Sidang perdana Miranda mengagendakan pembacaan surat dakwaan yang disusun tim jaksa penuntut umum
2.3 Analisis Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan
Sumber : Agenda Penulis Selama PKL 2012
2.3 Analisis Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan
Melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di Radio Delta FM Bandung merupakan kesempatan berharga dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku kuliah. Kesempatan ini telah memberikan waktu khusus untuk mengimplementasikan dan mengembangkan teori-teori komunikasi yang penulis peroleh pada dunia kerja secara langsung. Masa PKL yang diikuti
22
penulis dimulai pada 9 Juli - 9 Agustus di Radio Delta FM Bandung. Setiap hari penulis melakukan kegiatan humas mulai dari media sosial dan membuat ide kreatif hingga On Air secara langsung di Radio Delta FM Bandung dengan menggunakan ilmu dan teori yang di dapat di bangku kuliah. Tidak hanya itu, penulis juga berkesempatan mengisi suara untuk sebuah iklan acara Talkshow Badan Narkotika Jawa Barat pada acara On Air Delta Delight.
Penulis di bimbing dengan baik dan tegas bagaimana membuat info untuk media sosial, bagaimana membuat berita untuk radio, menjadi pengisi suara dan penyiar yang baik, hingga diajarkan bagaimana mengoperasian siaran On Air berlangsung.
Meskipun tidak semua teori yang penulis dapatkan di bangku kuliah dapat ditemukan selama PKL tapi tanpa teori, penulis akan kebingungan saat PKL. Dengan mengikuti praktek kerja lapangan, penulis mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang tidak mungkin diperoleh di bangku kuliah meskipun hanya satu bulan.
2.3.1 Deskripsi Public Relations Delta Bandung 2.3.1.1 Definisi Public Relations
Dalam organisasi, kita bisa mengenal istilah humas atau hubungan masyarakat. Humas adalah nama lain untuk Public Relations (PR) merupakan bagian terpenting dari komunikasi yang bertujuan memperkenalkan dan mengangkat citra positif organisasi atau perusahaan secara internal atau eksternal. Bidang Public relations adalah suatu bidang yang sangat luas yang menyangkut hubungan dengan berbagai pihak. Public relations mengandalkan strategi dimana agar perusahaan disukai dan dipercaya oleh pihak-pihak yang berhubungan dengan perusahaan, dalam hal ini disebut dengan stakeholders. Stakeholders adalah mereka yang berkepentingan di dalam perusahaan dalam hal ini mereka juga disebut target publik terdiri atas pemegang saham, manajemen, karyawan, konsumen, pers, akademisi dan lain sebagainya. Mereka semua dapat membentuk opini di dalam masyarakat dan dapat mengangkat atau menjatuhkan citra perusahaan.
Secara etimologis, public relations terdiri dari dua kata, yaitu public dan relations. Public berarti publik dan relations berarti hubungan-hubungan. Jadi, public relations berarti hubungan-hubungan dengan publik.
23
“Public Relations adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik (goodwill) dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap
khalayaknya”.
Dari definisi diatas maksudanya adalah “upaya yang terencana dan berkesinambungan”, ini berarti humas adalah suatu rangkaian kegiatan yang diorganisasikan
sebagai suatu rangkaian kampanye atau program terpadu, dan semuanya ini berlangsung secara berkesinambungan dan teratur.
Sedangkan tujuan utamanya adalah menciptakan dan memelihara saling pengertian, maksudnya adalah untuk memastikan bahwa organisasi tersebut senantiasa dimengerti oleh pihak-pihak lain yang turut berkepentingan. Dengan adanya kata “saling”, maka itu berarti
organisasi juga harus memahami setiap kelompok atau individu yang terlibat dengan khalayak atau publik.
Public relations News mendefinisikan :
“Humas adalah fungsi manajemen yang melakukan evaluasi terhadap sikap-sikap public, mengidentifikasikan kebijakan dan prosedur seseorang atau sebuah perusahaan terhadap publiknya, menyusun rencana serta menjalankan program-program komunikasi untuk memperoleh pemahaman dan penerimaan public”.
