BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA
C. Analisis Data
3. Analisis Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Metode Inkuir
Kontrol)
Dilakukan analisis minat siswa terhadap pembelajaran yang dibagi
menjadi dua tahap:
a. Setiap pernyataan dalam angket ini memiliki lima pilihan jawaban.
Pilihan jawaban tersebut menggunakan skala Likert. Skala Likert
terdiri dari sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), ragu-ragu
(R), setuju (S) dan sangat setuju (SS). Angket ini merupakan
instrumen yang memuat pernyataan positif dan pernyataan negatif.
Skor yang diberikan siswa terhadap pernyataan-pernyataan dalam
angket ini dibuat dengan ketentuan sebagai berikut:
Tabel 3.6 Pemberian Skor Angket Pernyataan Positif
Pilihan Jawaban Nilai
Sangat Tidak Setuju 1
Setuju 2
Ragu-ragu 3
Setuju 4
Sangat Setuju 5
Tabel 3.7 Pemberian Skor Angket Pernyataan Negatif
Pilihan Jawaban Nilai
Sangat Tidak Setuju 5
Setuju 4
Ragu-ragu 3
Setuju 2
Tabel 3.8 Penggolongan Pernyataan Dalam Angket Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Berdasarkan Kondisi
Setelah didapatkan skor total minat pada setiap siswa kemudian skor
tersebut diberi kategori minat dan dihitung prosentase siswa yang
ada dalam tiap kategori sebagai berikut:
Tabel 3.9 Kategorisasi Minat Siswa Terhadap Pembelajaran
Range Kategori 146 – 173 Sangat tinggi 118 – 145 Tinggi 90 – 117 Cukup 62 – 89 Rendah 34 – 61 Sangat rendah Skor maksimal = 34 x 5 = 170 Skor minimal = 34 x 1 = 34 Banyak kelas = 5 Panjang kelas = 170−34 5 = 136 5 = 27,2 ≈ 28
No. Kondisi Nomor Angket Minat
Pernyataan Positif Pernyataan Negatif
1. Perhatian (Attention) 1, 15, 21, 24, 29 4, 10, 26 2. Relevansi (Relevance) 2, 5, 13, 20, 22, 23, 28 8, 25 3. Percaya diri (Confidence) 3, 6, 11, 27, 30 9, 17 4. Kepuasan (Satisfaction) 7, 12, 14, 16, 18, 19, 32, 33, 34 31
Tabel 3.10 Prosentase Tiap Kategori Minat Range Kategori f(x) % f(x) 146 – 173 Sangat tinggi 118 – 145 Tinggi 90 – 117 Cukup 62 – 89 Rendah 34 – 61 Sangat rendah
b. Menggunakan uj-T untuk 2 group yang independen. Analisis ini
digunakan untuk membandingkan minat siswa yang lebih baik
terhadap pembelajaran antara pembelajaran dengan metode inkuiri
BAB IV
PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Pada bab IV ini, peneliti akan mendeskripsikan tentang pelaksanaan
penelitian, menyajikan dan menganalisis data yang diperoleh selama penelitian
tentang pembelajaran metode inkuri terbimbing pada sub pokok bahasan gaya
apung, serta pembahasan terhadap data yang dianalisis.
A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian 1. Persiapan Penelitian
Sebelum peneliti melaksanakan penelitian, peneliti mempersiapkan
segala kebutuhan yang akan digunakan, seperti mempersiapkan
instrumen yang terdiri dari silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP), lembar kerja siswa (LKS) untuk kelas eksperimen, handout
pembelajaran kelas kontrol, soal pretest, soal posttest, soal tes belajar
fisika aspek proses serta angket minat siswa terhadap pembelajaran.
Selain itu peneliti juga melaksanakan beberapa kegiatan sebelum
penelitian dilaksanakan. Jadwal kegiatan persiapan penelitian dapat
dilihat dalam tabel 4.1.
Tabel 4.1 Kegiatan Persiapan Penelitian
No. Hari, tanggal Kegiatan Tempat
1.
