• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pendapatan Usahatani Wortel

Dalam dokumen Ringkasan (Halaman 58-66)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.5 Analisis Pendapatan Usahatani Wortel

Biaya merupakan modal yang dikeluarkan untuk menjalankan proses produksi usahatani wortel, mulai dari pengadaan faktor-faktor produksi yang meliputi biaya sarana produksi untuk pembelian benih, pupuk dan pestisida sampai dengan biaya tenaga kerja untuk proses pengolahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan dan panen. Biaya dibagi menjadi dua yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya variabel adalah biaya yang besarnya tergantung oleh besarnya faktor produksi yang digunakan untuk usahatani wortel yaitu sarana produksi dan tenaga kerja. Sedangkan biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak dipengaruhi oleh besarnya output yang dihasilkan yaitu penyusutan peralatan dan sewa lahan. Berikut merupakan komponen biaya dalam usahatani wortel yang dilakukan oleh petani responden:

1. Komponen Biaya Tetap

Pada usahatani wortel, yang termasuk biaya tetap adalah biaya sewa lahan, dan biaya penyusutan peralatan. Sewa lahan untuk lahan 1 hektar per tahun sebesar Rp 20.000.000,-. Sedangkan peralatan yang digunakan untuk usahatani wortel rata-rata menggunakan cangkul, sabit, disel dan selang. Biaya tetap yang dikeluarkan oleh petani responden di daerah penelitian yaitu sewa lahan per hektar permusim tanam ditambah dengan penyusutan peralatan usahatani. Rata-rata biaya tetap di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dapat dilihat pada Tabel 20.

Tabel 20. Rata-Rata Biaya Tetap Usahatani Wortel Per Hektar dalam 1 Musim Tanam di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

Komponen Biaya Tetap Biaya (Rp) Persentase (%)

Sewa Lahan 6.666.667 98,85

Penyusutan Peralatan 77.719 1,15

Jumlah 6.744.386 100,00

1) Sewa lahan

Sewa lahan adalah biaya yang dikeluarkan petani untuk menyewa lahan yang digunakan untuk budidaya wortel selama satu kali musim tanam. Rata-rata biaya sewa lahan seluas 1 hektar sebesar Rp.6.666.667-/ musim tanam dan persentase terhadap total biaya tetap sebesar 98,85%.

2) Biaya Penyusutan

Biaya Penyusutan adalah biaya yang dikeluarkan oleh petani tergantung pada jumlah peralatan yang dimiliki oleh petani dan digunakan dalam proses produksi usahatani wortel. Rata-rata biaya penyusutan sebesar Rp.77.719,- dan persentase terhadap total biaya tetap sebesar 1,15 %. Peralatan yang rata-rata dimiliki oleh petani yaitu cangkul, sabit, disel dan selang.

Dari kedua komponen biaya tetap, yang mempunyai nilai persentase teringgi dalam pengeluaran biaya untuk usahatani wortel dalam satu musim tanam yaitu biaya sewa lahan. Biaya sewa lahan dan penyusutan peralatan masing- masing petani responden dapat dilihat pada Lampiran 8.

2. Komponen Biaya Variabel

Biaya variabel dalam usahatani wortel meliputi biaya sarana produksi yaitu pembelian bibit, pupuk, dan pestisida, biaya upah tenaga kerja mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan dan panen serta biaya lain-lain seperti uang angkot transportasi. Komponen biaya variabel usahatani wortel di daerah penelitian dapat dilihat pada Tabel 21 dan 22.

Tabel 21. Rata-Rata Biaya Variabel Untuk Sarana Produksi Usahatani Wortel Per Hektar dalam 1 Musim Tanam di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

Komponen Penggunaan Biaya Variabel (Rp) Persentase (%)

