• Tidak ada hasil yang ditemukan

IFAS EFAS

3.2.2. Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis

Analisis lingkungan eksternal bisnis, merupakan analisis terhadap faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kegiatan bisnis perusahaan. Analisis yang dilakukan mencakup analisis terhadap persaingan bisnis perusahaan dengan menggunakan teknik analisis PEST dan analisis persaingan Porter.

3.2.2.1. Analisis Lingkungan Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi (PEST)

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor eksternal perusahaan yang dapat memberikan dampak bagi kegiatan bisnis perusahaan. Faktor-faktor disini meliputi:

1. Faktor Politik

Secara langsung kondisi politik di Indonesia tidak mempengaruhi kegiatan bisnis PT. Prasetia Dwidharma. Walaupun terjadi transisi pemerintahan, perubahan

undang-undang, peraturan pajak dan peraturan daerah tidak akan memberikan dampak langsung terhadap permintaan bisnis dari pelanggan. Dengan semakin majunya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi khususnya di Indonesia, menyebabkan pemerintah menciptakan peraturan yang mengatur mengenai pembangunan tower. Pemerintah melalui menteri komunikasi dan infomasi (KOMINFO) mengeluarkan kebijakan mengenai pembangunan menara melalui peraturan terbaru Peraturan Menteri Kominfo No. 2/PER/M.KOMINFO/3/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Telekomunikasi pasal 5 yang menyebutkan bahwa kini menara wajib digunakan secara bersama tanpa mengganggu pertumbuhan industri telekomunikasi. Hal ini menjadi landasan bahwa kini menara wajib digunakan oleh minimal 2 operator. Dengan kebijakan ini tentunya mempunyai dampak positif bagi perusahaan dalam memperoleh project dari pelanggan.

2. Faktor Ekonomi

Kondisi ekonomi global yang tidak menentu memberikan kekhawatiran kepada para masyarakat dunia, perusahaan menjadi lebih berhati-hati dalam mengeluarkan keputusan mengenai pengeluaran. Dengan kondisi sekarang ini, kebutuhan masyarakat akan jaringan telekomunikasi yang semakin meluas menjadikan bisnis konstruksi tower perusahaan terus mengalami peningkatan yang menjanjikan dari tahun ke tahun. Beberapa perusahaan operator seluler berlomba-lomba untuk memperlebar sayap mereka dalam ruang lingkup jaringan telekomunikasi. Hal ini dinilai menguntungkan bagi perusahaan jasa dibidang konstruksi khususnya tower

untuk mendapatkan project, baik itu project untuk pekerjaan konstruksi tower baru, pekerjaan co-location untuk tower dan pekerjaan maintenance tower.

3. Faktor Sosial

PT. Prasetia Dwidharma mempunyai pemahaman bahwa pelanggan, mitra usaha, pemerintah dan warga yang mempunyai hubungan langsung dengan kegiatan bisnis harus mendapat perlakuan khusus yang lebih dari sekedar hubungan bisnis semata. Kerjasama dengan pelanggan dan mitra usaha tidak hanya pada transaksi bisnis semata, akan tetapi PT. Prasetia Dwidharma secara terbuka menerima setiap saran dan kritik dari setiap elemen eksternal penunjang kegiatan perusahaan. Pelayanan merupakan kunci utama keberhasilan bagi perusahaan. Selain itu perusahaan selalu menjaga agar pada saat pembangunan sampai tower yang didirikan siap untuk digunakan tidak memberikan dampak negative bagi warga disekitar. Maka dengan adanya lingkungan kerja sama yang aman dan nyaman dapat memberikan kesejahteraan baik bagi perusahaan maupun lingkungan sekitar.

4. Faktor Teknologi

Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat membuat perusahaan untuk dapat bereaksi dengan sigap dalam beradaptasi. PT. Prasetia Dwidharma harus dapat mengikuti perkembangan teknologi, hal ini dikarenakan jasa yang ditawarkan perusahaan mempunyai hubungan langsung dengan bidang teknologi informasi. Mengingat trend sekarang teknologi informasi sudah mulai sering disebut dengan ICT (Information and Communication Technology). Hal ini menyebabkan pihak manajemen berfikir untuk mengimplementasikan strategi TI kedalam jasa pendirian sarana komunikasi tersebut. Selain itu perkembangan

teknologi yang begitu cepat dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan, saat ini banyak perusahaan yang berhasil menerapkan perkembangan teknologi sebagai penunjang kegiatan bisnis perusahaan, bahkan dapat dijadikan strategi untuk menciptakan suatu keunggulan bersaing.

