Analisis faktor-faktor internal yang ada dalam perusahaan perlu dilakukan dalam proses penyusunan strategi pemasaran. Analisis faktor-faktor internal perusahaan merupakan langkah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Salah satu faktor internal yang dimiliki perusahaan, yaitu aspek pemasaran. Aspek pemasaran yang harus diperhatikan adalah marketing mix (bauran pemasaran).
commit to user
43 1) Product (Produk)
Kualitas atau mutu produk merupakan hal yang utama diperhatikan oleh PT. Sritex. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dan dapat mempertahankan posisinya sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang industri tekstil. Salah satu langkah yang diambil oleh perusahaan untuk dapat mempertahankan kualitas produknya, yaitu perusahaan dalam memproduksi produknya menggunakan bahan baku benang yang memiliki kualitas 100 persen cotton.
Perusahaan dalam memproduksi produknya didukung oleh mesin-mesin produksi yang canggih dan modern yang didatangkan dari Jerman dan Swiss sehingga produk yang dihasilkan akan awet atau tahan lama dan tahan terhadap pencucian setiap hari. Bahan pewarna yang digunakan oleh perusahaan juga tahan terhadap pemutih dan tidak luntur. Konsumen bisnis hanya dapat memesan kain berdasarkan jumlah minimum order yang ditetapkan perusahaan.
Apabila konsumen memesan produk kurang dari jumlah minimum order yang ditetapkan perusahaan, maka pesanan tidak dapat diterima atau diproduksi karena tidak dapat menutupi biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.
commit to user
44
Produk yang dihasilkan perusahaan dibuat sesuai dengan desain atau logo yang diinginkan konsumen. Keputusan pemberian merek produk perusahaan juga merupakan hal yang penting. Produk yang dihasilkan perusahaan menggunakan merek dagang. Merek ini sangat diperlukan sebagai jaminan bagi pembeli dan agar produk perusahaan dapat dibedakan dari produk perusahaan lain serta keaslian dari produk tersebut dapat dijamin.
Perusahaan juga memberikan jaminan berupa ganti rugi kepada konsumen apabila produk yang dihasilkan mengalami cacat atau tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan atau dijanjikan. Jaminan tersebut berupa ganti rugi produk yang dipesan.
2) Price (Harga)
Harga produk-produk yang diproduksi oleh PT Sritex dipengaruhi oleh biaya produksi, sehingga harga produknya tidak tetap atau fluktuatif. Ukuran kain juga akan berpengaruh terhadap harga, yaitu semakin besar ukuran kain maka harga akan semakin mahal. Warna juga berpengaruh terhadap harga, semakin gelap warna kain maka harga kain akan semakin mahal. Hal ini dikarenakan harga bahan pewarna dari pemasok berbeda, semakin gelap pewarna yang digunakan, maka semakin mahal
commit to user
45
bahan pewarna tersebut sehingga berpengaruh terhadap harga kain.
Harga yang fluktuatif ini sangat mempengaruhi daya beli konsumen. Sebab tingkatan harga akan sangat berpengaruh terhadap tingkat penjualan PT Sritex yang menggunakan sistem massal. Cara pembayaran untuk kain yang dipesan konsumen dapat dilakukan secara langsung pada saat konsumen memesan atau dapat melalui transfer antar bank yang sudah ditunjuk oleh pihak perusahaan berdasarkan kesepakatan bersama. Konsumen juga dapat membayar produk yang dipesannya dengan memberikan uang muka terlebih dahulu sebesar 40 persen kepada pihak perusahaan. Sisanya dapat dibayar kembali oleh konsumen apabila barang yang dipesan sudah ada di tangan konsumen atau bersamaan dengan pengiriman barang pesanan.
3) Place (Distribusi)
PT. Sritex memasarkan produknya di dalam negeri dan luar negeri. Dalam melakukan distribusi perusahaan menggunakan saluran distribusi langsung, yaitu penyaluran produk dari produsen langsung kepada konsumen. Pengiriman produk dilakukan dengan menggunakan truk berukuran besar yang dimiliki perusahaan. Perusahaan memiliki Seksi Expedisi dalam
commit to user
46
melakukan pengiriman barang. Seksi Expedisi tersebut bertanggung jawab melakukan pengiriman barang secara keseluruhan sehingga barang yang dipesan oleh konsumen dapat diterima sesuai dengan pesanan dan tepat waktu.
