun Kita memasok bahan baku kafe dari dua pasar tradisional di Kota Bogor yaitu Pasar Warung Jambu dan Pasar Bogor. Untuk bahan baku daging, ayam, beras dan sayur kafe memiliki pemasok tetap di kedua pasar tradisional tersebut, sehingga ketersedian dan kesegaran bahan baku dapat terjamin karena adanya hubungan kepercayaan antara pemasok dan kafe.

Para pemasok pada Cafe Kebun Kita tidak melakukan monopoli harga, karena harga yang ditawarkan sesuai dengan harga yang berlaku dipasaran, bahkan ada pemasok yang memberikan harga lebih murah dengan mutu yang terjaga. Cafe Kebun Kita membeli bahan baku daging dan ayam setiap dua hari sedangkan untuk sayuran restoran membeli dari pemasok setiap harinya. Daftar pemasok-pemasok pada Cafe Kebun Kita dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Pemasok-Pemasok Pada Cafe Kebun Kita

No Produk Pemasok

1 Daging Ayam Rahma ayam atau Daily Fresh 2 Daging Bebek Soleh Bebek

3 Gas Christian gas

4 Minyak Goreng Avena (distributor)

5 Tisu Silvandra

Sumber : Cafe Kebun Kita (2010)

Loyalitas pemasok yang dapat menyediakan bahan baku dan bahan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan tepat waktu bagi Cafe Kebun Kita, sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Tetapi pemasok juga memiliki ancaman yang dapat menghambat pengembangan usaha Cafe Kebun Kita. Acaman tersebut terdiri dari kenaikan harga bahan baku dan kenaikan harga gas elpiji.

65 b. Pelanggan

Konsumen adalah orang yang mengkonsumsi suatu produk, sedangkan pelanggan adalah konsumen yang mengkonsumsi suatu produk secara tetap atau kontinyu atau dapat dikatakan sebagai konsumen yang datang lebih dari satu kali. Berdasarkan hasil wawancara dengan manajer operasinal, Cafe Kebun Kita memiliki segmentasi pasar untuk keluarga dan remaja yang berasal dari kaum menengah atas.

Sama halnya dengan restoran lain, pada Cafe Kebun Kita konsumen tidak dapat menentukan harga untuk setiap menunya, karena harga untuk setiap menu telah ditetapkan oleh pihak manajemen yang tertera pada daftar menu. Konsumen Cafe Kebun Kita memiliki loyalitas yang tinggi, hal ini terlihat dari kunjungan konsumen ke Restoran Kebun Kita rata-rata lebih dari dua kali. Loyalitas konsumen ini dimanfaatkan sebagai peluang bagi pihak restoran. Loyalitas konsumen pada Cafe Kebun Kita tercipta karena pelayanan yang memuaskan, serta keramahan yang diberikan oleh seluruh pegawai dan pihak manajemen Cafe Kebun Kita kepada konsumen.

Mempertahankan konsumen sangat dibutuhkan oleh Cafe Kebun Kita dalam bersaing dengan cafe lain. Untuk itu hubungan yang baik antara konsumen dan pihak restoran harus terjalin. Hubungan baik ini yang terus dijaga oleh pihak restoran, karen mencari pelanggan (konsumen yang loyal) lebih sulit dibandingkan dengan mencari konsumen baru. Oleh karena itu keberadaan konsumen yang memiliki loyalitas tinggi menjadi peluang bagi Cafe Kebun Kita.

Pertumbuhan penduduk di Kota bogor menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan untuk Cafe Kebun Kita memasarkan produk. Hal tersebut dikarenakan makan merupakan kebutuhan primer manusia untuk dapat menjalankan aktifitas sehari-hari. Semakin tinggi jumlah penduduk pada suatu daerah, tentu akan meningkatkan permintaan kebutuhan makanan dan juga minuman. Perkembangan jumlah penduduk Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 15.

Gaya hidup sebagian masyarakat yang hidup diperkotaan, lebih memilih untuk makan di restoran karena mengutamakan kepraktisan makan yang siap saji serta kenyamanan tempat. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin

66 modern, kafe bukan hanya difungsikan sebagai tempat untuk makan tetapi sudah menjadi sarana untuk berkumpul bersama rekan atau keluarga.

