BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS
3. Metode Bimbingan
Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos” yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah. Maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan. Dan dalam hal ini bimbingan dibagi dalam tiga hal yaitu:
1. Metode Invidual
Adalah salah satu cara atau teknik yang digunakan untuk mengungkapkan dan mengetahui mengenai fakta-fakta mental/kejiwaan (psikis) yang ada pada diri terbimbing atau klien. Untuk itu, dalam teknik ini jalannya wawancara setiap pembimbing atau konselor melakukan pencatatan atau mungkin pula direkam agar bimbingan berjalan dengan kemudahan.7
Pembimbing mempunyai peranan penuh dalam mengarahkan sesuai dengan masalah yang dihadapi lansia ini biasanya dilakukan secara personal. Dalam metode individu ini pembimbing berusaha melakukan pendekatan yang lebih kepada lansia. Menanyakan apa yang sedang dialami dan dirasakan. Ketika seorang lansia mempunyai semangat yang besar dalam beribadah maka pembimbing memprioritaskan dirinya untuk
6
Wawancara dengan Maman ( Lansia RPLU Jelambar ), Jakarta, 07 April 2011.
7
M. Lutfi, Dasar-Dasar Bimbingan dan Penyuluhan (Konseling) Islam, (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah 2008 ), h. 122
bisa dibimbing secara personal. Ataupun sebaliknya jika lansia membutuhkan bimbingan dan perlu akan adanya seorang pembimbing maka pembimbing pun membantu dalam permasalahannya itu.
2. Metode Kelompok
Metode yang digunakan oleh pembimbing, selain metode individual adalah metode kelompok, dimana pembimbing mengumpulkan para lansia untuk mengikuti kegiatan bimbingan dan bersama-sama mendapatkan pelajaran dan bimbingan dari pembimbing. Yang sifatnya diskusi, ceramah, dan berbincang-bincang sambil santai. Dan biasanya dilakukan dengan teknik persuasive yaitu berupa dorongan-dorongan yang positif, bersifat santai, dan hiburan yang mendidik. Disana mereka menjadi satu dari yang pengamalan ibadahnya yang sudah mantap sampai yang baru belajar dan untuk bisa meningkatkan kualitas ibadahnya, maka bersama-sama mengikuti kegiatan bimbingan islam tersebut.8
3. Metode Psikoanalisis
Adalah salah satu teknik yang digunakan untuk memberikan penilaian terhadap peristiwa dan pengalaman kejiwaan yang pernah dialami sejak kecil. Misalnya perasaan tertekan, perasaan takut, trauma dan merasa rendah diri bila berada dalam situasi tertentu yang ada kaitannya dengan peristiwa-peristiwa yang dialaminya. Bisa jadi hal ini kadang-kadang dianggap tidak rasional bagi orang lain yang ada disekitarnya, tetapi bagi diri klien mungkin menjadi masalah karena tanpa
8
wawancara pribadi dengan Abdul Hakim ( pembimbing Agama ), Jakarta, 04 April 2011. (Lampiran 2)
58
disadarinya peristiwa kejiwaan itu dapat menggangu pikirannnya atau mungkin pula bisa mempengaruhi keyakinan, sikap dan perilakunya sehari-hari.9
Metode psikoanalisis pun diterapkan pembimbing kepada WBS guna mengetahui kejiwaan yang ada pada diri lansia. Mengetahui bahwa lansia yang ada sebagian besar dari jalanan dan terlantar serta memiliki kehidupan masa lalu yang berbeda-beda. Untuk itu pembimbing pun memberikan bimbingan dengan mengetahui terlebih dahulu kejiwaan yang ada pada diri WBS. Karena di panti lansia beragam-ragam ada yang sehat, sakit-sakitan, defresi, gangguan tidur dan dengan penyakit atau gangguan yang lain. Untuk itu perlu adanya metode psikoanalisis yang diberikan kepada lansia.