Sedangkan untuk pemasaran produk di luar negeri, seksi Ekspedisi juga bertangung jawab dalam pengirman barang. Namun, tidak seperti pengiriman di dalam negeri yang diantarkan langsung, pengiriman ke luar negeri dilakukan melalui jasa paket antar negara. Seksi Ekspedisi dalam hal ini bertanggung jawab mendata barang yang dikirim dan jasa paket yang digunakan.
4) Promotion (Promosi)
Bentuk promosi yang dilakukan oleh PT. Sritex disebut juga dengan personal selling yang dilakukan dengan cara mengenalkan produknya melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara sales yang ditugaskan secara khusus pada perusahaan dengan calon pelanggan atau pembeli. Sales tersebut langsung mendatangi tempat konsumen dengan memberikan brosur atau sampel produk perusahaan. Tugas sales tersebut bertujuan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen dan membentuk pemahaman konsumen terhadap produk
commit to user
47
perusahaan sehingga konsumen akan mencoba membelinya.
Proses promosi secara langsung semacam ini yang sering menjadi penghambat promosi PT Sritex. Hal tersebut dikarenakan sistem promosi ini hanya bisa dilakukan secara langsung kepada pembeli atau pelanggan dengan jumlah yang terbatas dan waktu yang relatif lebih lama.
b. Analisis Lingkungan Eksternal
Analisis faktor-faktor eksternal perusahaan perlu dilakukan dalam proses penyusunan strategi pemasaran. Identifikasi faktor eksternal merupakan langkah untuk mengetahui peluang dan ancaman yang harus dihadapi perusahaan. Ada lima faktor yang berpengaruh dalam lingkungan eksternal yaitu faktor politik, faktor ekonomi, faktor sosial, lingkungan teknologi, dan lingkungan industri.
1) Faktor Politik
Kebijakan dan stabilitas politik pemerintahan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan perusahaan. Salah satu faktor politik yang harus diperhatikan perusahaan, yaitu kondisi keamanan dalam negeri. Kondisi keamanan dalam negeri dapat mempengaruhi dunia usaha. Terjadinya bom di sejumlah
commit to user
48
tempat di Indonesia dapat memberikan dampak yang negatif bagi perusahaan. Salah satunya, yaitu pengeboman yang terjadi di Bali pada tanggal 1 Oktober 2005. Pengeboman yang terjadi di Bali tersebut mengakibatkan menurunnya tingkat penjualan kain karena masyarakat ataupun turis asing akan merasa tidak aman untuk bepergian terutama untuk menginap di hotel.
2) Faktor Ekonomi
Kondisi ekonomi suatu daerah atau negara dapat mempengaruhi iklim berbisnis perusahaan. PT. Sritex menganalisis dampak perubahan kondisi ekonomi yang dapat mempengaruhi penjualan kain. Faktor ekonomi yang mempengaruhi penjualan produk kain adalah tingkat inflasi dan kenaikan harga BBM. Tingginya tingkat inflasi dan kenaikan harga BBM di Indonesia berdampak pada naiknya biaya produksi perusahaan. Hal ini mengakibatkan terjadinya kenaikan harga kain sebesar 10 persen dari harga sebelumnya.
3) Faktor Sosial
Kondisi sosial masyarakat berubah-ubah, sehingga perusahaan harus tanggap terhadap perubahan sosial dan budaya pada pasar yang menjadi sasarannya. Jumlah penduduk di Indonesia setiap tahunnya mengalami kenaikan yang relatif tinggi. Kenaikan jumlah penduduk di
commit to user
49
Indonesia dapat memberikan peluang pasar bagi perusahaan. Dengan bertambahnya jumlah penduduk kebutuhan masyarakat mengenai jaminan kesehatan akan meningkat. Hal ini akan mengakibatkan banyak dibukanya rumah sakit di Indonesia, sehingga dapat memberikan peluang pasar bagi perusahaan.
