• Tidak ada hasil yang ditemukan

7.1 Analisis Manfaat KKT Lisung Kiwari

7.1.2 Analisis Manfaat Sosial

Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi serta sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan. Sehingga keberadaan koperasi sangat erat kaitannya dengan sifat-sifat dan budaya orang atau masyarakat yang membentuk koperasi tersebut. Kedudukan anggota dalam koperasi sangat penting yaitu sebagai pemilik dan pelanggan sehingga kesetiaan dan tanggung jawab anggota pada koperasi menjadi salah satu kunci dalam membangun koperasi.

Keberadaan koperasi sebagai suatu organisasi yang memiliki dua dimensi yaitu dimensi ekonomi dan dimensi sosial menyebabkan koperasi mempunya dua manfaat langsung bagi anggota. Sehingga peran koperasi dalam bidang ekonomi tidak terlepas dari peran koperasi dalam bidang sosial. Begitu juga pada KKT Lisung Kiwari, selain anggota merasakan adanya manfaat ekonomi anggota juga mendapatkan manfaat lain yaitu manfaat sosial yang secara tidak langsung diperoleh anggota ketika bergabung dengan KKT Lisung Kiwari.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada anggota KKT Lisung Kiwari dapat diketahui bahwa manfaat sosial yang dirasakan oleh anggota koperasi adalah :

1) Adanya pola pertukaran atau resiprocity antar anggota.

Pola pertukaran ini bukan dilihat dalam bentuk proses jual beli. Namun lebih melihat pada suatu kombinasi jangka pendek dan jangka panjang untuk dapat saling membantu dan mementingkan kepentingan orang lain. Pada KKT Lisung Kiwari, hal ini dapat terlihat dimana seluruh anggota koperasi saling bekerjasama untuk mencapai tujuan koperasi dan terdapat kesadaran bahwa tujuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota dikemudian hari.

Menurut Cooley (1930) dalam Soekanto (1986) kerjasama dapat timbul apabila orang-orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai pengetahuan yang cukup dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut melalui kerjasama. Kerjasama yang terbentuk pada KKT Lisung Kiwari seperti bersatunya petani yang berada di Desa Ciburuy dalam suatu kelembagaan koperasi sehingga setiap anggota dapat saling menciptakan bargaining (proses perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa dalam suatu organisasi) ataupun bertukar informasi.

2) Mendidik anggota koperasi untuk memiliki semangat berkorban sesuai dengan kemampuan masing-masing demi terwujudnya tatanan sosial yang adil dan beradab.

Semangat berkorban anggota pada koperasi dapat terlihat ketika anggota KKT Lisung Kiwari tetap berkomitmen pada koperasi dalam melakukan seluruh kegiatan secara bersama-sama. Padahal tidak menutup kemungkinan bagi petani anggota yang skala usahanya sudah besar bisa berjalan sendiri dan tentunya mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Selain itu setiap SHU yang terkumpul 2,5 persennya selalu dialokasikan bagi pembangunan sosial disekitar Desa Ciburuy seperti membantu dalam memperbaiki sarana dan prasarana umum, merenovasi rumah warga yang tidak layak huni, dan lain-lain. Sehingga selain membawa manfaat bagi anggota, keberadaan KKT Lisung Kiwari ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

3) Mendorong terbentuknya suatu tatanan sosial yang didasarkan atas kekeluargaan dan persaudaraan.

Rasa kekeluargaan pada koperasi dapat terbentuk dikarenakan setiap anggota selalu berkumpul dalam setiap kegiatan koperasi baik itu dalam RAT maupun rapat-rapat bulanan. Hal ini didasari karena anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi pada koperasi. Sehingga jika terdapat perubahan-perubahan kebijakan yang berkaitan dengan koperasi selalu didiskusikan dengan anggota. Melalui pertemuan rutin tersebut anggota KKT Lisung Kiwari merasakan adanya ikatan kekeluargaan yang terbentuk diantara anggota.

Selain itu, pada KKT Lisung Kiwari anggota bisa berhutang terlebih dahulu atau istilah masyarakat Desa Ciburuy adalah jukyar

(berhutang terlebih dahulu dan membayarnya nanti setelah hasil panennya terjual). Hal ini dikarenakan adanya sikap saling percaya antara anggota dan koperasi. Kepercayaan tersebut didasari oleh perasaan yakin bahwa seseorang akan melakukan sesuatu seperti yang diharapkan dan akan melakukan suatu pola tindakan yang saling mendukung atau tidak akan merugikan diri dan kelompoknya.

4) Mendorong suatu tatanan sosial yang bersifat demokratis sehingga hak dan kewajiban setiap anggota lebih terlindungi.

Menurut Soedjono (2007) koperasi merupakan suatu organisasi demokratis yang diawasi oleh anggota dimana anggota tersebut secara efektif menetapkan suatu kebijakan dan membuat keputusan. Pada koperasi hak suara anggota tidak berdasarkan atas besar kecilnya modal yang diinvestasikan namun setiap anggota memiliki hak suara yang sama yaitu satu anggota satu suara. Prinsip demokrasi pada koperasi lebih menekankan bahwa anggotalah yang mempunyai kekuasaan dalam mengendalikan koperasi. Sehingga anggota mempunyai hak untuk dapat dilibatkan dalam setiap kegiatan koperasi baik itu pada saat penetapan kebijakan maupun pengambilan keputusan. Dengan demikian kedudukan anggota pada koperasi adalah sebagai pemilik, pengelola, dan pengawas koperasi. Pada KKT Lisung Kiwari, pengawasan demokratis oleh anggota terlihat ketika pengurus akan menetapkan suatu kebijakan. Dimana setiap keputusan yang diambil selalu didiskusikan dengan anggota baik pada saat RAT maupun rapat bulanan koperasi.

5) Turut serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

Selain untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya, adanya koperasi juga diharapakan dapat menjadi suatu wadah yang dapat meningkatkan kerjasama ekonomi anggotanya sehingga akan meningkatkan kualitas kehidupan anggota dan masyarakat pada umumnya (Baswir 2000). Pada tahap pertama perkembangan koperasi memang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya. Setelah kesejahteraan ekonomi anggota meningkat koperasi memiliki peluang untuk turut serta meningkatkan kualitas kehidupan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Pada KKT Lisung Kiwari dapat terlihat dalam pertisipasi aktif anggota dalam mengelola unit usaha koperasi yang secara tidak langsung merupakan bentuk pendidikan manajemen koperasi kepada anggotanya. Melalui pendidikan pengelolaan koperasi, para anggota KKT Lisung Kiwari akan memperoleh pengalaman dalam hal pengembangan potensi dan inisiatif dalam berusaha.

Dokumen terkait