Pertengahan Bulan Maret- April 2013
Meminta izin secara lisan pada sekolah yang dijadikan tempat penelitian
Bertemu dengan guru fisika kelas VIII
SMP Pius Pekalongan
No. Hari, tanggal Kegiatan Tempat untuk mendiskusi kan waktu penelitian
dan rencana kegiatan penelitian
Observasi pembelajaran fisika yang dilaksanakan di sekolah.
2. Kamis, 16-17 Mei 2013
Konsultasi pembuatan LKS pada guru fisika yang mengampu
Validitas soal pretest dan posttest oleh guru fisika
SMP Pius Pekalongan
3. Senin, 20 Mei 2013
Validitas butir soal angket (Uji coba angket yang pertama)
Kelas VII D tahun ajaran 2012/2013 SMP Joannes Bosco Yogyakarta 4. Kamis, 30 Mei 2013
Validitas butir soal angket (Uji coba angket yang kedua)
Kelas VIII C tahun ajaran 2012/2013 SMP Pius Pekalongan
Validitas soal pretest dan posttest oleh dosen fisika Universitas Sanata Dharma 5. Selasa dan Rabu, 11 dan 12 Juni 2013
Validitas soal pretest dan posttest oleh dosen fisika Universitas Sanata Dharma 6. Rabu, 31 Juli 2013
Validitas butir soal (Uji coba mengerjakan soal posttest)
Kelas IX B tahun ajaran 2013/2014 SMP Pius Pekalongan
Sebelum instrumen digunakan dalam penelitian, dilakukan uji
validitas dan reliabilitas. Analisis uji validitas dan reliabilitas dapat
dilihat dalam lampiran B.
2. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Pius Pekalongan pada semester
gasal tahun ajaran 2013/2014. Kelas yang digunakan sebagai kelas
eksperimen adalah kelas VIII D dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol
dan 13 siswa perempuan. Peneliti berperan sekaligus sebagai guru yang
mengajar di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jadwal kegiatan
penelitian disesuaikan dengan jadwal pembelajaran fisika pada kelas
yang digunakan dalam penelitian. Jadwal kegiatan pembelajaran dapat
dilihat dalam tabel 4.2 dan 4.3.
Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan Pembelajaran Kelas Kontrol (VIII E) Nama
Kegiatan Hari, tanggal Kegiatan
Keterangan (1 JP = 40 menit) Pertemuan I Jumat, 6 September 2013 Perkenalan Mengerjakan Pretest 2 JP Pertemuan II Senin, 9 September 2013 Pembelajaran pertama
(Penjelasan materi gaya apung dan penjelasan langkah-langkah proses sains yang dikenal dengan metode ilmiah). 2 JP Pertemuan III Jumat, 13 September 2013 Pembelajaran kedua
(Penjelasan materi terapung, melayang, tenggelam dan siswa mengerjakan latihan-latihan soal).
