• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.4 Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini merupakan penjelasan dari teori-teori komunikasi yang tertera pada bab II, secara khusus mengenai penjelasan tiga asumsi

Teori Budaya Organisasi (Organization Culture Theory) yang dikemukakan oleh

Michael Pacanowsky dan Nick O‘Donnel Trujillo, dimana tiga asumsi Teori Budaya Organisasi (Organization Culture Theory) ini memiliki kaitan akan permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yakni mengenai budaya organisasi KOMPAS TV dalam memproduksi program berita bernilai edukatif dan independen. Untuk memenuhi hasil dari penelitian ini, maka penulis akan menjelaskan poin analisis data dari hasil observasi dan wawancara mendalam dengan para informan, dengan berdasar pada identifikasi masalah yang telah penulis susun dalam penelitian ini.

4.4.1Nilai-nilai Organisasi Redaksi News KOMPAS TV

Asumsi pertama yang dicetuskan Michael Pacanowsky dan Nick

O‘Donnel Trujillo dalam Teori Budaya Organisasi (Organizational Culture Theory) berbunyi: Anggota-anggota organisasi menciptakan dan mempertahankan perasaan yang dimiliki bersama mengenai realitas organisasi, yang berakibat pada pemahaman yang lebih baik mengenai nilai-nilai sebuah organisasi. Inti dari asumsi ini adalah mengenai nilai yang dimiliki oleh suatu organisasi. Nilai (value) adalah standar dan prinsip-prinsip dalam sebuah budaya yang memiliki nilai intrinsik dari sebuah budaya. Nilai menunjukkan kepada anggota organisasi mengenai apa yang penting85.

Standar dan prinsip yang dimaksud dalam asumsi pertama ini, penulis fokuskan pada ideologi dan peraturan-peraturan organisasi yang dimiliki oleh

85

West, Richard. Lyn H. Turner. 2007. Introducing Communication Theory: Analisis dan aplikasi, edisi 3, buku 2. Jakarta. Salemba Humanika. Hal 46

KOMPAS TV. Ideologi dan peraturan adalah bagian dari nilai terpenting yang menjadi kekuatan berlangsungnya sebuah organisasi. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini penulis mencoba menjelaskan asumsi pertama dari Teori Budaya Organisasi (Organizational Culture Theory) mengenai ideologi dan peraturan-peraturan yang tercipta dan diterapkan oleh para jurnalis redaksi news KOMPAS TV didalam memproduksi program berita yang bernilai edukatif dan independen. Berikut penjelasan dari setiap nilai-nilai organisasi tersebut:

1. Ideologi Redaksi News KOMPAS TV

Luthans menyebutkan sejumlah karakteristik yang penting dari budaya organisasi, salah satunya adalah ideologi. Ideologi adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nilai dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi86. Sebagai bagian dari kelompok atau organisasi, KOMPAS TV juga memiliki ideologi yang menjadi nilai dasar mereka dalam menghasilkan program berita.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan key informan Alex selaku manajer redaksi news, pada dasarnya ideologi KOMPAS TV sejalan dengan ideologi koran KOMPAS yakni ―Amanat Hati Nurani Rakyat‖, dimana ideologi ini sejalan dengan apa yg diisyaratkan oleh UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. Key

informan menyambungkan ideologi ini dengan peranan media, seperti penjelasannya berikut:

86

Media harus hadir untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, harus edukasi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang kedua ia harus dalam posisi independen, independen itu juga menentukan objektivitas pemberitaannya.”

Berdasarkan hasil observasi penulis, berita KOMPAS TV yang bernilai edukatif ini terlihat dari konten berita yang lebih mengangkat topik politik, pendidikan, ekonomi, dan hukum. KOMPAS TV sangat meminimalisir berita mengenai kriminalitas. Sedangkan, berita yang bernilai independen disini terlihat dari pemberitaan-pemberitaan KOMPAS TV yang tidak pernah secara eksklusif menyoroti satu golongan atau kelompok. Hal ini disetujui oleh informan III, Githa selaku reporter redaksi news. Ia mengatakan KOMPAS TV menerapkan pemberitaan yang cover both side, artinya KOMPAS TV tidak berpihak terhadap suatu berita, melainkan menyajikan berita secara berimbang antara konten berita yang satu dengan konten berita lainnya. KOMPAS TV tidak berusaha untuk menggiring opini pada masyarakat, KOMPAS TV memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang fakta yang terjadi, memberikan informasi yang akurat, dan memaparkannya sesuai kondisi yang terjadi di lapangan. Informan III juga menjelaskan bahwa jurnalis redaksi news KOMPAS TV memiliki sikap dalam menganggapi sebuah fenomena, tanpa dipengaruhi oleh pihak manapun. Contoh berita KOMPAS TV yang independen ini terlihat dari sikap para jurnalis redaksi