Benih (kg) 8,89 1.388.889 13,51

Pupuk Urea (kg) 149,81 269.714 2,62

Pupuk TSP / SP36 (kg) 69,05 96.711 0,94

Pupuk KCl (kg) 4,96 5.943 0,06

Pupuk NPK (kg) 377,93 2.381.200 23,17

Pupuk Kandang (sak) 2619,60 523.968 5,10

Pestisida (kg) 42,60 5.537.433 53,88

ZA (kg) 53,09 74.333 0,72

Total Biaya Sarana Produksi 10.278.192 100,00

1) Biaya sarana produksi

Biaya sarana produksi merupakan biaya yang dikeluarkan oleh petani responden untuk penggunaan bahan yang digunakan untuk budidaya wortel. Biaya sarana produksi yang dikeluarkan sebagai berikut:

a) Biaya untuk pembelian benih

Benih yang digunakan untuk budidaya wortel merupakan hasil dari budidaya petani setempat atau lokal. Penggunaan benih dalam luasan 1 hektar rata-rata 8,89 kg tiap musim tanam dengan biaya rata-rata sebesar Rp. 1.388.889,-. Diketahui bahwa rata-rata pembelian benih wortel adalah sebesar Rp 25.000,-. Persentase biaya untuk penggunaan benih sebesar 13,51% dari total biaya sarana produksi.

b) Biaya untuk pembelian pupuk.

Pupuk kimia yang digunakan oleh petani responden untuk menunjang pertumbuhan wortel adalah pupuk urea rata-rata penggunaan 149,81 kg dengan biaya sebesar Rp. 269.714,- , TSP 69,05 kg dengan biaya sebesar Rp. 96.711,- , KCL 4,96 kg dengan biaya sebesar Rp. 5.943,-, NPK 377,93 kg dengan biaya sebesar Rp 2.381.200,-, pupuk kandang 2619,6 kg dengan biaya sebesar Rp 523.968,- dan pupuk ZA 53,09 kg dengan biaya sebesar Rp. 74.333,-. Persentase biaya untuk penggunaan pupuk terbesar pada pupuk NPK yaitu sebesar 23,17% dari total biaya sarana produksi.

c) Biaya untuk pembelian pestisida

Diketahui bahwa rata-rata pembelian pestisida adalah sebesar Rp. 5.537.433,- dalam satu musim tanam. Persentase biaya untuk penggunaan pestisida sebesar 53,88% dari total biaya sarana produksi.

Persentase biaya sarana produksi terbesar terletak pada penggunaan pestisida yaitu 31,16% dari total biaya variabel. Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan petani terhadap pestisida masih tinggi, sehingga petani di daerah penelitian intensif dalam melakukan penyemprotan menggunakan pestisida. Biaya untuk pembelian benih, pupuk dan pestisida masing-masing petani responden dapat dilihat pada Lampiran 9.

Tabel 22. Rata-Rata Biaya Variabel Untuk Sarana Produksi Usahatani Wortel Per Hektar dalam 1 Musim Tanam di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Komponen HOK Biaya Variabel

(Rp) Persentase (%) TK Pengolahan Laki-laki 92,68 2.780.476 33,06 Perempuan 0 TK Pananaman Laki-laki 19,75 703.413 8,36 Perempuan 4,37 TK Pemupukan Laki-laki 13,24 467.063 5,55 Perempuan 2,78 TK penyiangan & Penjarangan Laki-laki 2,82 3.096.746 36,82 Perempuan 120,43 TK Penyemprotan Laki-laki 44,71 1.341.429 15,95 Perempuan 0 TK pengairan Laki-laki 0,71 22.302 0,26 Perempuan 0,02

Total Biaya Tenaga Kerja 8.411.429 100,00

Sumber: Data primer yang diolah, 2012. 2) Biaya tenaga kerja

Biaya rata-rata tenaga kerja yang dikeluarkan oleh petani wortel per hektar dalam satu musim tanam dihitung berdasarkan Hari Orang Kerja (HOK) dengan jam kerja efektif selama 7 jam dalam satu hari dan mulai jam kerja rata-rata 06:00 - 12:30. Jadi, 1 HOK sama dengan jam kerja. Rata-rata penggunaan biaya tenaga kerja pada usahatani wortel di Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai berikut: a) Pengolahan lahan

Pengolahan lahan untuk usahatani wortel dikerjakan oleh tenaga kerja laki- laki dengan upah sebesar Rp.30.000,- per HOK. Untuk lahan dengan luasan 1 hektar, di perlukan sebanyak 92,68 HOK untuk proses pengolahan lahan. Rata- rata biaya yang dikeluarkan untuk pengloahan lahan sebesar Rp. 2.780.476,-. Persentase biaya tenaga kerja untuk pengolahan lahan sebesar 33,06% dari total biaya tenaga kerja.

