• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta adalah salah

satu instansi pelayanan jasa kesehatan bagi masyarakat yang dapat

dikategorikan sebagai badan usaha yang bergerak di sektor publik. Meskipun

berstatus Badan Layanan Umum (BLU), Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R.

Soeharso Surakarta dituntut untuk melaksanakan pola pengelolaan keuangan

yang fleksibel berupa keleluasaan untuk menerapkan praktik-praktik bisnis

yang sehat dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat

dengan tetap menonjolkan produktivitas, efisiensi, dan keefektifan. Salah

satu bentuk keleluasaan tersebut adalah pihak rumah sakit diperbolehkan

untuk memberikan piutang bagi pasien dalam jumlah tertentu. Klasifikasi

piutang pasien Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta

meliputi piutang perseorangan, piutang askes, piutang jamkesda

(Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta/PKMS), dan piutang Ikatan

Kerja Sama (IKS).

Penulis akan membahas salah satu sistem akuntansi piutang di Rumah

Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, yaitu piutang pasien dengan

PKMS. PKMS diberikan oleh Pemerintah Kota Surakarta sebagai bentuk

jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh masyarakat Surakarta terutama

bagi masyarakat miskin. Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso

Surakarta telah menerapkan sistem akuntansi piutang PKMS terutama untuk

ini sistem akuntansi piutang pasien rawat inap dengan PKMS yang dimiliki

Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.

1. Fungsi yang Terkait

Fungsi yang terkait dalam sistem akutansi piutang PKMS pasien

instalasi rawat inap di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso

Surakarta antara lain:

a. Fungsi Pendaftaran Pasien

Fungsi ini dijalankan oleh Bagian Pendaftaran, yang bertanggung

jawab terhadap proses pendaftaran pasien baik pasien umum maupun

jaminan, dan memberikan informasi mengenai pelayanan rumah sakit

beserta tarifnya. Bagian Pendaftaran akan mengecek kelengkapan

persyaratan, khususnya bagi pasien jaminan. Bagian ini juga membuat

Formulir Pendaftaran, Rekam Medik dan Kartu Berobat.

b. Fungsi Pelayanan dan Pencatatan Medis

Fungsi Pelayanan dan Pencatatan Medis dilakukan sekaligus oleh

Bagian Pelayanan Medis, yaitu Instalasi Penunjang Medis dan

Instalasi Rawat Inap. Kedua instalasi tersebut bertanggung jawab

terhadap pelayanan yang diberikan kepada pasien PKMS khususnya

pasien rawat inap dan mengisi berkas Rekam Medik sebagai data

sumber untuk melakukan penghitungan biaya perawatan.

c. Fungsi Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana

Fungsi ini bertugas melakukan pengecekan antara data pada berkas

Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana akan menghitung total biaya

pasien, memberitahukan total biaya yang ditanggung pasien berupa

Ringkasan Biaya Perawatan, menginput besarnya uang muka ke

billing, mencetak Kuitansi Uang Muka, serta membuat Surat Klaim

atas piutang yang akan diberikan kepada pihak Dinas Kesehatan Kota

Surakarta sebagai proses penagihan piutang.

d. Fungsi Akuntansi

Fungsi akuntansi dijalankan oleh Sub Bag Akuntansi Manajemen dan

Verifikasi dan Sub Bag Akuntansi Keuangan. Sub Bag Akuntansi

Manajemen dan Verifikasi bertanggung jawab untuk melakukan

verifikasi terhadap dokumen yang akan menjadi sumber pencatatan

oleh Bagian Akuntansi Keuangan. Bagian Akuntansi Keuangan

bertugas melakukan penjurnalan terhadap setiap transaksi pasien,

terutama pada kasus ini yaitu transaksi pengelolaan piutang. Bagian

Akuntansi Keuangan membuat dan memperbarui Kartu Piutang,

mempersiapkan Laporan Piutang, serta mengarsip Kartu Piutang

sesuai pihak instansi yang menjamin pasien.

2. Dokumen yang Digunakan

Berikut beberapa dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi

piutang PKMS pasien rawat inap di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R.

a. Dokumen persyaratan

Dokumen ini berisi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), rujukan

puskesmas asli, fotokopi Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda

Penduduk, Kartu Kontrol, dan Kartu PKMS silver atau gold.