2 JP Pertemuan IV Senin, 16 September 2013
Mengerjakan tes belajar fisika aspek
proses 2 JP Pertemuan V Jumat, 20 September 2013 Mengerjakan Posttest
Mengerjakan angket minat 2 JP
Tabel 4.3 Jadwal Kegiatan Pembelajaran Kelas Eksperimen (VIII D)
Nama
Kegiatan Hari, tanggal Kegiatan
Keterangan (1 JP = 40 menit) Pertemuan I Jumat, 6 September 2013 Perkenalan Mengerjakan Pretest 2 JP Pertemuan II Senin, 9 September 2013
Pembagian kelompok eksperimen
Nama
Kegiatan Hari, tanggal Kegiatan
Keterangan (1 JP = 40 menit) Pertemuan III Jumat, 13 September 2013 Pembelajaran kedua (LKS 2) 2 JP Pertemuan IV Senin, 16 September 2013
Mengerjakan tes belajar fisika aspek
proses 2 JP Pertemuan V Jumat, 20 September 2013 Mengerjakan Posttest
Mengerjakan angket minat 2 JP
Peneliti mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran fisika materi gaya
apung pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebagai berikut:
a. Pembelajaran pertama untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol
dilaksanakan pada hari Senin, 9 September 2013. Pada kelas
eksperimen pembelajaran dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB
dengan diawali pembagian kelompok eksperimen. Pembagian
kelompok ini berdasarkan rekomendasi dari guru fisika yang
mengajar kelas eksperimen sehingga kemampuan siswa dalam
kelompok dibagi secara merata. Siswa mengerjakan seluruh
rangkaian kegiatan yang ada pada LKS 1 dengan rincian kegiatan
pertama sebagai apersepsi dengan memasukkan bola pingpong ke
dalam zat cair lalu siswa diminta menekan bola tersebut dan
menceritakan apa yang mereka rasakan saat bola pingpong ditekan
didalam air. Kegiatan ini bertujuan agar siswa dapat mengetahui
adanya gaya yang bekerja pada benda didalam zat cair yang
kegiatan kedua, siswa melakukan kegiatan untuk membuktikan gaya
apung pada hukum Archimedes. Pada kegiatan kedua ini, siswa
menuliskan rumusan hipotesis atau dugaan jawaban dari
permasalahan yang ada, merumuskan variabel, melaksanakan
percobaan untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan,
menganalis data dengan menjawab pertanyaan yang diberikan dan
menarik kesimpulan. Kendala dalam melaksanakan kegiatan ini
adalah saat siswa merumuskan variabel, siswa kesulitan
mengerjakan karena belum pernah mengerjakan kegiatan ini,
sehingga peneliti membimbing siswa dalam menjelaskan masing-
masing variabel, dan membimbing siswa dalam memberi nama alat
dan bahan yang sudah tersedia pada masing-masing kelompok.
Pembelajaran pada kelas kontrol dilaksanakan pada pukul 10.40
WIB. Siswa mendengarkan penjelasan gaya apung dan penjelasan
tentang langkah-langkah proses sains yang dikenal dengan metode
ilmiah kemudian siswa mengerjakan latihan soal gaya apung yang
diberikan oleh peneliti.
b. Pembelajaran kedua untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol
dilaksanakan pada hari Jumat, 13 September 2013. Pada kelas
eksperimen, pembelajaran dilaksanakan pukul 09.00 WIB. Peneliti
mengarahkan siswa untuk menempatkan diri pada pada kelompok
yang telah dibagi pada pembelajaran pertama. Pembelajaran diawali
Pada pembelajaran ini siswa dilatih untuk merumuskan
permasalahan dari gambar yang telah disediakan. Siswa juga belajar
membuat dugaan jawaban dari pertanyaan yang telah mereka
rumuskan, kemudian siswa mengidentifikasi variabel percobaan,
mengidentifikasi alat dan bahan percobaan, melaksanakan
ekperimen, menganalisis data. Dalam menjawab pertanyaan pada
LKS, siswa mengalami kesulitan dalam menggambar gaya-gaya
yang bekerja pada saat benda terapung, melayang, tenggelam. Hal
ini mungkin karena siswa belum memahami tentang konsep gaya
yang dipelajari pada materi sebelumnya sehingga peneliti
membimbing siswa untuk menggambar gaya yang bekerja.
Kemudian siswa membuat kesimpulan atas kegiatan yang telah
mereka lakukan. Pembelajaran kedua di kelas kontrol dilaksanakan
pada pukul 11.20 WIB. Siswa mendengarkan penjelasan materi
terapung, melayang, tenggelam yang diberikan peneliti dan siswa
mengerjakan latihan soal terapung, melayang, tenggelam dan latihan
menggunakan metode ilmiah, kemudian peneliti membahas jawaban
dari latihan soal yang dikerjakan siswa.
B. Penyajian Data
Penyajian data dibagi menjadi tiga, yakni hasil belajar fisika aspek
produk, hasil belajar fisika aspek proses, dan minat siswa terhadap
1. Hasil Belajar Fisika Aspek Produk
Hasil belajar fisika aspek produk meliputi hasil pretest dan posttest.
Pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol dilaksanakan pada hari Jumat,
6 September 2013. Posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen
dilaksanakan pada hari Jumat, 20 September 2013 dan didapatkan
hasilnya sebagai berikut:
Tabel 4.4 Hasil Belajar Fisika Aspek Produk Kelas Kontrol
Nama Pretes Posttest
Skor Nilai Skor Nilai
Siswa 1 - - 71 58,68 Siswa 2 0 0 18 14,88 Siswa 3 22 18,80 101 83,47 Siswa 4 1 0,85 96 79,34 Siswa 5 26 22,22 88 72,73 Siswa 6 3 2,56 37 30,58 Siswa 7 9 7,69 58 47,93 Siswa 8 0 0 42 34,71 Siswa 9 37 31,62 105 86,78 Siswa 10 10 8,55 90 74,38 Siswa 11 30 25,64 113 93,39 Siswa 12 0 0 45 37,19 Siswa 13 19 16,24 80 66,12 Siswa 14 17 14,53 49 40,50 Siswa 15 3 2,56 25 20,66 Siswa 16 21 17,95 105 86,78 Siswa 17 4 3,42 39 32,23 Siswa 18 12 10,26 93 76,86 Siswa 19 6 5,13 44 36,36 Siswa 20 11 9,40 58 47,93 Siswa 21 14 11,97 65 53,72 Siswa 22 11 9,40 101 83,47 Siswa 23 4 3,42 46 38,02 Siswa 24 8 6,84 47 38,84 Siswa 25 21 17,95 103 85,12
Tabel 4.5. Hasil Belajar Fisika Aspek Produk Kelas Eksperimen
Nama Pretes Posttes
Skor Nilai Skor Nilai
Siswa 1 0 0 80 66,12 Siswa 2 15 12,82 95 78,51 Siswa 3 20 17,09 115 95,04 Siswa 4 18 15,38 108 89,26 Siswa 5 26 22,22 117 96,69 Siswa 6 0 0 80 66,12 Siswa 7 29 24,79 112 92,56 Siswa 8 6 5,13 76 62,81 Siswa 9 18 15,38 93 76,86 Siswa 10 13 11,11 121 100 Siswa 11 13 11,11 115 95,04 Siswa 12 0 0 72 59,50 Siswa 13 5 4,27 52 42,98 Siswa 14 0 0 57 47,11 Siswa 15 23 19,66 90 74,38 Siswa 16 24 20,51 94 77,69 Siswa 17 14 11,97 100 82,64 Siswa 18 0 0 73 60,33 Siswa 19 6 5,13 - - Siswa 20 3 2,56 88 72,73 Siswa 21 14 11,97 107 88,43 Siswa 22 6 5,13 36 29,75 Siswa 23 - - 48 39,67 Siswa 24 8 6,84 91 75,21 Siswa 25 16 13,68 113 93,39 Keterangan:
Seluruh data yang diarsir tidak dimasukkan ke dalam analisis data. Yang
dimasukkan ke dalam analisis data adalah siswa yang mengerjakan
pretest, posttest, tes belajar fisika aspek proses dan minat siswa terhadap
2. Hasil Belajar Fisika Aspek Proses
Tes belajar fisika aspek proses dilaksanakan pada hari Senin, 16
September 2013. Data hasil belajar fisika aspek proses pada kelas kontrol
dan eksperimen dapat dilihat dalam tabel 4.6 dan 4.7.
