BAB IV HASIL PENELITIAN
5.2 Saran
Berdasarkan keseluruhan hasil analisa dan deskripsi penelitian tentang budaya organisasi KOMPAS TV dalam memproduksi program berita bernilai edukatif dan independen, ada beberapa saran yang ingin penulis sampaikan, yaitu:
5.2.1 Saran Teoritis
Bagi para peneliti yang akan meneliti sebuah budaya dalam organisasi, Teori Budaya Organisasi (Organization Culture Theory) yang dikaji oleh
Michael Pacanowsky dan Nick O‘Donnel Trujillo menjadi pilihan teori yang baik ketika ingin berfokus pada penelitian nilai-nilai organisasi dan penggunaan serta interpretasi simbol-simbol verbal dan nonverbal yang dilakukan oleh anggota organisasi.
5.2.2 Saran Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam mengkaji program berita seperti apa yang dikatakan berkualitas, serta dapat menjadi refrensi dan tolak ukur bagi para pemilik media apakah media televisi yang dikelolanya mampu menciptakan dan mewujudkan budaya organisasi yang baik dan kuat bagi para jurnalisnya.
DAFTAR PUSTAKA
Olii, Helena. 2007. Berita dan Informasi. Jakarta. PT Indeks.
West, Richard. Lyn H. Turner. 2007. Introducing Communication Theory: Analisis dan Aplikasi, Edisi 3, Buku 2. Jakarta. Salemba Humanika.
Effendy, Onong Uchjana. 1999. Komunikasi: Ilmu, Teori dan Praktek. Bandung. Rosdakarya.
Muhammad, Arni. 2005. Komunikasi Organisasi. Jakarta. Bumi Aksara. Cangara, H Hafied. 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta. Raja Grafindo. Assegaf, Djafar H. 1991. Jurnalistik Masa Kini. Jakarta. Ghalia Indonesia.
Achmad, Sobirin. 2007. Budaya Organisasi (Pengertian, makna, dan aplikasinya dalam kehidupan organisasi). Yogyakarta. UPP, STIM YKPN.
Muchlas, Makmuri. 2008. Perilaku Organisasi. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
Robbins. 2001. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi (Terjemahan). Jakarta. Erlangga. Luthans, Fred. 2006. Perilaku Organisasi. Yogyakarta. Andi.
M.A, Morissan. 2009. Teori Komunikasi Organisasi. Bogor. Ghalia Indonesia.
Kuswarno, Engkus. 2008. Metode Penelitian Komunikasi: Etnografi Komunikasi. Bandung. Widya Padjajaran.
Lexy J Moleong. 2011. Metodologi Penelitian. PT Remaja RosdaKarya.
Salim, Agus. 2001. Teori dan Paradima Penelitian Sosial. Yogyakarta. Tiara Wacana.
Sugiono. 2009. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung. Alfabeta.
Rosady Ruslan. 2003. Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. Jakarta. Raja Grafindo Persada.
Website: Bandung.bisnis.com Www.dewanpers.or.id Theactadiurna.wordpress.com Tu.laporanpenelitian.com Artikel Lain:
Maryati, Sri lelis. 2011. Pengaruh Budaya Organisasi Dan Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru SMA di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat. Depok. Universitas Indonesia.
Melilala, Indhira. S. 2009. Analisis Deskriptif Budaya Organisasi Perusahaan Taksi (Studi pada Perusahaan Taksi Blue Bird). Depok. Universitas Indonesia.
LAMPIRAN 1
PEDOMAN OBSERVASI DAN PEDOMAN WAWANCARA
1. PEDOMAN OBSERVASI
Dalam kegiatan observasi penelitian ini, peneliti mengharapkan beberapa hal yang terlihat dari kondisi penelitian. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana jurnalis dalam menjalankan setiap peraturan yang diciptakan perusahaan.
2. Kinerja jurnalis dalam memproduksi program berita.
3. Komunikasi verbal dan nonverbal yang ditunjukkan oleh para jurnalis dalam bekerja.
2. PEDOMAN WAWANCARA (Key Informan dan Informan)
Pedoman wawancara disusun untuk menjadi acuan dalam melakukan proses wawancara. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Apa ideologi yang dianut oleh Kompas TV? 2. Apa makna ideologi tersebut?
3. Mengapa berani mengambil ideologi tersebut?
4. Bagaimana ideologi tersebut terimplementasi dalam kinerja jurnalis dan mampu menghasilkan program berita berbasis edukatif dan independen? 5. Apa saja peraturan-peraturan yang diciptakan untuk para jurnalis?
6. Bagaimana peraturan-peraturan tersebut terimplementasi dalam kinerja jurnalis dan mampu menghasilkan program berita bernilai edukatif dan independen?
7. Bagaimana komunikasi verbal dan nonverbal yang tercipta diantara sesama jurnalis didalam bekerja?
8. Bagaimana komunikasi verbal dan nonverbal tersebut dapat menghasilkan program berita bernilai edukatif dan independen?
