BAB III GAMBARAN UMUM TENTANG DESA DAN PRAKTIK JUAL
B. Analisis Mas{lah{ah Mursalah terhadap Sistem Perkiraan dalam
Jangkrik di Desa Kacangan Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali.
Mas{lah{ah Mursalah merupakan metode penetapan hukum yang
kasusnya tidak diatur secara eksplisit dalam al-Qur’a>n dan hadis. Berhujah
dengan mas{lah{ah mursalah merupakan sesuatu yang rajih dalam mengikuti
kebutuhan manusia yang selalu dinamis sesuai dengan perkembangan zaman.
Sebagaimana kita ketahui bahwa Mas{lah{ah Mursalah selain merujuk pada
hukum syara’ secara umum, juga harus diperhatikan adat pada suatu masyarakat dan hubungan antara satu manusia dengan manusia yang lainnya.
71
Dalam praktik jual beli jangkrik di Desa Kacangan Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali terdapat ketidakpastian pada hasil hitungan jangkrik secara perkiraan, terkadang pembeli mendapatkan lebih banyak jangkrik dan terkadang mendapatkan jangkrik yang dirasa kurang. Hal ini disebabkan karena sistem yang digunakan penjual jangkrik dalam menghitung jangkrik adalah dengan sistem perkiraan pada pembelian dengan jumlah yang sedikit. Tidak semua jangkrik dihitung dengan cara perkiraan, apabila pembelian jangkrik dalam jumlah yang banyak maka jangkrik
dihitung dengan sistem timbangan.3
Latar belakang penjual menggunakan sistem perkiraan ini dikarenakan pada awalnya penjualan jangkrik dengan sistem hitungan ekor perekor jangkrik sangatlah menyulitkan penjual dalam perhitungannya. Penjual harus mengambil satu persatu jangkrik lalu dimasukkan kedalam kantong plastik yang menghabiskan waktu yang tidak sedikit sedangkan disana para pembeli lainnya sudah tidak sabar mengantri untuk mendapatkan jangkrik. Setelah bisnis perdagangan jangkrik ini berkembang dan semakin banyak pelanggan maka digantilah sistem hitungan ekor perekor menjadi sistem perkiraan untuk pembelian dalam jumlah yang sedikit dan sistem timbangan untuk pembelian jangkrik yang banyak agar tidak terjadi antrian yang panjang dan memudahkan penjual dalam pelayanan kepada pembeli.
72
Dalam Alquran surat al-An’am ayat 152 disebutkan:
....
‚Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak
memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya, dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah, yang demikian itu
diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.‛(Q.S al-An’a>m’ :152)4
Dari ayat diatas diterangkan bahwa Allah SWT memerintahkan supaya melakukan jual beli dengan takaran dan timbangan yang adil, namun Allah Swt tidak membebani seseorang diatas kesanggupannya. Makna untuk mewujudkan keadilan disini tidak harus selalu menimbang dan menakar, adil dalam artian suka sama suka sehingga tidak ada unsur penipuan. Maka jual beli jangkrik di Desa Kacangan Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali merupakan jual beli sah walaupun tanpa penakaran yang pasti. Ada hal lain yang harus diberikan kemudahan dalam praktiknya agar jual beli jangkrik bisa berjalan dengan maksimal.
Dalam kaidah Ushul Fiqh dikatakan:5
َ َْ ِ ْ ََلا ُ ِ َْ ُ َ َ َا
‚Sesuatu kesusahan mengharuskan adanya kemudahan‛
Menghilangkan kemudaratan bagaimanapun bentuknya merupakan
tujuan syara’ yang wajib dilakukan.6
Sesuatu dipandang Islam bermaslahah jika memenuhi dua unsur, yaitu kepatuhan syari’ah (h}alal) dan bermanfaat,
4
Departemen Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya…, 149.
5 Abdul Mudjib, Kaidah-kaidah Ilmu Fiqih, (Jakarta: Kalam Mulia, cetakan ketujuh, 2008), 39.
73
serta membawa kebaikan (t}ayyib) bagi semua aspek secara menyeluruh yang
tidak menimbulkan mudharat dan merugikan pada salah satu aspek. Dalam
praktik jual beli jangkrik secara perkiraan ini jika dilihat secara sekilas terdapat unsur ketidakpastian dalam jumlah jangkrik yang diterima oleh pembeli sehingga mereka terkadang membanding-bandingkan jumlah jangkrik dengan yang lainnya namun hal ini menjadi suatu yang wajar karena sudah berlangsung lama dan dapat dimaklumi oleh pembeli. Akan tetapi dengan cara seperti ini ada beberapa kemaslahatan yang didapat bagi pihak penjual dan pembeli, yaitu:
1. Memudahkan penjual dalam proses pengambilan jangkrik tanpa
menghitung ekor perekor jangkrik.
2. Transaksi jual beli berlangsung lebih cepat.
3. Meminimalisir keluarnya jangkrik dari wadah jangkrik dan
meminimalisir matinya jangkrik karena pelayanan jangkrik
membutuhkan penanganan yang cepat.
