• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.2.2 Analisis Minyak Atsiri Rimpang Jahe Emprit

1. Puncak dengan RT 6,975 menit merupakan senyawa dengan rumus molekul C10H16 data spektrum menunjukkan ion molekul 136. Dengan membandingkan data spektrum yang diperoleh dengan data spektrum library, yang lebih mendekati adalah Camphene sebanyak 2,33% .

Gambar 4.4. Spektrum massa minyak atsiri jahe emprit dengan RT 6,974 menit

Spektrum massa memberikan puncak ion molekul pada m/z 136 yang merupakan berat molekul camphene. Data ini didukung oleh analisis FT-IR yaitu puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 1720,5 – 1604,17 cm-1 menunjukkan gugus fungsi alkena dengan puncak sedang menunjukkan adanya vibrasi ikatan rangkap C=C dan pada bilangan gelombang 2924,09 – 2870,08 cm-1 puncak kuat menunjukkan adanya vibrasi ikatan C-H. Me Me CH2 +. (C10H16)+ m/z 136

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 121 sebagai hasil terlepasnya radikal CH3 dari (C10H16)+ Me CH2 + (C9H13)+ m/z 121

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 93 sebagai hasil terlepasnya C2H4 dari (C9H13)+ CH2 + (C7H9)+ m/z 93

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 41 sebagai hasil lepasnya C4H4 dari (C7H9)+

(CH2=CH-CH2)+

(C3H5)+ m/z 41

2. Puncak dengan RT 8,008 menit merupakan senyawa dengan rumus molekul C8H14O. Data spektrum massa menunjukkan ion molekul 126. Dengan membandingkan data spektrum yang diperoleh dengan spektrum pada library yang lebih mendekati adalah 5-Hepten-2-one,6-metyl sebanyak 2,39%.

Spektrum massa memberikan puncak ion molekul pada m/z 126 yang merupakan berat molekul 5-Hepten-2-one,6-metyl. Data ini didukung oleh analisis FT-IR yaitu puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 1720,5 – 1604,17 cm-1 menunjukkan gugus fungsi alkena dengan puncak sedang menunjukkan adanya vibrasi ikatan rangkap C=C dan pada bilangan gelombang 1720,50 cm-1 menunjukkan gugus fungsi keton dengan adanya vibrasi ikatan C=O.

o +.

(C8H14O)+ m/z 126

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 108 sebagai hasil terlepasnya H2O dari (C8H14O)+

+

C

.

(C8H12)+ m/z 108

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 69 sebagai hasil terlepasnya C3H3 dari (C8H12)+

+

CH2

(C5H9)+ m/z 69

Selanjutnya diikuti fragmen 5m/z 43 sebagai hasil terlepasnya C2H2 dari (C5H9)+ (CH3CHCH3)+

(C3H7)+ m/z 43

3. Puncak dengan RT 9,057 menit merupakan senyawa dengan rumus molekul C10H18O. Data spektrum massa menunjukkan ion molekul 154. Dengan

membandingkan data spektrum yang diperoleh dengan data spektrum pada library yang mendekati adalah 1,8-Cineole sebanyak 5,27%.

Gambar 4.6. Spektrum massa minyak atsiri jahe emprit dengan RT 9,057 menit

Spektrum massa memberikan puncak ion molekul pada m/z 154 yang merupakan berat molekul 1,8-Cineole. Data ini didukung oleh analisis FT-IR yaitu puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 1234,44 – 1033,85 cm-1 puncak sedang menunjukkan adanya vibrasi ikatan C-O dan bilangan gelombang 1450,47-1033,85 cm-1 puncak sedang menunjukkan adanya vibrasi ikatan CH3.

o Me Me Me +. (C10H18O)+ m/z 154

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 139 sebaga hasil terlepasnya radikal CH3 dari (C10H18O)+

o

Me Me

(C9H15O)+ m/z 139

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 125 sebagai hasil terlepasnya CH2 dari (C9H15O)+

o Me Me + (C8H13O)+ m/z 125

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 108 sebagai hasil terlepasnya OH dari (C8H13O)+

+

Me Me

(C8H12)+ m/z 108

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 43 sebagai hasil terlepasnya C5H5 dari (C8H12)+

(CH3CHCH3)+ (C3H7)+

m/z 43

4. Puncak dengan RT 13,105 menit merupakan senyawa dengan rumus molekul C10H20O. Data spektrum massa menunjukkan ion molekul 156. Dengan membandingkan data spektrum yang lebih mendekat yang diperoleh dengan data spektrum pada library yang lebih mendekati adalah Citronellol sebanyak 3,95%.

Gambar 4.7.Spektrum massa minyak atsiri jahe emprit dengan RT 13,105 menit

Spektrum massa memberikan puncak ion molekul pada m/z 156 yang merupakan berat molekul 6-Okten-1-ol3,7-dimethyl. Data ini didukung oleh analisis FT-IR yaitu puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 1720,5 – 1604,17 cm-1 menunjukkan gugus alkena dengan puncak sedang menunjukkan adanya vibrasi ikatan rangkap C=C dan daerah bilangan gelombang 3402,43 cm-1 menunjukkan gugus fungsi alkohol dengan puncak melebar menunjukkan adanya vibrasi ulur –OH.

+

OH

.

(C10H20O)+ m/z 156

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 138 sebagai hasil terlepasnya H2O dari (C10H20O)+

+.

(C10H18)+ m/z 138

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 123 sebagai hasil terlepasnya radikal CH3 dari (C10H18)+

+

(C9H15)+ m/z 123

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 41 sebagai hasil terlepasnya C6H10 dari (C9H15)+

(CH2=C-CH3)+

( C3H5)+ m/z 41

5. Puncak dengan RT 14,142 menit merupakan senyawa dengan rumus molekul C11H22O. Data spektrum massa menunjukkan ion molekul 170. Dengan membandingkan data spektrum yang diperoleh dengan data spektrum pada library yang lebih mendekati adalah 2-Undecanone sebanyak 2,09%.

Spektrum massa memberikan puncak ion molekul pada m/z 170 yang merupakan berat molekul 2-Undecanone. Data ini didukung oleh analisis FT-IR yaitu puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 1720,50 cm-1 menunjukkan adanya vibrasi ikatan rangkap C=O menunjukkan gugus fungsi keton dan bilangan gelombang 1450,47-1033,85 cm-1 puncak sedang menunjukkan adanya vibrasi ikatan CH3.

+

O .

(C11H22O)+ m/z 170

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 155 sebagai hasil terlepasnya radikal CH3 dari (C11H20O)+

O

+

(C10H19O)+ m/z 155

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 127 sebagai hasil terlepasnya C2H4 dari (C10H19O)+

+

O

(C8H15O)+ m/z 127

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 58 sebagai hasil terlepasnya C5H9 dari (C8H15O)+

CH3-C-CH3

O

(C3H6O)+ m/z 58

6. Puncak dengan RT 17,067 menit merupakan senyawa dengan rumus molekul C15H22. Data spektrum massa menunjukkan ion molekul 202. Dengan membandingkan data spektrum yang diperoleh dengan data spektrum pada library yang lebih mendekati adalah Benzene,1-(1,5-dimetyl-4-hexenyl sebanyak 11,81%.

Gambar 4.9. Spektrum massa minyak atsiri jahe emprit dengan RT 17,067 menit

Spektrum massa memberikan puncak ion molekul pada m/z 202 yang merupakan berat molekul Benzene,1-(1,5-dimetyl-4-hexenyl. Data ini didukung oleh analisis FT-IR yaitu puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 1720,5 – 1604,17 cm-1 puncak sedang menunjukkan adanya vibrasi ikatan rangkap C=C dan daerah bilangan gelombang 2924,09 – 2870,08 cm-1 puncak kuat menunjukkan adanya vibrasi ikatan C-H. H3C C-CH2-CH2-CH=C CH3 CH3 CH3 H +. (C15H22)+ m/z 202

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 187 sebagai hasil terlepasnya radikal CH3 dari (C15H22)+

H3C C-CH2-CH2-CH=C CH3 CH3 H + (C14H19)+ m/z 187

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 145 sebagai hasil terlepasnya C3H6 dari (C14H19)+

H3C C-CH=CH CH3 H + (C11H13)+ m/z 145

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 119 sebagai hasil terlepasnya C2H2 dari (C11H13)+

H3C C CH3 H + (C9H11)+ m/z 119

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 41 sebagai hasil terlepasnya C6H6 dari (C9H11)+

(CH2=CHCH2)+

(C3H5)+ m/z 41

7. Puncak dengan RT 17,271 menit merupakan senyawa dengan rumus molekul C15H24. Data spektrum massa menunjukkan ion molekul 204. Dengan membandingkan data spektrum yang diperoleh dengan data spektrum pada library yang lebih mendekati adalah Zingiberen sebanyak 15,42%.

Gambar 4.10. Spektrum massa minyak atsiri jahe emprit dengan RT 17,271 menit

Spektrum massa memberikan puncak ion molekul pada m/z 204 yang merupakan berat molekul Zingiberene. Data ini didukung oleh analisis FT-IR yaitu puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 1720,5 – 1604,17 cm-1 menunjukkan gugus fungsi alkena dengan puncak sedang menunjukkan adanya vibrasi ikatan rangkap C=C. H3C C-CH2-CH2-CH=C CH3 CH3 CH3 H +. (C15H24)+ m/z 204

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 189 sebagai hasil terlepasnya radikal CH3 dari (C15H24)+

H3C C-CH2-CH2-CH=C CH3 CH3 H + (C14H21)+ m/z 189

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 147 sebagai hasil terlepasnya C3H6 dari (C14H21)+

H3C C-CH=CH CH3 H + (C11H15)+ m/z 147

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 93 sebagai hasil terlepasnya C4H6 dari (C11H15)+

H3C

+

(C7H9)+ m/z 93

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 41 sebagai hasil terlepasnya C6H6 dari (C7H9)+ (CH2=CHCH2)+

(C3H5)+ m/z 41

8. Puncak dengan RT 17,369 menit merupakan senyawa dengan rumus molekul C15H24. Data spektrum massa menunjukkan ion molekul 204. Dengan membandingkan data spektrum yang diperoleh dengan data spektrum pada library

yang lebih mendekati adalah Alpha-Farnesene sebanyak 12,96%.

Gambar 4.11. Spektrum massa minyak atsiri jahe emprit dengan RT 17,369 menit

Spektrum massa memberikan puncak ion molekul pada m/z 204 yang merupakan berat molekul Alpha-Farnesene. Data ini didukung oleh analisis FT-IR yaitu puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 1720,5 – 1604,17 cm-1 menunjukkan gugus fungsi alkena dengan puncak sedang menunjukkan adanya vibrasi ikatan rangkap C=C.

+.

(C15H24)+ m/z 204

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 161 sebagai hasil terlepasnya C3H7 dari (C15H24)+

+ CH

CH

(C12H17)+ m/z 161

+

(C10H13)+ m/z 133

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 119 sebagai hasil terlepasnya CH2 dari (C10H13)+

+

(C9H11)+ m/z 119

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 93 sebagai hasil terlepasnya C2H2 dari (C9H11)+

+

(C7H9)+ m/z 93

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 41 sebagai hasil terlepasnya C4H9 dari (C7H9)+

(CH2=CH-CH2)+ (C3H5)+

m/z 41

9. Puncak dengan RT 17,658 menit merupakan senyawa dengan rumus molekul C15H24. Data spektrum massa menunjukkan ion molekul 204. Dengan membandingkan data spektrum yang diperoleh dengan data spektrum pada library

yang lebih mendekati adalah Beta-Sesquiphellandrene sebanyak 10,96%.

Gambar 4.12. Spektrum massa minyak atsiri jahe emprit dengan RT 17,658 menit

Spektrum massa memberikan puncak ion molekul pada m/z 204 yang merupakan berat molekul Beta-Sesquiphellandrene. Data ini didukung oleh analisis FT-IR yaitu puncak serapan pada daerah bilangan gelombang 1720,5 – 1604,17 cm-1 menunjukkan gugus fungsi alkena dengan puncak sedang menunjukkan adanya vibrasi ikatan rangkap C=C dan daerah bilangan gelombang 1450,47 – 1033,85 cm-1 puncak sedang menunjukkan adanya vibrasi tekuk ikatan CH3.