4) Lingkungan Teknologi
Perkembangan teknologi industri berkembang sangat cepat, terutama pada teknologi pengolahan produk tekstil. Penggunaan teknologi pengolahan produk yang canggih akan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas produk. Penggunaan teknologi pengolahan produk kain yang digunakan PT. Sritex hampir seluruhnya menggunakan teknologi yang modern atau canggih. Mesin-mesin yang digunakan oleh perusahaan di impor dari luar negeri, yaitu Eropa khususnya Swiss dan Jerman yang terkenal dengan teknologi tekstil dengan kualitas dan prestasi yang baik. Adanya penguasaan teknologi mesin tersebut dapat mendukung perkembangan perusahaan, sehingga dapat menjadi peluang bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan.
5) Lingkungan Industri
Lingkungan industri lebih mengarah pada aspek persaingan dimana bisnis perusahaan berada. Analisis
commit to user
50
terhadap lingkungan industri terdiri dari ancaman masuk pendatang baru, persaingan sesama perusahaan dalam industri, ancaman dari produk pengganti, kekuatan tawar-menawar pembeli, dan kekuatan tawar-menawar pemasok.
1) Ancaman masuk pendatang baru
Masuknya pendatang baru dalam industri yang sama akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi produk yang sudah ada sebelumnya. Ancaman masuknya pendatang baru dalam industri tekstil produk kain yang khusus melayani konsumen bisnis berdasarkan pesanan tidak terlalu besar. Hal ini disebabkan hambatan untuk masuk dalam industri ini cukup banyak bagi perusahaan baru. Bagi pendatang baru perlu beroperasi dalam skala ekonomi yang besar, sehingga modal yang dibutuhkan cukup besar. Sulitnya mendapatkan pembeli juga merupakan hambatan karena konsumen biasanya sudah mempunyai langganan sendiri.
2) Persaingan sesama perusahaan dalam industri
Persaingan dalam industri yang sama akan mempengaruhi kebijakan dan kinerja perusahaan dalam produksi dan pemasaran. Ancaman persaingan diantara perusahaan bagi PT. Sritex saat ini lebih ditentukan kepada pesaing langsung perusahaan yang semakin
commit to user
51
banyak, baik perusahaan kelas atas maupun industri menengah yang sedang berkembang, khususnya untuk produk pakaian jadi atau garmen, banyak perusahaan yang menjadi pesaing PT. Sritex.
3) Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman
Berdasarkan hasil analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan, kemudian dilakukan identifikasi terhadap faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan.
(1) KEKUATAN
(a) Citra perusahaan yang baik
Menurut pihak manajemen perusahaan, citra perusahaan di mata konsumen baik. PT. Sritex merupakan salah satu unit usaha di lingkungan internal dan eksternal. Oleh karena itu, dukungan prospek pasar merupakan salah satu langkah awal yang baik bagi PT. Sritex dalam mengelola dan mengembangkan usahanya. Selain itu citra perusahaan di lingkungan eksternal, seperti masyarakat sekitar menunjukkan citra yang baik karena PT. Sritex mampu mengelola limbah dengan baik, membuka lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.
commit to user
52
(b) Produk yang berkualitas
Menurut pihak manajemen perusahaan, konsumen yang membeli produk tekstil perusahaan menyatakan bahwa produk yang dibeli memiliki kualitas yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari konsumen bisnis yang menjadi target perusahaan, yaitu konsumen bisnis jasa perhotelan yang sebagian besar hotel bintang 4 dan 5, restoran, jasa penerbangan, dan rumah sakit, dimana konsumen tersebut menuntut produk yang berkualitas sesuai dengan standar industri yang dijalankannya. Mutu produk yang bagus menyebabkan perusahaan dapat bertahan dalam industri tekstil di Indonesia. Selain itu, kualitas produk PT. Sritex kini telah juga di pasaran Internasional. Salah satu buktinya adalah digunakannya kain produksi PT. Sritex dalam pembuatan seragam NATO.
(c) Melakukan distribusi produk sendiri
Perusahaan melakukan distribusi produk sendiri untuk konsumen yang berada di dalam negeri dengan menggunakan angkutan sendiri yang berupa truk ukuran besar. Perusahaan juga memiliki Seksi Expedisi dalam melakukan
commit to user
53
pengiriman barang untuk wilayah dalam negeri. Seksi Expedisi tersebut bertanggung jawab melakukan pengiriman barang secara keseluruhan sehingga barang yang dipesan oleh konsumen dapat diterima sesuai dengan pesanan dan tepat waktu.
