• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertemuan 1 Pertemuan 2 Tindakan Metode

4.3.7 Analisis Minat Belajar Siswa Siklus 2 a Pertemuan

Hasil minat belajar siswa diperoleh dari hasil lembar observasi dan angket minat siswa pada pertemuan 1 kegiatan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan alat peraga. Untuk mengukur tingkat minat belajar siswa menggunkaan lembar observasi dan angket siswa diambil dari tiap indikator dalam setiap aspek minat belajar dengan menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Dari hasil observasi yang dilakukan dua observer (Guru Kelas 6 dan 4), pembelajaran dengan model problem based learning

berbantuan alat peraga digunakan untuk meningkatkan minat belajara siswa. Hasil pengamatan dan rekapitulasi terdapat pada lampiran 28. Rata – rata dari hasil observasi dua observer disajikan dalam tabel 4.19.

Tabel 4.19

Analisis dan Rekapitulasi Hasil Observasi Minat Belajar Siswa pada Pertemuan 1 Siklus 2

Hasil Frekuensi Presentase Indikator

< 4 6 21%

80% ≥ 4

≥ 4 22 79%

Rata - rata 4,1

Dari tabel 4.19 dapat diketahui ada 6 siswa (21%) belum mencapai indikator dan 22 siswa (79%) sudah mencapai indikator. Jadi hasil observasi minat belajar siswa pada pertemuan 1 belum mencapai indikator yang diharapkan, yaitu 80% siswa mencapai rata – rata minat belajar ≥4. Berdasarkan tabel 4.19 dapat dibuat diagram lingkaran sebagai berikut :

Gambar 4.10 Diagram Presentase Hasil Observasi Minat Belajar Matematika Pertemuan 1 Siklus 2

Pada kondisi pertemuan 1 siklus 2 setelah dilakukan tindakan penelitian dengan model pembelajaran problem based learning berbantuan alat peraga, minat belajar siswa meningkat dari siklus 1.

Hasil angket minat belajar siswa pada pertemuan 1 siklus 2 disajikan pada tabel 4.20. Data analisis dan rekapitulasi hasil angket siswa dilampirkan pada lampiran pada lampiran 29

Tabel 4.20

Analisis dan Rekapitulasi Hasil Angket Minat Belajar Siswa pada Pertemuan 1 Siklus 2

Hasil Frekuensi Presentase Indikator

< 4 5 18%

80% ≥ 4

≥ 4 23 82%

Rata - rata 4,03

Dari tabel 4.20 diketahui ada 5 siswa (18%) belum mencapai indikator dan 23 siswa (82%) sudah mencapai indikator. Jadi hasil angket minat belajar siswa pada pertemuan 1 sudah mencapai indikator yang diharapkan, yaitu 80% siswa mencapai rata – rata minat belajar ≥4. Berdasarkan tabel 4.20 dapat dibuat diagram lingkaran sebagai berikut :

Gambar 4.11 Diagram Presentase Hasil Angket Minat Belajar Matematika Pertemuan 1 Siklus 2

Berdasarkan hasil observasi dan angket minat belajar siswa, maka diperoleh rata – rata hasil minat belajar yang disajikan pada tabel 4.21. Data analisis dan rekapitulasi hasil observasi dan angket siswa dilampirkan pada lampiran pada lampiran 30.

Tabel 4.21

Analisis dan Rekapitulasi Hasil Observasi dan Angket Minat Belajar Siswa pada Pertemuan 1 Siklus 2

Hasil Frekuensi Presentase Indikator

< 4 6 21%

80% ≥ 4

≥ 4 22 79%

Rata - rata 4,05

Dari tabel 4.21 diketahui ada 6 siswa (21%) belum mencapai indikator dan 21 siswa (79%) sudah mencapai indikator. Jadi hasil observasi dan angket minat belajar siswa pada pertemuan 1 belum mencapai indikator yang diharapkan, yaitu 80% siswa mencapai rata – rata minat belajar ≥4. Berdasarkan tabel 4.21 dapat dibuat diagram lingkaran sebagai berikut :

Gambar 4.12 Diagram Presentase Hasil Observasi dan Angket Minat Belajar Matematika Pertemuan 1 Siklus 2

