HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Panjang Batang Dodos
Kegiatan pemotongan tandan/pelepah kelapa sawit menggunakan alat dodos menitikberatkan pada gerakan mendorong sampai tandan/pelepah terpotong. Parameter-parameter yang diperlukan untuk melakukan analisis ini antara lain jarak antara pemanen dengan pohon, dimensi awal dodos, ketinggian pohon berserta diameter batang tandan, serta kondisi selang gerak yang aman. Menurut Dewi (2013) dodos akan menghasilkan gaya dorong yang maksimum pada tinggi posisi tandan dan pelepah satu meter sehingga dengan ketinggian tersebut jarak aman antara pemanen dengan pohon yaitu 1,4 meter. Tetapi tidak menutup kemungkinan penggunaan dodos untuk ketinggian diatas satu meter tetapi maksimal tiga meter. Oleh karena itu pada penelitian yang dilakukan oleh Dewi (2013), dengan ketinggian pohon dua meter jarak aman antara pemanen dengan pohon yaitu 1,5 meter, sedangkan untuk ketinggian tiga meter diperoleh jarak sebesar 1,9 meter. Parameter lain yaitu diameter batang tandan yang digunakan untuk simulasi masih tetap seperti pada saat penentuan titik ideal pemotongan yaitu sebesar 7 cm. Parameter selang gerak yang lebih diutamakan yaitu pada bagian leher, supaya mata dapat melihat fokus ke tandan/pelepah. Menurut Grandjean, et al (1984) diperlukan area pandang mata sebesar 15° untuk dapat melihat fokus kesuatu benda.
Simulasi yang dilakukan menggunakan alat dodos diambil hanya pada gerakan dorongan terakhir saja. Hal ini dikarenakan pada gerakan terakhir merupakan kondisi maksimal dalam menggunakan dodos. Sehingga dapat diartikan gerakan terakhir menentukan terpotong atau tidaknya tandan/pelepah. Dalam pemotongan tandan menggunakan dodos posisi pemanen umumnya disamping target potong karena bentuk pisau yang searah dengan batang. Sehingga hanya dilakukan simulasi menggunakan model 2 dimensi.
Berikut merupakan hasil simulasi menggunakan software CAD pada penggunaan dodos untuk ketinggian target potong 1, 2 dan 3 meter. Gambar 20
menunjukkan hasil simulasi panjang batang dodos. Garis berwarna hitam menunjukkan model antropometri pemanen, warna biru menunjukkan dodos, dan warna coklat menunjukkan pohon. Selang gerak pada model antropometri yang digunakan dalam simulasi mengacu pada SAG dan digunakan kondisi semaksimum mungkin. Kondisi maksimum yang dimaksud yaitu tidak melebihi batas dari zona 2 dalam SAG. Dari ketiga simulasi tersebut tubuh bagian bawah relatif dalam kondisi normal hanya saja pada tinggi target potong 1 meter pemanen sedikit condong kedepan untuk dapat menjangkau tinggi yang lebih pendek dari tinggi tubuh pemanen. Secara keseluruhan bagian tubuh yang relatif mempunyai sudut yang besar ada pada bahu. Hal ini dikarenakan bahu berperan penting untuk melakukan gerakan dorongan, sehingga dibutuhkan sudut gerak yang relatif lebih besar daripada bagian tubuh lain. Besarnya sudut yang terjadi pada bahu tidak melebihi batas zona 2 yang masih dapat ditoleransi. Lebih detailnya ditunjukkan pada Gambar 20.
