BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA
Pelaporan Kinerja Instansi Pemerintah pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar yang disusun Tahun 2020 menyajikan realisasi pelaksanaan visi dan misi Walikota Denpasar yang dijabarkan melalui tujuan dan sasaran yang ingin dicapai setiap tahunnya dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Sehingga analisis atas capaian kinerja ini menyajikan capaian tujuan yang ingin dicapai seperti tertuang pada Perubahan RENSTRA 2016 – 2021 dan menyajikan capaian kinerja setiap pernyataan kinerja yang diperjanjikan melalui sasaran strategis tahunan dari tahun 2016 – 2021 sesuai hasil pengukuran kinerja dengan rencana akhir yang ingin dicapai berdasarkan pelaksanaan program dan kegiatan setiap tahunnya. Analisis capaian sasaran dan indikator sasaran secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut:
26 Satuan Polisi Pamong Praja yang merupakan elemen utama dan bersentuhan langsung dengan hal ketentraman dan ketertiban masyarakat, dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya sebagai bagian dari perangkat daerah dalam penegakan perda dan penyelenggaraan ketertiban umum serta ketentraman masyarakat di Kota Denpasar. Cakupan Penegakan Perda dan Perwali adalah kegiatan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja untuk menyelesaikan setiap pelanggaran Ketentraman dan ketertiban yang dilakukan oleh warga masyarakat, badan hukum maupun aparat pemerintah dalam rangka meningkatkan kesadaran dan ketaatan masyarakat, aparat serta badan hukum. Adapun gambaran capaian kinerja terinci pada analisa sebagai berikut:
Sasaran ini menunjukan sejauh mana langkah-langkah yang ditempuh dalam upaya meningkatkan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat di Kota Denpasar melalui Penegakan Perda dan Perwali di Kota Denpasar, sasaran ini dicapai dicapai dengan menggunakan alat ukur indikator kinerja sasaran yaitu:
Analisis capaian kinerja dari indikator tersebut dapat dilihat dalam tabel 3.3.
Sasaran Strategis :
Meningkatnya Penegakkan Perda dan Perwali di Kota Denpasar
Indikator :
Jumlah kasus pelanggaran Perda dan Perwali yang tertangani di Kota Denpasar
27 Tabel 3.3
Capaian Kinerja Sasaran
Meningkatnya Penegakkan Perda dan Perwali di Kota Denpasar Tahun 2020
SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
1 2 3 4 5
Meningkatnya Penegakkan Perda dan Perwali di Kota Denpasar
Jumlah kasus pelanggaran Perda dan Perwali yang tertangani di Kota Denpasar
41 % 88,64 % 100 %
Analisis capaian Capaian Sasaran Meningkatnya Penegakkan Perda dan Perwali di Kota Denpasar Tahun 2020 secara rinci dapat diuraikan seperti berikut :
28 Tabel 3.4 Rekapitulasi Hasil Penertiban Pelanggaran Perda dan Perwali di Kota Denpasar Tahun 2020
LIMBAH PEDAGANG KEPENDUDUKAN ODGJ LINGLUNG GEPENG / TERLANTAR
JANUARI 1 13 29 9 5 7 4 11 79
FEBRUARI 2 6 2 8 4 8 14 44
MARET 4 9 7 5 11 13 2 11 17 79
APRIL 3 8 48 2 7 30 14 112
MEI 0 3 24 10 6 50 9 102
JUNI 0 12 45 11 2 46 8 124
JULI 1 7 0 7 0 30 1 46
AGUSTUS 3 12 3 6 0 10 2 36
SEPTEMBER 0 5 0 9 0 12 3 29
OKTOBER 0 9 8 5 2 5 6 35
NOVEMBER 0 17 0 6 0 42 6 71
DESEMBER 1 2 0 2 0 35 4 44
TOTAL 15 103 166 80 37 288 2 15 95 801
REKLAME KAWASAN TANPA ROKOK BULAN
USAHA/DAGANG PENDUDUK
TOTAL PENEGAKAN
PERDA