Tabel 4.6 Hasil Belajar Fisika Aspek Proses Kelas Kontrol
Nama Item Soal Skor
Total Nilai 1 2 3 4 5 Siswa 1 0 6 1 0 0 7 14 Siswa 2 2 4 1 2 1 10 20 Siswa 3 3 4 2 10 6 25 50 Siswa 4 0 6 0 10 6 22 44 Siswa 5 2 2 0 10 10 24 48 Siswa 6 2 4 1 2 1 10 20 Siswa 7 - - - - - - - Siswa 8 3 4 1 10 1 19 38 Siswa 9 3 6 1 10 1 21 42 Siswa 10 7 4 0 10 1 22 44 Siswa 11 7 2 1 10 1 21 42 Siswa 12 5 4 1 1 1 12 24 Siswa 13 2 4 1 10 10 27 54 Siswa 14 0 6 5 10 0 21 42 Siswa 15 3 6 4 10 0 23 46 Siswa 16 5 4 0 10 1 20 40 Siswa 17 1 2 0 0 1 4 8 Siswa 18 9 6 1 10 0 26 52 Siswa 19 2 4 1 2 1 10 20 Siswa 20 4 6 1 1 1 13 26 Siswa 21 2 6 4 10 6 28 56 Siswa 22 3 6 0 7 0 16 32 Siswa 23 6 6 1 10 1 24 48 Siswa 24 1 6 1 0 0 8 16 Siswa 25 8 8 7 10 6 39 78
Tabel 4.7 Hasil Belajar Fisika Aspek Proses Kelas Eksperimen
Nama Skor Tiap Proses Skor
Total Nilai 1 2 3 4 5 Siswa 1 4 4 1 10 6 25 50 Siswa 2 6 6 2 10 10 34 68 Siswa 3 9 6 3 10 6 34 68 Siswa 4 1 8 2 10 0 21 42 Siswa 5 5 6 2 10 1 24 48 Siswa 6 7 6 1 10 6 30 60 Siswa 7 9 10 10 10 10 49 98 Siswa 8 1 9 1 10 6 27 34 Siswa 9 7 6 1 10 0 24 48 Siswa 10 10 10 7 10 0 37 74 Siswa 11 10 10 1 10 10 41 82 Siswa 12 0 4 1 1 0 6 12 Siswa 13 2 6 1 1 1 11 22 Siswa 14 0 6 1 1 1 9 18 Siswa 15 10 10 9 10 10 49 98 Siswa 16 6 8 1 10 6 31 62 Siswa 17 10 8 10 10 10 48 96 Siswa 18 1 8 1 1 1 12 24 Siswa 19 - - - - Siswa 20 6 8 1 10 6 31 62 Siswa 21 9 10 1 10 6 36 72 Siswa 22 0 4 1 10 1 16 32 Siswa 23 1 6 1 10 6 24 48 Siswa 24 10 10 7 10 10 47 94 Siswa 25 10 10 10 10 1 41 82 Keterangan:
Soal 1: mengidentifikasi variabel, soal 2: mengidentifikasi alat dan
bahan, soal 3: menentukan langkah percobaan, soal 4: menganalisis data
3. Minat Siswa Terhadap Pembelajaran
Data seluruh skor minat siswa terhadap pembelajaran dapat dilihat
dalam lampiran E.1 dan E.2 sedangkan data skor total minat siswa dapat
dilihat dalam tabel 4.8.
Tabel 4.8 Skor Total Skor Minat Siswa Tehadap Pembelajaran Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Nama Skor Total Minat Siswa Kelas Kontrol
Skor Total Minat Siswa Kelas Eksperimen Siswa 1 99 117 Siswa 2 122 136 Siswa 3 82 125 Siswa 4 97 107 Siswa 5 95 150 Siswa 6 126 138 Siswa 7 100 139 Siswa 8 128 117 Siswa 9 139 108 Siswa 10 98 142 Siswa 11 96 147 Siswa 12 105 131 Siswa 13 108 148 Siswa 14 132 127 Siswa 15 77 137 Siswa 16 101 148 Siswa 17 69 116 Siswa 18 97 124 Siswa 19 114 - Siswa 20 121 131 Siswa 21 125 129 Siswa 22 118 121 Siswa 23 137 147 Siswa 24 99 132 Siswa 25 110 136
C. Analisis Data
1. Hasil Belajar Fisika Aspek Produk antara Pembelajaran Metode Inkuiri Terbimbing (Kelas Eksperimen) dan Metode Ceramah (Kelas Kontrol)
Hasil uji-T pretest-pretest antara pembelajaran kelas kontrol dan
kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.9.