Peneliti memberikan patokan dalam minat belajar siswa, yaitu rata – rata ≥4 kategori baik dan per individu ≥3. Berdasarkan hasil rata – rata akhir minat belajar pada pertemuan 1 siklus 2 belum mencapai patokan dalam pelaksanaan pembelajaran rata-rata ≥4 sebanyak 80% siswa tetapi sudah mencapai indikator ≥ 3 per individu. Terlihat bahwa setelah tindakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem based learning berbantuan alat peraga rata – rata siswa yang berminat terhadap pelajaran matematika meningkat dibandingkan pada siklus 1.

b. Pertemuan 2

Hasil minat belajar siswa diperoleh dari hasil lembar observasi dan angket minat siswa pada pertemuan 2 kegiatan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran problem based learning berbantuan alat peraga. Untuk mengukur tingkat minat belajar siswa menggunkaan lembar observasi dan angket siswa diambil dari tiap indikator dalam setiap aspek minat belajar dengan menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Dari hasil observasi yang dilakukan dua observer (Guru Kelas 6 dan 4), pembelajaran dengan model problem based learning berbantuan alat peraga digunakan untuk meningkatkan minat belajar siswa. Hasil pengamatan dan rekapitulasi terdapat pada lampiran 31. Rata – rata dari hasil observasi dua observer disajikan dalam tabel 4.22.

Tabel 4.22

Analisis dan Rekapitulasi Hasil Observasi Minat Belajar Siswa pada Pertemuan 2 Siklus 2

Hasil Frekuensi Presentase Indikator

< 4 5 18%

80% ≥ 4

≥ 4 23 82%

Rata - rata 4,5

Dari tabel 4.22 dapat diketahui ada 5 siswa (18%) belum mencapai indikator dan 23 siswa (82%) sudah mencapai indikator. Jadi hasil observasi minat belajar siswa pada pertemuan 2 sudah mencapai indikator yang diharapkan, yaitu 80% siswa mencapai rata – rata minat belajar ≥4. Berdasarkan tabel 4.22 dapat dibuat diagram lingkaran sebagai berikut :

Gambar 4.13 Diagram Presentase Hasil Observasi Minat Belajar Matematika Pertemuan 2 Siklus 2

Pada pertemuan 2 siklus 2setelah dilakukan tindakan penelitian dengan model pembelajaran problem based learning berbantuan alat peraga, minat belajar siswa meningkat dari siklus 1.

Hasil angket minat belajar siswa pada pertemuan 2 siklus 2 disajikan pada tabel 4.23. Data analisis dan rekapitulasi hasil angket siswa dilampirkan pada lampiran pada lampiran 32.

Tabel 4.23

Analisis dan Rekapitulasi Hasil Angket Minat Belajar Siswa pada Pertemuan 2 Siklus 2

Hasil Frekuensi Presentase Indikator

< 4 5 18%

80% ≥ 4

≥ 4 23 82%

Rata - rata 4,15

Dari tabel 4.23 diketahui ada 5 siswa (18%) belum mencapai indikator dan 23 siswa (82%) sudah mencapai indikator. Jadi hasil angket minat belajar siswa pada pertemuan 2 sudah mencapai indikator yang diharapkan, yaitu 80% siswa mencapai rata – rata minat belajar ≥4. Berdasarkan tabel 4.23 dapat dibuat diagram lingkaran sebagai berikut :

Gambar 4.14 Diagram Presentase Hasil Angket Minat Belajar Matematika Pertemuan 2 Siklus 2

Berdasarkan hasil observasi dan angket minat belajar siswa, maka diperoleh rata – rata hasil minat belajar yang disajikan pada tabel 4.24. Data analisis dan rekapitulasi hasil observasi dan angket siswa dilampirkan pada lampiran pada lampiran 33.

Tabel 4.24

Analisis dan Rekapitulasi Hasil Observasi dan Angket Minat Belajar Siswa pada Pertemuan 2 Siklus 2

Hasil Frekuensi Presentase Indikator

< 4 5 18%

80% ≥ 4

≥ 4 23 82%

Rata - rata 4,32

Dari tabel 4.23 diketahui ada 5 siswa (18%) belum mencapai indikator dan 23 siswa (82%) sudah mencapai indikator. Jadi hasil observasi dan angket minat belajar siswa pada pertemuan 2 sudah mencapai indikator yang diharapkan, yaitu 80% siswa mencapai rata – rata minat belajar ≥4. Berdasarkan tabel 4.23 dapat dibuat diagram lingkaran sebagai berikut :

Gambar 4.15 Diagram Presentase Hasil Observasi dan Angket Minat Belajar Matematika Pertemuan 2 Siklus 2

Peneliti memberikan patokan dalam minat belajar siswa, yaitu rata – rata ≥4 kategori baik dan per individu ≥3. Berdasarkan hasil rata – rata akhir minat belajar pada pertemuan 2 siklus 2 sudah mencapai patokan dalam pelaksanaan pembelajaran rata-rata ≥4 dan ≥ 3 per individu. Terlihat bahwa setelah tindakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem based learning berbantuan alat peraga rata – rata siswa yang berminat terhadap pelajaran matematika meningkat dibandingkan pada siklus 1.

