• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMAHAMAN PINANGAN PEREMPUAN DI NAGARI

B. Analisis Pemahaman Praktik Pinangan Perempuan

Dalam hal kebudayaan, Minangkabau mempunyai struktur unik dibanding daerah lain. Minangkabau termasuk salah satu daerah yang sampai sekarang menganut sistem kekerabatan matrilineal atau berdasarkan garis keturunan ibu. Garis keturunan ibu ini, erat kaitannya dengan sistem kewarisan sako47 dan pusako48. Jika garis keturunan

46 Al-Imam Al-Ḥafiẓ` Ibnu Hajar Al-Asqalanī, Fatḥul Bārī syarah Ṣaḥiḥ Al- Bukhāri : Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari, Jilid 25 (Jakarta : Pustaka Azzam, 2002), h. 254

47 Sako ialah gelar kebesaran adat yang diberikan kepada keturunan mengikut tali darah matrilineal yang tidak berwujud seperti gelar penghulu yang diwariskan

69

mengalami perubahan maka hal itu akan berdampak pada sendi-sendi adat Minangkabau sendiri. Bagi orang Minangkabau garis keturunan bukan hanya sekedar menentukan garis keturunan anak tapi juga erat kaitannya dengan adat.49

Dalam budaya Minangkabau, pernikahan menjadi salah satu prosesi sakral yang diikuti oleh masyarakat terutama di Nagari Simarasok. Bagi masyarakat Simarasok, pernikahan adalah proses bertambahnya anggota baru di rumah gadang mereka karena setelah menikah pihak laki-laki akan tinggal di rumah pihak perempuan dan akan menjadi Sumando (menantu laki-laki) di rumah gadang. Dalam pernikahan itu, ada beberapa prosesi yang harus dilewati oleh kedua mempelai salah satunya adalah meminang.

Karena Minangkabau menganut sistem kekerabatan Matrilineal atau berdasarkan garis keturunan ibu, maka pinangan dilakukan oleh pihak perempuan kepada pihak laki-laki. Di Nagari Simarasok, pelaksanaan pinangan ini sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Karena pinangan merupakan adat atau tradisi di Nagari yang harus tetap dilestarikan. Sejauh adat yang berlaku di Nagari Simarasok, pinangan tetap dilaksanakan oleh masyarakat dengan kepentingan bahwa dengan kepada kamanakan (anak saudara yang berjenis kelamin) laki-laki secara turun temurun, garis keturunan matrilineal (suku induk) yang diwariskan kepada perempuan, pepatah petitih, hukum adat, tatakrama, dan sopan santun yang diwariskan kepada seluruh warga adat, anak kamanakan seluruh nagari di seluruh ranah Minang.

Sumber : Mohamad Sabri bin Haron dan Iza Hanifuddin, Harta dalam Konsepsi Adat Minangkabau, JURIS Volume 11, Nomor 1 (Juni 2012)

48 Pusako ialah harta pusaka adat yang terdiri dari harta kekayaan dan harta kekuasaan adat. Harta kekayaan adalah berupa emas, perak, danternak peliharaan, sedangkan harta kekuasaan adat adalah berupa wilayah teritorial (ulayat) yang berupa hutan tanah, sawah ladang, pandam pakuburan, lebuh tapian (pemandian), rumah tangga yang dibatasi oleh kawasan batas tanah. Atau disebut juga harta tua.

Sumber : Mohamad Sabri bin Haron dan Iza Hanifuddin, Harta dalam Konsepsi Adat Minangkabau, JURIS Volume 11, Nomor 1 (Juni 2012)

49 Misnal Munir, Sistem Kekerabatan dalam Kebudayaan Minangkabau :Perspektif Aliran Filsafat Strukturalisme Jean Claude Levi-Strauss, Jurnal Filsafat, Vol.