Dokumen ini berfungsi sebagai persyaratan untuk mendapatkan

pelayanan kesehatan melalui jaminan PKMS dan untuk verifikasi

keanggotaan pasien jaminan PKMS.

b. Formulir Pendaftaran

Formulir Pendaftaran berisi data pasien dan checklist kelengkapan

yang menjadi persyaratan pendaftaran pasien.

c. Kartu Berobat

Kartu Berobat disiapkan oleh Bagian Pendaftaran setelah melalui

proses pengecekan kelengkapan data pasien jaminan PKMS. Kartu

Berobat akan digunakan pasien untuk mendapatkan pelayanan

kesehatan.

d. Rekam Medik

Dokumen ini berisi rincian-rincian tindakan yang diberikan pihak

rumah sakit terhadap pasien yang dibuat oleh Instalasi Penunjang

Medis dan Instalasi Rawat Inap. Dokumen Rekam Medik digunakan

untuk melakukan penghitungan biaya perawatan yang harus

e. Ringkasan Biaya Perawatan

Ringkasan Biaya Perawatan dihasilkan oleh Bagian Perbendaharaan

dan Mobilisasi Dana dengan mengecek kesesuaian antara Rekam

Medik dengan tarif Rumah Sakit.

f. Kuitansi Uang Muka

Kuitansi Uang Muka digunakan untuk mengetahui berapa uang muka

yang dibayarkan pasien rawat inap kepada rumah sakit dan untuk

menghitung besarnya kekurangan biaya yang akan ditanggung oleh

pihak penjamin. Kuitansi ini dibuat rangkap tiga, lembar pertama

untuk pasien, lembar kedua untuk Bagian Perbendaharaan dan

Mobilisasi Dana, dan lembar ketiga untuk Bagian Akuntansi.

g. KuitansiPembayaran

Kuitansi ini dihasilkan oleh Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi

Dana untuk dilakukan cek silang dengan berkas Rekam Medik.

Kuitansi ini akan diberikan kepada pasien untuk dilakukan proses

pembayaran ke Bank Mandiri dan diserahkan ke Bagian

Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana disertai Bukti Pembayaran.

Kuitansi ini dibuat rangkap tiga, lembar pertama untuk pasien, lembar

kedua untuk Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana, dan lembar

h. Bukti Pembayaran

Dokumen ini dihasilkan oleh Bank Mandiri sebagai bukti bahwa

pasien telah melakukan pembayaran yang besarnya sesuai dengan

tagihan yang ditanggung oleh pasien itu sendiri.

i. Surat Perjanjian Piutang

Dokumen ini digunakan sebagai bukti tertulis mengenai adanya

perjanjian piutang antara pihak rumah sakit dengan pihak ketiga (pihak

penjamin).

j. Formulir Pengajuan Klaim

Dokumen ini berisi rincian-rincian tindakan yang sebelumnya sudah

dibuat oleh petugas pihak ketiga (penjamin) sebagai proses untuk

pengajuan klaim ke pihak penjamin.

3. Catatan yang Digunakan

Sistem akuntansi piutang PKMS pasien rawat inap di Rumah Sakit

Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta menghasilkan catatan sebagai

berikut:

a. Kartu Piutang

Kartu piutang merupakan pencatatan terhadap mutasi piutang pasien

untuk mengetahui saldo akhir piutang setiap saat. Kartu Piutang akan

selalu diperbarui oleh Bagian Akuntansi Keuangan jika ada transaksi

yang mempengaruhi saldonya. Kartu piutang dijadikan dasar

b. Buku Jurnal

Buku jurnal terdiri dari buku jurnal umum dan jurnal khusus. Buku

jurnal digunakan sebagai berkas pencatatan atas transaksi rumah sakit

terutama terkait pasien rawat inap. Buku jurnal dibuat oleh Bagian

Akuntansi Keuangan berdasarkan dokumen (bukti) transaksi yang

diperoleh dari bagian sebelumnya.

c. Buku Besar Piutang

Buku besar piutang digunakan untuk mengakumulasikan transaksi

yang telah dicatat di jurnal yang melibatkan akun piutang. Buku besar

melibatkan akun pendapatan setalah adanya pencairan dana piutang

atas klaim. Buku besar melibatkan akun beban piutang tak tertagih jika

ada pengakuan terhadap piutang yang tidak dapat ditagih. Buku besar

dibuat oleh Bagian Akuntansi Keuangan setelah melakukan pencatatan

jurnal.

d. Laporan Piutang

Laporan piutang merupakan keluaran dari sistem akuntansi piutang.

