BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS
B. Analisis Metode Bimbingan Islam
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang penulis lakukan, metode bimbingan islam yang dilakukan pembimbing di RPLU ini, menggunakan tiga metode yaitu metode secara individual, kelompok, dan psikoanalisis yang didalamnya terdapat teknik direktif, non-direktif, dan zikir yang diterapkan dalam bimbingan kelompok.
1. Metode Individu
Yang mana metode individu ini dilakukan pembimbing dengan cara mendekatkan diri kepada lansia dan mewawancarai lansia, yang mana penulis mewawancarai 3 orang lansia yaitu Bapak Shaleh, Ibu Yuli, dan Bapak Maman. Sehingga penulis mengetahui permasalahan apa yang lansia alami, pembimbing mewawancarai lansia dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dengan kesopan santunan.
66
Sehingga dengan adanya metode ini pembimbing akan mengetahui sejauh mana kualitas ibadah lansia. Apakah ibadahnya meningkat atau justru menurun dengan adanya bimbingan Islam. Ternyata bimbingan individu sangat efektif bagi lansia mengingat lansia yang sudah tua dan perlu bimbingan secara intensif dan khusus dengan cara-cara yang mudah dimengerti oleh mereka.
Hal ini dapat terlihat dari WBS di panti yaitu Bapak Shaleh yang mengalami peningkatan atas kualitas Ibadahnya. Bapak shaleh mesara sangat bahagia dan bersyukur bisa berada di panti karena menurutnya ia bisa meningkatkan ibadahnya dari bimbingan Islam yang sering ia ikuti di Panti oleh bimbingan dari Ustadz. Menurutnya banyak yang perlu ia pelajari lagi dan perlu ditingkatkan karena mengetahui umurnya yang sudah tua dan sering sakit-sakitan. Maka perlu motivasi dan semangat yang lebih kepadanya untuk bisa meningkatkan kualitas amal Ibadahnya menjadi lebih baik lagi.
Pak Shaleh yang memiliki latar belakang yang jauh dari ibadah, bahkan terlalu sibuk dengan urusan dunia kini bisa bersyukur karena keberadaannya di panti memebuat ia jauh lebih baik dari sebelumnya.13
2. Metode Kelompok
Dan dengan adanya metode kelompok pun, maka pembimbing berusaha bisa menyatukan para lansia untuk berkumpul bersama,
13
Wawancara dengan M. Shaleh ( Lansia RPLU Jelambar ), Jakarta, 04 April 2011. (lampiran 4)
beribadah bersama, bisa bersosialisasi dengan baik. Bergaul dengan teman, bisa berdoa dan bersyukur bersama-sama. Dari metode yang diterapkan oleh pembimbing di RPLU Jelambar yaitu metode individu dan kelompok. Sesuai dengan metode Islam yang dikemukakan oleh M. Arifin dalam bukunya pedoman pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan agama yaitu terdapat beberapa metode bimbingan islam yang yang mana disebutkan:
1. Wawancara adalah salah satu cara memperoleh fakta-fakta kejiwaaan yang dapat dijadikan bahan pemetaan tentang bagaimana sebenarnya hidup kejiwaan seseorang pada saat tertentu yang memerlukan bantuan.
2. Metode „group guidance’ ( bimbingan secara kelompok )
Bilamana metode interview atau wawancara merupakan cara pemahaman tentang keadaan seseorang secara individual ( Pribadi ), maka bimbingan kelompok adalah sebaliknya, yaitu pengungkapan jiwa/batin serta pembinaanya melalui kegiatan kelompok seperti ceramah, diskusi, seminar, dsb.14
Dari ke tiga WBS yaitu Bapak Shaleh, Ibu Yuli, dan Bapak Maman memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Akan tetapi dengan adanya bimbingan Islam ketiganya terlihat banyak perubahan dari kualitas Ibadahnya dari yang tidak tahu menjadi tahu, dan bagi Bapak Maman yang Ibadahnya sudah mantap bahkan sering jadi
14
M. Arifin, Pedoman pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan agama, (Jakarta: PT Golden Terayon Press, 1994), Cet. Ke-5, h.44.
68
imam dan memimpin doa serta diharapkan Bapak Maman bisa menjadi panutan di panti bagi WBS yang lain. Bisa lebih meningkatkan kualitas ibadahnya menjadi lebih baik. Dan ketiganya pun rajin dalam kegiatan bimbingan kelompok.