Gambar 20 Simulasi panjang batang dodos yang paling ideal untuk persentil 5 pada tinggi target potong 1, 2, dan 3 meter
Keterangan :
Satuan dalam mm kecuali sudut dalam derajat (o) : model antropometri pemanen
: alat dodos : pohon
Hasil simulasi mendapatkan panjang kerja dodos sebesar 748 mm pada ketinggian pohon satu meter, sedangkan untuk ketinggian pohon dua dan tiga meter masing-masing sebesar 1337 mm dan 2055 mm. Dilihat dari faktor kelebihan panjang batang, untuk tinggi target potong 1 dan 2 meter termasuk dapat membahayakan pemanen atau orang yang berada disekitar pemanen ketika proses pemotongan berlangsung. Sehingga kelebihan panjang batang ini harus dihindarai. Semakin tinggi pohon panjang batang yang diperlukan semakin tinggi. Dikarenakan dodos ideal untuk pohon dengan ketinggian satu meter maka yang akan dipakai untuk dimensi panjang batang yang baru yaitu 748 mm. Panjang ini belum ditambahkan panjang ujung bawah batang dodos sampai ke genggaman tangan pemanen atau dapat disebut sebagai overlap sambungan sebesar 200 mm. Overlap sambungan selain digunakan untuk memperkuat sambungan juga digunakan sebagai patokan jarak pegangan yang aman ketika melakukan pemotongan. Dikarenakan keterbatasan data maka overlap sambungan tidak bisa dibandingkan kuat tidaknya dengan yang sudah ada sehingga hanya merekomndasikan overlap sebesar 200 mm. Sehingga total panjang batang dodos sebesar 948 mm. Panjang total ini digunakan sebagai acuan unutk membuat panjang batang dodos yaitu dibulatkan menjadi 1000 mm atau 1 meter untuk mempermudah produksi. Dengan panjang batang 1 meter ini untuk mencapai tinggi target potong maksimal 3 meter maka dibutuhkan 3 sambungan batang dengan total panjang 3 meter. Total panjang batang ini belum dikurangi dengan overlap sambungan sebanyak 0.2 meter dikali 2 sambungan sehingga total panjang batang dodos menjadi 2.6 meter. Dengan panjang 2.6 meter ini untuk pemotongan tinggi target 3 meter maka akan terjadi kelebihan panjang batang. Sehingga harus menyesuaikan jarak antara orang dengan pohon. Rekomendasi panjang batang sebesar 1 meter tiap batang dengan 3 sambungan teleskopik ini menjadi rekomendasi pertama dengan menitikberatkan pada aspek ergonomis pemanen. Aspek ergonomis yang dimaksud yaitu zona gerak yang terjadi pada tiap-tiap bagian tubuh tidak melebihi batas maksimal zona 2 dalam SAG.
Rekomendasi panjang batang kedua lebih mengacu pada aspek teknis. Dimana dengan rekomendasi panjang batang pertama sebanyak 3 sambungan dikhawatirkan menambah waktu kerja dari pemanen dalam kegiatan preparasi alat. Preparasi ini merupakan kegiatan menyiapkan alat seperti menambah atau mengurangi sambungan serta mendirikan alat khusus penggunaan alat egrek. Oleh karena itu jumlah sambungan dikurangi menjadi hanya 2 sambungan yang berdampak pada penambahan panjang batang menjadi 1.5 meter. Pemilihan panjang tiap batang 1.5 meter ini berdasarkan hasil simulasi dengan diasumsikan rata-rata penggunaan dodos untuk tinggi target pohon 2 meter. Maksimal panjang yang dapat dijangkau dengan panjang 1.5 meter ini yaitu 3 meter dikurangi overlap sambungan 0.2 meter. Sehingga total maksimal panjang sebesar 2.8 meter. Sama seperti rekomendasi pertama, yaitu terjadi kelebihan panjang batang pada pemotongan dengan tinggi target potong 1 dan 3 meter. Sehingga diperlukan penyesuaian jarak antara pemanen dengan pohon. Faktor teknis lain selain yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu segi kemudahan dalam produksi. Perusahaan dalam membuat panjang batang dodos tentunya akan mengambil ukuran yang mudah untuk diproduksi. Oleh karena itu, untuk rekomendasi kedua dipilih panjang batang dodos sebesar 1.5 meter tiap batang dengan 2 sambungan teleskopik.
Adanya sambungan pada dodos baru ini perlu ditambahkan pengunci. Mekanisme penguncian yang diterapkan mengikuti mekanisme penguncian yang sudah ada untuk mempermudah produksi bagi perusahaan. Dapat dilihat pada Gambar 21 contoh pengunci (klem) yang sudah ada.
Gambar 21 Pengunci (klem) sambungan
Berikut merupakan gambar detail dodos hasil analisis yang telah dilakukan, dapat dilihat pada Gambar 22.