Hipotesis Uji-T:
Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal kemampuan
awal antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal kemampuan awal
antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Analisis:
Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Ho diterima; dan jika harga sig. (2-
tailed) < 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima.
Tabel 4.9 Hasil Uji-T Pretest-Pretest Pembelajaran Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Pretest Nilai Rata-rata Kelas Sig. (2-tailed) Hasil Analisis Kontrol Eksperimen
Hasil Belajar Fisika Aspek Produk
10,4048 10,0704 0,893
Tidak berbeda
Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh harga sig (2-tailed) =
0,893 > α = 0,05 maka Ho diterima, yang berarti bahwa dalam hasil uji-T tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kemampuan awal antara
pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen. Menunjukkan bahwa
pada awalnya kemampuan kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah
sama.
Hasil uji-T dari pretest ke posttest pada pembelajaran kelas kontrol
dan kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.10.
Hipotesis uji-T:
Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar fisika
aspek produk sebelum dan sesudah pembelajaran
Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar fisika aspek
produk sebelum dan sesudah pembelajaran
Analisis:
Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Ho diterima; dan jika harga sig. (2-
tailed) < 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima.
Tabel 4.10 Hasil Uji-T Pretest Ke Posttest Pembelajaran Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Pretest ke Posttest Kelas Nilai Rata-rata Sig. (2-
tailed)
Hasil Analisis Pretest Posttest
Hasil Belajar Fisika Aspek Produk
Kontrol 10,4048 57,1330 0,000 Berbeda
Dari perhitungan tersebut diperoleh harga sig (2-tailed) = 0,000 < α
= 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa dalam hasil
uji-T terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara sebelum dan
sesudah pembelajaran pada pembelajaran di kelas kontrol maupun di
kelas eksperimen.
Hasil uji-T posttest antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas
eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.11.
Hipotesis uji-T:
Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar fisika
aspek produk antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar fisika aspek
produk antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Analisis:
Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Ho diterima; dan jika harga sig. (2-
Tabel 4.11 Hasil Uji-T Posttest-Posttest Pembelajaran Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Posttest Nilai Rata-rata Sig. (2- tailed) Hasil Analisis Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Hasil Belajar Fisika
Aspek Produk
57,1330 74,9196 0,009 Berbeda
Dari perhitungan tersebut diperoleh harga sig (2-tailed) = 0,009 < α = 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa dalam hasil
uji-T terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar fisika aspek produk
antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen.
2. Analisis Hasil Belajar Fisika Aspek Proses antara Pembelajaran Metode Inkuiri Terbimbing (Kelas Eksperimen) dan Metode Ceramah (Kelas Kontrol)
Hasil belajar fisika aspek proses dianalisis melalui skor tiap proses
sains, dengan hipotesis sebagai berikut:
Hipotesis uji-T:
Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal proses sains
siswa antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen.
Hi : Terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal proses sains siswa
Analisis:
Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Ho diterima; dan jika harga sig. (2-
tailed) < 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima.
a. Mengidentifikasi Variabel (Variabel Kontrol, Variabel Bebas, dan Variabel Terikat)
Hasil uji-T proses siswa dalam mengidentifikasi variabel
antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat
pada tabel 4.12.
Tabel 4.12 Hasil Uji-T Proses Mengidentifikasi Variabel antara Pembelajaran Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Skor Rata-rata Proses Mengidentifikasi Variabel
Sig. (2-tailed) Hasil Analisis Kelas Kontrol Kelas
Eksperimen
3,4783 5,7826 0,021 Berbeda
Dari perhitungan statistik tersebut diperoleh harga sig (2-tailed) =
0,021 < α = 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa dalam uji-T terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal
proses siswa untuk mengidentifikasi variabel antara pembelajaran
b. Mengidentikasi Alat dan Bahan Percobaan
Hasil uji-T proses siswa mengidentifikasi alat dan bahan
percobaan antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen
dapat dilihat pada tabel 4.13.