4. Lebih efektif, tidak banyak menghabiskan waktu dan dapat
memaksimalkan waktu untuk penjualan barang dagangan yang lainnya selain jangkrik.
5. Pembeli tidak menunggu terlalu lama karena banyak pelanggan yang
mengantri.
6. Pembeli lebih memilih membeli jangkrik dalam jumlah sedikit dengan
sistem perkiraan karena jika langsung membeli banyak dengan cara timbangan biasanya jangkrik banyak yang mati.
74
Dalam menggunakan mas}lah}ah mursalah sebagai h{ujjah, proses jual
beli jangkrik dengan sistem perkiraan di Desa Kacangan Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali ini sudah memenuhi syarat, diantaranya yaitu:
1. Kemaslahatan itu sejalan dengan kehendak syariat yaitu untuk menjaga
nyawa (Hifz an-Nafs) yaitu nyawa bagi jangkrik karena jika jangkrik
terlalu lama dalam genggaman tangan akan mudah lemas dan mati dan termasuk dalam jenis kemaslahatan yang didukung oleh nas{ secara umum.
2. Kemaslahatan itu bersifat rasional dapat diterima oleh akal, sehingga
hukum yang ditetapkan melalui mas}lah}ah mursalah memberi manfaat
bagi penjual dan pembeli.
3. Kemaslahatan itu menyangkut kepentingan penjual dan pembeli, bukan
kepentingan pribadi penjual saja. Menurut Al-Ghozali apabila maslahat
itu bersifat individual maka syarat lain harus dipenuhi, dimana maslahat
tersebut harus sesuai dengan Maqās}id al-Shari’ah.7
4. Mas}lah}ah mursalah diamalkan dalam kepentingan yang nyata dan dalam
kondisi yang memerlukan, seandainnya masalahnya dalam pelayanan jangkrik ini diubah dengan cara perkiraan maka penjual akan menghadapi
kesulitan dalam menjaga Maqās}id al-Shari>’ah.
5. Kemaslahatan yang diambil dalam jual beli jangkrik dengan sistem
perkiraan ini tidak bertentangan dengan Shari>’ah.
Kemaslahatan yang terdapat pada jual beli jangkrik di Desa Kacangan Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali ini dilihat dari segi kualitas dan
75
kepentingan masalah termasuk dalam mas}lah}ah h{a>jiyah, yaitu kemaslahatan
yang dibutuhkan untuk memelihara salah satu dari al-Masali>h al-Khamsah
karena penjualan jangkrik dengan sistem perkiraan ini bertujuan untuk memudahkan dalam pelayanan pembelian jangkrik sehingga penjual tanpa harus bersusah payah menghitungnya ekor perekor dan pembeli mempunyai waktu yang efektif untuk melaksanakan kelangsungan hidup.
Dilihat dari segi cakupannya masalah ini termasuk dalam mas}lah}ah
ghalibah karena menyangkut dengan orang-orang yang terlibat dalam jual- beli tersebut yaitu penjual dan pembeli jangkrik.
Dilihat dari segi keberadaannya masalah ini termasuk dalam mas}lah}ah mursalah karena dalam praktiknya terdapat ketidakjelasan namun disisi lain lebih banyak membuahkan manfaat dan membawa kemaslahatan bagi penjual dan pembeli.
Berdasarkan penjelasan yang telah penulis paparkan diatas maka dapat disimpulkan bahwa praktik jual beli jangkrik dengan sistem perkiraan di Desa Kacangan Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali yang sudah berlangsung lama di wilayah ini telah memenuhi syarat-syarat untuk
menggunakan mas{lah{ah mursalah sebagai hujjah kebolehan. Dalam
praktiknya terdapat manfaat, menghindari dari kesulitan dan berjalan sesuai kehendak syara’.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan di Desa Kacangan Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali tentang jual beli jangkrik dengan
sistem perkiraan yang ditinjau dari perspektif mas}lah{ah mursalah, dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1. Praktik jual beli jangkrik pada awalnya menggunakan sistem hitungan
ekor-perekor jangkrik, karena pembeli jangkrik dari waktu ke waktu semakin banyak maka untuk pelayanan penjualan jangkrik diubah menggunakan sistem timbangan untuk pembelian dalam jumlah banyak dan sistem perkiraan dalam jumlah sedikit untuk memudahkan penjual dalam penakaran. Banyaknya jangkrik dalam sistem perkiraan tetap mengacu pada hitungan ekor perekor jangkrik. Walaupun terdapat unsur ketidakpastian pada jumlah jangkrik, tetapi jual beli seperti ini adalah sah menurut agama selain itu penjual dan pembeli sudah saling rela karena disisi lain juga terdapat kemaslahatan yang didapati kedua belah pihak.
2. Dalam pelaksanaan jual beli jangkrik dengan sistem perkiraan, dilihat
dari aspek jual belinya telah memenuhi syarat dan rukun jual beli, dalam
praktiknya terdapat Orang yang berakad, S}igat (Lafal Ija>b dan qabu>l),
77
tinjauan mas}lah}ah mursalah sudah sejalan dengan kehendak syara’, bisa
diterima oleh akal, menghilangkan kesulitan, dan tidak bertentangan dengan dasar ketetapan Alquran, hadis, dan ijma dan sesuai dengan maqa>sid asy-syari>’ah.