9. Apakah budaya organisasi (ideologi, peraturan, dan komunikasi verbal dan nonverbal) memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam menghasilkan program berita berbasis edukatif dan independen?
LAMPIRAN 2 HASIL WAWANCARA
Key Informan
P (Peneliti) : Halo mas, saya Fika, mahasiswi Untirta yang sedang melakukan penelitian skripsi di KOMPAS TV. Jadi, judul skripsi yang saya ambil adalah budaya organisasi KOMPAS TV dalam memproduksi program berita bernilai edukatif dan netral. Dan sasaran informan kunci yang mau saya wawancara adalah pemimpin dari redaksi news, mas selaku manajer bersedia untuk saya wawancara?
I (Informan) : Oh iya boleh
P : Sebelumnya, kalo saya bilang berita di KOMPAS TV itu bernilai edukatif dan independen, mas setuju kan?
I : Setuju dengan kata edukatif, Berita KOMPAS TV yang edukatif dapat dilihat melalui contoh berita yang ditayangkan KOMPAS TV cenderung mengangkat topik politik ataupun topik yang memberikan inspirasi bagi masyarakat. Inspirasi disini dimaksudkan pada berita-berita yang mengekspos sisi manusia (human interest). Jurnalis program berita KOMPAS TV menerapkan slogan
―Jurnalisme Damai‖, dimana para jurnalis fokus pada berita -berita positif yang memberi pengetahuan bagi masyarakat, dibanding berita yang hanya membuat masyarakat menjadi takut ataupun terintimidasi. Hal itu yang menyebabkan redaksi news KOMPAS TV sangat meminimalisir untuk menayangkan berita mengenai kriminalitas, dan lebih memfokuskan pada berita tentang politik.
Tapi kalo menurut saya yang kedua bukan netral ya tepatnya, tapi lebih kepada independen. Berita yang independen disini maksudnya adalah berita yang mendukung atau menolak gagasan yang sejalan dengan kepentingan publik. Contohnya kalo KOMPAS TV itu netral, maka ia tidak akan bersikap apapun terhadap kenaikan bbm, tapi karena KOMPAS TV ini independen bukan netral, maka kita bersikap mendukung kenaikan bbm. Editorial kita mendukung kenaikan bbm, bukan berarti kita
pro pada pemerintah pemerintah tapi kita menganggap bahwa kenaikan bbm itu harus dilakukan karena sudah menjadi kebutuhan. Jadi beda antara netral dan independen. Dan menurut saya KOMPAS itu independen.
P : Oh begitu ya mas, oke nanti saya ganti judulnya di skripsi. Oke lanjut ke pertanyaan ya mas, apa sih ideologi yang dianut oleh KOMPAS TV sehingga mampu menghasilkan program berita bernilai edukatif dan independen?
I : Pada dasarnya ideologi KOMPAS TV sejalan dengan
ideologi koran KOMPAS yakni ―Amanat Hati Nurani Rakyat‖, dimana ideologi ini sejalan dengan apa yg diisyaratkan oleh UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. Artinya media harus hadir memberikan pencerahan kepada masyarakat, harus edukasi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang kedua ia harus dalam posisi independen, independen itu juga menentukan objektivitas pemberitaannya. Intinya keberpihakan hanya boleh untuk kepentingan publik, bukan keberpihakan kepentingan pemilik modal. Karena di KOMPAS TV, dan saya yakin di seluruh Kompas Gramedia Group, pak Jacob Utama sampai pimpinan-pimpinan tertinggi kita tidak pernah campur tangan mengenai editorial kita harus seperti apa, pak Jacob Utama justru selalu menegaskan bahwa kehadiran kita harus menjadi Amanat Hati Nurani Rakyat, jadi betul-betul untuk publik.
P : Oke mas, itu kan ideologi KOMPAS TV secara umum, kalau ideologi redaksi news sendiri apa mas?
I : Ideologi yang dianut redaksi news KOMPAS TV sendiri adalah Tegas, Terarah, dan Menumbuhkan Harapan. Ideologi ini dicetuskan oleh ―Founding Fathers” KOMPAS TV sekaligus pemimpin redaksi news pertama yakni Alm Taufik Miharja. Tegas berarti tidak ada tawar menawar, segala sesuatunya harus berdasarkan fakta. Terarah artinya semua memiliki perencanaan, segala sesuatunya memiliki garis editorial dan target secara jelas. Menumbuhkan harapan yakni pemberitaan itu harus membangkitkan optimisme bukan pesimisme. Interpretasi dari ideologi redaksi news ini mengarah pada tagline KOMPAS TV
secara keseluruhan, yakni ―Inspirasi Indonesia‖.