4.3.8 Analisis Hasil Belajar Siklus 2

Setelah dilaksanakan tindakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem based learning pada pertemuan 1 dan 2. Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus 2 pada pertemuan 3. Berikut merupakan hasil belajar matematika siklus 2. Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM= 65) data hasil belajar matematika siklus 2 disajikan dalam tabel 4.25. Lebih lengkap data data hasil belajar matematika siklus 2 dilampirkan pada lampiran 34.

Tabel 4.25

Analisis dan Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar Matematika pada Siklus 2

Data hasil analisis nilai evaluasi siklus 2, masih ada 5 siswa (18%) yang belum tuntas atau belum memenuhi KKM (≥65) dan 23 siswa (82%) yang tuntas atau sudah memenuhi KKM (≥65). Dari analisis hasil tes pada tabel 4.25 dapat dibuat diagram lingkaran sebagai berikut :

Gambar 4.16 Diagram

Presentase Ketuntasan Hasil Belajar Matematika pada Siklus 2

Berdasarkan diagram 16 hasil analisis yang digambarkan dalam bentuk diagram lingkaran terlihat jelas perbandingan bahwa jumlah siswa yang sudah memenuhi KKM (≥65) sebesar 82%. Sedangkan siswa yang belum memenuhi KKM sebesar 18%. Terlihat bahwa setelah tindakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran problem based learning berbantuan alat peraga presentasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika meningkat dari kondisi awal 32% yang mencapai ketutasan belajar, siklus 1 meningkat menjadi 54%, siklus 2 meningkat menjadi 82%. Jadi pada siklus 2 sudah berhasil mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu ketercapaian KKM pada hasil belajar siswa peneliti memberi patokan 80% dengan memperoleh nilai ≥65.

Hasil Frekuensi Presentase Indikator

< 65 5 18%

80% ≥65

≥ 65 23 82%

c) Refleksi

Hasil refleksi yang dilakukan oleh peneliti terhadap peningkatan minat dan hasil belajar menunjukkan hasil yang baik. Berdasarkan hasil analisis minat dan hasil belajar, yaitu minat belajar secara keseluruhan sesuai dengan indikator dan ketuntasan siswa sudah mencapai 82%. Hasil analisis minat belajar siswa dengan rata-rata 4,05 pada pertemuan 1 siklus 2 dan 4,5 pada pertemuan 2 siklus 2 serta hasil tes siswa pada siklus 2 nilai rata-ratanya adalah 76. Jadi hasil tersebut sudah diatas indikator keberhasilan yang ditentukan, yaitu pada minat belajar siswa rata-rata (≥4) serta KKM ≥65 , sehingga tidak perlu diadakan tindakan siklus berikutnya.

Dibawah ini disajikan pada tabel 4.26 perbandingan tindakan, minat dan hasil belajar pada kondisi awal, siklus 1, siklus 2 sebagai berikut :

Tabel 4.26

Perbandingan Tindakan, Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas 5 SD N 2 Kayugiyang Kondisi Awal, Siklus 1, siklus 2

Variabel Kondisi Awal Siklus 1 Siklus 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 1 Pertemuan 2 Tindakan Metode Konvensional Model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Alat Peraga (3,58 kegiatan guru dan 3,39 kegiatan peserta didik) Model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Alat Peraga (3,88 kegiatan guru dan 3,62 kegiatan peserta didik) Model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Alat Peraga (4,39 kegiatan guru dan 3,84 kegiatan peserta didik) Model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Alat Peraga (4,6 kegiatan guru dan 4,02 kegiatan peserta didik) Minat Belajar 3,31 3,49 3,72 4,05 4,32 Hasil Belajar 55 66 76

4.4 Perbandingan Hasil Minat Belajar Siswa Pada Kondisi Awal, Siklus 1

Dokumen terkait