news yang menyetujui kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), dalam hal ini jurnalis redaksi news bukan dalam posisi membela pemertintah, akan

tetapi jurnalis redaksi news menganalisis bahwa harga BBM harus dinaikkan karena menjadi sebuah kebutuhan. Oleh sebab itu, KOMPAS TV berani bersikap pro terhadap kenaikan harga BBM.

Key informan memberikan kesimpulan mengenai penjelasannya tentang ideologi KOMPAS TV, sebagai berikut:

“Intinya, keberpihakan hanya boleh untuk kepentingan publik, bukan keberpihakan kepentingan pemilik modal. Karena di KOMPAS TV, dan saya yakin di seluruh Group Kompas Gramedia, pak Jacob Utama sampai pimpinan-pimpinan tertinggi kita tidak pernah campur tangan mengenai editorial kita harus seperti apa, pak Jacob Utama justru selalu menegaskan bahwa kehadiran kita harus menjadi Amanat Hati Nurani Rakyat, jadi betul-betul untuk publik.”

Informan III juga menyepakati pernyataan key informan ini, ia mengatakan bahwa reporter KOMPAS TV tidak pernah diarahkan untuk membela suatu kubu. Ia menegaskan bahwa para jurnalis harus menjadi

―mata‖ bagi KOMPAS TV atas sebuah peristiwa, dalam artian bertugas untuk

melihat dan memaparkan, bukan untuk memprovokasi atau memutarbalikan fakta.

Pernyataan key informan mengenai media sebagai peran edukasi merupakan salah satu fungsi media massa, yaitu fungsi edukasi. Fungsi edukasi dalam media massa berarti media massa berfungsi sebagai agen atau media yang memberikan pendidikan kepada masyarakat, sehingga keberadaan media tersebut menjadi bermanfaat karena berperan sebagai pendidik

masyarakat87. Pernyataan key informan mengenai media sebagai peran independen terdapat dalam kode etik jurnalistik Pasal 1 poin A yang berisi wartawan Indonesia bersikap independen. Independen berarti memberitakan

peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa ―campur tangan‖,

paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers88.

Key informan, Alex menjelaskan bahwa ideologi yang dianut redaksi

news KOMPAS TV sendiri adalah ―Tegas, Terarah, dan Menumbuhkan Harapan.‖ Ideologi ini dicetuskan oleh ―Founding Fathers” KOMPAS TV sekaligus pemimpin redaksi news pertama yakni Alm Taufik Miharja. Key

informan menjelaskan pengertian dari setiap poin ideologi yang dianut redaksi

news KOMPAS TV, sebagai berikut:

 Tegas berarti tidak ada tawar menawar, segala sesuatunya harus berdasarkan fakta.

 Terarah artinya semua memiliki perencanaan, segala sesuatunya memiliki garis editorial dan target secara jelas.

 Menumbuhkan harapan yakni pemberitaan itu harus membangkitkan optimisme bukan pesimisme.

Key informan menyatakan interpretasi dari ideologi redaksi news ini mengarah pada tagline KOMPAS TV secara keseluruhan, yakni ―Inspirasi Indonesia‖. Key informan menjelaskan bahwa kata ―Inspirasi Indonesia‖ ini

87

Assegaf, Djafar H. 1991. Jurnalistik Masa Kini. Jakarta. Ghalia Indonesia. Hal 50 88

Kode Etik Jurnalistik pada Www.dewanpers.or.id. Diakses Senin, 1 Desember 2014. Pukul 19.00 WIB.

sebagai karya jurnalistik, yakni karya jurnalistik yang harus mampu menumbuhkan harapan bagi masyarakat, bukan memprofokasi atau membuat pesimisme. Key informan menghubungkan pengertian profesi jurnalistik ini dengan berita KOMPAS TV sebagai berikut:

“Profesi jurnalistik itu seperti analogi lentera. Ketika orang membaca produk jurnalistik, ia bisa menjawab pertanyaan yang selama ini membuat ia bingung. Ketika ia melihat berita KOMPAS TV, ia tahu duduk persoalannya, apa penyebabnya, serta arahnya mau kemana, sehingga yang tadinya bingung menjadi mengerti”

Informan IV, Restu selaku mantan jurnalis redaksi news juga menjelaskan bahwa setiap berita yang dibuat oleh KOMPAS TV pada akhirnya untuk merealisasikan tagline KOMPAS TV sendiri, yakni ―Inspirasi Indonesia‖.

Informan IV memberi terjemahan yang lebih operasional mengenai kata

―Inspirasi Indonesia‖ ini adalah bahwa setiap berita didalam KOMPAS TV itu selalu disampaikan secara ―mendalam‖ kepada masyarakat dengan melampirkan grafis untuk menjabarkan persoalan secara nyata, sehingga masyarakat tidak hanya mendengar berita namun dapat mengerti secara jelas isi berita tersebut.

Didalam profesi jurnalistik, berita ―mendalam‖ disebut pula depth news. Depth news disebut berita mendalam karena laporan yang diberitakannya

memiliki nilai berita yang ―berat‖, baik dari segi fakta, penggalian data, dan

dampaknya kepada masyarakat umum. Disamping itu, proses penggalian

―mendalam‖89 .

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis dengan key

informan mengenai ideologi redaksi news ini, key informan menyimpulkan bahwa substansi sebuah berita itu penting, sehingga masyarakat memahami secara benar persoalan dalam sebuah berita. Key informan menegaskan pernyataannya itu dengan mengatakan: “good news is a good news, kita tidak

hanya bad news is a good news.”

Berdasarkan hasil observasi penulis, penulis menanggapi pernyataan key

informan yang mengatakan “good news is a good news, kita tidak hanya bad news is a good news” pada pengelihatan bahwa redaksi news KOMPAS TV tidak bertujuan untuk mencari sensasi dalam pemberitaan. Redaksi news lebih fokus untuk menarik perhatian masyarakat dengan menyajikan berita yang bermanfaat dan mendidik, daripada menarik perhatian masyarakat dengan menyajikan berita yang sensasional namun belum teruji kebenarannya. Redaksi news kembali pada ideologi yang mereka anut bahwa sebuah pemberitaan itu harus berdasarkan fakta yang jelas.

2. Peraturan-peraturan Jurnalis Redaksi News KOMPAS TV

Asumsi pertama mengenai nilai-nilai organisasi ini berhubungan dengan pentingnya orang di dalam kehidupan organisasi. Secara khusus, individu saling berbagi dalam menciptakan dan mempertahankan realitas.

89

Depth News (Berita mendalam) pada Theactadiurna.wordpress.com. Diakses Sabtu, 14 September 2014. Pukul 18.00 WIB

individu ini mencakup karyawan, supervisor, dan pimpinan. Menjadi anggota dari sebuah organisasi membutuhkan partisipasi aktif dalam organisasi tersebut. Pacanowsky dan O‘Donnel Trujillo yakin bahwa karyawan

memberikan kontribusi dalam pembentukkan budaya organisasi. Perilaku mereka sangatlah penting dalam menciptakan dan pada akhirnya mempertahankan realitas organisasi90.

Berdasarkan penjelasan dari asumsi pertama yang dicetuskan

Pacanowsky dan O‘Donnel Trujillo dalam Teori Budaya Organisasi

(Organizational Culture Theory) ini, penulis menganalisis bahwa perilaku karyawan dikemukakan dalam asumsi pertama ini merupakan implikasi dari peraturan-peraturan yang diciptakan oleh perusahaan tersebut. Oleh sebabnya, bagian kedua yang akan penulis bahas dari nilai-nilai organisasi ini adalah mengenai peraturan-peraturan yang tercipta dan diterapkan bagi para jurnalis redaksi news KOMPAS TV, sehingga mampu menghasilkan program berita yang bernilai edukatif dan independen.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan para informan mengenai peraturan-peraturan didalam redaksi news, maka penulis membagi peraturan didalam redaksi news KOMPAS TV menjadi dua kategori, kategori pertama mengenai mekanisme kerja jurnalis KOMPAS TV dan kategori kedua mengenai standar karakteristik jurnalis KOMPAS TV. Berikut penjabaran dari

