Bab ini berisi tentang data identitas responden, analisis
pengujian data, hsil pengolahan data, pembahsan dan
BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi tentang kesimpulan yang dapat diambil dari
penelitian yang telah dilakukan beserta saran-saran yang
10
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Keuangan
Menurut Van Horne dan Wachowicz, JR (2005:3) manajemen keuangan
selalu berkaitan dengan perolehan, pendanaan dan manajemen aktiva
dengan tujuan umum sebagai latar belakangnya.
Menurut Brigham (2006 : 6) bagian keuangan terdiri dari 3 bidang yang
saling berkaitan:
1. Pasar Uang dan Pasar Modal yang selalu berurusan dengan bursa
saham dan institusi - institusi keuangan
2. Investasi yang berfokus pada keputusan yang diambil oleh baik
individual maupun institusional ketika mereka memilih sekuritas –
sekuritas untuk portofolio investasi mereka
3. Manajemen Keuangan yang melibatkan pengambilan –pengambilan
keputusan di dalam perusahaan.
B. Pasar 1. Pasar
Menurut Kamus Istilah Manajemen (1994:134), arti dari pasar adalah:
b. Seluruh kekuatan dan keadaan yang menghasilkan pengambilan
keputusan oleh pembeli dan penjual sehingga terjadi jual beli
barang.
c. Tempat jual beli barang dilakukan dalam arti kiasan istilah pasar
digunakan untuk merujuk ke kelompok orang yang sedang
berniaga.
2. Jenis Pasar
Dalam era globalisasi sekarang ini semakin banyak bentuk-bentuk
pasar yang terjadi. Menurut Brigham (2006) jenis-jenis pasar yang ada
saat ini adalah :
a. Pasar Aktiva Fisik
Merupakan pasar untuk produk-produk seperti gandum, mobil, real
estat, komputer dan mesin.
b. Pasar Aktiva Keuangan
Pasar ini berhubungan dengan saham, obligasi, wesel, hipotek, dan
klaim-klaim atas aktiva nyata lainnya, sekaligus dengan sekuritas
derivative yang nilainya ditentukan oleh perubahan yang terjadi
pada harga aktiva-aktiva lainnya.
c. Pasar Tunai
Merupakan pasar dimana aktiva-aktiva dibeli atau dijual untuk
pengiriman “on-the-spot” atau langsung (meskipun sebenarnya terjadi dalam waktu beberapa hari).
12
d. Pasar Berjangka
Merupakan pasar dimana pihak-pihak yang setuju pada hari ini
untuk membeli atau menjual suatu aktiva pada suatu tanggal di
masa depan.
e. Pasar Uang
Merupakan pasar untuk sekuritas jangka pendek yang sangat
likuid.
f. Pasar Modal
Merupakan pasar untuk saham-saham dan utang jangka panjang
atau jangka menengah perusahaan.
g. Pasar Primer
Merupakan pasar dimana perusahaan-perusahaan mendapatan
modal baru.
h. Pasar Sekunder
Merupakan pasar dimana sekuritas yang telah ada dan beredar
diperdagangkan di antara para investor.
i. Pasar Privat
Merupakan pasar dimana transaksi dilakukan secara langsung
diantara kedua belah pihak.
j. Pasar Publik
Kontrak yang distandarisasi diperdagangkan melalui suatu
C. Pasar Modal
Menurut Moh. Samsul definisi dari pasar modal adalah “tempat atau
sarana bertemunya antara permintaan dan menawaran atas instrument
keuangan jangka panjang, umumnya lebih dari 1 tahun“
Sedang hukum mendefinisikan pasar modal “sebagai kegiatan yang
bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan
publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkan, serta lembaga dan
profesi yang berkaitan dengan efek”.
Kemudian Jogiyanto (2003:11) mendefinisikan pasar modal sebagai
tempat bertemu antara pembeli dan penjual dengan risiko untung dan rugi.
Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan
dana jangka penjang dengan menjual saham atau mengeluarkan obligasi.
D. Instrumen di Pasar Modal
Menurut Moh. Samsul, instrument-instrumen yang terdapat di pasar modal
adalah :
1. Saham Preferen
yaitu jenis saham yang memiliki hak terlebih dahulu untuk menerima
laba dan memiliki hak laba kumulatif.
