• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

D. Analisis Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 25

Pajak Penghasilan pasal 25 adalah angsuran perusahaan yang dibayarkan oleh perusahaan setiap bulan nya sebagai uang muka pajak PPh pasal 25 yang dipehitungkan pada akhir masa pembukuan. Untuk dapat menghitung PPh pasal 25 perlu diketahui laba bersih yang telah dikoreksi fiskal, sehingga menjadi laba kena pajak, maka kita sudah bisa menentukan jumlah penghasilan pajak terutang. Menurut ketentuan pasal 17 UU No. 36 tahun 2008 yang mulai berlaku tahun 2010, tarif pajak badan untuk menentukan penghasilan pajak terutang menjadi 25% dari penghasilan neto.

Melalui tahap rekonsiliasi fiskal antara laporan komersial dan laporan perpajakan terdapat penyesuaian-penyesuaian dari hasil koreksi fiskal yang akan dipaparkan dalam laporan koreksi fiskal dibawah ini.

Tabel 1.5

Laporan Koreksi Fiskal PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Tahun Pajak 2013 – 2014

No Uraian Koreksi Fiskal 2.1.1 By bahan medis 2.1.2 By bahan bakar 2.1.3 By bahan pelumas 2.1.4 By air

No Uraian Koreksi Fiskal 2013

Koreksi Fiskal 2014 2.1.7 By obat-obatan

2.1.8 By bahan makanan 2.1.9 By bahan lainnya

JUMLAH 2.2 Biaya Pemeliharaan

2.2.1 By Pemeliharaan Bagunan Pelindo 2.2.2 By Pemeliharaan Kendaraan 2.2.3 By Pemeliharaan Emplemes

JUMLAH 2.3 Biaya Penyusutan

2.3.1 By Peny Bangunan Pelindo 2.3.2 By Peny Kendaraan 2.3.3 By Peny Emplemes

JUMLAH 2.4 Biaya Asuransi

2.4.1 By Asuransi Fas. Pelindo 2.3.2 By Asuransi kendaraan 2.3.3. By Asuransi lainnya

JUMLAH

2.5 Biaya Adminitrasi Kantor

2.5.1 By Surat kabar, Majalah,Buletin 2.5.2 By Rumah Tangga

2.5.3 By Rapat dan Jamuan Makan 2.5.4 By Administrasi lainnya

2.6.7 By Olaraga dan Kesenian 2.6.8 By Pakaian Dinas 2.6.9 By Bantuan Sosial

2.6.10 By Perawatan Kesehatan 2.6.11 By Penghapusan aktiva 2.6.12 By Pemasaran

2.6.13 By Pemeriksaan laporan tahun 2.6.14 By Penanganan kasus

2.6.15 Denda pajak 2.6.16 By umum lainnya 2.6.17 By atas penghasilan final

JUMLAH

No Uraian Koreksi Fiskal

1.4 2.7 Biaya diluar Usaha Lainnya 2.7.1 By Adminitrasi Bank 2.7.2 By Usaha lainnya

JUMLAH

JUMLAH KOREKSI POSITIF Koreksi Fiskal Negatif

3.1 Pendapatan yang telah dikenakan PPh final

3.1.1 Jasa Giro/Bank 3.1.2 Pendapatan Deposito 3.1.3 Penjuaan atas aktiva tetap 3.1.4 Pendapatan Bunga obligasi 3.1.5 Pendapatan Agio saham 3.1.6 Pendapatan Dana reksa 3.1.7 Sewa Tanah dan Bangunan JUMLAH KOREKSI NEGATIF Penghasilan setelah Koreksi Fiskal Beda Waktu

5.1 Penyisihan Piutang

5.2 Biaya Penyusutan dan Amortisasi 5.1.1 Penyusutan dan Amortisasi

menurut Komersial - Penyusutan - Amortisasi

5.2.1 Penyusutan dan Amortisasi menurut Fiskal

No Uraian Koreksi Fiskal 2013

Koreksi Fiskal 2014 5.4 Selisih Beban Imbalan Pasca Kerja

5.4.1 Realisasi BIPK Tahun 2012/2013 5.4.2 Cadangan BIPK Tahun 2013/2014 JUMLAH BEDA WAKTU

PENGHASILAN KENA PAJAK Pajak Penghasilan Terutang PPh Pasal 17 25% * PKP

PPh Yang Masih Harus dibayar 21.445.650.350 14.139.004.514

Perhitungan Pajak Tangguhan 25% * (Rp. 1.738.995.546)

25% * (Rp. 30.902.376.732)

(434.748.886)

(7.725.594.183) Sumber : Data Olahan Tahun dari PT. Pelindo IV (Persero) Makassar, 2013/2014

Pada tabel 1.5 menampilkan bahwa koreksi positif yaitu koreksi fiskal yang mengakibatkan adanya pengurangan biaya yang telah diakui dalam laporan laba rugi secara komersial menjadi semakin kecil apabila dilihat secara fiskal, atau yang akan mengakibatkan adanya penambahan Penghasilan Kena Pajak. Koreksi fiskal positif diantaranya : Biaya yg dikeluarkan untuk kepentingan pemegang saham, Pembentukan atau pemupukan dana cadangan, Pengeluaran dalam bentuk natura ,Jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham, Sumbangan/bantuan, sanksi adminitrasi (pajak), Penyusutan/amortisasi dan lain- lain sedangkan

Koreksi negatif adalah koreksi fiskal yang mengakibatkan adanya penambahan biaya yang telah diakui dalam laporan laba rugi secara komersial sehingga semakin besar apabila dilihat secara fiskal, atau yang akan mengakibatkan adanya pengurangan Penghasilan Kena Pajak. Koreksi fiskal negatif diantaranya:

Penyusutan/amortisasi, Penghasilan yang ditangguhkan pengakuannya dan lain-lain. Penyustan bisa menimbulkan koreksi negatif atau positif tergantung hasil perhitungan apa lebih besar atau malah lebih kecil.