3. Metode Psikoanalisis
Dan terdapat pula metode-metode yang lainnya seperti psikoanalisis, metode direktif, non-direktif, serta metode RET yang dikemukakan pula oleh Prof. H. Arifin dalam bukunya pedoman pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan agama yang juga diterapkan di RPLU.15 Metode psikoanalisis yaitu pembimbing berupaya mendekatkan lansia dan mengetahui kondisi jiwa lansia sehingga pembimbing mengetahui permasalahan lansia dan berupaya memberikan solusi dan jalan keluar yang terbaik. Metode Psikoanalisis ini diterapkan kepada seluruh lansia yang memiliki kejiwaan yang berbeda-beda. Dan setelah itu pembimbing baru bisa menerapkan cara apa yang tepat yang dapat diberikan kepada lansia melalui bimbingan tersebut.
Metode direktif dan non-direktif dilakukan sesuai dengan kondisi dan keadaan lansia. Biasanya lansia ada yang merasa malu dan tidak mau mengungkapkan permasalahannya untuk itu mereka perlu diberikan metode non-direktif yang bersifat tidak mengarahkan kepada lansia. Dan menunggu sampai lansia bisa mengeluarkan uneg-
15
unegnya atau permasalahannya sendiri kepada pembimbing. Dan sebaliknya metode direktif yang berupaya mengarahkan lansia untuk bisa keluar dari permasalahan yang sedang dihadapinya. Misalnya untuk bimbingan ibadahnya bagi lansia yang sakit dan merasa kesulitan untuk shalat, maka pembimbing membimbing lansia untuk shalat, dan kalau lansia tidak bisa berwudhu maka pembimbing mengajarkan untuk bertayamum.
Materi yang diberikan pembimbing kepada lansia adalah materi yang berhubungan dengan bimbingan mental dan spritual seperti : membaca Al-Qur’an, Dzikir, kegiatan berjamaah seperti shalat berjamaah, aqidah, fiqih, akhlak dan pengetahuan lainnya.
Pokok-pokok materi yang disampaikan oleh pembimbing bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits Nabi karena kedua sumber ini merupakan pedoman hidup bagi manusia.
Di dalam bimbingan Islam ini, pembimbing memberikan metode yang praktis dan mudah dimengerti oleh lansia, dikarenakan lansia itu memiliki keterbatasan dalam menangkap apa yang diberikan oleh pembimbing, untuk itulah pembimbing mengggunakan bimbingan zikir sebagai bimbingan utama untuk memudahkan lansia dalam melaksanakan ibadahnya. Karena zikir merupakan ibadah yang berupaya agar kita selalu ingat dengan Allah dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya dan dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun kita berada. Dan dalam bimbingan Islam tersebut pembimbing memberikan jalan yang mudah kepada lansia yaitu agar lansia ketika
70
sulit untuk menghafal doa maka pembimbing mengarahkan agar lansia
setiap melakukan apapun harus diawali dengan “bismillah” dan diakhiri dengan “alhamdulillah”. Pada intiya pembimbing memberikan arahan yang mudah dimengerti dan dipahami oleh lansia, agar dalam pengamalannya lansia tidak merasa kesulitan, karena Allah tidak menyulitkan kita, jika kita mau dan berusaha insyaAllah kita bisa menjalaninya.
Dari ketiga metode yang diterapkan kepada lansia maka dapat dikatakan pelaksanaan bimbingan Islam dalam meningkatkan Ibadah lansia sudah cukup bagus dan efektif dengan metode-metode yang digunakan oleh pembimbing, akan tetapi masih perlu untuk ditingkatkan supaya lansia dimasa tuanya memiliki kualitas ibadah yang lebih baik lagi.
71
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian skripsi yang berjudul metode bimbingan Islam bagi lansia dalam meningkatkan kualitas ibadah di Rumah Perlindungan Lanjut Usia Jelambar, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Bimbingan Islam adalah bimbingan yang berupa arahan dan dorongan kepada seseorang dengan tujuan agar ada peningkatan dalam amal ibadah kita kepada Allah SWT, bimbingan yang dilakukan kepada lansia memang berbeda dengan bimbingan yang diberikan kepada orang-orang yang masih muda, mengetahui karena sudah tua perlu ada metode khusus dan mudah yang dapat diterapkan kepada lansia dan dalam Pelaksanaannya bimbingan Islam dalam meningkatkan kualitas ibadah lansia RPLU Jelambar, merupakan bimbingan yang dilakukan oleh pembimbing agama yaitu Ustadz Abdul Hakim yang juga merupakan STAF RPLU di bidang bimbingan dan penyuluhan Islam. bimbingan dilaksanakan di Ruang Aula setiap hari selasa dan kamis yang merupakan bimbingan secara kelompok. Materi yang disampaikan bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits dan pengetahuan-pengetahuan umum laninnya. Seperti shalat, zikir, mengaji, dll.