2. Saham Biasa
yaitu jenis saham yang akan menerima laba setelah laba bagian saham
14
3. Obligasi
Merupakan tanda bukti perusahaan memiliki utang jangka panjang
kepada masyarakat yaitu diatas 3 tahun.
4. Bukti Right
merupakan hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam
jangka waktu tertentu. Hak membeli itu dimiliki oleh pemegang saham
lama. Harga tertentu disini berarti harganya sudah ditetapkan dimuka
dan biasa disebut harga pelaksanaan atau harga tebusan.
5. Waran
Hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam jangka waktu
tertentu. Tidak saja dapat diberikan pada pemegang saham lama, tetapi
juga sering diberikan kepada pemegang obligasi sebagai pemanis
(sweetener) pada saat perusahaan menerbitkan obligasi.
6. Indeks Saham dan Indeks Obligasi
merupakan angka indeks yang diperdagangkan untuk tujuan spekulasi
dan lindung nilai (hedging).
E. Investasi
Menurut Jogiyanto (2003:5), investasi didefinisikan sebagai penundaan
konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien
Jenis-jenis investasi menurut Jogiyanto (2003:7), adalah:
a. Investasi Langsung
Investasi langsung dapat dilakukan dengan membeli aktiva keuangan yang dapat diperjualbelikan di pasar uang (money market), pasar modal (capital market), atau pasar turunan (derivative market)
Macam-macam investasi langsung :
1. Investasi langsung yang tidak dapat diperjual belikan • Tabungan
• Deposito
2. Investasi langsung yang dapat diperjualbelikan
2.1. Investasi langsung di pasar uang • T-bill
• Deposito yang dapat dinegosiasi 2.2. Investasi langsung di pasar modal
2.2.1. Surat-surat berharga pendapatan tetap ( fixed-income securities)
• T-bond
• Federal agency securities • Municipal bond
• Corporate bond • Convertible bond
2.2.2. Saham-saham (equity securities)
• Saham preferen ( preferred stock ) • Saham biasa ( common stock )
16
2.3. Investasi langsung di pasar turunan
2.3.1. Opsi
• Waran ( warrant ) • Opsi put ( put option ) • Opsi call ( call option )
b. Investasi Tak Langsung
Investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli surat-surat
berharga dari perusahaan investasi. Perusahaan investasi adalah
perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dengan cara
menjual sahamnya ke publik dan menggunakan dana yang
diperoleh untuk diinvestasikan ke dalam portofolionya. Oleh
Jogiyanto (2003:10) investasi tidak langsung diartikan sebagai
pembelian saham dari perusahaan investasi yang mempunyai
portofolio aktiva-aktiva keuangan dari perusahaan-perusahaan
lain.
F. Obligasi
Dalam kamus hukum Sudarsono, menurut buku yang ditulis oleh
Gunawan Widjaja, obligasi memiliki dua pengertian yaitu :
a. Surat pinjaman dengan bunga tertentu dari pemerintah yang dapat
diperdagangkan atau diperjualbelikan.
b. Surat utang berjangka (waktu) lebih dari satu tahun dan memiliki suku
untuk menarik dana dari masyarakat guna menutup pembiayaan
perusahaan
G. Jenis – Jenis Obligasi
Obligasi merupakan instrument pasar modal yang diperdagangkan di bursa
efek. Di Indonesia terdapat dua macam bursa efek yaitu Bursa Efek
Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Berdasarkan pembagian
segmentasi perdagangan dengan BEJ, maka BES lebih banyak
memperdagangkan obligasi.
Jenis-Jenis obligasi, yaitu :
a. Berdasarkan Proses Peralihan Kepemilikan
1. Obligasi atas nama (registered bond)
Obligasi ini merupakan jenis obligasi yang proses
peralihannya harus dibuat dalam suatu akta perjanjian yang
menyatakan bahwa pihak yang satu mengalihkan obligasinya
kepada pihak lain.
Akta perjanjian peralihan ini merupakan akta cessie
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 Ayat (2) KUH
Perdata.