Tabel 15. Perkembangan Jumlah Penduduk Kota Bogor dari Tahun 2004-2008

Tahun Jenis Kelamin Total Jumlah

Penduduk (jiwa) Pria (jiwa) Wanita (jiwa)

2008 476.476 465.728 942.204

2007 457.717 447.415 905.132

2006 444.508 434.630 879.138

2005 431.862 423.223 855.085

2004 424.819 406.752 831.571

Sumber : BPS Kota Bogor, 2009 c. Pesaing

Pesaing merupakan faktor yang cukup penting untuk membuat suatu usaha dapat bertahan atau tidak. Persaingan usaha disekitar Cafe Kebun Kita cukup banyak, diantaranya terdapat beberapa rumah makan ataupun kafe yang terletak disekitar Jalan Padjajaran dan Jalan Malabar. Persaingan sangat terasa ketika Plaza Pangrango masih beroperasi, pada saat itu terdapat puluhan unit usaha yang menjual produk dan jasa seperti restoran. Akan tetapi Cafe Kebun Kita dapat terus bertahan hingga saat ini karena kualitas dari produk yang ditawarkan dan restoran terus berinovasi untuk mengembangkan produknya.

6.2.3 Lingkungan Industri

Lingkungan industri terdiri ancaman masuk pendatang baru, persaingan sesama perusahaan dalam industri, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar-menawar pembeli, kekuatan tawar-tawar-menawar pemasok, pengaruh kekuatan stakeholder lainnya.

a. Ancaman Masuk Pendatang Baru

Masuknya pendatang baru dalam industri restoran akan memberikan implikasi pada usaha yang sudah ada. Kondisi seperti ini menimbulkan ancaman bagi usaha. Pertumbuhan penduduk Kota Bogor yang cukup tinggi dan banyaknya wisatawan yang datang ke Kota Bogor pada akhir pekan, dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk membangun suatu usaha restoran. Persaingan yang semakin ketat ini, mendorong Cafe Kebun Kita menentukan alternatif strategi pemasarannya, agar dapat

67 mempertahankan konsumen dan menarik konsumen baru untuk datang. Faktor-faktor ancaman masuk pendatang baru yang mempengaruhi Cafe Kebun Kita adalah:

• Skala ekonomi; hal ini disebabkan karena untuk membuka sebuah usaha diperlukan skala ekonomi yang besar.

• Diferensiasi; untuk hambatan difrensiasi produk cukup tinggi karena semakin produk itu berbeda atau unik maka konsumen semakin penasaran dan ingin mencobanya.

• Kecukupan modal; kebutuhan modal relatif cukup tinggi, terutama modal awal dalam pendirian suatu usaha.

• Akses kesaluran distribusi; untuk akses kesaluran distribusi sangat menentukan penyebaran produk, akses distribusi ke Cafe Kebun Kita lancar karena didukung oleh transportasi yang memadai. Hal ini dapat mempermudah Cafe Kebun Kita dalam proses penyedian bahan baku maupun kepada konsumen.

b. Persaingan Sesama Perusahaan dalam Industri

Tingkat persaingan antar pengusaha di Kota Bogor cenderung kompetitif. Hal ini terlihat dari jumlah kafe, restoran dan rumah makan yang semakin bertambah tiap tahunnya di Kota Bogor. Selain persaingan sejenis Cafe Kebun Kita juga dihadapkan oleh persaingan non sejenis. Salah satu pesaing utama sejenis adalah Rumah Makan Bambu Kuring yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Cafe Kebun Kita. Faktor-faktor persaingan sesama perusahaan dalam industri yang dihadapi Cafe Kebun Kita adalah: • Jumlah kompetitor; tingkat persaingan antar pengusaha restoran di Kota bogor

cendrung kompetitif. Hal ini terlihat pada Tabel 2 yang menunjukkan setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah unit usaha kafe, restoran dan rumah makan di Kota Bogor. Cafe Kebun Kita mengatasi pesaing yang ada dengan tetap berusaha mempertahankan kualitas, dan terus berusaha mengembangkan produknya lebih kreatif dan inovatif dan terus meningkatkan promosi-promosi. • Karateristik produk; setiap kafe, restoran atau rumah makan pastinya mempunyai

produk unggulan. Sifat atau ciri-ciri dari masing-masing produk yang dimiliki pasti mempunyai kesamaan dan perbedaan. Perbedaan tersebut yang terus dikembangkan untuk dapat dijadikan keunggulan Cafe Kebun Kita.

68 • Biaya tetap yang besar; persaingan sesama perusahaan dalam industri yaitu faktor biaya tetap yang besar karena beroperasi pada skala ekonomi yang tinggi. Untuk itu Cafe Kebun Kita berusaha menyesuaikan harga yang ada dengan biaya produksi yang digunakan.

c. Ancaman Produk Pengganti

Cafe Kebun Kita merupakan restoran yang menawarkan menu masakan khas sunda. Produk pengganti atau subtitusi merupakan ancaman yang menghambat perkembangan cafe. Di Kota Bogor produk subtitusi dari menu nasi timbel ayam bakar yang menjadi andalan dari Cafe Kebun Kita anatara lain, daging steak pada Steak Obonk, rumah makan yang menyajikan makanan cepat saji seperti junkfood yang saat ini menjadi trend dikalangan anak muda dengan menu utama yang berbahan dasar ayam.