29 Berdasarkan tabel Tabel 3.4 diatas dapat dijelaskan bahwa dilihat dari Jenis dan Jumlah pelanggaran yang ditangani oleh Sat.Pol PP Kota Denpasar, maka pelanggaran terkait Penertiban Penduduk Gelandangan / Orang terlantar merupakan jenis pelanggaran dengan intensitas pelanggaran tertinggi dibandingkan dengan jenis pelanggaran lainnya yaitu sebanyak 288 pelanggaran, sedangkan pelanggaran pedagang atau PKL sebanyak 103 pelanggaran, pelanggaran penduduk sebanyak 166 pelanggaran, pelanggaran Ijin Usaha / Bangunan (Pelanggaran Perda) sebanyak 95 pelanggaran,
Dari 801 kasus pelanggaran tersebut dilaksanakan tindak lanjut atau penanganan berupa tindak pidana ringan (Tipiring) terhadap 62 pelanggaran. Tindak lanjut berupa Tipiring dilakukan bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelanggar agar tidak melakukan perbuatannya kembali. Berikut ini adalah rekapitulasi hasil sidang tipiring pada Tahun 2020 yang disajikan dalam tabel 3.5
30 Tabel 3.5
Tindak Lanjut Berupa Sidang Tipiring Tahun 2020
Bulan Jumlah Pelanggar
Jenis Pelanggaran
Sidang Tipiring KTR Bangunan PKL Ketertiban
Umum Kependudukan Ijin
Usaha Limbah
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Januari 43 4 6 12 5 16 27
Februari 9 3 5 1 3
Maret 29 11 4 6 3 1 4 19
April 14 7 5 2 1
Mei 6 3 2 1
Juni 10 1 5 3 1 2
Juli 6 6 3
Agustus 12 9 3 3
September 4 3 1
Oktober 8 2 6
November 13 6 7 2
Desember 13 13 2
TOTAL 167 15 24 61 42 16 2 7 62
Sat.Pol. PP Kota Denpasar melakukan tindak lanjut atau penanganan pelanggaran Perda dan Perwali melalui 2 mekanisme tindakan yaitu: Pertama, kelompok pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Bangunan, Pedagang, Ketertiban Umum, Kependudukan dan Ijin Usaha dengan jumlah Total 62 pelanggaran ditindaklanjuti melalui tindakan pro-yustisia yaitu berupa sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring).
31 Selain itu dilakukan juga tindakan pembongkaran terhadap reklame yang melanggar ketentuan Peraturan Walikota Denpasar Nomor 3 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame di Kota Denpasar, yaitu terhadap 2 Reklame, dengan sebelumnya melayangkan surat pemberitahuan pembongkaran.
Adapun pelanggaran tanpa ijin usaha, serta bangunan tanpa ijin juga ditindaklanjuti dengan memberikan surat pernyataan dengan total 64 pelanggar. Sementara tindakan lain untuk menangani kasus pelanggaran perda dan perwali ditindaklanjuti melalui tindakan lain (non yustisia). Tindakan lain yang dimaksud adalah tindakan pemulangan dengan berkoordinasi dengan Dinas sosial Kota Denpasar, Dikirim ke RSJ Bangli, serta Dikirim ke daerah asal melalui Gilimanuk, sebanyak 571 kasus
Berikut ini Rekapitulasi Jumlah Kasus Pelanggaran Perda dan Perwali Yang tertangani, yang disajikan dalam tabel 3.6
Tabel 3.6
Rekapitulasi Jumlah Kasus Pelanggaran Perda dan Perwali Yang tertangani
Jenis Tindak Lanjut Keterangan Jumlah
Tipiring 62 Pelanggaran 62
Pembongkaran 2Reklame 2
ijin lengkap 11 Pelanggar 11
Surat Pernyataan 64 Pelanggaran 64
Tindak lanjut dengan pemulangan, diserahkan ke dinsos dan dikirim ke RSJ Bangli
571 Pelanggaran
571
Total 710
32 Untuk mengetahui capaian kinerja sasaran meningkatnya penegakan perda dan perwali di Kota Denpasar dihitung dengan
Berdasarkan rumus tersebut didapatkan capaian kinerja sasaran meningkatnya penegakan perda dan perwali pada Tahun 2020 yaitu sebesar :
Selanjutnya, adapun perbandingan capaian kinerja Sat. Pol.
PP Kota Denpasar dalam penanganan pelanggaran Perda dan Perwali Tahun 2017 s/d Tahun 2020 disajikan dalam tabel 3.7.
