• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

5.7. Analisis Pendapatan

Perencanaan finansial merupakan rencana bagaimana memperoleh dan mengalokasikan dana. Dana yang akan digunakan dalam kegiatan usaha tanaman hias pada PT Saung Mirwan bersumber dari modal pemilik, Theo Hadinata.

59 Perencanaan finansial bertujuan untuk menganalisis keragaan aspek finansial suatu kegiatan usaha. Perencanaan keuangan yang dilakukan adalah dengan mengkalkulasikan biaya dengan penerimaan yang diperoleh PT Saung Mirwan dalam usaha bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan katuba. Analisis tersebut akan menghasilkan perhitungan pendapatan yang diterima PT Saung Mirwan dari usaha bunga yang diusahakan.

a. Biaya Investasi

Biaya investasi merupakan biaya yang umumnya dikeluarkan pada awal kegiatan dan pada saat tertentu untuk memperoleh manfaat beberapa tahun kemudian. Pengeluaran biaya investasi pada umumnya dilakukan satu kali atau lebih, sebelum bisnis berproduksi dan baru menghasilkan manfaat beberapa tahun kemudian. Biaya investasi yang dikeluarkan PT Saung Mirwan dalam usaha bunga yang diteliti antara lain pembangunan green house, cooling room, peralatan dan perlengkapan produksi. Rincian biaya investasi dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Biaya Investasi Komoditas Bunga PT Saung Mirwan dengan Luas Lahan 2.500 meter2 pada Tahun 2008

Uraian Nilai (Rp) Umur Ekonomis Penyusutan (Rp/Thn) Persentase (%) Green house 80.000.000 10 8.000.000 40,39 Cooling room 35.000.000 10 3.500.000 17,67 Jaringan nutrisi 15.000.000 5 3.000.000 7,57 Instalasi listrik dan

air 2.000.000 5 400.000 1,01 Net penyangga 1.500.000 4 375.000 0,76 AC 2.000.000 5 400.000 1,01 Komputer 2.000.000 5 400.000 1,01 Genset 2.000.000 10 200.000 1,01 Kendaraan operasional 40.000.000 15 2.666.667 20,19 Pompa sprayer 15.000.000 5 3.000.000 7,57 Krat box 2.500.000 5 500.000 1,26 Ruang propagation 1.000.000 4 250.000 0,50 Cangkul 40.000 4 10.000 0,02 Garpu 25.000 4 6.250 0,01 Gunting 23.000 4 5.750 0,01 Total 198.088.000 22.713.667 100

60 Pembangunan green house memberikan kontribusi biaya yang paling tinggi dalam biaya investasi. Green house merupakan bangunan utama yang sangat berperan penting dalam usaha produksi bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan kastuba yang diusahakan oleh PT Saung Mirwan. Bangunan green house berfungsi untuk melindungi bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan kastuba dari hujan yang berlebihan, terpaan sinar matahari yang panjang, terpaan angin dan serangan hama. Green house memiliki umur ekonomis yang cukup lama yaitu sekitar 10 tahun dimana setelah 10 tahun umur ekonomisnya habis dan sebaiknya dilakukan reinvestasi terhadap green house. Biaya investasi lainnya yang cukup tinggi adalah cooling room, jaringan nutrisi, kendaraan operasional dan pompa sprayer. Biaya-biaya ini relatif tinggi dengan umur ekonomis yang lama juga (10 tahun sampai 15 tahun). Biaya lainnya seperti instalasi listrik dan air, net penyangga, genset, komputer dan lain-lain menyumbang kontribusi yang lebih rendah terhadap biaya investasi.

b. Biaya Operasional

Biaya operasional termasuk semua biaya produksi, pemeliharaan dan lainnya yang menggambarkan pengeluaran untuk menghasilkan produksi yang digunakan bagi setiap proses produksi dalam satu periode kegiatan produksi. Biaya operasional terdiri dari dua komponen utama yakni biaya variabel dan biaya tetap. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai komponen biaya operasional beserta kebutuhan biaya tersebut pada produksi bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan kastuba pada PT Saung Mirwan.

1. Biaya tetap

Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak terpengaruh oleh perkembangan jumlah produksi atau penjualan dari satu proses produksi ke proses produksi berikutnya. Rincian biaya tetap yang dikeluarkan untuk produksi bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan kastuba selama satu tahun dapat dilihat pada Tabel 12.

61

Tabel 12. Rincian Biaya Tetap Komoditas Bunga PT Saung Mirwan

Uraian Nilai (Rp) Persentase (%)

Tenaga Kerja 67.200.000 88,77

Pajak Kendaraan 2.500.000 3,60

Alat Tulis Kantor (ATK) 6.000.000 7,93

Total 75.700.000 100

Sumber: PT Saung Mirwan (2010)

Biaya tenaga kerja terhadap biaya tetap menyumbang kontribusi terbesar dalam usaha produksi bunga PT Saung Mirwan. Biaya tenaga kerja ini terdiri dari biaya gaji kepala bagian produksi dan bagian proteksi tanaman. Biaya tenaga kerja ini besarnya sekitar 88,77 persen dari total biaya tetap yang dikeluarkan PT Saung Mirwan. Hal ini berarti biaya lebih banyak dinikmati oleh tenaga kerja. Biaya yang lain terdiri dari biaya pajak kendaraan operasional dan alat tulis kantor yang digunakan untuk urusan administrasi di kantor PT Saung Mirwan.