Ancaman terbesar juga datang dari rumah makan dengan konsep warung tenda yang jumlahnya sangat banyak di Kota Bogor. Banyaknya restoran dengan produk subtitusi membuat konsumen memiliki banyak pilihan untuk mencoba menu olahan ayam lain, selain dari ayam bakar. Dengan demikian, jumlah konsumen ayam bakar akan berkurang sehingga berdampak bagi pengurangan jumlah konsumen Cafe Kebun Kita.

d. Kekuatan Tawar-Menawar Pembeli

Kekuatan tawar-menawar pembeli sangat besar, karena jumlah alternatif pilihan kafe, tempat makan atau restoran di Kota Bogor sangat banyak, sehingga penawaran tinggi dan konsumen bebas memilih tempat makan atau restoran yang sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu Cafe Kebun Kita berusaha mengikuti keinginan konsumen dengan meningkatkan kreativitas, inovasi produk dan peningkatan kulaitas pelayanan serta meningkatkan fasilitas-fasilitas pendukung untuk kenyamanan konsumen. Untuk menaikkan harga menu yang ditawarkan pihak manajemen sangat mempertimbangkan, dikarenakan pihak Cafe Kebun Kita tidak ingin kehilangan konsumen yang akan beralih kecafe atau restoran dengan harga yang lebih murah.

69 e. Kekuatan Tawar-Menawar Pemasok

Cafe Kebun Kita memperoleh pasokan bahan baku dari dua pasar tradisional di Kota Bogor, yaitu Pasar Warung Jambu dan Pasar Bogor. Di kedua pasar tersebut Cafe Kebun Kita mempunyai pemasok tetap untuk bahan baku seperti daging, ayam, beras dan sayur. Hubungan yang terjalin dengan pemasok sangat dijaga oleh pihak cafe sehingga kekuatan tawar-menawar pemasok dapat diminimalkan, hal ini membuat Cafe Kebun Kita tidak pernah berganti pemasok karena sangat menjaga ketersedian bahan baku, menjaga kualitas yang sudah ada dan terjaminnya kesegaran. Kriteria yang diberikan oleh Cafe Kebun Kita dalam memilih pemasok yaitu bertanggung jawab untuk ketersedian bahan baku selanjutnya, harga lebih murah, mempunyai kualitas yang baik, dan adanya kepercayaan antara kedua belah pihak. f. Pengaruh Kekuatan Stakeholder lainnya.

Cafe Kebun Kita bekerja sama dengan stakeholder, yaitu:

• Serikat kerja; berupa komunitas (pengusaha muda) dengan adanya pertemuan (metting) untuk membahas masalah bisnis yang bertujuan untuk memotivasi.

• Event Oragnizer; perusahaan yang menyediakan jasa bagi perusahaan-perusahaan untuk mengadakan acara-acara besar untuk memperkenalkan produknya atau mengadakan acara-acara musik seperti perusahaan rokok ( A-Mild, Soemporna), perusahaan minuman (Coca-Cola, Hainaken), stasiun radio (Lesmana Fm, Kissi Fm). • Lingkungan masyarakat; bertujuan untuk kenyamanan dan kelancaran usaha. • Pemasok; untuk memperoleh pasokan bahan baku yang berkualitas, harga murah dan dapat dipercaya.

Berdasarkan analisis lingkungan eksternal dalam matriks EFE dapat dilihat pada Tabel 16. Lingkungan eksternal terbagi menjadi lingkungan makro, lingkungan mikro dan lingkungan industri yang menunjukkan adanya ancaman maupun peluang yang dapat dimanfaatkan Cafe Kebun Kita untuk meminimalkan ancaman.

70 Tabel 16. Analisis Faktor Eksternal Cafe Kebun Kita

No Faktor Eksternal Peluang Ancaman

1 Lingkungan Makro Peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat

Perubahan pola gaya hidup masyarakat

Perkembangan kemajuan teknologi

Kenaikan harga bahan baku

2 Lingkungan Mikro Loyalitas pemasok

Loyalitas pelanggan

Pertumbuhan jumlah penduduk

3 Lingkungan Industri •Hambatan masuk industi tinggi Tingkat persaingan dalam industri restoran tinggi Banyak produk subtitusi Kekuatan tawar menawar konsumen tinggi

Sumber : Cafe Kebun Kita (2010)

Dokumen terkait