Saat penulis pertama kali sampai di Kantor Pusat Ganesha Operation yang ada di jalan Purnawarman no 36B Bandung, penulis memberikan surat permohonan izin untuk melakukan kerja praktek lapangan yang diberikan oleh pihak kampus kepada pihak perusahaan. Surat permohonan tersebut disampaikan melalui front office kantor dan diterima oleh receptionist yang ada pada saat itu dengan sangat baik dan dengan penuh keterbukaan. Setelah beberapa minggu menunggu, pihak perusahaan memberikan jawaban penerimaan kepada penulis untuk melakukan kegiatan praktek kerja lapangan, lalu pihak perusahaan pun memberikan ketentuan yang wajib dilaksanakan oleh penulis yaitu dalam berpakaian, dalam jam bekerja, dan dalam tata tertib bekerja. Penulis diberikan instruksi tersebut langsung oleh kepala bagian divisi tekhnologi dan informasi dengan baik.
Hari pertama penulis melakukan praktek kerja lapangan, pihak divisi sangat terbuka dalam menerima orang baru, sambutan dan ucapan selamat datang serta selamat bekerja turut tersampaikan oleh staff yang ada di divisi tersebut, penulis pun diberikan bimbingan untuk melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan materi perkuliahan yang telah dipelajari di kegiatan perkuliahaan. Penulis pun diberikan berbagai macam arahan mengenai divisi tempat praktek kerja lapangan yaitu arahan cara bekerja divisi tersebut secara umum.
Selama melakukan kegiatan praktek kerja lapangan, penulis diberikan kebebasan untuk mempelajari media sosial yang dipercayakan kepada penulis dan juga untuk
memberikan ide-ide untuk membuat media sosial terebut menjadi lebih maksimal lagi, saat penulis mengalami kesulitan maka dengan ramah staff yang ada di ruangan tersebut akan membantu dan akan menjelaskan bagian yang belum dipahami. Suasana saling bekerjasama yang kompak sangat terasa pada divisi ini, setiap staff yang membutuhkan bantuan akan dibantu oleh rekan-rekannya hingga proses kerja menjadi maksimal karena saling melengkapi satu dengan yang lainnya.
Fasilitas yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada penulis saat melakukan kegiatan praktek kerja lapangan sangatlah baik dan mencukupi untuk melaksanakan tugas, beberapa fasilitas yang penulis dapatkan adalah satu nuah laptop, satu buah meja kerja serta kursi yang baik, satu buah rak buku, dan berbagai alat kerja lainnya, dan ruangan tempat bekerja pun memiliki kondisi yang baik dan terawat.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Ganesha Operation menjadi satu-satunya bimbel yang menggunakan konsep Revolusi Belajar dalam kegiatan pembelajaran siswa. Dengan konsep ini semua pembelajaran di Ganesha Operation ditujukan untuk optimalisasi otak kiri dan otak kanan. Sudah bukan rahasia bahwa Tuhan YME memberi otak yang sangat hebat pada setiap manusia. Otak yang terdiri dari trilyunan neuron tersebut mampu menangkap informasi yang begitu banyak. Para pakar mengatakan tidak mungkin otak manusia penuh meskipun setiap detik dijejali ribuan informasi. Namun kebanyakan orang baru menggunakan otaknya rata-rata 1% dari kemampuannya. Bahkan dikatakan oleh beberapa literatur, Albert Einstein yang kejeniusannya sudah tidak terbantahkan baru memakai sekitar 8% dari kemampuannya. Dapat dibayangkan jika setiap siswa Indonesia bisa meningkatkan kemampuannya sebanyak 7% dari semula saja, akan banyak Einstein Indonesia yang negara ini punya. Untuk itulah Ganesha Operation
menggunakan Revolusi Belajar akan kemampuan otak kiri dan otak kanan siswa menjadi optimal.
Untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan maka diperlukan komunikasi yang baik, hal tersebut dapat tercapai salah satunya dengan memiliki divisi yang bergerak dalam mengatur aktivitas komunikasi perusahaan dengan stakeholder perusahaan, terutama para siswa-siswi bimbingan belajar Ganesha Operation. Untuk itu Ganesha
Operation mengelola komunikasi perusahaannya yang diatur oleh divisi tekhnologi dan komunikasi (TI).