90

West, Richard. Lyn H. Turner. 2007. Introducing Communication Theory: Analisis dan aplikasi, Edisi 3, Buku 2. Jakarta. Salemba Humanika. Hal 50

setiap peraturan-peraturan tersebut:

 Mekanisme Kerja Jurnalis KOMPAS TV

F. Luthans menyebutkan peraturan merupakan salah satu karakteristik penting dari budaya organisasi. Menurut Luthans, peraturan-peraturan adalah aturan yang tegas dalam organisasi. Pegawai baru harus memelajari peraturan ini agar keberadaannya dapat diterima di dalam organisasi91. Seperti pengertian peraturan yang dinyatakan Luthans, KOMPAS TV juga menyiapkan peraturan-peraturan bagi para jurnalis baru redaksi news agar keberadaannya dapat diterima di dalam organisasi KOMPAS TV.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan key informan yang merupakan manajer dari redaksi news, setiap karyawan baru KOMPAS TV yang menjabat sebagai seorang jurnalis redaksi news diharuskan mengikuti pelatihan atau training terlebih dahulu sebelum akhirnya diperbolehkan menjalankan pekerjaan seperti jurnalis lainnya. Key informan menjelaskan sekalipun didalam perekrutan jurnalis baru KOMPAS TV benar-benar dipilih secara selektif, namun hal itu tidak cukup. Key informan menegaskan, demi menghasilkan jurnalis-jurnalis berkualitas yang mampu bekerja sesuai kode etik jurnalistik dan akhirnya mampu menghasilkan program berita yang bernilai edukatif dan indpenden, KOMPAS TV pun memfasilitasi pelatihan ini.

Informan V, Anjas selaku manajer program adventure juga menyetujui

91

pernyataan key informan mengenai adanya pelatihan bagi jurnalis baru ini. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini bersifat penting dan wajib, terkhusus bagi para fresh graduate (lulusan baru) yang pada dasarnya belum memiliki pengalaman kerja sama sekali. Penjelasan informan V mengenai pentingnya pelatihan jurnalis baru ini diyakinkannya dengan pernyataan sebagai berikut: “KOMPAS TV enggak akan berani melepas reporter baru ke lapangan, sebelum akhirnya dia digembleng dengan matang.”

Berdasarkan pernyataan key informan dan informan V ini, penulis menyimpulkan bahwa KOMPAS TV tidak dengan sembarang untuk mempekerjakan karyawannya, secara khusus di bidang jurnalis.

Berdasarkan hasil observasi yang ditemukan oleh penulis, materi dari pelatihan ini mencakup pelatihan menulis, pelatihan peliputan, dan pelatihan men-dubbing suara. Pelatihan ini dilatih langsung oleh para produser-produser senior redaksi news yang sudah berpengalaman. Pelatihan jurnalis baru redaksi news ini dilakukan selama kurun waktu dua minggu.

Pelatihan para jurnalis baru ini sama seperti pengertian pertunjukan

komunikasi organisasi yang dikemukakan oleh Pacanowsky dan O‘Donnell

Trujillo didalam poin enkulturasi (enculturation), yaitu proses ‗pengajaran‘

budaya organisasi oleh salah satu anggota organisasi kepada anggota organisasi lainnya. Enkulturasi adalah proses yang berlangsung terus-menerus, namun pertunjukan tertentu memiliki peran sangat penting dalam

proses ini. Orientasi bagi anggota organisasi baru adalah salah satu contohnya, dalam hal ini terdapat serangkaian pertunjukan dimana sejumlah individu mengajarkan individu lain bagaimana melakukan pekerjaan tertentu92.

Key informan juga memaparkan, disamping pelatihan selama dua minggu bagi para jurnalis baru, terdapat pula kelas pelatihan dan diskusi bagi seluruh jurnalis redaksi news baik itu untuk produser maupun wartawan. Kelas ini dibuat agar pengetahuan dan kualitas kerja dari para jurnalis semakin bertambah baik. Kelas pelatihan dan diskusi ini dilakukan setiap satu kali dalam seminggu, yaitu setiap hari jumat. Pelatihan ini dipimpin oleh pemimpin redaksi (pemred), produser senior dan tidak jarang pula tim redaksi news mendatangkan pelatih dari luar KOMPAS TV.

