• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENDUDUK

Dalam dokumen Laporan Pendahuluan RDTR Kec. Kraton (Halaman 55-58)

METODE PERENCANAAN

B. TATA GUNA LAHAN

4.3.3 ANALISIS PENDUDUK

Tujuan analisis penduduk dilakukan untuk memperoleh gambaran potensi, kondisi serta komposisi penduduk yang digunakan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan penyebaran penduduk dan untuk memperoleh gambaran situasi dan kondisi objektif dari berbagai perencanaan serta analisis penduduk digunakan subjek pembangunan dalam mengukur hunian yang layak huni, kebutuhan pelayanan fasilitas lingkungan, dan klasifikasi lingkungan.

Komponen analisis penduduk adalah sebagai berikut. a. Pertumbuhan dan perkembangan penduduk.

b. Analisis sosial budaya: agama, pendidikan, adat istiadat dan cara hidup.

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survey sekunder. Survey sekunder ini dilakukan dengan mengumpulkan data –data kependudukan dari berbagai instansi mulai dari tingkatan kelurahan. Output yang dihasilkan adalah berupa kompilasi data kependudukan selama 5 tahun terakhir, yang terdiri dari jumlah penduduk, kepadatan penduduk, laju pertumbuhan dan komposisi penduduk.

Tabel 4.2 Desain Survei Aspek Kependudukan

Data yang Dibutuhkan Metode Pengumpulan Data Output Data Jumlah dan perkembangan

penduduk Kecamatan Kraton

Survei Sekunder

Kecamatan Kraton Dalam  Angka 2010-2014

Data Monografi per Kelurahan

Instansi:

Kantor Kecamatan Kraton dan BPS Kabupaten Pasuruan

Mengidentifikasi karakteristik struktur kependudukan dan kondisi sosial masyarakat di wilayah perencanaan

Persebaran Penduduk Kecamatan Kraton Komposisi Penduduk

(Berdasarkan Jenis Kelamin, usia, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan agama)

Kecamatan Kraton Mobilitas Penduduk Kecamatan Kraton

Sosial Budaya (Karakteristik Penduduk) Kecamatan Kraton

Survei Primer Wawancara narasumber terkait (Masyarakat, tokoh masyarakat dll) Deskripsi mengenai karakteristik penduduk Sumber: Analisa, 2015

L a p o r a n P e n d a h u l u a n K e c . K r a t o n

IV-17

Bagan alur pengumpulan data dan informasi karakteristik sosio-demografi di wilayah perencanaan dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 4.8 Metode Identifikasi Sosio-Demografi Sumber: Analisa, 2015

Metode Analisis

Penduduk merupakan faktor utama perencanaan, sehingga pengetahuan akan kegiatan dan perkembangan penduduk merupakan bagian pokok dalam penyusunan rencana. Analisis kependudukan merupakan faktor utama untuk mengetahui ciri perkembangan suatu daerah, sehingga data penduduk masa lampau sampai tahun terakhir sangat diperlukan dalam memproyeksikan keadaan pada masa mendatang. Salah satu yang penting dalam analisis penduduk yaitu mengetahui jumlah penduduk di masa yang akan datang. Untuk hal tersebut, dapat digunakan beberapa metoda atau model analisis.

Setiap teknik atau metoda selalu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, sehingga dalam penerapannya perlu dilakukan pemahaman terlebih dahulu terhadap kondisi kependudukan pada kawasan perencanaan, seperti pola pertumbuhan yang terjadi di masa lampau, ketersediaan data dan sebagainya. Hal ini untuk memperoleh hasil proyeksi yang mendekati ketepatan dan menghindari kesulitan-kesulitan dalam proses analisis.Secara garis besar, analisis sosio-demografi dibagi menjadi 4. Yaitu:

1. Analisis Ukuran-Ukuran Kependudukan 2. Piramida Penduduk

3. Proyeksi Penduduk, dan

4. Analisis Karakter Sosial Budaya Penduduk

Berikut adalah penjabaran metode analisis sosio-demografi yang akan digunakan:

IV-18

-Analisis Ukuran-Ukuran Kependudukan a. Rasio Jenis Kelamin

 Analisis kependudukan menurut ukuran-ukuran kependudukan yang dilihat dari data rasio jenis kelamin. Sex Ratio adalah perbandingan antara jumlah laki-laki dan perempuan lalu dikalikan konstanta (100).

b. Angka Beban Tanggungan (Dependency Ratio )

Dependency ratio adalah rasio beban tanggungan atau disebut juga rasio tanggungan keluarga adalah perbandingan antara jumlah penduduk usia tidak produktif (penduduk usia muda dan penduduk usia lanjut) dengan jumlah penduduk usia produktif.Dengan rumus sebagai berikut.

c. Umur Median (Median Age )

 Adalah umur yang membagi penduduk menjadi dua bagian dengan jumlah yang sama. Bagian pertama lebih muda dan bagian kedua lebih tua dari umur median. Digunakan untuk mengukur tingkat pemusatan penduduk pada kelompok umur tertentu.

Rumus Menghitung Umur Median, adalah sebagai berikut:

Keterangan

l Md Batas bawah kelompok umur N/2 N  Jumlah penduduk total

f  x   Jumlah penduduk kumulatif sampai dengan kelompok umur N/2 f Md Jumlah penduduk pada kelompok N/2

Kelas interval umur -Piramida Penduduk

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat digambarkan pada sebuah grafik yang disebut piramida penduduk. Penggambaran suatu piramida penduduk dimulai dengan menggambarkan dua garis yang saling tegak lurus. Garis yang vertikal menggambarkan umur penduduk mulai dari nol lalu naik. Kenaikan ini dapat tahunan, dapat pula dengan jenjang lima tahunan. Sumbu horisontal

i  f    f    N  l   Median Umur   Md   x  Md 

2

L a p o r a n P e n d a h u l u a n K e c . K r a t o n

IV-19

menggambarkan jumlah penduduk tertentu baik secara absolut maupun relatif (dalam persen). Pemilihan skala perbandingan pada sumbu horisontal ini sangat tergantung dari jumlah penduduk dalam persentase tertentu dari jumlah penduduk yang terdapat pada tiap golongan umur di sumbu vertikal. Pada bagian kiri sumbu vertikal dapat digambarkan.

-Proyeksi Penduduk

Semua perencanaan pembangunan sangat membutuhkan data penduduk tidak saja pada saat merencanakan pembangunan tetapi juga pada masa-masa mendatang (Mantra, 2003:245). Oleh karena itu diperlukan apa yang dinamakan dengan proyeksi penduduk. Proyeksi penduduk tersebut bukanlah sebuah ramalan tentang jumlah penduduk di masa mendatang tetapi adalah suatu perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi dari komponen-komponen laju pertumbuhan penduduk, seperti kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk. Ketiga komponen inilah yang menentukan besarnya jumlah penduduk dan struktur penduduk di masa yang akan datang.

Teknik proyeksi penduduk ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mathematical method (perhitungan proyeksi bila komponen pertumbuhan tidak diketahui/tidak lengkap) dan component method   (perhitungan bila komponen pertumbuhan penduduk diketahui).

a. Jumlah Penduduk

 Analisa terhadap jumlah dan perkembangan penduduk, yaitu dengan memproyeksikan untuk jangka waktu perencanaan yang telah ditetapkan. Hasil analisa digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan fasilitas, utilitas dan kebutuhan ruang.

Model Eksponensial / Bunga Berganda

Keterangan:

Pt = Jumlah penduduk pada tahun tertentu Po = Jumlah penduduk pada tahun awal

a = Tingkat pertambahan rata-rata per-tahun (%)

n = Selang waktu atau selisih tahun proyeksi terhadap tahun dasar

b. Kepadatan Penduduk

Untuk melakukan analisa kepadatan penduduk

ada dua macam, yaitu

Dalam dokumen Laporan Pendahuluan RDTR Kec. Kraton (Halaman 55-58)

Dokumen terkait