Tabel 3.7
Perbandingan Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Penegakkan Perda dan Perwali Di Kota Denpasar Tahun
2017-2020
Indikator Jumlah kasus pelanggaran Perda dan Perwali yang tertangani di Kota Denpasar
Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi 29 % 81,57 %
33 Berdasarkan Tabel 3.7, Perbandingan Capaian Kinerja Meningkatnya Penegakkan Perda dan Perwali Di Kota Denpasar Tahun 2017, s/d Tahun 2020 telah terjadi peningkatan capaian kinerja tiap tahun dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2020 dimana capaian kinerja pada tahun 2017 adalah 81,57 % dan meningkat hingga Tahun 2020 sebesar 88,64%. Diharapkan pada akhir periode RPJMD target 45 % Jumlah kasus pelanggaran Perda dan Perwali yang tertangani di Kota Denpasar bisa tercapai atau terlampaui.
Peningkatan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kuantitas dan kualitas kegiatan teknis Sat.Pol PP dalam menangani kasus pelanggaran Perda dan Perwali, mulai dari penerimaan pengaduan, pemrosesan pelanggaran sampai dengan penanganan langsung baik melalui Tipiring maupun tindak lanjut lainnya
Pencapaian Jumlah kasus pelanggaran Perda dan Perwali yang tertangani di Kota Denpasar menunjukkan bahwa segala bentuk kegiatan dan tindakan Sat.Pol. PP dalam meningkatkan aspek Ketertiban Umum dan Ketentraman sesuai amanat dan substansi pokok dari Perda dan Perwali telah berjalan secara efektif sesuai dengan rencana target Renstra Tahun 2016 – 2021.
34 B.1 Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya Sasaran Meningkatnya Penegakan Perda dan Perwali Tahun 2020
- Sumber Daya Manusia
Meningkatnya pencapaian sasaran Meningkatnya Penegakkan Perda dan Perwali Di Kota Denpasar tidak terlepas dari upaya maksimal yang dilaksanakan oleh seluruh personil Sat.Pol PP Kota Denpasar, meskipun dengan keterbatasan jumlah personil yang ada.
Tabel 3.8. Jumlah PNS pada Sat.Pol PP Kota Denpasar
PETUGAS LAPANGAN STAF ADMINISTRASI TOTAL
87 ORANG 42 ORANG 129 ORANG
Berdasarkan Tabel 3.8 pada Tahun 2020 Sat.Pol PP hanya memiliki 87 orang petugas lapangan yang berstatus PNS dari total 129 orang PNS pada Sat.Pol PP Kota Denpasar
Idealnya Jumlah Sat.Pol PP dihitung atau ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 60 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penetapan Jumlah Polisi Pamong Praja.
Adapun jumlah Polisi Pamong Praja pada masing – masing Kabupaten/ Kota ditentukan berdasarkan hasil penghitungan skor dari masing-masing daerah.
Penghitungan skor berdasarkan Kriteria Umum ( jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah APBD, rasio belanja aparatur ) dan Kriteria Teknis (klasifikasi besaran organisasi perangkat
35 daerah, jumlah Peraturan Daerah, jumlah Peraturan Kepala Daerah, jumlah desa/kelurahan, tingkat potensi konflik sosial kemasyarakatan, jumlah kecamatan, aspek karakteristik dan kondisi geografis).
Penghitungan total skor ditetapkan sebagai berikut :
a. Total skor kurang dari 500 skor, maka jumlah Pol PP Kabupaten/Kota serendah-rendahnya 150 dan setinggi-tingginya 250 PNS;
b. Total skor dari 500 sampai dengan 750 skor, maka jumlah Pol PP Kabupaten / Kota serendah-rendahnya 251 dan setinggi-tingginya 350 PNS.
c. Total skor lebih dari 750 skor maka jumlah Pol. PP Kabupaten/Kota serendah-rendahnya 351 dan setinggi-tingginya 450 PNS.