2. Obligasi atas tunjuk (bearer bond)
Obligasi ini merupakan jenis obligasi yang proses
18
secara langsung. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa
yang memegang sertifikat obligasi tersebut, maka dialah
sebagai pemiliknya.
b. Berdasarkan Cara Penetapan dan Pembayaran Bunga
1. Obligasi dengan bunga tetap
Obligasi ini memberikan bunga tetap yang dibayar setiap periode
tertentu, bunga dari obligasi tersebut tidak berubah-ubah sampai
pinjaman pokoknya jatuh tempo
2. Obligasi dengan bunga tidak tetap
Cara penetapan bunga obligasi ini bermacam-macam, misalnya
bunga yang dikalikan dengan indeks atau dengan tingkat bunga
deposito atau tingkat bunga deposito yang berlaku.
3. Obligasi yang tidak terbatas jatuh temponya
Merupakan salah satu jenis obligasi yang tidak mempunyai batas
jatuh temponya. Perusahaan yang menerbitkan surat berharga ini
tidak mempunyai kewajiban untuk mengembalikan utang tersebut,
kecuali perusahaan tersebut dilikuidasi
4. Obigasi tanpa bunga
Jenis obligasi ini tidak mempunyai kupon bunga dan sebagai
konsekuensinya pemilik tidak memperoleh pembayaran bunga
obligasi ini diukur dari selisih antara nilai pada waktu jatuh tempo
dengan harga pembelian.
5. Obligasi dengan bunga mengambang
Obligasi ini menjanjikan untuk memberikan suku bunga secara
mengambang. Bunga obligasi ini dapat berubah-ubah setiap saat
secara periodik.
c. Berdasarkan Penerbit
1. Obligasi Pemerintah Pusat
Obligasi ini merupakan suatu jenis obligasi yang dikeluarkan oleh
pemerintah pusat dari suatu Negara dengan tujuan untuk
membiayai dan membangun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
2. Obligasi Pemerintah Daerah
Obligasi ini merupakan suatu jenis obligasi yang dikeluarkan oleh
suatu pemerintah daerah dengan tujuan membiayai dan
membangun Badan Usaha Milik Daerah. Undang-Undang Otonom
Daerah memungkinkan pemda untuk mengeluarkan obligasi,
karena pemda sudah kebih bebas menentukan kebijakan dalam
memajukan daerahnya.
3. Obligasi Perusahaan Swasta
Obligasi ini merupakan suatu obligasi yang diterbitkan oleh suatu
perusahaan swasta yang membutuhkan dan atau modal secara cepat
20
d. Berdasarkan Jaminan
1. Obligasi Jaminan
Obligasi jenis ini merupakan obligasi yang diberikan agunan untuk
pelunasan pokok pinjaman beserta bunganya yang berupa harta
kekayaan perusahaan.
2. Obligasi Tanpa Jaminan
Obligasi ini merupakan obligasi yang diterbitkan tanpa ada suatu
agunan.
3. Guarented Bonds
Obligasi ini merupakan pembayaran pokok pinjaman beserta
bunganya dijamin oleh penanggung utang selaku pihak ketiga.
4. Mortgage and other asset backed bonds
Obligasi ini merupakan obligasi yang diterbitkan dengan jaminan
hak tanggungan dan/atau agunan asset perusahaan lainnya.
e. Berdasarkan Tujuan Penerbitan
1. Improvement bonds
Obligasi ini merupakan suatu obligasi yang diterbikan oleh suatu
pihak (biasanya pemda) dengan tujuan untuk memperbaiki sarana
infrastruktur yang rusak dan pengembalian pinjamannya
bergantung pada hasil yang diperoleh dari proyek perbaikan
2. Industrial development bonds
Obligasi ini merupakan suatu obligasi yang dipasarkan oleh pemda
dimana hasil penjualan obligasi tersebut digunakan untuk
pembangunan fasilitas bisnis usaha swasta.
3. Callable bond
Obligasi yang setelah lewanya waktu tertentu
4. Income bond
Obligasi yang memberikan bunga hanya dalam hal perusahaan
memperoleh pendapatan atau penghasilan saja
5. Convertible bond
Obligasi yang dalam jangka waktu tertentu dapat ditukarkan
dengan saham dari si penerbit obligasi.
H. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
Obligasi ritel adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah dengan
denominasi minimal Rp 5 juta, atau jumlah di atas itu dengan kelipatan Rp
5 juta. Sama halnya dengan obligasi biasa, ia memiliki bunga tetap, namun
khusus untuk obligasi ritel ini pembayaran kupon dilakukan setiap bulan.
Artinya, investor obligasi ritel dapat menikmati pendapatan bunga setiap
bulan, seperti halnya pada deposito.
Sebagai produk investasi, ORI memiliki spektrum resiko yang tergolong
22
menjadi suatu alternative pilihan karena memiliki bunga sebesar 9,28
persen dan tidak mengalami pergeseran sedikitpun.
1. Prosedur Pembelian ORI
Calon investor dapat membuka rekening di bank, mendaftar menjadi
nasabah agen penjual, kemudian menyetor uang ke rekening agen
penjual sesuai jumlah investasi yang dikehendaki. Setelah itu investor
mengisi kelengkapan formulir pemesanan disertai lampiran fotokopi
KTP. Agen penjual akan memproses seluruh formulir pemesanan
investor. Selanjutnya, pemerintah menetapkan hasil penjatahan kepada
agen penjual mengenai investor yang memperoleh alokasi pembelian
ORI. Dua hari setelah penjatahan, agen penjual mesti menyetor dana
ke rekening pemerintah sesuai hasil penjatahan. Bersamaan itu, agen
penjual menyampaikan hasil penjatahan kepada masing-masing
pemesan. Investor yang tidak mendapat alokasi penjatahan akan
menerima uangnya kembali sehari sesudahnya atau tiga hari setelah
pengumuman penjatahan.
2. Agen Penerbit ORI
Ada 16 agen yang ditunjuk oleh Departemen Keuangan sebagai
penjuala Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Agen–agen tersebut terdiri
Agen-agen tersebut adalah :
a. Trimegah Securities
b. Bank Central Asia
c. Bank Bukopin d. Danareksa Sekuritas e. Citibank f. BRI g. Bank NISP h. Lippobank i. Bank Permata
j. Bank Danamon Indonesia
k. Bank Panin
l. Bank Internasional Indonesia
m. BNI
n. Bank Mandiri
o. Bank Mega
p. Valbury Asia Securities
3. Resiko ORI
Walaupun ORI diterbitkan oleh pemerintah bukan berarti tidak
memiliki resiko. Berikut resiko investasi ORI menurut Adler Haymans
24
a. Risiko Tingkat Bunga.
Risiko ini selalu akan diterima investor karena kenaikan atau
penurunan tingkat bunga setelah investor membeli obligasi bakal
terjadi. Gejolak ini dikenal sebagai risiko tingkat bunga. Artinya,
investor memiliki risiko kekurangan tingkat bunga kupon atas
obligasi karena tingkat bunga naik dan adanya kelebihan tingkat
bunga kupon akibat tingkat bunga turun.
b. Risiko Inflasi atau Risiko Daya Beli.
Semua investor yang membeli obligasi mengalami risiko daya beli.
Bila harga barang konsumsi maupun barang modal naik karena
permintaan dan penawaran ataupun kebijakan pemerintah, maka
kemampuan investor membeli barang tersebut mengecil. Situasi
seperti ini yang sekarang kemungkinan dirasakan pemegang dana.
c. Risiko valuta asing dialami atau diterima investor karena adanya
perubahan nilai kurs valuta asing setelah investor melakukan
investasinya ke obligasi.
I. Indeks Harga Saham
Indeks harga saham merupakan indikator/suatu angka yang sederhana
menggambarkan rata – rata turun atau naiknya harga pasar saham pada
1. Indeks Harga Saham Individu (IHSI)
Indeks ini merupakan indikator perubahan harga suatu saham
dibandingkan dengan harga perdananya. Pada saat suatu saham
pertama kali dicatatkan indeks individualnya adalah 100. Cara
penghitungan IHSI adalah sebagai berikut :
2. Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG )
Indeks ini digunakan sebagai indikator untuk mengamati pergerakan
harga dari sekuritas-sekuritas yang ada di bursa, yang meliputi
pergerakan-pergerakan saham biasa maupun saham preferen semua
peserta transaksi di bursa secara keseluruhan.