Laporan piutang dibuat secara berkala untuk memberitahukan saldo

piutang secara rinci pada periode tertentu dan berbentuk hasil cetak

komputer. Data yang digunakan untuk membuat laporan piutang

adalah kartu piutang yang disusun berdasarkan nama pasien (untuk

pasien umum) atau pihak penjamin (untuk pasien jaminan), nomor

rekam medik, dan nominal tagihan piutang. Laporan piutang yang

keputusan mengenai mutu pelayanan yang diperlukan oleh pasien

jaminan PKMS.

e. Buku Rekap Harian

Buku ini berisi rekapan data pelayanan medis yang dilakukan selama

satu hari oleh Bagian Pelayanan dan Pencatatan Medis.

4. Jaringan Prosedur

Prosedur sistem akutansi piutang PKMS pasien rawat inap di

Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta dapat dijabarkan

sebagai berikut:

a. Prosedur Pendaftaran Pasien

Petugas Bagian Pendaftaran menerima pasien rawat inap dan

memberikan informasi mengenai pelayanan rumah sakit beserta

tarifnya. Petugas mengecek kelengkapan persyaratan untuk pasien

jaminan, syarat-syarat jaminan dibuat rangkap tiga. Petugas mencatat

data pasien rawat inap pada Formulir Pendaftaran dan mengisi lembar

Rekam Medik. Setelah urusan pendaftaran selesai, petugas

memberikan Kartu Berobat kepada pasien dan mengantar pasien serta

membawa Rekam Medik menuju Bagian Pelayanan Medis. Petugas

menyimpan Formulir Pendaftaran yang diarsip berdasar tanggal.

b. Prosedur Pelayanan dan Pencatatan Medis

Bagian Pelayanan dan Pencatatan Medis dibagi menjadi dua, yaitu

Instalasi Penunjang Medis dan Instalasi Rawat Inap. Instalasi

Radiologi, Instalasi Laboratorium, Instalasi Farmasi, Instalasi

Anestesi dan Reanimasi, serta Instalasi Bank Darah. Petugas Instalasi

Penunjang Medis akan mengisi tindakan yang diberikan kepada pasien

untuk kemudian dilaporkan kepada petugas Instalasi Rawat Inap.

Petugas Instalasi Rawat Inap juga sebagai Bagian Pencatatan Medis

melengkapi berkas Rekam Medik dengan mengisi seluruh tindakan

yang diberikan kepada pasien terutama yang berhubungan dengan

biaya perawatan. Bagian ini juga merekap pelayanan medis pada Buku

Rekap Harian.

c. Prosedur Pembuatan Tagihan Pasien

Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana menerima dan

memverifikasi berkas Rekam Medik dari bangsal. Petugas menginput

nomor Rekam Medik di SIRS dan memverifikasi apakah berkas

Rekam Medik sudah sesuai dengan billing SIRS. Petugas Bagian

Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana mempersiapkan Ringkasan

Biaya Perawatan untuk diisi dengan melakukan cek silang sesuai

dengan tindakan yang tertera dalam berkas Rekam Medik. Ringkasan

Biaya Perawatan dibuat rangkap lima yang akan didistribusikan

sebagai berikut:

1) Lembar putih untuk pasien

2) Lembar biru untuk diarsipkan menurut tanggal

3) Lembar kuning untuk Bagian Akuntansi

5) Lembar merah untuk poliklinik

Jika sudah cocok, petugas memberikan Surat Keterangan Boleh

Pulang kepada pasien. Kemudian, petugas Bagian Perbendaharaan

dan Mobilisasi Dana akan menghitung total biaya pasien,

memberitahukan total biaya yang ditanggung pasien, dan menanyakan

mengenai pembayaran uang muka ke pihak pasien. Petugas membuat

Kuitansi Pembayaran ke Bank Mandiri dan menyerahkannya ke pihak

pasien. Kuitansi Pembayaran dibuat rangkap tiga:

1) Lembar pertama diserahkan kepada pasien,

2) Lembar kedua diarsip oleh Bagian Perbendaharaan dan

Mobilisasi Dana,

3) Lembar ketiga diserahkan kepada Bagian Akuntansi.