25, No. 1, Februari 2015, h. 15

melaksanakan pinangan berarti adat tetap terlaksana dan dipelihara oleh masyarakat.50

Seperti yang telah disebutkan pada Bab sebelumnya, pinangan di Nagari Simarasok secara umum terbagi dalam 3 tahapan :

a) Kesepakatan awal (Rosok aia rosok minyak, ada juga yang menyebutnya dengan maresek-resek51)

Bagi orang Minang, masalah pernikahan bukanlah sebuah hal yang tiba-tiba muncul dalam suatu keluarga. Masalah ini muncul sejak sang anak telah melalui masa pubertas dan mulai menginjak usia dewasa, terutama jika itu adalah anak perempuan. Secara tidak langsung orang tua serta mamak akan berfikiran jauh ke depan tentang pernikahan anak-kemenakan mereka. Karena pernikahan bukanlah hal yang dapat diputuskan secara tergesa-gesa, ketika menikah pertimbangan atau saran dari orang lain sangat dibutuhkan terutama pertimbangan dari seorang mamak yang mengambil peran besar dalam pernikahan anak-kemenakannya. Seperti yang tertuang dalam pepatah adat Minangkabau,

“Mamak ibaraik kayu baringin di tangah koto, batangnyo tampek basanda, daunnyo tampek balinduang, ureknyo tampek baselo, kok pai tampek batanyo, kok pulang tampek babarito”

(Mamak diibaratkan seperti kayu beringin di tengah koto, batangnya tempat bersandar, daunya tempat berlindung, uratnya tempat bersila, kalau pergi tempat bertanya, kalau pulang tempat membawa berita).52 Begitu besarnya peranan seorang mamak, bahkan membuat anak-kemenakannya amat segan terhadap seorang mamak.

50 Bapak Asbir Datuak Rajo Mangkuto, Hasil Wawancara pada Kamis, 15 April 2021, pukul 14.00-14.15 WIB

51 Ibu Adriwati, Hasil Wawancara pada Senin 19 April 2021, pukul 10.00 – 10.20 WIB

52 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Peranan Mamak Terhadap Kemenakan dalam Kebudayaan Minangkabau Masa Kini (Padang : Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Sumatera Barat, 1997), h. 40

71

Pada tahap ini keluarga perempuan akan pergi ke rumah keluarga laki-laki untuk menyampaikan maksud baiknya. Prosesi ini biasanya dilakukan secara hati-hati agar tidak terlalu mencolok oleh orang banyak.

Karena jika nanti maksud baik dari keluarga perempuan tidak diterima baik oleh keluarga laki-laki, maka hal itu tidak menimbulkan rasa malu bagi keluarga perempuan.53 Sebelum sampai ke tahap ini, biasanya di rumah pihak perempuan telah dilakukan perundingan dengan mamak terkait keinginan kemenakannya untuk menikah dan siapa calon yang diajukan kemenakannya. Dalam perundingan itu biasanya dibahas tentang baik-buruk si calon serta membahas siapa yang akan pergi ke rumah pihak laki-laki untuk mengadakan silaturrahmi awal atau maresek-resek.

Jika dalam prosesi maresek-resek tadi keluarga pihak laki-laki menyetujui keinginan dari pihak keluarga perempuan untuk menikahi anak mereka, maka akan dipilih siapa saja yang akan pergi dan kapan waktu pinangannya.54

Makna dari prosesi maresek-resek ini sendiri adalah untuk mengenal terlebih dahulu bagaimana calon suami dari anak-kemenakan yang akan menikah. Prosesi ini punya makna tersendiri bagi seorang mamak, dimana mamak harus sangat berhati-hati dan mempertimbangkan banyak hal dalam menyampaikan niat baiknya serta harus memperhatikan apakah calon suami itu cocok untuk kemanakan perempuannya atau tidak.

b) Pinangan Resmi

Pada umunya pinangan ini terjadi dalam dua tahap : 1) tahap penjajakan, biasanya keluarga perempuan akan mengirim utusan yang terdiri dari laki-laki saja untuk mendatangi keluarga pihak laki-laki untuk

53 Bapak Aulia Rahman, Hasil Wawancara pada Senin 19 April 2021, pukul 13.00 - 13.15 WIB

54 Bapak Arzet, Datuak Tan Bijo, Hasil Wawancara pada Jum‟at, 16 April 2021, pukul 09.00 – 11.00 WIB

membicarakan pinangan anak-kemenakan mereka. 2) tahap pinangan resmi yaitu tahap pinangan atau batuka tando, pada tahap ini biasanya juga dihadiri oleh kaum perempuan dari pihak keluarga perempuan yang membawa carano berisi siriah salangkoknyo.55 Tapi umumnya di Nagari Simarasok, pinangan langsung diadakan dalam tahap kedua.