Dan beberapa teknik yang diterapkan pada matode individu dan kelompok adalah sebagai berikut :
1) Metode Individual
Menurut Ustadz Abdul Hakim dalam metode ini biasanya dilakukan pada setiap permasalahan-permasalahan kecil yang tidak berdampak besar dengan keadaaan panti. Sehingga masih dapat ditangani oleh masing- masing pimpinan unit. Dan terlebih dahulu pembimbing melakukan
9
M. Lutfi, Dasar-Dasar Bimbingan dan Penyuluhan (Konseling) Islam, (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah 2008 ), h. 122
assesment awal dalam menjalankan metode ini.10 Dan metode individual ini dapat dilakukan dengan dua teknik yaitu :
a. Non Direktif
Teknik ini pertama kali dikembangkan oleh Carl Rogers yang dikenal dengan “Clien Centered Counseling” dan pada teknik ini yang menjadi pusat ialah terbimbing. Pembimbing hanya membantu memberikan dorongan dalam memecahkan masalah klien, dan keputusan terletak pada terbimbing. Dan dalam teknik ini mengaktifkan diri terbimbing dalam mengungkapkan dan memecahkan masalah dirinya, serta tugas pembimbing berupaya mendorong tumbuhnya tanggung jawab pada diri WBS.
b. Teknik direktif
Adalah salah satu teknik yang diberikan dan digunakan bagi karyawan yang mengalami kesulitan dalam memahami dan memecahkannya. Maka pengarahan yang diberikan pembimbing ialah memberikan secara lansung jawaban-jawaban terhadap faktor-faktor yang dianggap menjadi penyebab timbulnya masalah pada diri terbimbing. Namun selanjutnya, pembimbing membantu mengarahkan karyawan kepada kemungkinan atau peluang-peluang yang bisa bermanfaat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
10
Wawancara Pribadi dengan Abdul Hakim ( Bag. Bimbingan & Penyuluhan), Jakarta, 04 April 2011. (Lampiran 2)
60
2) Metode Kelompok
Teknik bimbingan yang digunakan melalui kegiatan bersama. Seperti kegiatan ceramah, diskusi, seminar, pelatihan, dan sebagainya.
Pada bimbingan kelompok pembimbing memberikan bimbingan Islam melalui metode yang simple, praktis, dan mudah ditangkap oleh lansia, salah satunya dengan zikir. Pembimbing pun tidak mengaharuskan lansia bisa berzikir yang menurutnya bisa menyulitkan lansia. Pembimbing memberi arahan agar para WBS berzikir setiap waktu untuk mengingat Allah di mana pun dan kapan pun. Pembimbing pun tidak mengharuskan banyaknya amalan seberapa banyak dan zikir apa yang harus dipakai. Tetapi mengarahkan untuk berzikir sesuai kemampuannya.
Dan pembimbing pun menerangkan dengan metode pengibaratan- pengibaratan, seperti apa bentuk tubuh kita, untuk apa kita mempunyai tangan, kaki, mulut dan sebagainya itu hanya untuk beribadah kepada Allah. Ini merupakan bentuk pengibaratan pembimbing untuk mempermudah lansia menangkap apa yang dijelaskan oleh pembimbing karena lansia memiliki keterbatasan fisik baik kesehatan, pendengaran, maupun daya tangkap.
Adapun materi yang diberikan pembimbing dalam bimbingan kelompok adalah sebagai berikut :
Dalam bimbingan islam yang diberikan pembimbing kepada lansia adalah dengan materi zikir, yang mana zikir tersebut adalah cara yang praktis, dan mudah diterapkan kepada lansia menurut pembimbing. Karena lansia itu memang sudah tua dan mereka perlu adanya bimbingan
yang membuat mereka tidak sulit untuk bisa mengamalkannya. Dan di mula dengan zikir maka lansia bisa mengamalkannya dan menerapkannnya untuk ibadah-ibadah yang lainnya seperti shalat, mengaji, dan sebagainya.
Untuk pertama yang diterapkan pembimbing adalah bahwa kita sebagai manusia harus :
1. Mengenal diri sendiri
WBS harus mengenal dirinya sendiri, untuk apa kita hidup dan diciptakan, dan akan kemana kita hidup nantinya. Pembimbing memberikan arahan kepada lansia untuk bisa mengenal dirinya sendiri terlebih dahulu. Dan pada akhirnya kita berpikir dan merenunginya. 2. Dan setelah kita bisa mengenal diri kita dan untuk apa kita, maka kita
akan mengetahui bahwa kita hidup semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.
3. Dan setelah ibadah, maka pembimbing mengajarkan bagaimana caranya beribadah yang benar, bagaimana cara bersyukur kepada Allah akan nikmat yang telah diberikannya.