Tabel 4.13 Hasil Uji-T Proses Mengidentifikasi Alat dan Bahan Percobaan antara Pembelajaran Kelas Kontrol dan Kelas
Eksperimen Skor Rata-rata Proses
Mengidentifikasi Alat dan Bahan
Percobaan Sig. (2-tailed)
Hasil Analisis Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
4,7826 7,5217 0,000 Berbeda
Dari perhitungan statistik tersebut diperoleh:
Harga sig (2-tailed) = 0,000 < α = 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa dalam hasil uji-T terdapat perbedaan
yang signifikan dalam hal proses siswa mengidentifikasi alat dan
bahan percobaan antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas
eksperimen.
c. Menentukan Langkah-langkah Percobaan
Hasil uji-T proses siswa menentukan langkah-langkah
percobaaan antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen
Tabel 4.14 Hasil Uji-T Proses Menentukan Langkah Percobaan antara Pembelajaran Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Skor Rata-rata Proses Menentukan
Langkah Percobaan Sig. (2-tailed)
Hasil Analisis Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
1,4783 3,2609 0,035 Berbeda
Dari perhitungan statistik tersebut diperoleh harga sig (2-tailed) =
0,035 < α = 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa dalam hasil uji-T terdapat perbedaan yang signifikan proses
siswa untuk menentukan langkah percobaan antara pembelajaran
kelas kontrol dan kelas eksperimen.
d. Menganalisis Data
Hasil uji-T proses siswa menganalisis data percobaan antara
pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada
tabel 4.15.
Tabel 4.15 Hasil Uji-T Proses Menganalisis Data antara Pembelajaran Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Skor Rata-rata Proses Menganalisis
Data Sig. (2-tailed) Hasil Analisis Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
7,1739 8,4348 0,271 Tidak
Dari perhitungan tersebut diperoleh harga sig (2-tailed) = 0,271 > α
= 0,05 maka Ho diterima, yang berarti bahwa dalam hasil uji-T tidak
ada perbedaan signifikan proses siswa menganalisis data percobaan
antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen.
e. Menarik kesimpulan
Hasil uji-T proses siswa menarik kesimpulan dari percobaan
antara pembelajaran di kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat
dilihat pada tabel 4.16.
Tabel 4.16 Hasil Uji-T Proses Menarik Kesimpulan antara Pembelajaran Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Skor Rata-rata Proses Menarik
Kesimpulan Sig. (2-tailed)
Hasil Analisis Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
2,4348 4,6957 0,039 Berbeda
Dari perhitungan tersebut diperoleh harga sig (2-tailed) = 0,039 < α = 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa dalam
hasil uji-T terdapat perbedaan yang signifikan proses siswa untuk
menarik kesimpulan dari percobaan antara pembelajaran kelas
Dari skor tiap proses kemudian diperoleh nilai dari tes belajar fisika
aspek proses, kemudian nilai tersebut juga di uji dengan uji-T dan
didapatkan hasil uji-T yang dapat dilihat pada tabel 4.17.
Tabel 4.17 Hasil Uji-T Hasil Belajar Fisika Aspek Proses antara Pembelajaran Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen Nilai Rata-rata Hasil Belajar Fisika
Aspek Proses Kelas Sig. (2-tailed) Hasil Analisis Kontrol Eksperimen
38,6957 59,3913 0,002 Berbeda
Dari perhitungan tersebut diperoleh harga sig (2-tailed) = 0,002 < α = 0,05 maka Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti bahwa dalam hasil
uji-T terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal hasil belajar fisika
aspek proses antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas eksperimen.