Barang yang dibawa ketika meminang itu beragam dan tiap-tiap daerah di Minangkabau punya tradisi sendiri seperti di Nagari Simarasok yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. Tapi yang paling penting dan punya arti simbolis dari semua itu adalah sirih selengkapnya yang terdiri dari sirih, kapur sirih, gambir dan pinang yang dibawa dengan katidiang sairiang.

Rombongan peminangan disambut di rumah pihak laki-laki oleh anggota keluarga, biasanya terdiri dari mamak pihak laki-laki, saudara-saudaranya dan orang sumando (menantu laki-laki). Di rumah tersebut rombongan dijamu dengan makan dan minum. Sehabis makan maka mulailah salah seorang dari rombongan (yang pandai berbicara pasambahan56) menyampaikan maksudnya secara sindiran dengan pantun yang diucapkan berirama.

Pinangan biasanya terjadi dalam dua kunjungan. Tapi umumnya di Nagari Simarasok kedua kunjungan itu digabung menjadi satu. Prosesi pinangan ditutup dengan batimbang tando atau batuka tando. Di Nagari Simarasok benda atau barang yang dijadikan alat untuk bertukar tando

55 Ibu Asdelly Syam, Hasil Wawancara pada Selasa, 13 April 2021 pukul 14.00 – 14.30 WIB

56 Pasambahan yang dimaksud adalah pasambahan kato yang artinya pihak-pihak yang berbicara atau berdialog menyampaikan kata-katanya dengan penuh hormat.

Kata-kata yang digunakan dalam pasambahan dipenuhi dengan pepatah-petitih dan ada pula yang dihiasi dengan pantun. Pasambahan ini biasanya dipakai dalam acara-acara adat seperti meminang dan upacara pengangkatan penghulu.

Sumber : https://minang.fandom.com/wiki/pasambahan Diakses pada hari Kamis, 26 Agustus 2021, pukul 20.11 WIB

73

adalah kain panjang, alasannya karena kain panjang adalah pakaian adat Minangkabau.57

Acara pinangan seperti ini bermakna bahwa orang tua tidak dapat berbuat sendiri dalam pernikahan anaknya, mereka harus mengikutsertakan ninik-mamak karena pernikahan tidak akan berlangsung tanpa izin dan persetujuan dari seorang mamak. Keikutsertaan orang kampung (masyarakat kampung) juga penting karena keluarga hidup bermasyarakat dengan kampungnya.

c) Timbang Tando

Timbang tando adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh calon suami dan calon istri yng berbeda suku atau daerah dengan mengunakan kain panjang sebagai tando.58 Selain kain panjang, ada juga barang yang dijadikan tando seperti cincin perak dan keris. Timbang tando dilaksanakan di rumah orang yang dipinang atau di rumah pihak laki-laki.

Timbang tando bermakna untuk mengikat kedua belah pihak serta untuk menghalangi masing-masing pihak bertindak lain. Umumnya perempuan yang sudah dipinang dibatasi geraknya di luar agar tidak timbul fitnah. Pemutusan pinangan akan mengakibatkan sanksi dengan mengembalikan tando dan membayar denda dari pihak yang memutuskan pinangan. Besar dan bentuk denda pun bermacam-macam. Denda dibayar oleh pihak yang bersalah melalui putusan ninik-mamak. Keluarga yang membayar denda mendatangi keluarga penerima di mana telah ditunggu oleh ninik-mamak mereka. Dengan acara ini putuslah pinangan secara resmi.59

57 Bapak Arzet, Datuak Tan Bijo, Hasil Wawancara pada Jum‟at, 16 April 2021, pukul 09.00 – 11.00 WIB

58 Bapak Arzet, Datuak Tan Bijo, Hasil Wawancara pada Jum‟at, 16 April 2021, pukul 09.00 – 11.00 WIB

59 Bapak Novian, Datuak Tanbasa, Hasil Wawancara pada Sabtu, 17 April 2021, pukul 09.00 - 10.00 WIB

Jika ada keluarga yang tidak membayar denda maka keluarga tersebut akan tinggalkan oleh Nagari. Dalam artian, apa pun kegiatan dari Nagari maka keluarga yang bersangkutan tidak akan diajak turut serta.