B. Saran
1. Karena jual beli jangkrik dengan sistem perkiraan di Desa Kacangan
Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali ini sudah berlangsung lama maka apabila ada pembeli yang merasa kurang terhadap jumlah pembelian jangkrik hendaklah ia menangguhkan penerimaan jangkrik dan saling tawar-menawar meminta tambahan jangkrik sampai kedua belah pihak saling rela.
2. Bagi pihak penjual diharapkan lebih memperhatikan sifat kejujuran
dalam melayani pembeli jangkrik dengan sistem perkiraan dan bagi pihak pembeli diharapkan lebih toleran karena pelayanan penjualan jangkrik dengan sistem perkiraan tidak memungkinkan untuk mendapatkan jumlah yang pasti.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Edisi
Revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta 2006.
Asmawi. Perbandingan Us}u>l Fiqh. Jakarta: Amzah, 2011.
Cahyani, Anna Dwi. Jual Beli Bawang Merah Dengan Sistem Tebasan Di Desa
Sidapurna Kec. Dukuh Turi Tegal (Sebuah Tinjauan Sosiologi Hukum Islam). (Skripsi UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2010).
Choiroh, Miftachul. ‚Analisis Mas}lah}ah Mursalah Terhadap Pengharum Ruangan yang Terbuat dari Kotoran Sapi (Studi Kasus di SMA Muhammadiyah 1
Babat Kabupaten Lamongan)‛ . Skripsi IAIN Sunan Ampel, Surabaya,
2013.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Solo: CV Penerbit
ABYAN, 2014.
Djamil, Fathurrahman. Filsafat Hukum Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu,
1997.
Effendi, Satria. Us}u>l Fiqh. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012. Firdaus. Usul Fiqih. Jakarta: Zikrul, 2004.
Ghazaly, Abdul Rahman dkk. Fiqh Muamalah. Jakarta: Prenada Media Group,
2010.
Hakim, Lukman. Prinsip-prinsip Ekonomi Islam. Jakarta: Penerbit Erlangga,
2012.
Haroen, Nasrun. Fiqih Mua'malah,. Jakarta: Gaya Media Pertama, 2000. ---. Us}ul Fiqh I. Jakarta: Logos Publishing House, 1996.
Hasan, M. Ali. Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam, Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada, 2003.
Karim, A. Syafi’I. Us}u>l Fiqih. Bandung: Pustaka Setia, 2006.
Khalla>f,Abdul Wahha>b. Ilmu Us}ul Fiqh Cetakan ke-1. Jakarta: Pustaka Amani,
Kurniawan, Muhammad. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Bibit Lele
Dengan Sistem Hitungan Dan Takaran Di Desa Tulungrejo Kec. Sumberrejo Kab. Bojonegoro. (Skripsi IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 2013).
Mas’ud, Ibnu dan Zainal Abidin. Fiqih Mazhab Syafi’i. Bandung: CV Pustaka Setia, 2007.
Masruhan. Metodologi Penelitian Hukum. Surabaya: Hilal Pustaka, 2013.
Mudjib, Abdul. Kaidah-kaidah Ilmu Fiqih. Jakarta: Kalam Mulia, cetakan
ketujuh, 2008.
Musafa’aah, Suqiyah dkk. Hukum Ekonomi dan Bisnis Islam I. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press, 2013.
Naisaburi> (an), Abi Husain Muslim bin Al Hajjaj Al Qusyairi. S{ahi>h Muslim.
Jilid VII. Beirut: Da>r al-Kutub, 2010.
Pasaribu, Chairuman dan Suhrawardi K. lubis, Hukum Perjanjian dalam Islam.
Jakarta: Sinar Grafika, 1994.
Peraturan Desa Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Tahun 2013-2018, Desa Kacangan Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali.
Petunjuk Teknis Penulisan Skripsi Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, Surabaya: 2014.
Prastowo, Andi. Memahami Metode-Metode Penelitian. Yogyakarta: Ar-Ruzz
Media, 2011.
Romli. Muqaranah Mazahib fil Us}u>l. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999. Suhendi, Hendi. Fiqih Mua'malah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002.
Syalabi (al), Muhammad Mushthafa. Ta’li>l al-Ahka>m. Mesir: Da>r al Nahd>oh al-
‘Arabiyyah.
Syarifuddin, Amir. Garis-garis Besar Fiqih. Jakarta: Prenada Media, 2003. Zahra, Muhammad Abu. Ushul Fiqih. Mesir: Da>r Araby, 1985.
Zuhdi, Masjfuk. Studi Islam Jilid III: Muamalah. Jakarta: PT RajaGrafindo
http://hewan.co/ciri-khas-dan-klasifikasi-ilmiah-jangkrik.html, diakses pada 27 April 2016.
http://m.halhalal.com/memakan-dan-membudidayakan-jangkrik-halalkah/ ,
diakses pada 27 April 2016.
http://Manfaat.co.id/8-manfaat-daging-jangkrik-bagi-kesehatan-tubuh, diakses