Informan II juga menjelaskan bahwa dirinya sangat tertarik untuk mengikuti kelas pelatihan dan diskusi ini. Sebagai seorang reporter, informan II mengaku bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat baginya dan bagi wartawan atau reporter lain. Informan II mengatakan melalui setiap pelatihan yang ada selalu mendorong mereka untuk semakin menghasilkan berita sesuai ideologi yang mereka anut, yakni Tegas, Tearah dan Menumbuhkan Harapan.

92

Peraturan mengadakan pelatihan bagi para jurnalis ini sama seperti riset yang dilakukan oleh Recardo dan Jolly mengenai dimensi untuk menilai budaya suatu organisasi, salah satu dimensi tersebut adalah

Training and Development (Pelatihan dan Pengembangan). Recardo dan Jolly mengatakan bahwa indikasi penting untuk menilai komitmen manajemen adalah ketersediaan kesempatan untuk pengembangan diri bagi para karyawan dan bagaimana keterampilan yang diperoleh itu dapat diterapkan dalam pekerjaan, serta apakah pendidikan bagi para karyawan ditujukan untuk kebutuhan sekarang atau untuk masa yang akan datang93.

Saat jurnalis baru telah menyelesaikan semua pelatihan yang disediakan oleh KOMPAS TV, maka para jurnalis ini dapat mulai bekerja seperti jurnalis lainnya didalam redaksi news. Key informan, Alex memaparkan alur kerja jurnalis KOMPAS TV didalam redaksi news

sebagai berikut:

Korlip (koordinator liputan) dan kru liputan (reporter, juru kamera) harus dan wajib tiba di kantor minimal 15 menit sebelum jam kerja sesuai shift.

Seluruh kru yang berada di ―lapangan‖ harus dan wajib menggunakan seragam atau kemeja saat liputan (kecuali ada permintaan program).

93

Kru lapangan harus dan wajib berkoordinasi serta mengkomunikasikan semua pergerakan, informasi, dan temuan baru serta situasi ―lapangan‖

kepada korlip.

Kru lapangan harus dan wajib berhitung deadline serta pro aktif menghubungi kurir dalam proses pengiriman kartu memori kamera. Juru kamera harus memberitahu segera jumlah kartu memori kamera yang dibawa kepada korlip saat di lapangan.

Kru ―lapangan‖ harus dan wajib berkoordinasi dengan korlip sebelum kembali ke kantor.

Sesampainya di kantor:

Reporter berdiskusi dengan produser terkait materi berita yang akan tayang.

Setelah itu berkoordinasi dengan korlip terkait matreri berita yang belum tayang, agar di listing.

Juru kamera memindahkan visual dari kartu memori kamera ke I Mac,

lalu mendampingi editor untuk editing.

Asisten produser (PA) bertugas mencatat kartu memori kamera yang masuk

Asisten produser (PA) bertugas memindahkan visual dari kartu memori kamera ke I Mac

Asisten produser (PA) mengawal dan memberitahu visual hasil feeding

ke produser dan korlip.

Asisten produser (PA) memastikan status item berita sesuai rundown

tayang.

Asisten produser (PA) berkoordinasi dengan produser mengenai visual dan naskah yang masuk.

Asisten produser (PA) mengembalikan seluruh kartu memori kamera ke

warehouse.

Asisten produser (PA) men-dubbing naskah (bagi yang sudah diperbolehkan).

Asisten produser (PA) membuat naskah terjemahan dari reuters (situs berita yang digunakan khusus KOMPAS TV).

Berdasarkan hasil observasi penulis saat menjalani magang (job training), alur pekerjaan jurnalis ini benar-benar dilaksanakan secara disiplin setiap harinya oleh para jurnalis. Berdasarkan pengamatan penulis, sekitar 80% karyawan selalu tiba di kantor sebelum jam kerja yang ditetapkan yakni pukul 09.00. Ketika ada jurnalis yang berhalangan masuk kerja, jurnalis lainnya dengan sigap menggantikan pekerjaan rekan kerjanya tersebut.