Dapat disimpulkan bahwa dalam prosesi timbang tando ini bermakna bahwa apabila kita sudah berjanji maka kita harus berusaha untuk menepatinya.

75 BAB V PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan penelitian yang saya lakukan dapat disimpulkan bahwa tradisi pinangan perempuan kepada laki-laki dijelaskan dalam beberapa hadis Rasulullah saw yang setelah diteliti hadis tersebut tergolong ke dalam ahad gharīb dengan sanad hadis saḥiḥ. Hadis tentang pinangan perempuan kepada laki-laki terdapat dalam 2 tema yaitu perempuan yang menawarkan dirinya langsung kepada laki-laki serta hadis tentang seseorang yang menawarkan anak perempuannya atau saudara perempuannya kepada laki-laki shaleh. Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa perempuan boleh menawarkan dirinya kepada laki-laki atas dasar keinginannya dan tidak ada larangan terhadap hal itu. Serta para ulama juga memperolehkan dilaksanakan tradisi ini selama masih berpijak pada syari‟at yang berlaku.

Dalam praktiknya, tradisi pinangan perempuan kepada laki-laki di Nagari Simarasok murni adat yang berlaku di masyarakat yang tidak ada kaitannya dengan hadis Rasulullah saw. Namun, tradisi ini tidak bertentangan dengan hadis Rasulullah saw dan tidak ditemukannya dalil secara khusus yang melarangnya. Tradisi ini dilakukan karena Nagari Simarasok masuk dalam lingkup adat Minangkabau yang garis keturunannya berasal dari garis keturunan ibu atau Matrilineal yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat mereka.

B. Saran

1. Bagi Masyarakat Nagari Simarasok

Selalu jaga dan lestarikan tradisi peninggalan nenek moyang selama tidak bertentangan dengan agama karena tradisi tersebut merupakan bagian dari sejarah adat Nagari Simarasok. Selain itu, dalam pelaksanaan tradisi tetap perhatikan ketentuan agama, jangan sampai melanggar aturan syari‟at Islam.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Jika melakukan penelitian yang sejenis dalam pemahaman hadis sertaan dengan membahas bagaimana respon masyarakat terhadap hadis pinangan perempuan.

3. Bagi Pembaca

Semoga bisa meningkatkan khasanah keilmuan serta dapat memahami terkait pinangan yang dilakukan perempuan kepada laki-laki perspektif hadis.

77

DAFTAR PUSTAKA

Al-Asqalanī, Al-Imam Al-Ḥafiẓ` Ibnu Hajar. 2002. Fatḥul Bārī syarah Ṣaḥiḥ Al- Bukhāri : Penjelasan Kitab Shahih Al Bukhari. Jakarta : Pustaka Azzam

Al-Asqalānī, Aḥmad bin Ali bin Hajar. Taqrību Tahdhīb. Dār al-„Āṣimah Alfiah, dkk. 2016. Studi Ilmu Hadis. Pekanbaru : Kreasi Edukasi

Adat Salingka Nagari Simarasok yang dikeluarkan oleh KAN (Kerapatan Adat Nagari) Simarasok pada tahun 2019

Anggito, Albi dan Johan Setiawan. 2018. Metodologi Penulisan Kualitatif.

Sukabumi : Jejak Publisher.

Arifin, Zainal dan Anshori. 2019. Fikih Munakahat. Madiun : CV. Jaya Star Nine

Arikunto, Suharsimi. 2013. Manajemen Penulisan. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Asmaniar. Pernikahan Adat Minangkabau. Vol.7 No. 2, Desember 2018 Awaliyah, Robiah dan Wahyudin Darmalaksana. Perempuan Meminang

Laki-Laki Menurut Hadis. Jurnal Perspektif Vol. 4 No. 1 Mei 2020

Azmi, Muhammad Mustafa. 1977. Studies Hadith Methodology and Literature. Indianapolis : American Trust Publication

Azzam, Abdul Aziz Muhammad dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas.

