• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis merupakan tahap menganalisis berbagai macam potensi dan kendala yang ditimbulkan dari pemasangan vertical greenery pada masing-masing

gedung. Adapun analisis mendalam pada penelitian ini terfokuskan pada kualitas iklim mikro dan kualitas nilai estetika yang dihasilkan. Penjabaran dari masing-masing aspek yang dianalisis, yaitu:

a. Iklim mikro

Untuk menganalisis kualitas iklim mikro yang dihasilkan dari pemasangan

vertical greenery dilakukan dengan pengukuran suhu dan kelembaban. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan alat thermohygro meter digital. Pengukuran dilakukan dengan disesuaikan pada metode penelitian yang telah dijabarkan sebelumnya pada metode observasi. Data hasil pengukuran suhu dan kelembaban relatif ditabulasi dan dibuat dalam tabel. Tabulasi analisis pengkajian hasil pengukuran suhu dan kelembaban pada KCP Bank BTPN yang telah memasang vertical greenery terjabarkan pada Tabel 7.

Tabel 7 Tabulasi hasil pengukuran suhu dan kelembaban pada KCP Bank BTPN yang telah memasang vertical greenery

No Alat

Pagi Siang Sore

Rata- rata T (°C)/RH (%) T(°C)/RH (%) T (°C)/RH (%)

N Max Min N Max Min N Max Min

1 Bagian I 2 Bagian II

T: suhu, RH: kelembaban, N: netral, Max: Maksimal, Min:Minimal

Setelah mendapatkan hasil untuk suhu dan kelembaban dilakukan analisis dengan uji statistik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan vertical greenery memiliki pengaruh nyata dalam penurunan suhu dan peningkatan kelembaban dari bagian I ke bagian II. Analisis uji statistik dilakukan dengan menggunakan tabel Anova untuk Percobaan Dua Faktor Rancangan Acak Lengkap. Apabila memiliki pengaruh yang nyata, maka penelitian ini akan dilanjutkan dengan menganalisis beberapa faktor yang mempengaruhi dari kualitas iklim mikro yang dihasilkan.

Faktor yang dapat mempengaruhi kualitas iklim mikro untuk penurunan suhu dan peningkatan kelembaban diantaranya adalah kondisi vertical greenery

pada masing-masing lokasi, kondisi lingkungan sekitar, dan aktivitas serta intensitas sosial sekitar gedung. Adapun yang dapat dianalisis dan diuji untuk hasil yang diperoleh dari pengukuran suhu dan kelembaban adalah kondisi dari

vertical greenery. Baik dari sisi arah hadap, luas, sistem pemasangan satu sisi atau dua sisi, jenis vegetasi yang digunakan, dan kerapatan vegetasi vertical greenery

yang dihasilkan dari masing-masing gedung.

Dalam menganalisis penurunan suhu dan kelembaban berdasarkan hasil pengukuran. Menggunakan analisis uji statistik Chi-Square. Analisis ini dilakukan untuk dapat mengetahui dan menguji perbedaan pada masing-masing sampel terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi. Pada analisis ini data yang digunakan adalah data nominal. Oleh karena itu, untuk penurunan suhu dan peningkatan kelembaban dibagi menjadi 3 kategori. Adapun pengkategorian ini, berdasarkan pada data pengukuran yang telah dilakukan. Untuk penurunan suhu terdiri dari kategori rendah (≤ 2°C), sedang (2°C sampai 5°C), dan tinggi (≥ 5°C). Sedangkan

17 pada peningkatan kelembaban terdiri dari dari kategori rendah (≤ 5%), sedang (5% sampai 10%), dan tinggi (≥ 10%).

Kenyamanan yang dihasilkan secara keseluruhan dari pemasangan vertical greenery akan dilakukan pengkajian dengan perhitungan nilai Temperature Humidity Index (THI). Savitri (1999) mencantumkan, untuk standar nyaman daerah tropis THI adalah ≤ 27. Dalam penelitian ini akan mengkaji apakah dengan pemasangan vertical greenery memiliki penurunan nilai THI berada disekitar nilai 27. Adapun rumus yang digunakan untuk mendapatkan nilai THI adalah sebai berikut:

THI = 0,8�+�� � 500

Keterangan:

THI = Temperature Humidity Index

T = Suhu udara rata-rata (°C) RH = Kelembapan udara relatif (%) b. Nilai estetika

Kualitas nilai estetika dilakukan dengan melaukan wawancara langsung menggunakan kuisioner dan observasi langsung ke lapang dengan membuat tabulasi hasil pengkajian. Menurut Daniel dan Boster (1976), jumlah responden yang dibutuhkan untuk kegiatan penelitian yaitu sebanyak ± 30 orang. Untuk dapat menyebar secara merata, maka jumlah responden pada penelitian ini adalah 39 orang. Masing-masing KCP terdapat tiga responden.