2. Metode yang di gunakan dalam bimbingan ini adalah metode bimbingan individu, kelompok, dan psikoanalisis yang mana pada metode individu,
72
pembimbing memberikan bimbingan secara personal dan perlu adanya pendekatan secara khusus, lansia perlu diwawancarai dan dilakukan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh lansia. Dan metode yang kedua adalah bimbingan kelompok, yang mana pembimbing mengumpulkan lansia bersama-sama, berzikir bersama, belajar bersama, agar para lansia meskipun sudah tua bisa bersosialisasi dengan baik di lingkunganya. Dan dilakukan dengan cara yang mudah pula yang dapat dimengerti oleh lansia. Serta psikoanalisis yang juga diterapkan di RPLU guna mengetahui kejiwaan lansia.
3. Dan dari ketiga metode yang diterapkan kepada lansia sudah banyak berdampak baik dan berjalan dengan lancar. Dari metode-etode tersebut sudah mewakili bahwa metode tersebut tepat dilakukan untuk lansia
B. Saran
Dari pemahaman yang penulis dapatkan, mengenai bimbingan Islam bagi lansia dalam meningkatkan kualitas ibadah di Rumah Perlindungan Lanjut Usia Jelambar, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Penanggung jawab panti dapat menambah sumber daya manusia di bidangnya masing-masing terutama di bimbingan agamanya lebih ada yang membimbing lagi.
2. Kegiatannya lebih terprogram lagi, agar lansia tidak banyak waktu kosongnya.
3. Pembimbing lebih disiplin lagi melakukan kegiatan yang ada sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Lampiran 1
Pedoman pertanyaan
Tanggal Interview : 28 Maret 2011
Tempat : Kantor
Nama : Siti Murtofingah, S.AP
Data Demografi : Jln. Vila Jati Rasa, gang duku 4 kebantenan rt02/07 no.46
Jati Asih Bekasi
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 43 Tahun
Asal : Kebumen
Jabatan : Penanggung Jawab RPLU Jelambar
Gelar tertinggi : S.AP
Pukul : 10.35 WIB
Wawancara dengan penganggung jawab
1. Bagaimana latar belakang berdirinya RPLU ?
Jawab : latar belakang, karena banyak orang terlantar di provinsi DKI Jakarta, dan dengan keadaan seperti itu maka Dinas Sosial mendirikan panti yang khusus menangani permasalahan-permasalahan bagi orang-orang terlantar yah
Budi Mulia (Sasana Tresna Werdha) dan terakhir menjadi RPLU (Rumah Perlindungan Lanjut Usia Jelambar). Trus bu apa ada perbedaaan dari ke-3 nama tersebut? Jawab: iya, kalau awalnya PTW itu kan panti yang mana kalau panti itu ada pejabat strukturalnya tapi kalau untuk sekarang RPLU itu tidak ada pejabat strukturalnya hanya penanggung jawab saja. Kenapa bu namanya bisa berubah-ubah? Jawab: iya, itu sudah peraturan Gubernur No 57 2010. 2. Apa visi dan misi RPLU ini?
Jawab: visinya adalah memberikan pembinaan dan penyantunan kepada para lanjut usia terlantar agar dapat hidup layak. Sedangkan misinya adalah agar para lanjut usia trelantar dapat terbina dan tersantuni, sehingga mampu melaksanakan fungsi sosialnya.
3. Bagaimana kondisi panti ?
Jawab: maksudnya kondisi apa nih? Maksudnya apakah panti ini aman dan nyaman dengan sarana dan prasarana yang ada? Jawab : oh... yah... aman- tentram yah sangat baguslah untuk keadaan lansia. Kalau untuk satpam atau penjaga disini memang tidak ada tapi disini sistemnya piket dari pegawai- pegawai yang ada saja. Oh begitu bu, ada berapa jumlah pegawai disini bu? Jawab: ada 14 orang dan 9 orang PNS, 5 honorer.dan untuk sarana dan prasaranya disini ada mushala, aula, kantor, kamar, dsb.