2015. Fiqih Munakahat. Jakarta : AMZAH

Al-Bukhārī, Imam Abū „Abdullah Muḥammad bin Ismāʿīl. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Beirut: Dar El-Fikr

Bunyamin, Mahmudin dan Agus Hermanto. 2017. Hukum Pernikahan Islam. Jakarta : CV Pustaka Setia

Al-Buthy, Muhammad Sa‟id Ramadhan. 2006. Sirah Nabawiyah : Analisis Ilmiah Manhajiah terhadap Sejarah Pergerakan Islam di Masa Rasulullah saw. Jakarta : Robbani Press

Departemen Agama. 2010. Al-Qur‟an dan Terjemahan. Jakarta : Penerbit Marwah

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1997. Peranan Mamak Terhadap Kemenakan dalam Kebudayaan Minangkabau Masa Kini. Padang : Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Sumatera Barat

Al-Dhahabī, Shamsuddīn Abī Abdullah. 2004. Tahdhīb Tahdhību al-Kamāl fi Asmā al-Rijāl. Cairo : al-Fāruq al-Ḥadisiyah li Ṭabā‟ah wa al-Nashir

Farid, Ahmad. 2017. Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah. Jakarta : Darul Haq

Fathullah. Pandangan Hukum Islam Tentang Denda Akibat Pembatalan Pinangan Oleh Pihak Perempuan. Asy-Syari‟ah, Volume 5, Nomor 2, Juni 2019

Fatkhurozi. 2019. Praktik Pinangan Oleh Perempuan Kepada Laki-laki Di Desa Japan Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo Perspektif Fiqh Munakahat. Ponorogo : IAIN Ponorogo.

Fuad, Abdul Baqi‟ Muḥammad. 1987. Mu‟jam Mufahras lil Al-Fāẓ al-Ḥadīth. Beirut : Darul Fikr

Al-Ghifari, Abu. 2003. Pacaran Yang Islami Adakah ?. Bandung: Mujahid Press

Ghozali, Abdul Rahman. 2003. Fiqih Munakahat. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Gunawan, Imam. 2015. Metode Penulisan Kualitatif Teori dan Praktik.

Jakarta : Bumi Aksara.

79

Hadikusuma, Hilman. Hukum Pernikahan Adat. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti

Hamdi, Isnadul. Ta‟aruf dan Khitbah Sebelum Pernikahan. Jurnal Ilmiah Syari„ah, Volume 16, Nomor 1, Januari-Juni 2017

Haron, Mohamad Sabri bin dan Iza Hanifuddin. Harta dalam Konsepsi Adat Minangkabau. JURIS Volume 11, Nomor 1 (Juni 2012) Hasan, Mustofa. 2011. Pengantar Hukum Keluarga. Bandung: CV

Pustaka Ceria

Hasbillah, Ahmad „Ubaydi. 2019. Ilmu Living Quran-Hadis : Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi. Ciputat : Maktabah Darus Sunnah Hidayatullah. 2020. Skripsi : Tradisi Pinangan oleh Perempuan dalam

Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo). Purwekerto : IAIN Purwekerto

Ismail. Khitbah menurut Perspektif Hukum Islam. Al-Hurriyah, vol. 10, No. 2, Juli-Desember, 2009

Ismail, M. Syuhudi. 2016. Metodologi Penelitian Hadis Nabi. Cet. Ke-2.

Jakarta : Bulan Bintang

Kosasih, Ahmad. Upaya Penerapan Nilai-Nilai Adat dan Syarak dalam Penyelenggaran Pemerintahan Nagari. Jurnal Humanus Vol. XII No.2 Th. 2013

Mardani. 2016. Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Jakarta : Kencana Masduki. KontekstualisasiI Hadis Pinangan Perempuan Terhadap

Laki-Laki. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu al-Qur‟an dan Hadis, Vol. 20, No. 1 (Januari 2019)

Al-Mizī, Jamāl Dīn Abī Ḥajjāj Yūsuf. Tahdhīb Kamāl fī Asmā al-Rijāl. Beirut: Mu‟assasah al-Risālah

Al-Mubarakfuri, Syaikh Shafiyyurahman. 2012. Sirah Nabi : Sejarah Muhammad saw Versi Ringkasan Al-Rahiq Al-Makhtum.