Setelah pasien menyerahkan tanda bukti pembayaran dari Bank

Mandiri dan berkas-berkas biaya ke petugas, petugas Bagian

Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana akan menginput besarnya uang

muka ke billing, mencetak Kuitansi Uang Muka, dan menandatangani

serta menstempel kuitansi tersebut. Kuitansi dibuat rangkap tiga yang

akan didistribusikan bersama kuitansi pembayaran sebagai berikut:

(1) Lembar pertama diserahkan kepada pasien,

(2) Lembar kedua diarsip oleh Bagian Perbendaharaan dan

Mobilisasi Dana,

Petugas membuat Surat Penagihan ke I, II, III dengan selang waktu

satu bulan. Pembayaran piutang pasien tersebut disetorkan melalui

Rekening Bendahara Penerima.

d. Prosedur Piutang PKMS

Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana menyiapkan Ringkasan

Biaya Perawatan, Kuitansi Uang Muka, serta Kuitansi Pembayaran

pasien untuk diverifikasi dan dibuatkan Formulir Pengajuan Klaim.

Kemudian Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana menerima

balasan atas terkirimnya Formulir Pengajuan Klaim tersebut dan

menunggu keputusan dari Dinas Kesehatan kota Surakarta atas

tagihan piutang.

Untuk piutang macet dari pihak penjamin, petugas Bagian Akuntansi

Keuanganakan membuat laporan piutang macet ke Direktur Utama

tiap semester. Direktur Utama melaporkan piutang macet ke Direktur

Jenderal Bina Pelayanan Medik dan menyerahkan piutang tersebut ke

KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Surakarta

yang tembusannya disampaikan ke Direktorat Jenderal Bina

Pelayanan.

e. Prosedur Pencatatan Piutang

Ringkasan Biaya Perawatan, Kuitansi Pembayaran, dan Kuitansi Uang

Muka akan menjadi dokumen sumber bagi Bagian Akuntansi untuk

melakukan penjurnalan ke dalam aplikasi software akuntansi. Namun

terlebih dahulu oleh Bagian Akuntansi Manajemen dan Verifikasi.

Setelah melakukan penjurnalan, Bagian Akuntansi akan melakukan

posting pada buku besar, membuat Kartu Piutang Pasien, Laporan

Piutang, dan mengarsip Kartu Piutang berdasarkan pihak instansi yang

menjamin.

5. Laporan kepada manajemen

Produk suatu sistem informasi adalah keluaran yang berupa

informasi yang bermutu dan dokumen untuk semua tingkat manajemen

dan semua pemakai informasi, baik pemakai intern maupun pemakai luar

organisasi.

Keluaran sistem akuntansi piutang yang akan diberikan kepada pihak

manajemen berupa kartu piutang dan laporan pernyataan piutang. Mutu

yang harus melekat dalam keluaran sistem informasi adalah ketelitian,

ketepatan waktu, dan relevansi.Keluaran sistem akuntansi berupa hasil

cetak mesin komputer.

Informasi yang dihasilkan akan digunakan oleh manajemen dalam

mengambil keputusan mengenai mutu pelayanan yang diperlukan oleh

pelanggan. Informasi yang diperlukan oleh manajemen adalah:

4. Saldo piutang pada saat periode tertentu yang di lihat pada laporan

piutang.

6. Umur piutang dari pasien pada saat periode tertentu, untuk

mengetahui batas pelunasan piutang tersebut agar tidak terjadi

keterlambatan pelunasan piutang dari pihak penjamin.

6. Analisis Sistem Akutansi Piutang PKMS Pasien Rawat Inap di Rumah

Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta

Dalam bagian ini akan dijelaskan tentang analisis sistem akuntansi

piutang PKMS pasien rawat inap di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R.

Soeharso Surakarta. Analisis sistem akuntansi piutang PKMS pasien rawat

inap di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta tersebut

akan di analisis untuk menemukan kelebihan dan kelemahan dari sistem

akuntansi piutang yang diterapkan untuk menjadikan sistem tersebut

menjadi lebih baik. Obyek-obyek dari system yang dianalisis meliputi

fungsi yang terkait, dokumen dan catatan yang digunakan, jaringan

prosedur, laporan kepada manajemen dan elemen sistempengendalian

intern.

a) Analisis terhadap fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi

piutang adalah sebagai berikut.

Sistem akuntansi piutang PKMS pasien rawat inap di Rumah Sakit

Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakartamelibatkan empat fungsi,

yaitu Fungsi Pendaftaran, Fungsi Pelayanan dan Pencatatan Medik,

Fungsi Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana, dan Fungsi Akuntansi.

Fungsi-fungsi tersebut menjalankan lima prosedur yang berbeda.

pengelolaan piutang serta pelayanan terhadap pasien dapat berjalan

dengan baik. Bagian-bagian yang melaksanakan fungsi telah

menggunakan sistem komputer sebagai alat bantu dalam mengelola

data yang diperoleh.

b) Analisis terhadap dokumen dan catatan yang digunakan dalam sistem

akuntansi piutang adalah sebagai berikut.

Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi piutang Rumah

Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta telah bernomor urut

tercetak, dan di buat rangkap lebih dari satu, sehingga pengelolaan

piutang dapat terkendali oleh beberapa fungsi yang terkait. Dokumen

yang digunakan mudah dipahami karena bentuk dan keterangannya

yang lengkap.

Catatan yang digunakan dalam sistem akuntansi piutang Rumah Sakit

Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta telah dibentuk dengan pola

yang lengkap sehingga mudah dipahami oleh karyawan yang membuat

dan pihak yang membutuhkan. Catatan akuntansi yang dibuat

menggunakan sistem pencatatan komputer, sehingga kemungkinan

kesalahan pencatatan dapat dihindari.

c) Analisis terhadap prosedur sistem akuntansi piutang dalam adalah

sebagai berikut.

Keseluruhan prosedur yang dibentuk telah dapat memberikan

pelayanan terhadap pasien secara optimal serta dapat memudahkan

Semua prosedur yang diterapkan telah terkoordinasi dengan baik,

masing-masing bagian dapat memahami apa yang telah ditetapkan oleh

Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.

d) Analisis terhadap laporan kepada pihak manajemen dalam sistem

akuntansi piutang adalah sebagai berikut.

Informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam sistem akuntansi

piutang adalah:

1. Saldo piutang pada saat tertentu kepada setiap pasien.

Saldo piutang pasien yang terdapat pada laporan piutang pasien

jaminan PKMS diperoleh dari data yang ada pada kartu piutang.

2. Riwayat pelunasan piutang yang dilakukan oleh setiap pasien.

Riwayat pelunasan piutang pasien jaminan dibuat oleh bagian

akuntansi keuangan dengan melakukan perhitungan rekonsiliasi

bukti pembayaran dan dilakukan pencatatan dengan sistem

komputerisasi. Pencatatan dilakukan setelah memperoleh

pelunasan dari pihak penjamin.

3. Umur piutang kepada setiap pasien pada saat tertentu.

Umur piutang pasien jaminan PKMS dari proses adanya piutang

sampai pelunasan piutang berjangka waktu dari 30 sampai 60

hari. Umur piutang pasien tidak begitu diperhatikan dalam sistem

akuntansi piutang di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso

Surakarta, karena berdasarkan hasil wawancara dengan bagian

Surakarta, diketahui bahwa lama pembayaran piutang pasien

cenderung melampaui kesepakatan lama pembayaran yang

tertuang dalam kontrak kerjasama antara rumah sakit dengan

pihak instansi yang menjamin dalam hal ini Dinas Kesehatan

Kota Surakarta. Kurangnya sikap pro aktif dari Bagian

Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana untuk melakukan penagihan

kepada Dinas Kesehatan Kota Surakarta untuk pembayaran biaya

perawatan pasien jaminan. Pembayaran piutang cenderung

melampaui kesepakatan lama pembayaran yang tertuang dalam

kontrak kerjasama antara rumah sakit dengan Dinas Kesehatan

Kota Surakarta yang menjamin, bahkan ada beberapa piutang

macet yang harus diserahkan penanganannya kepada KPKNL

(Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Surakarta.

Informasi yang diberikan kepada pihak manajemen telah

cukup jelas dan rinci. Pembuatan kartu piutang dan laporan piutang

yang dibuat urut berdasarkan data pasien dan nomor rekam medik,

juga pemisahan laporan antara piutang pasien umum dengan

piutang pasien jaminan khusus telah mempermudah pihak

manajemen dalam menganalisa data piutang pasien. Hal ini akan

mempermudah pihak manajemen dalam pengambilan keputusan

terhadap pengelolaan sistem akuntansi piutang dan peningkatan

mutu pelayanan pasien di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R.

e) Analisis terhadap elemen sistem pengendalian intern dalam sistem

akuntansi piutang adalah sebagai berikut.