b) Penanaman

Penanaman wortel dikerjakan oleh tenaga kerja wanita dan laki-laki dengan upah sebesar Rp. 30.000,- untuk laki-laki dan Rp. 25.000,- untuk perempuan per HOK. Untuk lahan 1 hektar, rata-rata biaya tenaga kerja untuk penanaman wortel adalah sebesar Rp. 703.413,- dengan rata-rata jumlah tenaga

kerja laki-laki 19,75 HOK dan perempuan 4,37 HOK. Persentase biaya tenaga kerja untuk pengolahan lahan sebesar 8,36% dari total biaya tenaga kerja.

c) Pemupukan

Pemupukan wortel dikerjakan oleh tenaga kerja wanita dan laki-laki dengan upah sebesar Rp 30.000,- untuk laki-laki dan Rp. 25.000,- untuk perempuan per HOK. Untuk lahan dengan luasan 1 hektar, rata-rata biaya tenaga kerja sebesar Rp. 467.063,- dengan rata-rata jumlah tenaga kerja laki-laki 13,24 HOK dan perempuan 2,8 HOK. Persentase biaya tenaga kerja untuk pengolahan lahan sebesar 5,55% dari total biaya tenaga kerja.

d) Penjarangan dan penyiangan

Penjarangan merupakan perlakuan dengan mencabut sebagian tanaman wortel yang pertumbuhannya kurang baik seperti daunnya layu atau tanamannya kerdil yang bertujuan untuk mengurangi persaingan dalam mendapatkan unsur hara dan memperoleh sinar matahari, sehingga pertumbuhannya bisa maksimal. Penjarangan dan penyiangan wortel biasanya di kerjakan oleh tenaga kerja wanita, akan tetapi jika tenaga kerja wanita tidak tercukupi maka akan menggunakan tenaga kerja laki-laki. Penjarangan dan penyiangan dikerjakan oleh tenaga kerja wanita dan laki-laki dengan upah sebesar Rp 30.000,- untuk laki-laki dan Rp. 25.000,- untuk perempuan per HOK. Untuk lahan dengan luasan 1 hektar, rata- rata biaya tenaga kerja untuk penjarangan wortel adalah sebesar Rp. 3.096.746,- dengan rata-rata jumlah tenaga kerja laki-laki 2,82 HOK dan perempuan 120,43 HOK. Persentase biaya tenaga kerja untuk penjarangan dan penyiangan sebesar 36,82% dari total biaya tenaga kerja.

e) Penyemprotan

Penyemprotan dilakukan untuk mengendalikan atau membasmi hama dan penyakit. Penyemprotan dikerjakan oleh tenaga kerja laki-laki dengan upah sebesar Rp 30.000,- per HOK. Untuk lahan dengan luasan 1 hektar, rata-rata biaya tenaga kerja untuk penyemprotan wortel adalah sebesar Rp. 1.341.429,- dengan rata-rata jumlah tenaga kerja laki-laki 44,71 HOK. Persentase biaya tenaga kerja untuk pengolahan lahan sebesar 15,95% dari total biaya tenaga kerja.

f) Pengairan

Pengairan jarang dilakukan oleh petani karena lahan tipe tadah hujan, tetapi sebagian petani ada yang melakukan pengairan pada waktu musim kemarau untuk memperoleh produksi wortel yang bagus. Pengairan wortel dikerjakan oleh tenaga kerja laki-laki. Untuk lahan dengan luasan 1 hektar, rata-rata biaya tenaga kerja untuk pengairan wortel adalah sebesar Rp. 22.302,- dengan rata-rata jumlah tenaga kerja laki-laki 0,71 HOK dan perempuan 0,02 HOK. Persentase biaya tenaga kerja untuk pengolahan lahan sebesar 0,26% dari total biaya tenaga kerja.

Persentase biaya tenaga kerja terbesar terletak pada biaya untuk penjarangan dan penyiangan yaitu sebesar 36,82% dari total biaya variabel. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan penjarangan sangat penting agar mendapatkan produksi wortel yang bagus. Biaya tenaga kerja mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, penjarangan dan penyemprotan pestisida pada masing- masing petani responden dapat dilihat pada Lampiran 10.