Bandung : Mizan

Munir, Misnal. Sistem Kekerabatan Dalam Budaya Minangkabau : Perspektif Aliran Filsafat Strukturalisme Jean Claude Levi-Strauss. Jurnal Filsafat, Vol.25, No. 1, Februari 2015

An-Naisābūri, Imam Hāfiẓ Abī Husain Muslim Bin Hajjāj Al-Qushairī. 2003. Ṣaḥiḥ Muslim. Beirut: Dār Al-Fikr

An-Nasā‟ī, Imam Aḥmad bin Shu‟aib. 2005. Sunan An-Nasā‟ī. Beirut: Dar El-Fikr

Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. 2009. Metodologi Penulisan.

Jakarta: Bumi Aksara

Naily, Nabiela dkk. 2019. Hukum Pernikahan Islam di Indonesia. Jakarta : Prenadamedia Group

Nuriyana, Elmi. 2016. Skripsi Pinangan Perempuan dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Tulungagung : IAIN Tulungagung,

Al-Qazwainī, Abī Abdullah Muḥammad bin Yazīd ibn Mājah. Sunan Ibnu Mājah. Riyadh: Bait Al-Afkār Ad-Dauliyah

Qudsy, Saifuddin Zuhri. Living Hadis : Geneologi, Teori dan Aplikasi.

Jurnal Living Hadis, Volume 1, Nomor 1, Mei 2016

Rahman Ghazaly, Abdul. 2019. Fiqih Munakahat. Jakarta : Prenadamedia Group.

Saebani, Beni Ahmad. 2017. Pedoman Aplikatif Metode Penulisan dalam Penyusunan Karya Tulis Ilmiah, Skripsi, Tesis dan Disertasi.

Bandung : CV Pustaka Setia

81

Ash-Shiddieqy, Muhammad Hasbi. 2009. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis. Semarang : PT. Pustaka Rizki Putera

As-Sijistāni, Abī Dāud Sulaimān bin Ash‟ats. Sunan Abī Dāud. Riyadh:

Bait Al-Afkār Ad-Dauliyyah

As-Subki, Ali Yusuf. 2010. Fiqih Keluarga : Pedoman Berkeluarga dalam Islam. Jakarta : Amzah

Suryabrata, Sumadi. 2016. Metodologi Penulisan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Suryadilaga, M. Al-Fatih. 2017. Ulumul Hadis. Yogyakarta : Kalimedia Suryadilaga, M. Fatih dkk. 2017. Ilmu Sanad Hadis. Yogyakarta : Idea

Press Yogyakarta

Syaikhudin. Kearifan Dialogis Nabi atas Tradisi Kultural Arab : Sebuah Tinjauan Hadis. ESENSIA Vol. XIII No. 2 Juli 2012

Taufik, H. Otong Husni. Kafa‟ah dalam Pernikahan Menurut Hukum Islam. Volume 5, No. 2 - September 2017

Tihami dan Sihari Sahrani. 2018. FIKIH MUNAKAHAT : Kajian Fikih Nikah Lengkap. Depok : PT. Rajagrafindo Persada

At-Tirmidzī, Abī Isa Muḥammad bin Isa bin Saurah ibn Musa As-Sulami.

Jami‟u At-Tirmidzī. Riyadh: Bait Al-Afkār Ad-Dauliyyah

Umar, Abdul Mun‟in Muhammad. 2017. Wanita Mulia di Sisi Rasulullah saw : Khadijah Cinta Sejati Rasulullah. Jakarta : Republika Penerbit

Widodo. 2017. Metodologi Penulisan Populer dan Praktis. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Yaswirman. 2013. Hukum Keluarga : Karakateristik dan Prospek Doktrin Islam dan Adat dalam Masyarakat Matrilineal Minangkabau. Jakarta : Rajawali Press.