Pada tabel diatas menunjukkan bahwa besarnya Penghasilan kena pajak pada PT Pelindo IV (Persero) Makassar pada periode tahun 2013 adalah Rp 489.450.527.342 setelah dilakukan koreksi fiskal dan dibulatkan menjadi Rp 489.450.527.000, sehingga pajak penghasilan terutang sebesar Rp 124.612.631.750 dan PPh yang masih harus dibayar Rp 21.445.650.350.

Sedangkan besarnya Penghasilan kena pajak pada PT Pelindo IV (Persero) Makassar pada periode tahun 2014 adalah Rp 559.373.308.039 setelah dilakukan koreksi fiskal dan dibulatkan menjadi Rp 559.373.308.000, sehingga pajak penghasilan terutang sebesar Rp 139.843.327.000 dan PPh yang masih harus dibayar Rp 14.139.004.514.

Tabel 1.6

Perhitungan Besarnya Angsuran PPh Pasal 25 PT Pelindo IV (Persero) Makassar Tahun 2013

Penghasilan Kena Pajak yang telah dikoreksi fiskal sebesar Rp. 498.450.573.000 (Rp. 498.450.573.343 dibulatkan Rp. 498.450.573.000)

Pajak Penghasilan yang terutang Rp. 124.612.643.250 (25%* Rp. 498.450.573.000)

Dikurangi dengan pembayaran melalui pihak ke tiga PPh Pasal 22 Tahun 2012 Rp. 10.722.870

PPh Pasal 23 Tahun 2012 Rp .751.089.586 ( Rp. 761.812.456)

Dasar Perhitungan angsuran Rp. 123.850.830.794

Besarnya Angsuran PPh Pasal 25 Tahun 2013 setiap bulan yang harus dibayar sebesar:

1/12 * Rp. 123.850.830.794 = Rp. 10.320.902.566.166 Sumber : Data Olahan PPh 25 Tahun 2013

Pada tabel 1.6 menunjukkan besarnya angsuran pajak PPh pasal 25 pada PT Pelindo IV (Persero) Makassar yaitu dengan pajak terutang sebesar 124.612.643.250. kemudian dikurangkan dengan pembayaran kepada pihak ketiga pada tahun lalu sebesar 123.850.830.794 sebagai dasar perhitungan angsuran PPh Pasal 25, sehingga besar Angsuran PPh Pasal 25 pada tahun 2013 yang harus dibayar setiap bulannya sebesar Rp 10.320.902.566.166.

Tabel 1.7

Perhitungan Besarnya Angsuran PPh Pasal 25 Tahun 2014

Penghasilan Kena Pajak yang telah dikoreksi fiskal sebesar Rp. 559.373.308.000 (Rp. 559.373.308.039 dibulatkan Rp. 559.373.308.000)

Pajak Penghasilan yang terutang Rp. 139.843.327.000 (25%* Rp. 559.373.308.000)

Dikurangi dengan pembayaran melalui pihak ke tiga PPh Pasal 22 Tahun 2013 Rp .6.662.690

PPh Pasal 23 Tahun 2013 Rp.781.121.128 ( Rp. 787.783.818)

Dasar Perhitungan Angsuran Rp. 139.055.543.182

Besarnya Angsuran PPh Pasal 25 Tahun 2013 setiap bulan yang harus dibayar sebesar:

1/12 * Rp. 139.055.543.182 = Rp. 11.587.961.931.833 Sumber : Data Olahan PPh 25 Tahun 2014

Pada tabel 1.7 menunjukkan besarnya angsuran pajak PPh pasal 25 pada PT Pelindo IV (Persero) Makassar yaitu dengan pajak terutang sebesar 139.843.327.000. kemudian dikurangkan dengan pembayaran kepada pihak ketiga pada tahun lalu sebesar 139.055.543.182 sebagai dasar perhitungan angsuran PPh Pasal 25, sehingga besar Angsuran PPh Pasal 25 pada tahun 2014 yang harus dibayar setiap bulannya sebesar Rp 11.587.961.931.833.

Berdasarkan Pasal 4 ayat 1 Keputusan Manteri Keuangan Republik Indonesia No 255/PMK.03/2008 tentang perhitungan besarnya angsuran pajak penghasilan dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak Baru, Bank, Sewa Guna Usaha Dengan Hak Opsi, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah dan Wajib Pajak lainnya yang termasuk wajib pajak orang pribadi penggusaha tertentu, sebagaimana telah diubah terakhir dengan peraturan Menteri Keuangan No 208/PMK.03/2009, besarnya angsuran pajak penghasilan pasal 25 untuk Wajib Pajak Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah adalah sebesar pajak penghasilan yang dihitung berdasarkan penerapan tarif umum atas laba rugi fiskal menurut rencana kerja dan anggaran pendapatan (RKAP) tahun pajak yang bersangkutan yang telah disahkan Rapat Umum Pemegang Saham dikurangi pemotongan dan pemungutan pajak penghasilan pasal 22 dan pasal 23 serta pajak penghasilan pasal 24 yang dibayar atau terutang diluar negeri tahun pajak yng lalu dibagi 12 (dua belas).

Dokumen terkait