Alur kerja jurnalis redaksi news KOMPAS TV yang dipaparkan key

organisasi yang dicetuskan oleh Pacanowsky dan O‘Donnell Trujillo, yakni didalam kategori ritual kerja. Ritual kerja diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan berulang-ulang untuk membantu anggota organisasi melakukan pekerjaannya. Dengan kata lain, ritual kerja adalah perilaku rutin seseorang yang dihubungkan dengan pekerjaannya yang menyebabkan pekerjaan itu selesai94.

Disamping alur kerja yang rutin dikerjakan para jurnalis, key informan juga menerangkan bahwa redaksi news KOMPAS TV menciptakan peraturan bahwa setiap harinya harus diadakan rapat redaksi yang diadakan pada malam hari setelah program berita selesai tayang. Selain pemimpin redaksi (pemred), wakil pemimpin redaksi (wapemred) dan manajer redaksi, rapat ini wajib dihadiri oleh seluruh jurnalis baik itu produser, wartawan atau reporter, sampai juru kamera yang bertugas di hari itu. Rapat ini membahas evaluasi dari setiap komponen kerja para jurnalis yang terjadi dalam satu hari tersebut. Evaluasi tersebut diantaranya melaporkan hasil berita yang tayang, melaporkan kekurangan kinerja jurnalis sampai mencari solusi bersama bagaimana agar kekurangan itu tidak terjadi lagi dan kinerja jurnalis selanjutnya menjadi lebih baik. Dibagian akhir akan membahas materi berita apa yang akan ditayangkan untuk hari esok.

Berdasarkan hasil observasi penulis saat menjalani magang (job training), penulis melihat mulai dari pimpinan, produser, wartawan atau

94

reporter, juru kamera, koordinator lapangan, sampai dengan tim periset setiap harinya selalun hadir didalam rapat redaksi ini, dan selalu hadir di ruangan rapat sebelum pukul 19.00 WIB.

Rapat redaksi rutin ini juga merupakan contoh dari salah satu pertunjukkan komunikasi organisasi yang dicetuskan Pacanowsky dan

O‘Donnell Trujillo, yaitu ritual organisasi. Ritual organisasi diartikan sebagai ritual yang diikuti oleh seluruh kelompok kerja didalam organisasi secara cukup teratur. Misalnya, pertemuan atau rapat antar departemen perusahaan95.

 Standar Karakteristik Jurnalis Redaksi News KOMPAS TV

Robbins mengatakan bahwa salah satu fungsi budaya organisasi yakni budaya organisasi membawa suatu rasa identitas bagi para anggota organisasi atau jati diri96.

Berdasarkan fungsi budaya organisasi yang dikemukakan oleh Robbins, key informan mengatakan bahwa Grup Kompas Gramedia menciptakan nilai-nilai yang harus diaplikasikan oleh seluruh karyawan Kompas Gramedia, sehingga nilai-nilai ini menjadi ciri khas dari karyawan Grup Kompas Gramedia secara turun-temurun. Nilai-nilai tersebut tergabung didalam Value Kompas Gramedia 5C yang diciptakan langsung oleh pemilik Kompas Gramedia, yaitu Jacob Utama.

95

Ibid, Hal 107 96

Value 5C itu diantaranya Caring, Credibel, Competen, Competitive,

dan Customer Delight. Key informan menjelaskan pengertian dari poin setiap value sebagai berikut:

Value pertama adalah Caring, bagian ini menjelaskan bahwa sebagai satu tim, rasa saling peduli antar karyawan satu dengan karyawan lainnya sangat diperlukan. Apabila dikaitkan dalam pemberitaan di media, jurnalis dalam posisi ini harus menunjukkan rasa empatinya kepada para narasumber maupun pada setiap pemberitaan yang dibuatnya. Value kedua adalah Credibel, bagian ini menunjukkan bahwa KOMPAS TV merupakan sebuah perusahaan yang fokus bekerja didalam bisnis informasi, oleh sebab itu kepercayaan menjadi faktor utama didalam bekerja. Value ketiga adalah

Competen, value ini mendukung value Credibel. Sebagai contoh, ketika seorang jurnalis tidak berkompeten, maka otomatis beritanya tidak akan berkredibel. Value keempat adalah Competitive, hal ini menunjukkan bahwa KOMPAS TV harus menciptakan semangat kompetisi, karena KOMPAS TV tetap sebuah bisnis yang pada akhirnya memiliki tujuan finansial. Hal ini pun didasarkan oleh faktor KOMPAS TV yang

Dokumen terkait