Ada 2 cara penghitungan IHSG, yaitu :
a. Cara Pertama
Keterangan :
= harga transaksi saham yang terjadi pada saat penutupan jual beli untuk perusahaan ke-n
26
= banyaknya saham yang terjual saat itu pada perusahaan ke-n
b. Cara Kedua
Keterangan :
Nilai dasar = atau
= harga dasar x banyaknya lembar saham
J. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG), kita harus melihat faktor-faktor yang mempengaruhi
harga suatu saham karena IHSG merupakan angka yang menunjukkan
perkembangan dari seluruh saham yang berada di pasar modal.
Faktor internal yang mempengaruhi harga saham menurut Halim dan
Sarwoko (1995:7-10) adalah :
1. Pengaruh Pendapatan
Para pemegang saham sangat memperhatikan pendapatan karena
pendapatan-pendapatan membantu para investor dalam memperkirakan atau
meramalkan arus deviden di masa mendatang.
Pengamatan sederhana dari pasar surat berharga akan sangat cepat
menegaskan bahwa pendapatan merupakan penentu dari harga saham.
Kadang-kadang terjadi suatu penurunan yang drastis dari harga saham
suatu perusahaan yang melaporkan secara mendadak pendapatannya
buruk, memberikan bukti bahwa pendapatan mempunyai pengaruh
terhadap harga saham.
2. Pengaruh Deviden
Harga saham tidak lain adalah nilai sekarang dari seluruh deviden yang
diharapkan di masa mendatang. Banyak studi telah memperlihatkan
pengaruh perubahan deviden terhadap penghasilan saham. Hasil dari
studi tersebut memperlihatkan bahwa ada hubungan positif antara
pengumuman-pengumuman yang dihubungkan dengan penurunan
deviden dan pengumuman-pengumuman yang dihubungkan dengan
kenaikan deviden terhadap harga saham.
3. Pengaruh Aliran Kas
Investor yang serius tentu ingin memeriksa aliran kas dari perusahaan
dengan hati-hati, karena hasil suatu analisis mungkin memberikan
suatu wawasan yang berharga terhadap profitabilitas perusahaan itu.
4. Pengaruh Pertumbuhan
Petumbuhan dapat diartikan sebagai perkembangan penjualan,
28
penjualan memberi arti bahwa perusahaan mampu mengatasi
persaingan. Perkembangan laba umumnya digunakan sebagai ukuran
oleh lembaga-lembaga keuangan dan para pemegang saham. Mereka
melihat sejauh mana perusahaan mampu mengubah pertumbuhan
penjualan dan kegiatan operasinya ke dalam kenaikan penghasilan bagi
pemegang saham.
Faktor eksternal yang mempengaruhi harga saham adalah :
1. Hukum Penawaran dan Permintaan
Para investor pada umumnya akan melakukan transaksi jual maupun
beli saham, setelah mengetahui kondisi fundamental perusahaan.
Transaksi-transaksi inilah yang akan mempengaruhi fluktuasi harga
saham.
2. Tingkat Suku Bunga
Faktor suku bunga ini penting untuk diperhatikan karena rata- rata
semua orang, termasuk investor saham, selalu mengharapkan hasil
investasi yang lebih besar. Dengan adanya perubahan suku bunga,
tingkat pengembalian hasil berbagai sarana investasi akan mengalami
perubahan.
Yang dimaksud suku bunga di sini adalah suku bunga yang
diberlakukan Bank Indonesia selaku bank sentral dengan
3. Dana Asing di Bursa
Dana Asing di bursa perlu diketahui karena memiliki dampak yang
sangat besar. Jika sebuah bursa dikuasai oleh investor asing maka ada
kecenderungan transaksi saham sedikit banyak tergantung pada
investor asing tersebut.
4. News dan Rumours
Yang dimaksud dengan news di sini adalah semua berita yang beredar di tengah masyarakat yang menyangkut berbagai hal, baik itu masalah
ekonomi, sosial, politik, maupun keamanan.
Sedangkan rumours adalah berita – berita yang belum tentu benar yang terkadang juga terselip di antara news berbagai media.
30
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah studi peristiwa (event study) yaitu studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study
dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information content) dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat. Dalam penelitian ini peneliti akan
mengamati reaksi pasar modal masa penerbitan ORI dimana lama waktu
penerbitannya berbeda-beda sesuai dengan ketentuan pemerintah.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian.