Elemen pengendalian intern tersebut meliputi:

1) Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional

secara tegas.

Pemisahan tanggung jawab fungsional dalam suatu organisasi harus

ditetapkan secara tegas, hal ini berarti bahwa pelaksana fungsi

tertentu dalam organisasi harus dilakukan oleh orang yang terpisah

dan tidak ada rangkap fungsi atau jabatan yang dilakukan oleh satu

orang.

Sistem akuntansi piutang PKMS pasien rawat inap di Rumah Sakit

Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakartamelibatkan empat fungsi,

yaitu Fungsi Pendaftaran, Fungsi Pelayanan dan Pencatatan Medik,

Fungsi Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana, dan Fungsi Akuntansi.

Keempat fungsi tersebut memiliki tugas yang berbeda dan tidak

saling merangkap satu sama lain, sehingga setiap fungsi

menjalankan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing.

Untuk urusan pendaftaran pasien sampai dengan pasien dinyatakan

telah teregistrasi di rumah sakit menjadi kewenangan Fungsi

Pendaftaran. Kegiatan pelayanan dilakukan oleh Fungsi Pelayanan

Medis yang terdiri atas Instalasi Penunjang Medis dan Instalasi

Rawat Inap. Setelah pasien dinyatakan boleh pulang, urusan

dan Mobilisasi Dana. Kegiatan pencatatan transaksi piutang antara

rumah sakit dengan pihak penjamin pasien PKMS (Dinas Kesehatan

Kota Surakarta) ditangani oleh Fungsi Akuntansi mulai dari

pembuatan jurnal hingga laporan keuangan.

2) Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang melindungi

kekayaan, utang, pendapatan, dan biaya.

Sistem wewenang menunjukkan bahwa setiap kegiatan dalam

organisasi dijalankan atas sepengetahuan pejabat yang diberikan

wewenang khusus untuk menyetujui, mengesahkan, dan

mengotorisasi. Pejabat yang berwenang akan dimintai tanggung

jawab atas kegiatan yang menjadi lingkup wewenangnya, sehingga

unit-unit yang berada di bawahnya harus mendapatkan otorisasi

untuk setiap kegiatan yang dijalankan. Sistem akuntansi piutang

PKMS pasien rawat inap di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R.

Soeharso Surakarta juga menerapkan sistem otorisasi dengan cukup

baik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa prosedur seperti:

(1) Bagian Pelayanan Medis tidak akan menangani pasien tanpa

adanya pengesahan oleh Bagian Pendaftaran terkait dokumen

pasien rawat inap yang menggunakan jaminan PKMS. Sebelum

pasien teregistrasi, kelengkapan persyaratan harus dipenuhi

terutama dokumen yang terkait dengan penjaminan piutang

(2) Bagian Akuntansi Keuangan akan melakukan pencatatan

transaksi pembayaran uang muka setelah Kuitaansi Pembayaran

disahkan oleh Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana.

(3) Bagian Akuntansi Keuangan melakukan perjurnalan terhadap

transaksi yang mempengaruhi piutang pasien PKMS setelah

dokumen sumber (bukti transaksi) diverifikasi oleh Bagian

Akuntansi Manajemen dan Verifikasi.

Pencatatan yang diterapkan dalam sistem akuntansi piutang PKMS

pasien rawat inap di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso

Surakarta dapat dikatakan cukup baik, hal ini dapat dilihat dari:

(1) Bagian Pelayanan dan Pencatatan Medis akan membuat Buku

Rekap Harian untuk merekap pelayanan medis yang dilakukan

selama satu hari.

(2) Buku jurnal dan buku besar yang selalu dibuat oleh Bagian

Akuntansi setiap ada transaksi terutama yang mempengaruhi

saldo piutang PKMS pasien rawat inap.

(3) Kartu piutang selalu diperbarui setiap ada transaksi yang

mempengaruhi saldo piutang PKMS pasien rawat inap dan

diarsip secara terpisah dari kartu piutang pasien umum untuk

mempermudah pengecekan saldo piutang.

(4) Secara berkala, Bagian Akuntansi akan membuat laporan

3) Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit

Dokumen terkait