Di dalam divisi ini, penulis menerapkan ilmu-ilmu yang didapatkan dan bisa menyimpulkan beberapa hal yaitu Humas Ganesha Operation terdapat pada divisi Tekhnologi dan Informasi. Humas ini merupakan penghubung baik dengan publik yaitukhususnya para siswa yang mengikuti bimbingan belajar di Ganesha Operation. Humas dari Ganesha Operation ini belum termasuk Humas yang state of beingatau yang artinya cara kerjanya belum seperti Humas yang sudah terlembaga.Kegiatan internal dari Bagian Humas Ganesha Operation adalah memfasilitasi berbagai bentuk kegiatan yang dilakukan dewan untuk menunjang kinerjanya. Adapun kegiatan internal yang dilakukan oleh Bagian Humas Ganesha Operation yaitu membahas dan merencanakan berbagai kegiatan yang akan dilakukan sesuai dengan instruksi dari perusahaan, menyelenggarakan pelaporan dan evaluasi kegiatan bagian Humas dan menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja terkait. Kegiatan eksternal dari Bagian Humas adalah mengurusi hal yang berhubungan dengan penyuluhan eksternal seperti penyuluhan bimbingan belajar ke berbagai sekolah mulai dari SD, SMP, hingga SMA negeri maupun swasta, serta hubungan antar media massa.
3.2 Saran
Pada bagian ini penulis mencoba untuk memberikan saran kepada tempat praktek kerja lapangan dan juga untuk mahasiswa praktek kerja lapangan selanjutnya. Saran yang penulis sampaikan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi yang penulis alami selama melaksanakan tugas perkuliahan yaitu kerja praktek lapangan di bagian divisi tekhnologi dan informasi Ganesha Operation.
3.2.1 Saran Untuk Tempat Praktek Kerja Lapangan
Selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan dan mengikuti kerja di Ganesha Operation, Penulis melakukan pengamatan kerja dan mencoba menyelaraskan serta mengevaluasi berdasarkan ilmu yang sudah didapat selama perkuliahan. Saran yang dapat penulis berikan adalah :
1) Tetap mempertahankan kinerja humas yang berada pada divisi tekhnologi dan informasi Ganesha Operation, lebih baik lagi apabila bisa meningkatkan kinerja kehumasannya sehingga mampu berdiri pada sebuah divisi tersendiri.
2) Tetap kreatif dan berinovasi karena mengingat komunikasi yang dilakukan adalah dengan anak-anak usia sekolah, maka konten yang disampaikan harus berisi pesan yang mendidik dan juga harus menarik dan sesuai dengan perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan tekhnologi saat ini dan seterusnya.
Semoga saran ini dapat menjadi masukan yang membangun dalam sistem pelatihan dan pengembangan SDM perusahaan serta dalam program penelitian dan praktek kerja/magang yang dilakukan oleh pihak eksternal. Adapun dalam hal fasilitas, pelayanan, dan sistem kerja yang diterapkan oleh perusahaan secara umum berlangsung dengan sangat baik dan lancar.
3.2.2 Saran Untuk Mahasiswa Praktek Kerja Lapangan Selanjutnya
Sebagai bahan pertimbagan bagi semua pihak terutama bagi mahasiswa yang akan melaksanakan PKL di suatu perusahaan, penulis memberikan beberapa saran untuk dapat dijadikan masukan bagi kemajuan semua pihak.
1. Mahasiswa PKL harus disiplin, datang dan pulang tepat waktu / mengerjakan tugas-tugas yang diberikan tepat waktu, sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang berlaku di perusahaan tempat mahasiswa melakukan praktek kerja lapangan.
2. Mahasiswa PKL jangan takut bertanya, dan lebih aktif dalam keingintahuannya tentang kinerja perusahaan tempat dilakukannya praktek kerja lapangan.
3. Mahasiswa PKL harus lebih aktif dalam memberikan masukan-masukan yang dapat membangun perusahaan tempat dilakukannya praktek kerja lapangan. 4. Praktek Kerja Lapangan ini agar menjadikan sarana untuk meningkatkan
kepercayaan diri danketahanan mental bagimahasiswa yang melaksanakan PKL. 5. Mahasiswa yang menjadikan PKL ini sebagai suatu pengalaman dimana
mahasiswa dapat memperaktekkan teori dari ilmu komunikasi dan teori humas atau public relations yang telah dipelajari kedalamduniakerja.
6. Mahasiswa harus kreatif dalam memanfaatkan waktu yang dimiliki saat praktek kerja lapangan supaya dapat memaksimalkan penerapan ilmu yang telah didapat pada kegiatan perkuliahan, dan bisa mendapatkan pengalaman yang bisa dijadikan bekal untuk terjun ke dunia kerja nyata.
Diajukan Sebagai Bukti Telah Melaksanakan Praktek kerja Lapangan (PKL)