3. Analisis Minat Siswa antara Pembelajaran Metode Inkuiri Terbimbing (Kelas Eksperimen) dan Metode Ceramah (Kelas Kontrol)
Setelah diberi skor kemudian diperoleh skor total minat siswa,
kemudian skor tersebut di kategorikan sesuai dengan tabel 3.9 sebagai
Tabel 4.18 Kategorisasi Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Kelas Kontrol
Nama Skor Total Kategori
Siswa 2 122 Tinggi Siswa 3 82 Rendah Siswa 4 97 Cukup Siswa 5 95 Cukup Siswa 6 126 Tinggi Siswa 8 128 Tinggi Siswa 9 139 Tinggi Siswa 10 98 Cukup Siswa 11 96 Cukup Siswa 12 105 Cukup Siswa 13 108 Cukup Siswa 14 132 Tinggi Siswa 15 77 Rendah Siswa 16 101 Cukup Siswa 17 69 Rendah Siswa 18 97 Cukup Siswa 19 114 Cukup Siswa 20 121 Tinggi Siswa 21 125 Tinggi Siswa 22 118 Tinggi Siswa 23 137 Tinggi Siswa 24 99 Cukup Siswa 25 110 Cukup
Setelah diperoleh skor total minat tiap siswa kemudian dihitung
prosentase tiap kategori minat siswa yang dapat dilihat dalam tabel 4.19
Tabel 4.19 Prosentase Tiap Kategori Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Kelas Kontrol
Interval Kategori f(x) % 146 – 173 Sangat tinggi 0 0 118 – 145 Tinggi 9 39,13 90 – 117 Cukup 11 47,83 62 – 89 Rendah 3 13,04 34 – 61 Sangat rendah 0 0
Dari hasil perhitungan dalam tabel 4.19, minat siswa terhadap
pembelajaran di kelas kontrol dengan metode ceramah diperoleh sebesar
47,83% siswa berminat cukup; 39,13% siswa berminat tinggi; dan
13,04% siswa berminat rendah. Sehingga kesimpulannya minat siswa
terhadap pembelajaran metode ceramah memiliki minat yang cukup.
Hasil analisis minat siswa terhadap pembelajaran kelas eksperimen
dapat dilihat dalam tabel 4.20 dan 4.21.
Tabel 4.20 Kategorisasi Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Kelas Eksperimen
Nama Skor Total Kategori
Siswa 1 117 Cukup
Siswa 2 136 Tinggi
Siswa 3 125 Tinggi
Siswa 4 107 Cukup
Siswa 5 150 Sangat tinggi
Siswa 6 138 Tinggi
Siswa 7 139 Tinggi
Siswa 8 117 Cukup
Siswa 9 108 Cukup
Nama Skor Total Kategori
Siswa 11 147 Sangat tinggi
Siswa 12 131 Tinggi
Siswa 13 148 Sangat tinggi
Siswa 14 127 Tinggi
Siswa 15 137 Tinggi
Siswa 16 148 Sangat tinggi
Siswa 17 116 Cukup Siswa 18 124 Tinggi Siswa 20 131 Tinggi Siswa 21 129 Tinggi Siswa 22 121 Tinggi Siswa 24 132 Tinggi Siswa 25 136 Tingi
Tabel 4.21 Prosentase Tiap Kategori Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Kelas Eksperimen
Interval Kategori f(x) % 146 – 173 Sangat tinggi 4 17,39 118 – 145 Tinggi 14 60,87 90 – 117 Cukup 5 21,74 62 – 89 Rendah 0 0 34 – 61 Sangat rendah 0 0
Dari hasil perhitungan dalam tabel 4.21, minat siswa terhadap
pembelajaran metode inkuiri terbimbing diperoleh sebesar 60,87% siswa
berminat tinggi; 21,74% siswa berminat cukup dan 17,39% siswa
berminat sangat tinggi. Jadi, dapat disimpulkan minat siswa terhadap
pembelajaran metode inkuiri terbimbing di kelas eksperimen memiliki
Dari skor total minat yang diperoleh kemudian dilakukan analisis
menggunakan SPSS untuk mengetahui minat yang lebih baik antara
pembelajaran metode inkuiri terbimbing dan pembelajaran metode
ceramah. Analisis dilakukan dengan uji-T untuk 2 kelompok independen,
dan didapatkan hasilnya sebagai berikut:
Tabel 4.22 Hasil Uji-T Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen
Rata-rata pada Skor Total
Sig. (2-tailed)
Hasil Analisis Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
108,5217 130,6957 0,000 Berbeda
Hipotesis uji-T:
Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal minat siswa
terhadap pembelajaran antara pembelajaran kelas kontrol dan kelas