(d) Menjaga hubungan yang baik dengan departemen lain dalam perusahaan
Menjaga hubungan yang baik antar departemen dalam perusahaan dapat membantu memperlancar aktivitas perusahaan. Dalam hal ini Departemen Pemasaran berhubungan dengan Departemen Produksi dalam hal pembuatan produk agar produk dibuat sesuai dengan pesanan dan selesai tepat waktu. Departemen Pemasaran juga berhubungan dengan Departemen Personalia dan Umum dalam hal pembelian bahan baku utama produk agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus. Dengan demikian antar departemen saling berhubungan.
(e) Penjualan produk melalui sistem online
Perkembangan teknologi informasi dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan
commit to user
54
usahanya. Salah satu perkembangan teknologi informasi yang membantu perusahaan dalam mengembangkan usahanya adalah internet. Perusahaan melayani sistem online melalui internet dalam penjualan produknya. Hal ini dilakukan untuk memudahkan konsumen dalam proses pemesanan produk.
(2) KELEMAHAN
(a) Target pasar yang terbatas
Target pasar yang dimiliki PT. Sritex relatif terbatas. Hal ini terlihat dari target pasar perusahaan, yaitu hanya khusus melayani konsumen bisnis. Konsumen bisnis yang menjadi target utama perusahaan juga hanya sekitar jasa perhotelan yang sebagian besar hotel bintang 4 dan 5, restoran, jasa penerbangan, pemerintahan, seragam aparat polisi maupun TNI dan rumah sakit. Hal ini disebabkan konsumen bisnis yang bukan menjadi target pasar perusahaan seperti hotel bintang 1, 2, dan 3, mempertimbangkan untuk melakukan pembelian produk adalah harga baru kemudian kualitas produk.
commit to user
55
(b) Kurangnya jumlah kantor cabang
Kurangnya jumlah kantor cabang sangat berpengaruh terhadap sistem komunikasi dengan pelanggan, yaitu dari segi distribusi dan segi perluasan pasar. Adanya kantor cabang di sejumlah kota besar di Indonesia dapat mempermudah koordinasi dalam hal distribusi sehingga produk dapat sampai kepada konsumen tepat waktu dan perluasan pasar di kota-kota besar lainnya di Indonesia dapat menambah jumlah konsumen perusahaan, sehingga dapat meningkatkan penjualan.
(c) Harga yang berfluktuasi
Harga yang berfluktuasi atau mudah berubah disebabkan karena harga yang ditetapkan perusahaan ditentukan berdasarkan biaya produksi. Apabila biaya produksi naik, maka harga kain juga akan mengalami kenaikan atau pun sebaliknya. Harga yang ditetapkan perusahaan dapat berubah sewaktu-waktu, yaitu satu atau dua kali dalam setahun.
(3) PELUANG
commit to user
56
Jumlah penduduk di Indonesia setiap tahunnya mengalami kenaikan yang relatif tinggi. Kenaikan jumlah penduduk di Indonesia dapat memberikan peluang pasar bagi perusahaan sehingga dapat meningkatkan penjualan. Dengan bertambahnya jumlah penduduk kebutuhan masyarakat mengenai jaminan kesehatan akan meningkat. Hal ini akan mengakibatkan banyak dibukanya rumah sakit di Indonesia, sehingga dapat memberikan peluang pasar bagi perusahaan.
(b) Pembeli yang terdiri dari konsumen bisnis
Pembeli yang membeli produk perusahaan terdiri dari konsumen bisnis. Konsumen bisnis yang menjadi pasar sasaran perusahaan, yaitu jasa perhotelan, restoran, jasa penerbangan, dan rumah sakit. Pasar sasaran yang dimasuki oleh perusahaan tersebut merupakan peluang bagi perusahaan dalam mengembangkan usahanya, yang berbeda dengan perusahaan tekstil lain. (c) Teknologi mesin yang canggih
Dalam memproduksi produknya, perusahaan menggunakan mesin-mesin yang berteknologi tinggi. Mesin-mesin tersebut di impor oleh perusahaan dari negara Jerman, Jepang, dan
commit to user
57
Swiss, dimana negara-negara tersebut terkenal dengan mesin yang memiliki teknologi canggih, sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki kualitas yang bagus.
(4) ANCAMAN