https://balingasal.kecpadureso.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/1 42/201

https://minang.fandom.com/wiki/pasambahan https://kbbi.web.id/genealog

https://fitinline.com/article/read/9-jenis-bahan-kain-yang-biasa-digunakan-untuk-membuat-kain-batik-indonesia/

https://rkb.id/ukm/493751

https://www.liputan6.com/regional/read/4391730/pinyaram-si-manis-khas-ranah-minang-untuk-jamuan-upacara-adat

http://imeldase.gurusiana.id/article/2020/10/ketiding-gadih-135-4412919

https://www.bentengsumbar.com/2017/04/pemko-padang-terus-lestarikan-baju.html

83

LAMPIRAN Lampiran 1

TRANSKIP WAWANCARA

Nama : Asdelly Syam

Jabatan : Bundo Kanduang Simarasok Tempat : Rumah Ibu Delly

Tanggal : Selasa, 13 April 2021 Waktu : 14.00 – 14.30 WIB

No Identitas Data Wawancara

1. Peneliti Apakah ada perbedaan antara prosesi peminangan dengan timbang tando ?

Narasumber Tentu saja ada. Peminangan itu acara datangnya keluarga perempuan ke rumah laki-laki untuk meminangnya. Acara peminangan hanya di hadiri oleh laki-laki saja baik dari pihak perempuan maupun pihak laki-laki. Sedangkan timbang tando itu acara pertukaran tando dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan yang di hadiri oleh para wanita dari keluarga perempuan maupun keluarga laki-laki. Ketika timbang tando orang tua kandung dari pihak peremupuan tidak datang tapi krtika acara peminangan oraang tua boleh pergi boleh tidak. Meminang itu kewajiban mamak kepada kemenakan perempuanya.

2. Peneliti Apakah sebelum acara peminangan itu ada prosesi lain atau tidak bu ?

Narasumber Ada, sebelum datang untuk meminang orang tua dari pihak perempuan akan memberitahu mamak, sumando, urang tuo yang ada di rumah perihak keinginan si anak

begitupun pihak laki-laki. Setelah itu biasanya keluarga si perempuan datang ke rumah keluarga si laki-laki terlebih dahulu untuk bersilaturrahmi dan menyampaikan tentang keinginan anaknya untuk menikah. Jika diseujui maka akan ditunjuk siapa yang pergi dan kapan waktu peminangannya.

3. Peneliti Apa saja yang dibutuhkan ketika meminang ?

Narasumber Yang harus ada siriah salangkoknyo : siriah 2 ikat (1 ikat 10 lembar), pinang, sadah dan gambia.

4. Peneliti Berapa hari jarak antara prosesi pinangan dengan timbang tando ?

Narasumber Setelah pinangan ada yang langsung timbang tando.

Ada juga yang melaksanakan timbang tando H-2 acara pernikahan.

85

Lampiran 2

TRANSKIP WAWANCARA Nama : Muslim, Datuak Payuang Diaceh Jabatan : Ninik Mamak Nagari Simarasok

Tempat : Rumah Bapak Muslim

Tanggal : Senin, 12 April 2021 Waktu : 16.00 – 17.30 WIB

No Identitas Data Wawancara

1. Peneliti Kenapa yang melakukan pinangan itu pihak perempuan kepada pihak laki-laki ?

Narsumber Karena di Minangkabau itu sistem keturunan atau kekerabatannya berdasarkan garis keturunan ibu atau yang dikenal dengan istilah Matrilineal. itulah kenapa yang melakukan pinangan itu pihak perempuan kepada pihak laki-laki. Pinangan yang dilakukan ini bukan berarti merendahkan pihak perempuan, tapi lebih ke menjaga dan untuk meyakinkan para orang tua dan Ninik mamak dari pihak perempuan terhadap keseriusan si laki-laki terhadap anak-kemenakan mereka.

2. Peneliti Timbang tando itu apa ?

Narasumber Kesepakatan antara pihak perempuan dengan pihak laki-laki yang dilakukan setelah terjadinya peminangan. Dimana pihak perempuan membawa

Narasumber Kesepakatan antara pihak perempuan dengan pihak laki-laki yang dilakukan setelah terjadinya peminangan. Dimana pihak perempuan membawa

Dokumen terkait