Terdapat empat aspek yang ditekankan dari isi kuisioner yang disebar kepada responden. Pertama, untuk menganalisis intensitas responden melewati tapak dan kesannya terhadap vertical greenery tersebut. Kedua, menganalisis mengenai kondisi tanaman dan kesesuaian tanaman yang digunakan pihak BTPN untuk pemasangan vertical greenery, yang pada kondisi ini seluruh cabang menggunakan tanaman yang sama yaitu lee kwan yew. Ketiga, adalah persepsi masyarakat terhadap nilai visual dari vertical greenery tersebut. Selanjutnya, keempat alah pendapat masyarakat untuk manfaat yang paling utama dirasakan dari pemasangan vertical greenery tersebut.

Selanjutnya, hasil wawancara akan dilakukan analisis dengan menggunakan analisis sematic differensial. Hal ini dilakukan untu dapat mengetahui persepsi masyarakat terhadap kualitas lanskap tertentu yang diaplikasikan dalam pemasangan vertical greenery. Setelah mendapatkan hasil persepsi, maka akan dilakukan analisis lanjutan dengan pengamatan secara langsung terhadap masing- masing vertical greenery untuk tampilan visualnya. Adapun faktor yang dapat dinilai dan dianalisis berdasarkan kondisi fisik dari vertical greenery diantaranya adalah warna daun, dan kerapatan vegetasi yang dihasilkan. Kedua faktor akan dianalisis berdasarkan pada aspek luas, arah hadap, intensitas perawatan, tahun pemasangan vertical greenery tersebut.

Untuk mempermudah dalam pengamatan dan penganalisisan nilai estetika dari vertical greenery maka akan dilakukan pengkategorian faktor yang mempengaruhi. Analisis untuk warna daun dibagi menjadi 3 kategori, yaitu : hijau kuning (Hj-k), hijau muda(Hj-m),dan hijau tua (Hj-t). Serta untuk kerapatan vegetasi, dimasukan kedalam 3 kategori berdasarkan pada persentase yang

18

dihasilkan, yaitu: 0 sampai 40%, 41 sampai 70%, dan 70 sampai 100%. Mendapatkan hasil kerapatan vegetasi dilakukan perhitungan dengan metode grid. Adapun pada Gambar 5, terlihat rumus dan gambaran umum untuk perhitungan persentase kerapatan vegetasi.

Untuk luas vertical greenery dibagi menjadi 3 kategori, yaitu: S (small)

dengan luas < 50 m², M (medium) dengan luas 50 m² sampai 100 m², dan L (large) dengan luas > 100 m². Begitu pula dengan intensitas perawatan dibagi menjadi 3 kategori, yaitu: jarang (J) dengan perawatan 2 bulan satu kali, sering (S) dengan perawatan satu bulan dua kali, dan rutin (R) dengan perawatan satu minggu satu kali. Adapun beberapa hal yang mencakup dalam perawatan ini adalah untuk pemantauan dan pemangkasan vegetasi yang digunakan.

Berikut Tabel 8 dan Tabel 9, tabulasi untuk hasil pengkajian nilai visual yang dihasilkan dari masing-masing vertical greenery berdasarkan aspek-aspek yang mempengaruhinya. Untuk Tabel 8 akan menjabarkan, tabulasi untuk pengkajian manfaat vertical greenery untuk warna daun dan kerapatan vegetasi yang dihasilkan berdasarkan aspek luas dan tahun pemasangan vertical greenery.

Dilanjutkan dengan Tabel 9, merupakan tabulasi untuk pengkajian manfaat

vertical greenery untuk warna daun dan kerapatan vegatasi yang dihasilkan berdasarkan aspek intensitas perawatan dan arah hadap vertical greenery.

Tabel 8 Tabulasi analisis pengkajian warna daun dan kerapatan vegetasi berdasarkan aspek luas vertical greenery dan tahun pemasangan

vertical greenery KCP Bank BTPN Luas vertical greenery

Warna daun Kerapatan vegetasi Tahun

pemasangan vertical greenery S M L Hj-k Hj-m Hj-t 0- 40% 41- 75% 76- 100%

S: Small, M: Medium, L: Large, Hj-k: Hijau kekuningan, Hj-m: Hijau muda, Hj-t: Hijau tua

Persentase kerapatan =� � � �

� � � x 100%

Gambar 5 Contoh gambar dan perhitungan kerapatan vegetasi

 Contoh gambar : vertical greenery di Bank BTPN KCP Gajam Mada

 Contoh perhitungan :

- Σ kotak pada vertical greenery = 187 - Σ kotak tertutup vegetasi = 116

- Kerapatan vegetasi = 116

187 x 100%

= 62.03%

19 Tabel 9 Tabulasi analisis pengkajian warna daun dan kerapatan vegetasi berdasarkan aspek intensitas perawatan dan arah hadap vertical greenery

KCP Bank BTPN

Intensitas

perawatan Warna daun Kerapatan vegetasi

Arah hadap J S R Hj-k Hj-m Hj-t 0- 40% 41- 70% 71- 100%

J: Jarang, S: Sering, R: Rutin, Hj-k: Hijau kekuningan, Hj-m: Hijau muda, Hj-t: Hijau tua

4. Sintesis merupakan tahapan pengolahan hasil yang diperoleh dari analisis