2. Biaya variabel

Biaya variabel merupakan biaya yang jumlahnya dipengaruhi oleh output yang dihasilkan pada periode tertentu. Rincian biaya variabel yang dikeluarkan untuk budidaya bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan kastuba dalam satu tahun dapat dilihat pada Tabel 13.

Biaya pupuk, dan pestisida menyumbang kontribusi yang paling tinggi terhadap proporsi biaya varibel produksi bunga PT Saung Mirwan. Besar biaya pupuk dan pestisida adalah lebih dari 50 persen dari total biaya variabel yang dikeluarkan PT Saung Mirwan. Dalam usaha bunga adalah wajar biaya pupuk dan pestisida memegang porsi yang paling besar mengingat komoditas usaha ini adalah tanaman yang produksinya sangat bergantung pada kedua input tersebut. Pupuk sangat mempengaruhi kualitas bunga yang dihasilkan sedangkan pestisida berkaitan dengan upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Biaya variabel yang lain disumbang oleh biaya pot, media tanam, biaya listrik, biaya telepon, karet gelang dan sebagainya. Biaya-biaya variabel ini menyumbang kontribusi yang kecil dibandingkan biaya pupuk dan pestisida. Namun demikian biaya-biaya tersebut berpengaruh dalam kegiatan produksi

62 bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan kastuba yang diusahakan PT Saung Mirwan.

Tabel 13. Rincian Biaya Variabel Komoditas Bunga pada PT Saung Mirwan

Uraian Nilai (Rp) Persentase (%)

Pupuk 32.000.000 29,85 Pestisida 26.500.000 24,72 Pot 6.500.000 6,06 Media tanam 6.750.000 6,28 Lampu (TL 20 Watt) 7.500.000 6,98 Ember plastic 250.000 0,23 Pisau cutting 100.000 0,09 Karung 150.000 0,14 Biaya listrik 4.500.000 4,19 Biaya air 3.500.000 3,26 Biaya telepon 2.500.000 2,33 Biaya pemeliharaan 2.500.000 2,33 Bahan bakar 9.500.000 8,84 Plastik kening 200.000 0,19 Dus (box) 2.500.000 2,33 Karet gelang 150.000 0,14 Panfix (selotip) 350.000 0,33 Biaya Komunikasi 2.000.000 1,86 Total 107.450.000 100

Sumber: PT Saung Mirwan (2010)

Penerimaan PT Saung Mirwan diperoleh dari penjualan bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan kastuba pot. Output bersih yang dihasilkan selama proses produksi bunga krisan pada tahun 2009 adalah 35.240 pot bunga krisan, 5.523 pot bunga kalandiva, 5.621 pot bunga kalanchoe dan 5.974 pot bunga kastuba. Harga output untuk masing-masing bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan kastuba pada tahun 2009 adalah Rp. 7.500, Rp. 8.000, Rp. 6.000 dan Rp. 7.500. Total penerimaan yang diperoleh PT Saung Mirwan dari memproduksi bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan kastuba adalah sebesar Rp. 387.0150.000. Analisis pendapatan ini bertujuan sebagai gambaran prospek usaha bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan kastuba di PT Saung Mirwan, untuk awal produksi usaha ini mengalami kerugian secara nyata namun secara pembukuan belum dapat dipastikan karena diawal usaha biaya investasi, penyusutan dan biaya

63 tetap telah diperhitungkan sebelumnya. Besarnya total biaya dan total penerimaan serta analisis pendapatan dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Analisis Pendapatan Usaha Bunga PT Saung Mirwan

Uraian Nilai (Rp)

A. Penerimaan 387.015.000

B. Biaya Operasional

a. Biaya Tetap 75.700.000

b. Biaya Variabel 108.450.000 C. Total Biaya Operasional 184.150.000 D. Biaya yang Diperhitungkan 22.713.667

E. Total Biaya 206.863.667

F. Pendapatan Atas Biaya Operasional 202.865.000 G. Pendapatan Atas Biaya Total 180.151.333 H. R/C Atas Biaya Operasional 2,10

I. R/C Atas Biaya Total 1,87

Dari analisis pendapatan usaha bunga diperoleh kesimpulan bahwa pendapatan atas biaya operasional (tunai) yang diperoleh PT Saung Mirwan dalam memproduksi bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan kastuba selama satu tahun (2009) adalah Rp. 202.865.000 dan nilai R/C ratio diperoleh sebesar 2,10. Hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp. 1 biaya yang dikeluarkan untuk melakukan kegiatan produksi keempat bunga tersebut akan memperoleh penerimaan sebesar 2,10. Nilai ini menggambarkan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan. Analisis pendapatan atas biaya total adalah sebesar Rp. 180.151.333 dan R/C ratio sebesar 1,87. Ini menggambarkan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan. Oleh karena itu berdasarkan analisis pendapatan diperoleh bahwa usaha bunga krisan, kalandiva, kalanchoe dan kastuba menguntungkan dan efisien untuk dijalankan.

64

Dokumen terkait