Karena banyaknya definisi dari public relations itu, maka para The International Public relations (IPRA), bersepakat untuk merumuskan sebuah definisi dengan harapan dapat diterima dan dipraktekan bersama. Definisi Humas menurut IPRA adalah :
“Humas adalah fungsi manajemen dari sikap budi yang berencana dan
bersinambungan, yang dengan itu organisasi-organisasi dan lembagalembaga yang bersifat umum dan pribadi berupaya membina pengertian, simpati, dukungan dari mereka yang ada kaitannya atau yang mungkin ada hubungannya –
dengan jalan menilai pendapat umum di antara mereka, untuk mengorelasikan, sedapat mungkin, kebijaksanaan dan tata cara merekam yang dengan informasi yang berencana dan tersebar luas, mencapai kerja sama yang lebih produktif dan
24
Secara sederhana, penulis juga dapat mengemukakan bahwa PR atau Humas merupakan sesuatu kegiatan komunikasi dua arah (two way communication) antar suatu perusahaan atau organisasi dengan publik maupun sebaliknya. Publik disini mencakup intern dan ekstern yang mendukung fungsi dan tujuan manajemen organisasi guna memperoleh opini publik yang positif bagi perusahaan (citra atau image positif). Secara
umum, PR dapat diartikan sebagai “penyambung lidah” perusahaannya dalam hal
mengadakan hubungan timbal balik dengan pihak luar dan dalam perusahaan. Jadi, tidak hanya bertugas sebagai a channel of information (saluran informasi) dari perusahaan kepada publiknya, melainkan juga merupakan saluran informasi dari publik kepada perusahaan. Informasi yang datang dari publik merupakan opini publik sebagai umpan balik dari informasi yang diberikan oleh perusahaan.
2.3.2 Fungsi Public Relations
Fungsi Humas menurut Cultip Center and Canfield oleh Ruslan Rosady dalam
bukunya “Manajemen PR dan Media Komunikasi”, fungsi humas yaitu :
1. Menunjang aktivitas utama manajeman dalam mencapai tujuan bersama (fungsi melekat pada manajeman organisasi).
2. Membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publiknya yang merupakan khalayak sasaran.
3. Mengidentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan opini, perserpsi, dan tanggpan masyarakat terhadap organiasasi yang diwakilinya atau sebaliknya.
4. Melayani keinginan publik dan memberikan sumbangan saran kepada pemimpin organisasi demi tujuan dan manfaat bersama.
5. Menciptakan komunikasi dua arah atau timbal balik, dan mengatur arus informasi, publikasi serta pesan dari organisasi ke publiknya atau sebaliknya, demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak. (2006 : 19).
25
Pada Public Relations melekat dua aspek yang hakiki yang mutlak harus ada. Kedua aspek tersebut adalah :
1. Sasaran Public Relations adalah publik intern (Internal Public) dan Public Ekstren (External Public)
Publik intern adalah orang-orang yang berada di dalam organisasi, antara lain para karyawan. Publik ekstern adalah orang-orang di luar organisasi yang ada kaitannya dengan kegiatan organisasi misalnya adalah client atau khalayak.
2. Kegiatan Public Relations adalah komunikasi dua arah timbal balik (Reciprocal Two Way Traffic Communication)
Hal tersebut berarti bahwa dalam rangka penyampaian informasi, baik yang ditujukan kepada publik intern maupun ekstern, harus terjadi umpan balik (Feedback). Ini berarti bahwa kepala seorsng humas harus mengetahui efek atau akibat penyampaian informasinya itu, apakah ditanggapi publik secara positif atau secara negatif.
2.3.3 Tujuan Public Relations
Tujuan utama aktivitas Public Relations menurut Davis adalah untuk mempengaruhi sikap manusia secara individu atau kelompok ketika saling berhubungan, dengan melakukan dialog terhadap sesama golongan, ketika persepsi, opini dan sikapnya dianggap penting bagi kesuksesan sebuah perusahaan.
Sementara itu, Rosady Ruslan berpendapat bahwa ada 5 tujuan public relations, yaitu:
1. Menciptakan citra organisasi yang baik dan positif bagi masyarakat dan konsumen 2. Memicu terjadinya sikap saling mengeti makna antara masyarakat dan perusahaan 3. Mengembangkan keselarasan fungsi antara pemasaran dan public relations. 4. Membangun pengenala dan pengetahuan tentang merek secara efektif 5. Mendukung bauran pemasaran
PR merupakan fungsi manajemen dan dalam struktur organisasi PR merupakan salah satu bagian atau divisi dari organisasi ataupun perusahaan. Karena itu, tujuan dari PR sebagai bagian struktural organisasi tidak terlepas dari tujuan organisasi itu sendiri.