Total biaya variabel yang dikeluarkan oleh petani wortel di daerah penelitian merupakan jumlah dari biaya sarana produksi ditambah dengan biaya untuk tenaga kerja. Total biaya variabel dapat dilihat pada Tabel 23.

Tabel 23. Rata-Rata Biaya Variabel Usahatani Wortel Per Hektar dalam 1 Musim Tanam di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

Komponen Biaya (Rp) Persentase (%)

Sarana Produksi 10.278.192 54,99

Tenaga Kerja 8.411.429 45,01

Total Biaya Variabel 18.689.621 100,00

Sumber: Data primer yang diolah, 2012.

Jadi total biaya variabel yang dikeluarkan oleh petani wortel di daerah penelitian sebesar Rp 18.689.621,- dengan luasan 1 hektar dalam satu musim tanam. Persentase biaya variabel terbesar yaitu pada penggunaan sarana produksi yaitu 54,99%. Total biaya variabel untuk masing-masing petani responden dapat dilihat pada Lampiran 11.

3. Total Biaya Usahatani Wortel

Total biaya usahatani wortel yang dikeluarkan meliputi jumlah dari biaya tetap dan biaya variabel. Rata-rata total biaya variabel yang dikeluarkan oleh petani wortel di daerah penelitian dapat dilihat pada Tabel 24.

Tabel 24. Rata-Rata Total Biaya Usahatani Wortel Per Hektar dalam 1 Musim Tanam di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

Komponen Biaya (Rp) Persentase (%)

Biaya Tetap 6.744.386 26,52

Biaya Variabel 18.689.621 73,48

Total Biaya 25.434.007 100,00

Sumber: Data primer yang diolah, 2012.

Dari dua komponen biaya tersebut terlihat bahwa proporsi biaya variabel lebih besar dari pada biaya tetapnya yaitu masing-masing Rp 6.744.386,- untuk biaya variabel dan Rp 18.689.621,- untuk biaya tetap. Jadi total biaya yang dikeluarkan petani untuk usahatani wortel sebesar Rp. 25.434.007,-. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani wortel dipengaruhi biaya variabel yaitu dengan persentase 73,48% dari total biaya. Total biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing petani responden dapat dilihat pada Lampiran 12.

4.5.2 Penerimaan Usahatani Wortel

Penerimaan usahatani wortel merupakan hasil perkalian antara jumlah produksi wortel per hektar dalam satu musim tanam dengan harga wortel. Besarnya penerimaan berarti dipengaruhi dari hasil produksi dan harga di pasar. Rata-rata produksi usahatani wortel sebesar 23.278,94 kg. Rata-rata harga jual wortel sebesar Rp. 2.500,-/kg. Dengan demikian dapat diketahui bahwa rata-rata penerimaan petani responden dari hasil usahatani wortel adalah sebesar Rp 58.197.350,- per kektar dalam satu musim tanam. Besarnya penerimaan yang diperoleh untuk masing-masing petani responden dapat dilihat di Lampiran 12.

4.5.3 Pendapatan Usahatani Wortel

Pendapatan usahatani wortel merupakan selisih antara penerimaan dari hasil produksi usahatani wortel dengan total biaya yang dikeluarkan per hektar dalam satu musim tanam. Rata-rata pendapatan usahatani wortel dengan luasan 1 hektar di daerah penelitian dapat dilihat pada Tabel 25.

Tabel 25. Rata-Rata Total Biaya Usahatani Wortel Per Hektar dalam 1 Musim Tanam di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

Komponen Biaya (Rp) Biaya Tetap Biaya Variabel Total Biaya 6.744.386 18.689.621 25.434.007 Penerimaan 58.197.350 Pendapatan 32.763.343

Sumber: Data primer yang diolah, 2012.

Pendapatan yang diterima oleh petani wortel di daerah penelitian rata-rata sebesar Rp. 32.763.343,- per hektar dalam satu musim tanam, sehingga usahatani wortel di Kecamatan Bumiaji Kota Batu menguntungkan. Besarnya pendapatan yang diperoleh untuk masing-masing petani responden dapat dilihat di Lampiran 12.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen Ringkasan (Halaman 58-66)

Dokumen terkait