3.2.2.2. Analisis Lima Daya Porter

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui keadaan lingkungan yang mencerminkan persaingan bisnis perusahaan. Dengan adanya gambaran ini, diharapkan perusahaan mampu untuk mengenali dan bertahan dalam persaingan.

Berdasarkan hasil analisis, maka kekuatan lima daya porter yang terdapat pada PT. Prasetia Dwidharma adalah:

Pendatang Baru PT.

Supplier

- UD.Jari Ranggon Indah - PT. Gunung Bintang Semesta - CV. Vreca Dwitunggal Solution - PT. Voksel Electric - PD. Surya Gemilang - TK. Sentosa Jaya - PT. Caturmukti Pratama - PD. Bintang Jaya Teknik - TK. Multi Abadi - CV. Tripple Jo Electric - PT. Jaya Teknik Customer PT. Solusindo Kreasi Pratama Subtitusi Pesaing - PT. Mekar Indah Teknologi

- PT. Citra Yasindo Setia - PT Refconindo Bintang Sejahtera

Dari gambar di atas, dapat dijelaskan:

a. Persaingan Industri

Dalam menjalankan bisnisnya, PT. Prasetia Dwidharma harus menghadapi persaingan yang terjadi dalam lingkungan industri yang sejenis. Beberapa perusahaan yang menjadi pesaing PT. Prasetia Dwidharma adalah PT Mekar indah teknologi, PT. Citra Yosindo Setia, dan PT. Refcoindo Bintang Sejahtera. Keberadaan pesaing-pesaing tersebut cukup memberikan pengaruh yang besar bagi perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan berusaha sebaik mungkin untuk dapat bertahan dalam persaingan, dengan terus meningkatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki, seperti meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan, menambah kapasitan produksi dan meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki. b. Ancaman Pendatang Baru

Munculnya perusahaan baru dapat menjadi ancaman bagi keberadaan PT. Prasetia Dwidharma. Pendatang baru merupakan perusahaan baru yang muncul dan bergerak di bidang usaha yang sejenis ataupun perusahaan lama yang mengembangkan usahanya ke bidang yang sejenis. Saat ini banyak perusahaan-perusahaan baru yang bermunculan dengan masing-masing keunggulan. Perusahaan pendatang baru yang menjadi ancaman perusahaan dari luar negeri yang memiliki keunggulan teknologi dibanding perusahaan.

c. Ancaman Produk Pengganti

Dalam bisnis konstruksi BTS tower untuk kebutuhan telekomunkasi untuk saat ini tidak terdapat produk pengganti. Teknologi yang digunakan saat ini masih menggunakan BTS tower.

d. Kekuatan tawar menawar pemasok

Untuk melakukan kegiatan bisnisnya dan untuk penyediaan material pembangunan tower, adapun diantaranya adalah PT. Bahrul Alam Persada, UD.Jari Ranggon Indah, PT. Gunung Bintang Semesta, CV. Vreca Dwitunggal Solution, PT. Voksel Electric, PD. Surya Gemilang, TK. Sentosa Jaya, PT. Caturmukti Pratama ,PD. Bintang Jaya Teknik, TK. Multi Abadi, CV. Tripple Jo Electric dan PT. Jaya Teknik. Supplier yang bekerjasama dengan PT. Prasetia Dwidharma mencakup ke seluruh daerah Indonesia, karena tidak semua bahan baku yang dibutuhkan harus dikirim dari pusat. Hubungan dengan para supplier terjalin dengan baik karena perusahaan kita sangat mengutamakan pembayaran yang tepat waktu sehingga kepercayaan supplier terhadap perusahaan sangat tinggi, dengan adanya kepercayaan tersebut maka para supplier dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan juga harga yang bersaing.

e. Kekuatan tawar menawar pembeli

Pelanggan dari PT. Prasetia Dwidharma adalah PT. Solusindo Kreasi Utama. Untuk memuaskan kebutuhan pelanggan, PT. Prasetia Dwidharma berusaha untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dari produk dan jasa yang dihasilkan, seperti ketepatan pembangunan sesuia yang direncanakan, memiliki harga yang bersaing dengan para kompetitor. Hal tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan baik, sehingga loyalitas pelanggan dapat terjaga. Dalam hal ini pelanggan memiliki kekuatan tawar-menawar yang lebih besar dibanding PT. Prasetia Dwidharma, karena pelanggan yang menentukan perusahaan yang akan bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan brake system.

Dokumen terkait