Berikut ini tabel penghitungan skor Berdasarkan Permendagri Nomor 60 Tahun 2012
TABEL 3.9 PERHITUNGAN JUMLAH KEBUTUHAN PNS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA DENPASAR KRITERIA UMUM :
NO INDIKATOR SKALA
NILAI
BOBOT (%)
SKOR
1. JUMLAH PENDUDUK : 651.601 JIWA
400 6 400 x 6
100 = 24 2. LUAS WILAYAH (KM2) :
127.78 Km2
400 6 400 x 6
100 = 24 3. JUMLAH APBD:
2 TRILIUN
1000 4 1.000 x 4
100 = 40
36
4. RASIO BELANJA APARATUR : 50%
1. Klasifikasi besaran organisasi Perangkat Daerah : 36
400 15 400 x 15
100 = 60 2. Jumlah Peraturan Daerah :
132
1000 15 1000 x 15
100 = 150 3. Jumlah Peraturan Kepala Daerah :
612 5. Tingkat Potensi Konflik Sosial Kemasyarakatan :
Rendah 7. Aspek Karakteristik :
Nasional
Berdasarkan Tabel 3.9 diatas, maka didapatkan total skor dari kriteria umum dan teknis sebesar 631. Dengan total skor 631, maka jumlah ideal Polisi Pamong Praja Kota Denpasar yang dibutuhkan sebanyak 251 s/d 350 PNS.
Tetapi meskipun belum mencapai jumlah ideal, Sat.Pol PP Kota Denpasar masih dapat memaksimalkan sumber daya manusia
37 yang dimiliki untuk tetap mencapai target yang ditetapkan dalam RPJMD dan Renstra Sat.Pol PP.
Namun harapannya kedepan berdasarkan Permendagri Nomor 60 Tahun 2012, Sat.Pol PP Kota Denpasar dapat mencapai jumlah ideal tersebut, karena dengan idealnya jumlah Polisi Pamong Praja dapat menggambarkan kapasitas Pemerintah Daerah dalam memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum, menegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah. Semakin ideal jumlah Polisi Pamong Praja maka akan semakin besar ketersediaan Polisi Pamong Praja yang dimiliki pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan wajib penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum.
- Sumber Daya Anggaran
Dari sisi anggaran, capaian sasaran Meningkatnya Penegakkan Perda dan Perwali Di Kota Denpasar telah sejalan dengan peningkatan jumlah anggaran pada program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal dari Tahun 2019 ke Tahun 2020, yang rinciannnya pada Tabel berikut :
Tabel 3.10
Perbandingan Anggaran Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal
Tahun 2019 dan Tahun 2020
Tahun 2019 Tahun 2020
Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Efisiensi (%)
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp) % Efisiensi (%) 849,418,790 733,384,690 86,34 13,66 952,421,650 644,866,100 67,70 32,30
38 Berdasarkan Tabel 3.10 diatas, terlihat bahwa sasaran Meningkatnya Penegakkan Perda dan Perwali Di Kota Denpasar yang anggarannya diperoleh melalui program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal pada tahun 2020 pendanaannya mengalami pemingkatan dibandingkan dengan Tahun 2019, seiring dengan bertambahnya anggaran tersebut, Satpol PP Kota Denpasar mampu mempertahankan kinerja yang baik dan tetap dapat melakukan efisiensi anggaran dalam upaya mewujudkan sasaran Meningkatnya Penegakkan Perda dan Perwali Di Kota Denpasar .
Adapun Rincian Program dan Kegiatan yang mendukung Sasaran Meningkatnya Penegakan Perda dan Perwali di Kota Denpasar, pada Tahun 2020 dapat dilihat pada tabel 3.11
Tabel 3.11
Pelaksanaan Program dan Kegiatan Sasaran Meningkatnya Penegakkan Perda dan Perwali di Kota Denpasar
SASARAN PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR
1 2 3 4
39
Penegakan Peraturan
Daerah di Kota Denpasar.
Jumlah Pelanggar Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota yang ditertibkan
- Sumber Daya Sarana dan Prasarana
Dukungan sarana, prasarana, peralatan dan perlengkapan sangat penting untuk menunjang program dan kegiatan Sat Pol PP dalam menjaga ketentraman, ketertiban, serta penegakan Perda.
Sesuai amanat Permendagri Nomor 19 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pakaian Dinas, Perlengkapan Dan Peralatan Operasional Satuan Polisi Pamong Praja, pada pasal 40 disebutkan bahwa Kendaraan operasional Polisi Pamong Praja terdiri atas Sepeda Motor, Mobil, Truk, dan Jenis Kendaraan lain. Ketersediaan kendaraan sesuai Permendagri Nomor 19 Tahun 2013 tersebut bertujuan untuk memperlancar tugas-tugas dilapangan dalam rangka memberikan kualitas dan kuantitas pelayanan yang prima pada masyarakat.
Pada Sat.Pol PP Kota Denpasar Tersedia Kendaraan Roda Empat, yang terdiri atas Truk besar, Mobil Patroli bak terbuka / Pick Up, dan Kendaraan Minibus, Untuk Kendaraan Roda dua terdiri atas Sepeda Motor Dinas dan Sepeda Motor Patroli, serta Satpol PP Denpasar juga mendapat tambahan Hibah Kendaraan skuter Elektrik yang secara rinci dapat dilihat pada tabel 3.12
40 Tabel 3.12
Sarana Kendaraan Operasional Sat.Pol PP Kota Denpasar
No. Jenis Kendaraan Tahun No. Polisi/ No seri
1 Mini Bus Mobil 2011 DK 1098 SP
2 Mini Bus Mobil 2011 DK 1082 A
3 Pick Up Mobil 2013 DK 8422 A
4 Pick Up Mobil 2014 DK 8712 A
5 Pick Up Mobil 2006 DK 9216 A
6 Pick Up Mobil 2000 DK 9762 EM
7 Pick Up Mobil 2016 DK 9737 A
8 Mini Bus Mobil 1995 DK 1031 A
9 Truck Mobil 1998 DK 8046 A
10 Truck Mobil 2016 DK 9350
11 Pick Up Mobil 2018 DK 8355 A
12 Mini Bus Mobil 2000 DK 1041 A
13 Suzuki Patroli Sepeda Motor 2006 DK 2694 C 14 Honda Patroli Sepeda Motor 2010 DK 2125 I 15 Honda Patroli Sepeda Motor 2010 DK 2127 I 16 Honda Patroli Sepeda Motor 2010 DK 2128 I 17 Honda Patroli Sepeda Motor 2012 DK 2597 I 18 Honda Patroli Sepeda Motor 2012 DK 2598 I 19 Honda Patroli Sepeda Motor 2012 DK 2599 I 20 Suzuki Patroli Sepeda Motor 2006 DK 2692 C 21 Suzuki Patroli Sepeda Motor 2006 DK 2693 C 22 Suzuki Patroli Sepeda Motor 2010 DK 2126 I 23 Suzuki Patroli Sepeda Motor 2006 DK 2695 C 24 Honda Patroli Sepeda Motor 2013 DK 2039 A 25 Honda Patroli Sepeda Motor 2013 DK 2041 A 26 Honda Patroli Sepeda Motor 2013 DK 2042 A 27 Honda Vario Sepeda Motor 2017 DK 2931 A 28 Honda Vario Sepeda Motor 2017 DK 2943 A 29 Suzuki Sepeda Motor 2016 DK 2637 A 30 Suzuki Axelo Sepeda Motor 2013 DK 2196 A 31 Suzuki Axelo Sepeda Motor 2013 DK 2197 A 32 Suzuki Shogun Sepeda Motor 2008 DK 4901 A 33 Yamaha Jupiter Sepeda Motor 2007 DK 2817 C
41
42 Dari Jumlah Kendaraan tersebut sesuai dengan tabel 3.12 terdapat kendaraan yang masa pakainya sudah lebih dari 12 tahun, hal ini secara tidak langsung tentu akan mempengaruhi performa personil dilapangan karena kondisi kendaraan yang sudah lebih dari 12 tahun tersebut memerlukan perawatan lebih dan terkadang menghambat dalam pelaksanaan tugas-tugas dilapangan. Namun demikian Sat.Pol PP masih dapat memaksimalkan kinerja meskipun dengan dukungan sarana yang minim, tetapi diharapkan Sat.Pol PP dapat melakukan peremajaan kendaraan operasional agar dapat mendukung kinerja Sat.Pol PP dalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dalam Renstra Sat.Pol PP Kota Denpasar
Kemudian Dalam upaya Meningkatkan Penegakkan Perda dan Perwali di Kota Denpasar Sesuai dengan Strategi dan arah kebijakan yang tertuang dalam Renstra Sat.Pol PP Kota Denpasar maka untuk meningkatkan capaian Sasaran tersebut dilakukan pula dengan cara Meningkatkan Wawasan dan ketrampilan anggota Satpol PP untuk mendukung penegakan perda dan perwali
Meningkatkan Wawasan dan ketrampilan anggota Satpol PP menggambarkan usaha dalam mewujudkan aparatur Sat.Pol. PP yang profesional dalam rangka menunjukkan kapasitas, identitas serta potensi tersembunyinya untuk mampu dikembangkan secara optimal sehingga mampu tercipta sumber daya manusia (aparatur Sat.Pol. PP) yang berintegeritas, professional dan berdaya saing.
Aparatur Sat.Pol. PP diharapkan mampu mengaplikasikan secara
43 optimal potensi yang dimilikinya dalam tugas dan fungsi sebagai sosok pelayan, yang mampu bersikap responsif dalam setiap tindakan untuk mewujudkan ketertiban, Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda.
Berdasarkan paparan tersebut maka tujuan peningkatan kapasitas sumber daya aparatur Sat.Pol. PP merupakan suatu elemen penting dan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membentuk SDM yang professional. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, dilakukan dengan kegiatan pendidikan dan pelatihan yang mampu memeberi kontribusi sebagai berikut:
1. Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan Aparatur Sat.Pol. PP untuk dapat mengemban tugas secara profesional dilandasi dengan kepribadian dan etika PNS;
2. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pelopor dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa;
3. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan semangat Sewaka Dharma
4. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik (Good Governance).
Selanjutnya, gambaran capaian kinerja selanjutnya diambil pada sasaran strategis yang Kedua terinci pada analisa sebagai berikut:
Sasaran:
Meningkatnya Satlinmas Yang Siap Tugas di Kota Denpasar
44
Sasaran ini untuk menggambarkan Peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Sat. Linmas) sebagai pemegang fungsi utama pertahanan sipil yaitu upaya mengkoordinir rakyat dan membentuk satuan-satuan perlindungan masyarakat (Sat.Linmas) untuk menanggulangi/mengurangi akibat-akibat dari bencana alam serta akibat-akibat bencana lainnya yang menimbulkan kerugian jiwa dan materiil. sasaran ini dicapai dicapai dengan menggunakan alat ukur indikator kinerja sasaran yaitu:
Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2012, Rasio petugas linmas di kabupaten/kota adalah jumlah satuan perlindungan masyarakat pada tingkat RT atau sebutan lainnya yang tugasnya membantu pelayanan kegiatan penanganan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, serta ikut membantu memelihara ketentraman, ketertiban masyarakat dan kegiatan sosial kemasyarakatan
Penjelasan capaian kinerja dari sasaran tersebut dapat dilihat secara rinci dalam tabel 3.13.
Indikator :
Rasio Petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang siap tugas di Kota Denpasar
45 Tabel.3.13
Capaian Kinerja Sasaran
Meningkatnya Satlinmas Yang Siap Tugas di Kota Denpasar Tahun 2020
SASARAN
STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI %
1 2 3 4 5
Rumus untuk mendapatkan rasio jumlah satuan linmas adalah :
kota
Sesuai dengan struktur Pemerintahan Desa / Kelurahan Kota Denpasar, unsur kewilayahan yang ada adalah Lingkungan dan Dusun, maka untuk pembagi jumlah RT dalam rumus diatas adalah Jumlah Lingkungan pada Kelurahan, dan jumlah Dusun pada Desa di Kota Denpasar. Dengan Rincian Jumlah Lingkungan adalah 151 dan jumlah Dusun Adalah 255. Sedangkan jumlah Satlinmas Kota Denpasar pada Tahun 2020 adalah 1.303 Orang.
Maka rumus yang digunakan adalah :
Denpasar
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2012, target Rasio Target Di Setiap RT
46 Atau Sebutan Lainnya Pada Tahun 2014 Adalah 1 (Satu) Orang Satuan Linmas Di Setiap RT Atau Sebutan Lainnya.
Pada Tabel Indikator Kinerja Sat.Pol PP yang mengacu pada RPJMD Kota Denpasar Tahun 2016-2021 bab VII halaman 44, dalam indikator Rasio Petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang siap tugas di Kota Denpasar, tertulis target yang harus dicapai tiap tahun adalah jumlah anggota linmas, namun sasaran yang harus di capai adalah “Rasio Petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang siap tugas di Kota Denpasar”, maka sesuai dengan rumus yang tertuang dalam Permendagri Nomor 69 Tahun 2012, akan dilakukan penentuan capaian berdasarkan jumlah anggota linmas yang ada dalam target RPJMD diperbandingkan dengan jumlah anggota Linmas yang ada di Kota Denpasar dibagi dengan jumlah Lingkungan dan Dusun untuk mendapatkan capaian rasio linmas yang siap tugas.
Berdasarkan uraian tersebut, maka Rasio Linmas Kota Denpasar Tahun 2020 adalah :
Sehingga capaian kinerja pada sasaran Meningkatnya Satlinmas Yang Siap Tugas di Kota Denpasar dengan Indikator Kinerja Rasio Petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas)
47 yang siap tugas di Kota Denpasar pada Tahun 2020 sudah mencapai target, dengan rasio linmas adalah 3,20
Selanjutnya, adapun perbandingan capaian kinerja Sat. Pol.
PP Kota Denpasar dalam SasaranMeningkatnya Satlinmas Yang Siap Tugas di Kota Denpasar Tahun 2017, s/d Tahun 2020 disajikan dalam tabel 3.14.
Tabel 3.14
Perbandingan Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Satlinmas Yang Siap Tugas di Kota Denpasar Tahun 2017-2020
Indikator Sasaran Rasio Petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang siap tugas di Kota Denpasar
Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
1.288
Berdasarkan Tabel 3.14, Perbandingan Capaian Kinerja Rasio Petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang siap tugas di Kota Denpasar Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2020, telah terjadi peningkatan capaian kinerja dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2020, dari rasio linmas 3,13 meningkat menjadi 3,20.
Diharapkan pada akhir periode RPJMD target 1.304 (Rasio Linmas 3,21) Capaian Kinerja Rasio Petugas Satuan Perlindungan
48 Masyarakat (Linmas) yang siap tugas di Kota Denpasar bisa tercapai atau terlampaui.
Pencapaian Target Indikator Rasio Petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang siap tugas di Kota Denpasar, dipengaruhi oleh faktor jumlah linmas yang ada di tiap Desa/Kelurahan di Kota Denpasar, jumlah anggtota linmas di Desa/Kelurahan dipengaruhi oleh proses perekrutan anggota linmas.
Dimana berdasarkan Permendagri No 84 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat, setiap anggota Linmas harus bersedia membuat pernyataan menjadi anggota satlinmas secara suka rela. Sifat suka rela ini menjadi kendala dalam perekrutan anggota linmas yang mempengaruhi jumlah linmas di Kota Denpasar, yang secara langsung berdampak pada capaian rasio linmas
Realisasi pencapaian kinerja dan anggaran yang dilaksanakan Sat.Pol PP Kota Denpasar pada tahun 2020 telah berjalan efektif dan efisien. Untuk indikator kinerja Meningkatnya Satlinmas Yang Siap Tugas di Kota Denpasar, tingkat efisiensinya mencapai 7,04 %. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam mencapai target kinerja, Satpol PP Kota Denpasar telah berupaya untuk melakukan efisiensi dalam memanfaatkan sumber anggaran. Untuk informasi selengkapnya dalam tabel sebagai berikut :
49 Tabel 3.15
Realisasi Anggaran dan Tingkat Efisiensi Sasaran Meningkatnya Satlinmas Yang Siap Tugas di Kota Denpasar
SASARAN PROGRAM ANGGARAN
(Rp)
808,695,000 751,748,350 92,96 7,04
Adapun Program dan Kegiatan yang mendukung Sasaran Meningkatnya Satlinmas Yang Siap Tugas di Kota Denpasar, dapat dilihat pada tabel 3.16
Tabel 3.16
Pelaksanaan Program dan Kegiatan Sasaran Meningkatnya Satlinmas Yang Siap Tugas di Kota Denpasar
SASARAN PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR
1 2 3 4
Pelatihan Linmas Jumlah Anggota LINMAS yang
Dari dua kegiatan pada tabel 3.16 yang mendukung capaian kinerja Sasaran Meningkatnya Satlinmas Yang Siap Tugas di Kota Denpasar, terdapat kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan pada
50 Tahun 2020, yaitu kegiatan Pelatihan Linmas, ini dikarenakan adanya rasionalisasi / refocusing anggaran untuk penanggulangan pandemi Covid-19 di Kota Denpasar, namun demikian pembinaan kepada anggota Satlinmas tetap dilaksanakan melalui kunjungan atau sebagai narasumber ke Desa/Kelurahan di Kota Denpasar,
50 Tahun 2020, yaitu kegiatan Pelatihan Linmas, ini dikarenakan adanya rasionalisasi / refocusing anggaran untuk penanggulangan pandemi Covid-19 di Kota Denpasar, namun demikian pembinaan kepada anggota Satlinmas tetap dilaksanakan melalui kunjungan atau sebagai narasumber ke Desa/Kelurahan di Kota Denpasar,