Jawab : Bagus sekali yah,(sambil mengangguk-angguk), sangat mendukung untuk meningkatkan amal ibadah mereka kepada ALLAH SWT. Untuk yang sehat sangat bagus sekali mereka terbimbing dengan adanya bimbingan islam tersebut. Bagi yang sakit juga bisa koq bimbingan itu dilaksanakan. Dengan pendekatan individu dari pembimbing.
5. Materi apa yang disampaikan oleh Pembimbing ?
Jawab : seperti membaca Al-Qur’an, Dzikir, shalat berjamaah, dll 6. Waktu dan tempat Bimbingan kapan dan dimana bu /
Jawab : pelaksanaan bimbingan Islam dilaksanakan setiap hari selasa dan kamis dan di laksanakan di Aula.
7. Jawab : kalau penghambatnya itu WBS kita itu harus diingatkan, harus kita jemput, kadang-kadang sampai kita rayu-rayu dulu baru mau ke aula buat ikut bimbingan/ngaji kata mereka. Dan faktor pendukungnya tempat yah nyaman, pengeras suara juga ada, dan ustadz/pembimbingnya juga datang tepat waktu. Yang ikut serta dalam bimbingan tersebut banyak tidak bu? Jawab: yah, cukup banyak koq.
8. Upaya apa yang belum dilakukan dalam memajukan bimbingan Islam ?
Jawab : Alhamdulillah bimbingan yang ada memang sudah berjalan dengan lancar, apalagi dampaknya ada ya buat mereka. Kalau yang ingin kami lakukan ya bekerja sama, saling membantu untuk kemajuan semuanya, bukan bimbingan islamnya saja. Karena yang dari ibadahnya mereka itu seperti puasa, mereka kadang-kadang lupa kalau mereka puasa, ya kita perlu doong ingatkan mereka yah paling ga tidak harus dari pembimbing agamanya, tapi dari
9. Bagaimana respon lansia dari adanya bimbingan Islam tersebut?
Jawab : Semangat mba, kalau sudah tau jadwal, mereka nanya: “bu hari ini
ngaji yah?
TTD
Lampiran 2
Tanggal Interview : 04 April 2011
Tempat : Kantor
Nama : Abdul Hakim
Data Demografi : Kp. Wadas rt 01/06 pegadungan kalideres
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 37 Tahun
Asal : Jakarta
Jabatan : Staf (bag. Bimbingan & Penyuluhan Islam)
Gelar tertinggi :
Pukul : 11.30
Wawancara dengan Pembimbing Agama
1. Apa yang di maksud dengan bimbingan Islam ?
Jawab : bimbingan yang mengajak dan menuntun manusia agar lebih baik, agar manusia bisa hidup bahagia dunia dan akhirat.
2. Materi apa yang Bapak berikan ?
Jawab : materi yang saya samapaikan adalah hal-hal yang berkaitan dengan bimbingan mental dan spritual seperti: membaca Al-Qur’an, Dzikir, kegiatan
3. Kapan dan dimana pelaksanaan bimbingan dilakukan ?
Jawab : bimbingan dilakukan setiap hari selasa dan kamis pukul 09.00-10.00 WIB, di Aula.
4. Media yang digunakan dalam proses bimbingan apa saja pak ?
Jawab : media yang digunakan dalam proses bimbingan ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an, Hadits Nabi dan pengetahuan umum yang berkaitan dengan pengetahuan agama.
5. Metode apa yang digunakan dalam pelaksanaan bimbingan Islam ?
Jawab : metodenya di sini kami lakukan 3 yaitu bimbingan secara Individu, kelompok dan metode Psikoanalisia. Yang mana untuk bimbingan individu kami melakukan assesment kepada lansia. Permasalahan apa yang sedang dialaminya mengenai ibadah mereka. Untuk bimbingan kelompoknya kami kumpulkan mereka di Aula bersama-sama mengikuti pengajian/bimbingan. Saya menekankan kepada mereka dengan materi yang mudah dimengerti yaitu dengan zikir, karena ibadah zikir itu adalah ibadah yang mudah dan praktis bisa dilakukan kapan saja dan dalam keadaan apapun. Karena lansia itu kan sudah tua butuh cara/metode yang khusus yang tidak membuat mereka merasa ribet sehingga nantinya timbul semangat pada mereka dalam menjalankan ibadahnya, akan tetapi saya juga tidak mengabaikan ibadah yang lain terutama shalat kami pun membimbing mereka.
6. Apa alasan metode tersebut digunakan ?
Jawab : agar mereka mengenal Tuhan dan dirinya, agar mereka melaksanakan ibadah dalam kehidupan sehari-hari, mereka dapat mengetahui bahwa gerak- gerik hidup kita itu ibadah, dapat menyederhanakan keinginan, dan agar mereka memiliki cita-cita meninggal khusnul khatimah.
7. Apakah ada pengaruhnya bagi lansia dengan metode yang diterapkan ?
Jawab : ada pengaruhnya contohnya pak shaleh itu yang saya kenalkan kepada kamu, dulunya dia itu dengan agama sangat jauh, dia mengerti tetapi tidak diamalkan. Ibadahnya sering bolong-bolong karena kesibukannya itu, terlalu banyak memikirkan pekerjaan/dunia sehingga lupa ibadah. Tetapi alhamdulillah dengan tinggal di sini dan dengan adanya bimbingan yang kami berikan memberikan pengaruh yang besar terhadap pak shaleh terutama dalam mengamalkan ibadahnya.
8. Apa tujuan diberikannya bimbingan Islam bagi lansia ?
Jawab : seperti yang telah saya jelaskan tadi bahwa tujuan adanya bimbingan islam ini adalah agar merubah pola hidup yang tadinya tidak ada aturan menjadi ada aturan dengan metode-metode yang diterapkan, dan kemudian agar mengangkat derajatnya lagi sebagai manusia. Dan berupaya mereka dapat mengamalkan ibadah mereka dengan baik dan benar dan kami berharap mereka memiliki cita-cita meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.
9. Apa hambatan-hambatan dari pelaksanaan metode bimbingan Islam tersebut ? Jawab : kalau untuk hambatan yah palingan hanya dari segi fisik saja yah, karena lansia sering sakit kemudian mereka tidak dapat mengikuti bimbingan,
10. Bisa Bapak jelaskan, materi yang bapak sampaikan kepada lansia ketika melaksanakan bimbingan ?
Jawab : pertama lansia harus mengenal dirinya terlebih dahulu untuk apa ia hidup dan kewajiban-kewajuban apa yang harus dijalankan sebagai manusia di muka bumi ini, setelah itu mereka harus bisa mengenal dirinya dan untuk apa mereka hidup yaitu mereka hidup hanya untuk beribadah kepada Allah. sehingga timbul rasa syukur didalam dirinya maka mereka bersyukur. Baru saya gali wudhu mereka karena wudhu sangat penting, sehingga dari wudhu banyak manfaat yang mereka dapat dan berdampak kepada adab dan akhlak mereka sehari-hari.
TTD
Lampiran 3
Tanggal Interview : 28 Maret 2011
Tempat : Kantor
Nama : Suwarso
Data Demografi : Jln. Hanila 1 no.21 rt 01/07 no.2 Tanggerang
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 47 Tahun
Asal : Jakarta
Jabatan : Staf (bag. Pembinaan & Perawatan PMKS)
Gelar tertinggi : A3 Ilmu sosial
Pukul : 13.30 WIB
Wawancara dengan Staf RPLU Jelambar
1. Berapa banyak Lansia yang berapa di RPLU Jelambar ?
Jawab : di sini kapasitas daya tampungnya 72 0rang, akan tetapi disini overloud mba, sampai 96 orang untuk bulan ini, dan itu akan bertambah untuk setiap bulannya.
2. Bagaimana prosedur untuk bisa masuk ke panti ini pak ?
Jawab : di sini lansia yang kebanyakan adalah lansia terlantar yang merupakan penertipan dari satpol-pp, sebelum di tempatkan disini, mereka di tempatkan di
mereka ada yang penyerahan dari keluarga atau masyarakat dan ada pula yang merupakan penyerahan dari rumah sakit. Setelah masuk kesini mereka di Identifikasi terlebih dahulu, dan memasuki tahap-tahap berikutnya, sebagaimana dijelaskan pula dalam buku panduan RPLU Jelambar.
3. Kegiatan apa saja yang ada di RPLU Jelambar ini ?
Jawab : kegiatan di sini meliputi kegiatan fisik seperti senam dan olahraga bersama, bimbingan keterampilan seperti membuat bunga, keset, bimbingan rohani Islam dan Check kesehatan.
4. Bagaimana dengan Bimbingan dan kegiatan yang diterapkan di sini ?
Jawab : Alhamdulillah lancar, karena memang sudah terjadwal WBS semangat untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada, dari pada mereka bengong dan waktu luangnya sia-sia.
5. Bagaimana dengan Bimbingan Islam yang ada di RPLU Jelambar ?
Jawab : sangat mendukung untuk meningkatkan kualitas dan pengamalan ibadah lansia, dan perlu adanya bimbingan kepada mereka secara khusus. 6. Apa dampak yang ada dari kegiatan bimbingan Islam yang diterapkan ?
Jawab : kalau yang saya amati memang berdampak besar sekali, jika tidak ada bimbingan islam maka hidup mereka tidak terarah apalagi lansia sudah tua, daya tahan tubuhnya juga sudah berkurang, jadi perlu adanya bimbingan yang khusus kepada mereka.
7. Bagaimana dengan pengamalan ibadah lansianya pak ?
Jawab : sudah cukup bagus, ada yanag sudah mantap, dan ada juga yang perlu bimbingan khusus sehingga mereka lebih bisa mengamalkannya lebih mudah, jadi yah... tugas kami semua selaku pembimbing disini.
TTD
Hari/Tanggal : Senin, 04 April 2011
Pukul : 13.11
Interviewer : Nur Aprianti
Wawancara dengan Lansia
1. Bagaimana menurut bapak mengenai metode bimbingan Islam ?
Jawab : alhamdulillah bimbingan yang ada disini membuat saya banyak belajar tentang agama, mulai dari shalat, mengaji, zikir, puasa. Karena dulunya saya jauh dari agama sering meninggalkan shalat karena urusan dunia. Cari uang, cari uang lagi.
2. Metode apa yang diterapkan di RPLU ?
Jawab : metode individu dan kelompok mba, alhamdulillah cukup mengena, cukup terguga saya dengan bimbingan yang ada. Metode ibadah juga diterapkan disini, saya diajarkan cara-cara shalat, dan mengaji yang benar. 3. Kapan dan dimana bimbingan Islam dilakukan?
Jawab : di Aula setiap hari selasa dan kamis 4. Siapa yang melakukan bimbingan tersebut ?
5. Apa manfaatnya bagi bapak ?
Jawab : banyak mba, alhamdulillah shalat saya jalan trus, puasa senin dan kamis saya jalankan, tapi karena sekarang sering sakit-sakit yah kadang-kadang saja. pokoknya secara rohani dan jasmani banyak manfaatnya.
6. Adakah permasalahan atau keluhan yang pernah dialami oleh bapak ?
Jawab : permasalahan pada saya yah paling masa lalu saya saja yang dulunya saya hanya memikirkan kerja, kerja dan kerja sampai saya lupa ibadah. Tapi setelah saya masuk ke panti, saya banyak dapat bimbingan dan masukan terutama dari ustadz.
7. Bimbingan Islam apa saja yang sudah bapak dapatkan selama di RPLU ? Jawab : ibadah shalat, mengaji, zikir, puasa, zakat, dan banyak lagi mba. 8. Apakah dengan metode yang ada di panti, kualitas ibadah bapak meningkat ?
Jawab : alhamdulillah meningkat, karena saya dulu kurang sama ibadah, jadi dengan metode yang ada banyak pengaruhnya, saya juga zikir kalau lagi ada waktu senggang, karena ustadz yang mengajarkan saya.
9. Apa faktor penghambat bagi bapak dalam bimbingan tersebut ? Jawab : paling dari fisik saja, karena saya sakit mungkin.
TTD
Hari/Tanggal : Senin, 04 April 2011
Pukul : 13.34
Interviewer : Nur Aprianti
Wawancara dengan Lansia
1. Bagaimana menurut Ibu mengenai metode bimbingan Islam ?
Jawab : saya mengikutinya banyak manfaatnya, saya lebih serius lagi ibadahnya, karena sudah tua banyak-banyak ibadah saja. Bicara juga bisa lebih hati-hati lagi.
2. Metode apa yang diterapkan di RPLU ? Jawab : Individu, kejiwaan juga mba.
3. Kapan dan dimana bimbingan Islam dilakukan?