Tempat Penelitian : Penelitian ini akan dilakukan di pojok BEI yang ada
di Yogyakarta.
Waktu Penelitian : Semester awal tahun 2009.
C. Subyek dan Obyek Penelitian
1. Subyek Penelitian
yang menjadi subyek penelitian adalah perusahaan-perusahaan yang go public.
2. Obyek Penelitian
yang menjadi obyek penelitian adalah reaksi nilai IHSG pada waktu
penerbitan ORI-001, ORI-002, ORI-003, ORI-004, ORI-005.
D. Variabel Penelitian
Variabel adalah segala sesuatu yang menjadi obyek pengamatan atau
faktor yang berperan dalam penelitian yang dilakukan, variabel yang
digunakan yaitu :
1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan angka yang
menunjukkan harga seluruh saham yang tercatat di bursa pada
suatu saat tertentu. Dalam penelitian ini nilai IHSG telah penulis
peroleh dari Pojok BEI yang ada di Yogyakarta.
2. Variabel Moderator
Variabel moderator adalah variabel yang diperlukan untuk menjadi
penguat dari variable bebas untuk menjelaskan variabel terikat.
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel moderator adalah
window period. Window period adalah lama waktu yang diperlukan untuk melakukan pengamatan dari suatu peristiwa.
Window period yang dipakai dalam penelitian ini adalah sebulan (20 hari kerja) sebelum dan sebulan (20 hari kerja) sesudah, dengan
32
berubah-ubah setiap hari maka waktu sebulan (20 hari kerja)
sebelum dan sebulan (20 hari kerja) sesudah dirasa cukup untuk
meneliti tentang pengaruh penerbitan ORI terhadap IHSG.
E. Teknik Pengumpulan Data
Dokumentasi
Dokumentasi adalah metode pengumpulan data dengan cara
mengutip/mencatat data dan keterangan dari dokumen-dokumen yang
dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan secara langsung untuk
mendapatkan data-data yang berhubungan dengan penelitian. Data
tersebut dapat diperoleh dalam bentuk jadi atau sudah dipublikasikan,
misal : Jakarta Stock Exchange Monthly, koran Bisnis Indonesia.
F. Data Yang Diperlukan
Data yang diperlukan adalah data sekunder (data yang diperoleh dari
Bursa Efek Indonesia). Dalam penelitian ini, peneliti memerlukan data
IHSG :
1. Tanggal 19 Juni 2006 – 11 Agustus 2006 untuk ORI001.
2. Tanggal 8 Februari 2007 – 5 April 2007 untuk ORI002.
3. Tanggal 27 Juli 2007 – 21 September 2007 untuk ORI003.
4. Tanggal 24 Januari 2008 – 26 Maret 2008 untuk ORI004.
G. Teknik Analisis Data
Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan nilai IHSG sebelum dan
sesudah penerbitan ORI-001, ORI-002, ORI-003, ORI-004, ORI-005
maka digunakan pengujian Paired Sample T Test.
Paired Sample T Test
Paired Sample T Test dapat dihitung menggunakan rumus sebagai
berikut :
Paired Sample T Test dapat dilakukan dengan langkah-langkah
sebagai berikut, adapun perhitungan t hitung dilakukan dengan
bantuan program SPSS :
1. Menentukan Hipotesis
: tidak ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah
penerbitan ORI-001.
: ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah penerbitan
ORI-001.
34
2. Menentukan tingkat signifikansi
Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi a =
5%.
Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti kita mengambil resiko
salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang
benar sebanyak-banyaknya 5% (signifikansi 5% atau adalah
ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).
3. Menentukan T hitung
T hitung dapat diperoleh dari tabel hasil Paired Sample T Test.
4. Kriteria Pengujian
diterima jika Sig. (2-tailed) > 0,05.
ditolak jika Sig. (2-tailed) < 0,05.
5. Kesimpulan
Kesimpulan dapat diambil ketika sudah membandingkan antara
35
A. Sejarah Perusahaan
Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia
merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial
Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu
didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah
kolonial atau VOC.
Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan
dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan,
bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami
kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang
dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada