• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Nilai Perubahan Produksi Perikanan

4 METODE PENELITIAN

2. Analisis Nilai Perubahan Produksi Perikanan

Teknik pengukuran perubahan produksi ini dihitung berdasarkan jumlah perubahan output perikanan akibat adanya pertambangan emas di Kabupaten Buru dataran Waeapo, yang membuang limbah Merkuri (Hg) ke sungai. Formula penghitungan menggunakan rumus (Fauzi dan Anna 2005):

DNP = ………... (2) Keterangan:

DNP = perubahan nilai produksi pada periode t (Rp) NOt = nilai output pada periode t (Rp)

Xt = output pada periode t (Kg) DW = perubahan produksi (Kg)

Perubahan produksi diukur berdasarkan rumus (3) dan (4) berikut:

DW = - ̅ ………... (3)

̅= ∑ ………... (4)

̅adalah produksi rata-rata dari tahun ke 1 sampai tahun basis (tb), tahun basis adalah tahun dimana perubahan produksi terjadi, n adalah jumlah tahun pengamatan. Dalam penelitian ini diamati dari tahun 2010 sampai tahun 2013.

Analisis Nilai WTP Responden Terhadap Pembayaran Biaya Masuk Dan Biaya Perbaikan Lingkungan.

Menurut Fauzi (2006), pada metode pengukuran dengan teknik ini, responden diberi nilai rupiah pada kartu pembayaran kemudian diberi pertanyaan mana diantara nilai ini yang menggambarkan WTP anda. Dalam operasionalnya untuk melakukan pendekatan CVM dilakukan beberapa tahapan kegiatan atau proses. Tahapan tersebut yaitu:

1). Membuat Hipotesis Pasar.

Pada awal proses kegiatan CVM, terlebih dahulu membuat pasar hipotesis terhadap sumber daya yang akan di evaluasi. Pasar hipotesis dibentuk atas dasar menurunnya kualitas lingkungan di Kabupaten Buru tepatnya di lokasi pertambangan emas rakyat dan sungai-sungai yang memiliki jasa lingkungan sebagai penyediaan kebutuhan air masyarakat serta kebutuhan air untuk wilayah persawahan. Penurunan kualitas lingkungan yang berdampak terhadap jasa lingkungan yang dihasilkan akan mempengaruhi sektor pertanian maupun perikanan yang ada di Kabupaten Buru. Rusaknya lingkungan dikarenakan ketidakpedulian semua pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Kabupaten Buru terutama penambang. Adanya instrumen ekonomi melalui pembayaran untuk perbaikan kualitas lingkungan untuk mempertahankan dan memperbaiki kualitas lingkungan agar tetap dalam keadaan baik, penerapan pembayaran jasa

lingkungan akan dikenakan kepada pemanfaat sumber daya alam yang diperuntukan untuk mempertahankan kelestarian lingkungan. Selanjutnya pasar hipotesis yang ditawarkan dibentuk dalam skenario sebagai berikut. :

skenario:

“ Jika pemanfaatan sumber daya mineral di Gunung Botak Kabupaten Buru yang selama dua tahun terakhir ini akan mengakibatkan kerusakan dan penurunan kualitas lingkungan, sehingga penambang diminta untuk menjaga kualitas lingkungan dan memperbaiki kuliatas lingkungan, dengan melakukan pembayaran pajak atas kualitas lingkungan agar dapat memperbaiki kuliatas lingkungan. Suatu saat nanti kualitas lingkungan akan menurun, dikarenakan berbagai penyebab antara lain pengalian lubang-lubang untuk mengambil mineral dari dalam bumi, yang akan meninggalkan banyaknya lubang-lubang di lokasi Gunung Botak, pencemaran air akibat limbah Merkuri dan tidak tersedianya dana untuk perbaikan kualitas dari pemerintah, tidak ada punggutan pajak saat ini dikarenakan pertambangan yang ada masih bersifat rakyat atau tanpa izin pemerintah. Penyebab-penyebab tersebut dapat berdampak pada kualitas lingkungan Kabupaten Buru yang menjadi daerah lumbung padi Maluku dan potensi perikanan yang tinggi. Serta biaya masuk pertambangan yang diatur oleh masyarakat adat apakah biaya masuk (biaya transaksi) yang dibayar untuk dapat masuk ke areal tambang apakah sudah sesuai atau belum.

Skenario diatas memberikan informasi dan gambaran tentang situasi hipotesis mengenai rencana pembayaran jasa lingkungan sebagai upaya perbaikan kualitas lingkungan untuk peningkatan kualitas lingkungan Kabupaten Buru. Nilai pembayaran untuk kualitas lingkungan ini akan diberlakukan dengan menggunakan kartu pembayaran, ditawarkan langsung kepada responden penambang untuk WTP per orang/bulan. Responden penambang akan ditanyakan apakah mereka mau atau tidak untuk membayar perbaikan kualitas lingkungan yang diakibatkan oleh mereka sendiri. Alat survei yang digunakan adalah wawancara dan kuisioner terbuka, dilakukan agar peneliti bisa mengdeskripsikan mengapa responden harus membayar biaya perbaikan jasa lingkungan sebagai upaya perbaikan kualitas lingkungan. Serta akan ditanyakan kepada responden apakah biaya masuk (biaya transaksi) yang dibayar untuk dapat masuk ke areal tambang sudah sesuai atau belum, untuk memperoleh WTP biaya masuk yang ingin dibayar penambang.

2). Mendapatkan Nilai Penawaran Besarnya Nilai WTP

Jika alat survei telah dibuat, maka survei dapat dilakukan dengan wawacara langsung. Teknik yang digunakan dalam mendapatkan nilai penawaran dalam penelitian ini menggunakan metode kartu pembayaran yaitu metode yang dilakukan dengan bertanya langsung kepada responden dengan memberikan kartu pembayaran yang telah ditetapkan nilai yang menggambarkan WTP penambang terhadap perbaikan kualitas lingkungan.

3). Menghitung Dugaan Rataan WTP

Setelah survei dilaksanakan, tahapan berikutnya adalah memperkirakan dugaan nilai rataan dari WTP dari setiap responden. Nilai ini dihitung berdasarkan nilai penawaran yang diperoleh pada tahap dua. Perhitungan ini didasarkan pada nilai rataan dan nilai tengah. Apabila ada nilai yang sangat jauh dari menyimpang dari rata-rata, biasanya tidak dimasukkan ke dalam

perhitungan. WTPi dapat diduga dengan menggunakan nilai tengah dari kelas atau interval kelas WTPi. Berdasarkan jawaban responden dapat diketahui bahwa WTPi yang benar berada antara jawaban yang dipilih (batas bawah kelas WTP) dengan WTP berikutnya (batas atas kelas WTP). Dugaan rataan WTP dihitung dengan rumus:

∑ ...(5)

Dimana : EWTP = Dugaan rataan WTP

Wi = Nilai WTP ke-I (batas bawah kelas) Pfi = Frekuensi relatif

n = Jumlah responden

i = Responden ke-I yang bersedia membayar 4). Menentukan WTP Agregat atau WTP Total

Penjumlahan data merupakan proses dimana nilai tengah penawaran dikonversikan terhadap total populasi yang dimaksud. WTP agregat atau WTP total dapat digunakan untuk menduga WTP populasi secara keseluruhan. Setelah menduga nilai tengah WTP maka dapat diduga nilai WTP dari rumah tangga dengan menggunakan rumus :

...(6) Dimana : TWTP = Total kesediaan responden untuk membayar

WTP = WTP responden sampel ke-i

Ni = Jumlah sampel ke-I yang bersedia membayar sebesar WTP

P = Jumlah Populasi

I = Responden ke-I yang bersedia membayar 5). Memperkirakan Kurva Penawaran (bid curve)

Kurva penawaran diperoleh dengan, misalnya mengregresikan WTP sebagai variabel tidak bebas (dependent variable) dengan beberapa variabel bebas (independent variable).

Wi = f (I, E, A, Q) ...(7) Dimana : I = pendapatan

E = Pendidikan A = Umur

Q = Ukuran/skala untuk perubahan lingkungan

Metode Regresi Linier berganda

1. Analisis Pendapatan

Analisis regresi berganda untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih variabel bebas (X) dengan satu variabel tergantung (Y) yang ditampilkan dalam bentuk persamaan regresi (Priyatno, 2013). Dalam penelitian ini akan menggunakan analisis regresi untuk menganalisis hubungan tingkat pendapatan (income) yang dipengaruhi oleh umur, pengalaman kerja, gender, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan jam kerja. Dalam analisis ini Y (pendapatan) sebagai penduga dan X sebagai peubah bebas. Dapat di rumuskan sebagai berikut :

Y = (α + b1X1 + b2X2 + b3DX3 + b4X4 + b5DX5 + b6X6 + εi)………. (8) Dimana : Y = Pendapatan (income) α = Intersep /konstanta b1– b6 = Koefisien regresi X1 = Umur X2 = Pengalaman kerja

DX3 = Gender (laki-laki = 1, perempuan = 0) X4 = Pendidikan

DX5 = Pekerjaan (tambang = 1, non tambang = 0) X6 = Jam kerja dan εi = Disturbance error

Dengan mengunakan rumus yang sama akan di analisis juga pendapatan penambang emas rakyat, untuk menganalisis hubungan tingkat pendapatan (Y) yang dipengaruhi oleh umur (X1), pengalaman kerja (X2), gender (DX3), tingkat pendidikan(X4), jam kerja(X5) dan status masyarakat (DX6).

2. Analisis Contingent Valuation Method (CVM).

Analisis regresi linier berganda pada penelitian ini digunakan untuk mengevaluasi penggunaan contingent valuation method (CVM). Evaluasi pelaksaan model CVM dapat dilihat dari tingkat keandalan (reability) fungsi willingness to pay (WTP). Persamaan regresi liner berganda yang digunakan dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP responden adalah sebagai berikut:

WTP = (α + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4DX4 + b5X5 +b6DX6+ εi)…………. (9) Dimana :

WTP = Nilai WTP Responden (Rp/orang) α = Intersep /konstanta

b1– bn = Koefisien regresi X1 = Umur

X2 = Pengalaman Kerja X3 = Tingkat Pendidikan

DX4 = Gender (laki-laki = 1, perempuan = 0) X5 = Pendapatan Responden (Rp/Bulan)

DX6 = Status masyarakat (lokal = 1, pendatang = 0) εi = Disturbance error

Variabel yang diduga mempengaruhi secara positif adalah umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, pendapatan responden per bulan dan status masyarakat. Interpretasi umur adalah semakin tua umur responden maka diduga akan mempengaruhi responden dalam memberi nilai yang lebih tinggi. Interpretasi jenis kelamin adalah bahwa laki-laki memberikan nilai kesedian yang lebih tinggi dibandingkan perempuan karena laki-laki merupakan jenis kelamin yang rata-rata mencari nafkah. Interpretasi pendidikan adalah semakin tinggi pendidikan maka diduga akan mempengaruhi responden dalam memberi nilai

kesediaan yang lebih tinggi. Interpretasi pendapatan semakin tinggi pendapatan responden maka diduga akan mempengaruhi responden dalam memberi nilai kesediaan yang lebih tinggi. Berhasil tidaknya pelaksanaan CVM dilihat berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2) dari OLS (Ordinary Least Square) WTP. Nilai R2 lebih rendah dari 0.15 dapat dikatakan tidak reliable, sedangkan nilai R2 yang lebih tinggi dapat menunjukan tingkat realibilitas penggunaan CVM.

Analisis Logistic Regression

Menurut Priyatno (2009) Logistic Regression adalah analisis untuk memperkirakan suatu hasil berdasarkan pada peubah nilai-nilai variabel independen, atau untuk memperkirakan kemungkinan (Odds) berdasarkan masing-masing variabel independen. Analisis ini sebenarnya sama saja dengan regresi linier akan tetapi variabel dependen yang digunakan adalah dikotomi (dummy variable ).

Analisis Logistic Regression dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis peluang masyarakat memberikan persepsi terhadap pertambangan emas dibuka atau ditutup (DY) yang dipengaruhi oleh pekerjaan (DX1), umur X2), pendidikan (X3), pendapatan (X4), dan gender (DX5). Persamaan Logistic Regression adalah sebagai berikut :

DY = P(xi)

…... (10)

Dimana :

DY : Persepsi masyarakat (1= tutup, 0 = buka) β0 : Intersep

β1,…,βn : Koefisien Regresi

DX1 : Pekerjaan (0= petani, 1 = nelayan, 2 = lainnya) X2 : Umur Responden

X3 : Tingkat Pendidikan Responden X4 : Pendapatan Responden (Rp/Bulan) DX5 : Gender / Jenis Kelamin Responden

Analisis Keuntungan Usaha Pertambangan

Analisis keuntungan usaha penambang secara sederhana, dilakukan untuk melihat besaran biaya produksi sebanding dengan produksi emas yang diperoleh. Biaya-biaya yang dikeluarkan penambang dalam usaha ini meliputi biaya masuk, biaya konsumsi, biaya produksi yaitu pembelian alat dan bahan bakar yang dibutuhkan dalam proses produksi, upah buruh pikul, dan upah jasa tromol. Keuntungan didapat dari TR = pendapatan total dikurangi TC = biaya total.

Π = TR –TC ……….. (11)

Dimana :

Π = Keuntungan penambang TR = Pendapatan total TC = Biaya total

Batasan dan Pengukuran

Batasan dan pengukuran dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Eksternalitas yang diidentifikasi yaitu dampak sosial, ekonomi dan lingkungan di lokasi penelitian.

2. Dampak lingkungan yang diamati adalah kualitas air sungai, dan air tanah. 3. Biaya transaksi hanya diidentifikasi dari biaya masuk lokasi pertambangan dan

lamanya usaha dalam lokasi pertambangan.

4. Jumlah tangkapan adalah jumlah berat tangkapan untuk semua jenis tangkapan di lokasi penelitian oleh perahu 1 GT tanpa membedakan perjenis spesies tangkapan.

5. Kesediaan membayar perbaikan kualitas lingkungan WTP diperoleh secara langsung dari penambang yang diasumsikan sebagai pemberi dampak kerusakan lingkungan dengan menggunakan CVM

Asumsi Penelitian

1. Nilai eksternalitas yang dihitung saat penelitian diasumsikan menjadi nilai eksternalitas untuk tahun 2013.

2. Dampak yang ditimbulkan pada kualitas air dan perubahan produksi perikanan diasumsikan disebabkan hanya oleh pertambangan emas rakyat.

3. Penambang diasumsikan sebagai pemberi dampak kerusakan lingkungan dan dampak penurunan produksi perikanan.

Dokumen terkait