H2C C-CH2-CH2-CH=C CH3 CH3 CH3 H +. (C15H24)+ m/z 204

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 189 sebagai hasil terlepasnya radikal CH3 dari (C15H24)+

H2C C-CH2-CH2-CH=C CH3 CH3 H + (C14H21)+ m/z 189

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 161 sebagai hasil terlepasnya C2H4 dari (C14H21)+

H2C C-CH2-CH=CH CH3 H + (C12H17)+ m/z 161

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 147 sebagai hasil terlepasnya CH2 dari (C12H17)+

H2C C=CH CH3 H + (C11H15)+ m/z 147

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 133 sebagai hasil terlepasnya CH2 dari (C11H15)+

H2C C=CH CH3 H + (C10H13)+ m/z 133

CH2

+

(C6H11)+ m/z 69

Selanjutnya diikuti fragmen m/z 41 sebagai hasil terlepasnya C2H4 dari (C6H11)+

(CH2=CH-CH2)+ (C3H5)+

m/z 41

4.2.3 Uji Antibakteri Minyak Atsiri Rimpang Jahe Emprit

Dari tabel 4.1 diketahui bahwa minyak atsiri jahe emprit pada konsentrasin1 % telah dapat menghambat pertumbuhan koloni bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus mutan, Salmonella sp, dan Shigella sp. Hal ini menunjukkan bahwa minyak atsiri rimpang jahe emprit aktif menghambat pertumbuhan koloni bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus mutan, Shigella sp dan Salmonella sp. Pada konsentrasi 1% pertumbuhan koloni bakteri mulai dapat dihambat dengan luas daerah hambat yang berbeda. Hal ini disebabkan karena struktur dinding sel bakteri yang dicegah dan merusak dinding sel yang menyebabkan tekanan osmotik dalam sel lebih tinggi daripada lingkungan luar sel sehingga sel akan mengalami lisis. Komponen senyawa pada jahe emprit mengandung gugus polar –OH seperti Citronellol dan hidrokarbon teroksigenasi seperti 1,8-Cieole dan 2-Undecanone yang bersifat sebagai antibakteri. Kepolaran senyawa inilah yang mengakibatkan senyawa lebih mudah menembus dinding sel bakteri (Yanotama, 2009). Minyak atsiri yang aktif pada umumnya mengandung gugus fungsi hidroksil (-OH) dan karbonil. Turunan fenol berinteraksi dengan sel bakteri melalui proses adsorbsi yang melibatkan ikatan hidrogen. Pada kadar rendah terbentuk kompleks protein dengan ikatan yang lemah dan segera mengalami peruraian, diikuti penetrasi fenol ke dalam sel dan menyebankan presipitasi serta denaturasi protein. Pada kadar tinggi turunan fenol

menyebabkan koagulasi protein dan sel membran mengalami lisis dan menyebabkan kematian sel (Parwata, 2008).

Senyawa-senyawa metabolik sekunder golongan fenol, terpenoid dan minyak atsiri diduga merupakan golongan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Terjadinya penghambat terhadap pertumbuhan koloni bakteri diduga disebabkan karena kerusakan yang terjadi pada komponen struktural membran sel bakteri. Kerusakan membran sel menyebabkan terganggunya transport nutrisi melalui membran sel sehingga sel bakteri mengalami kekurangan nutrisi yang diperlukan bagi pertumbuhannya (wulandari, 2006).

Terbentuknya daerah bening di sekitar kertas cakram menunjukkan terjadnya penghambat pertumbuhan koloni bakteri akibat pengaruh senyawa bioaktif yang terdapat pada minyak atsiri rimpang jahe emprit yang diencerkan dalam etanol 95% (absolut). Minyak atsiri rimpang jahe emprit dapat dikatakan aktif terhadap biakan bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus mutan, Shigella sp, dan Salmonella sp dengan membentuk zona bening di sekitar cakram yang telah dibasahi dengan minyak atsiri. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, zona bening yang terbentuk semakin besar dengan bertambahnya konsentrasi.

BAB 5

Dokumen terkait