4. Dan ketika dia bersyukur maka timbul rasa terimakasih.
5. Dengan rasa terima kasih tersebut maka mereka dapat mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
6. Setelah itu prioritas utama pembimbing adalah menggali wudhu apa manfaat wudhu serta setelah wudhu mereka akan mengerjakan shalat,
62
pembimbing mengutamakan ini karena menurutnya shalat itu adalah amal ibadah yang pertama kali dihisab.
7. Dan dari adanya manfaat wudhu dari niat, berkumur-kumur, membasuh wajah, tangan, kaki dan sbg. Maka akan berdampak pada adab, tata cara berbicara, akhlak, dan sopan santun.11
Lafazh-lafazh zikir yang dimaksud antara lain adalah sebagai berikut:
1) Basmalah, lafazh basmalah ialah:
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah
lagi Maha Penyayang”.
2) Hamdalah atau juga disebut Tahmid, lafazhnya ialah:
Artinya : “Segala puji bagi Allah”. 3) Takbir, lafadznya ialah :
Artinya: “Allah Maha Besar”. 4) Tahlil, lafazhnya ialah :
Artinya : “Tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah”.
5) Ta’awwuzh, lafazhnya ialah:
11
Wawancara pribadi dengan Abdul Hakim ( Pembimbing Agama ), Jakarta, 04 April 2011. ( Lampiran 2 )
Artinya : “Saya berlindung kepada Allah dari godaan Syaitan yang terkutuk”.
6) Istigfar, lafazhnya ialah:
Artinya: “Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung”.7) Tasbih, lafazhnya ialah:
Artinya : “Maha Suci Allah”. 8) Hauqalah, lafazhnya ialah :
Artinya : “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah”.
9) Shalawat, lafazhnya ialah :
Artinya: “Ya Allah berikanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi
Muhammad dan keluarganya dan para sahabatnya semua”.
10)Membaca Ayat-ayat Al-Qur’an
Di dalam melakukan zikir dengan ucapan, hati kita hendaknya selalu ingat kepada makna yang terkandung dalam ucapan-ucapan (lafazh-lafazh) yang sedang kita ucapkan itu. Oleh sebab itu kita harus mengetahui makna dari lafazh-lafazh itu.
64
Adapun dalam pelaksanaannya pada bimbingan kelompok adalah sebagai berikut :12
1. Materi bimbingan Islam
Materi yang di sampaikan pembimbing adalah hal-hal yang berkaitan dengan bimbingan mental dan spritual seperti : membaca Al-
Qur’an, Dzikir, kegiatan berjamaah seperti shalat berjamaah, aqidah, fiqih, akhlak dan pengetahuan lainnya.
Pokok-pokok materi yang disampaikan oleh pembimbing bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits Nabi karena kedua sumber ini merupakan pedoman hidup bagi manusia.
2. Media bimbingan Islam
Media yang digunakan dalam proses bimbingan ini adalah ayat- ayat Al-Qur’an Hadits Nabi dan pengetahuan umum yang berkaitan dengan pengetahuan agama. Dan didukung dengan adanya tempat yang nyaman untuk dilaksanakannya bimbingan, adanya pengeras suasa, microfont, dan alat-alat bantu lainnya.
3. Waktu bimbingan Islam
Pelaksanaan bimbingan Islam di Rumah Perlindungan lanjut Usia Jelambar dilaksanakan setiap hari selasa dan kamis pukul 09.00-10.30 WIB. Ini merupakan bimbingan islam yang dilaksanakan secara kelompok atau bersama-sama. Sedangkan untuk bimbingan secara personal tidak dijadwalkan dan sesuai dengan kondisi yang ada.
12
Wawancara Pribadi dengan Siti Murtofingah dan Abdul Hakim, Jakarta, 28 Maret 2011. (Lampiran 1 dan 2 )
4. Tempat bimbingan Islam
Tempat merupakan komponen yang paling mendasar dari suatu aktivitas atau kegiatan bimbingan dan pembinaan. Adapun tempat yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan bimbingan islam di Rumah Perlindungan Lanjut Usia Jelambar yaitu di Aula. Dan untuk bimbingan secara personal tergantung dengan kondisi dan situasi bisa di kamar, mushalla, kantor, ataupun tempat-tempat lainnya yang membuat lansia bisa merasa nyaman ketika melaksanakan bimbingan.
B. Analisis Metode Bimbingan Islam Bagi Lansia dalam Meningkatkan