Kata ―Inspirasi Indonesia‖ ini sebagai karya jurnalistik,
yakni karya jurnalistik yang harus mampu menumbuhkan harapan bagi masyarakat, bukan memprofokasi atau membuat pesimisme. Kalau saya bilang profesi jurnalsitik itu seperti analogi lentera. Ketika orang membaca produk jurnalistik, ia bisa menjawab pertanyaan yang selama ini membuat ia bingung. Ketika ia melihat berita KOMPAS TV, ia tahu duduk persoalannya, apa penyebabnya, serta arahnya mau kemana, sehingga yang tadinya bingung menjadi mengerti.
Terjemahan yang lebih operasional, kata ―Inspirasi Indonesia‖ ini menjelaskan bahwa setiap berita didalam
KOMPAS TV itu harus selalu disampaikan secara
―mendalam‖ kepada masyarakat, dengan melampirkan grafis
untuk menjabarkan persoalan secara nyata. Substansi itu penting, sehingga masyarakat memahami secara benar persoalan dalam sebuah berita, dan tidak terjebak dalam sensasi sebuah berita. Good news is a good news, kita tidak hanya bad news is a good news.” Dalam artian, redaksi
news KOMPAS TV tidak mencari sensasi dalam pemberitaan.
P : Apa saja peraturan-peraturan yang diciptakan untuk para jurnalis redaksi news sehingga mampu menghasilkan program berita yang edukatif dan independen?
I : Kalau peraturan-peraturan kerja setiap harinya, kami sudah buku kan, nanti saya kirim ke email mu. Tapi yang jelas setiap karyawan baru KOMPAS TV yang menjabat sebagai seorang jurnalis redaksi news diharuskan mengikuti pelatihan atau training terlebih dahulu sebelum akhirnya diperbolehkan menjalankan pekerjaan seperti jurnalis lainnya. Sekalipun didalam perekrutan jurnalis baru KOMPAS TV benar-benar dipilih secara selektif, namun hal itu tidak cukup. Demi menghasilkan jurnalis-jurnalis berkualitas yang mampu bekerja sesuai kode etik jurnalistik dan akhirnya mampu menghasilkan program berita yang bernilai edukatif dan indpenden, KOMPAS TV pun memfasilitasi pelatihan ini. Pelatihan ini bersifat penting dan wajib, terkhusus bagi para fresh graduate yang pada
dasarnya belum memiliki pengalaman kerja sama sekali. KOMPAS TV enggak akan berani melepas reporter baru ke lapangan, sebelum akhirnya dia digembleng dengan matang. Disamping pelatihan selama dua minggu bagi para jurnalis baru, terdapat pula kelas pelatihan dan diskusi bagi seluruh jurnalis redaksi news baik itu untuk produser maupun wartawan. Kelas ini dibuat agar pengetahuan dan kualitas kerja dari para jurnalis semakin bertambah baik. Kelas pelatihan dan diskusi ini dilakukan setiap satu kali dalam seminggu, yaitu setiap hari jumat. Pelatihan ini dipimpin oleh pemimpin redaksi (pemred), produser senior dan tidak jarang pula tim redaksi news mendatangkan pelatih dari luar KOMPAS TV.
Kemudian ada juga peraturan bahwa setiap harinya harus diadakan rapat redaksi yang diadakan pada malam hari setelah program berita selesai tayang. Selain pemimpin redaksi (pemred), wakil pemimpin redaksi (wapemred) dan manajer redaksi, rapat ini wajib dihadiri oleh seluruh jurnalis baik itu produser, wartawan atau reporter, sampai juru kamera yang bertugas di hari itu. Rapat ini membahas evaluasi dari setiap komponen kerja para jurnalis yang terjadi dalam satu hari tersebut. Evaluasi tersebut diantaranya melaporkan hasil berita yang tayang, melaporkan kekurangan kinerja jurnalis sampai mencari solusi bersama bagaimana agar kekurangan itu tidak terjadi lagi dan kinerja jurnalis selanjutnya menjadi lebih baik. Dibagian akhir akan membahas materi berita apa yang akan ditayangkan untuk hari esok.
Grup Kompas Gramedia menciptakan nilai-nilai yang harus diaplikasikan oleh seluruh karyawan Kompas Gramedia, sehingga nilai-nilai ini menjadi ciri khas dari karyawan Grup Kompas Gramedia secara turun-temurun. Nilai-nilai tersebut tergabung didalam Value Kompas Gramedia 5C yang diciptakan langsung oleh pemilik Kompas Gramedia, yaitu Jacob Utama. Value 5C itu diantaranya Caring, Credibel, Competen, Competitive, dan Customer Delight. Value
pertama adalah Caring, bagian ini menjelaskan bahwa sebagai satu tim, rasa saling peduli antar karyawan satu dengan karyawan lainnya sangat diperlukan. Apabila dikaitkan dalam pemberitaan di media, jurnalis dalam posisi
ini harus menunjukkan rasa empatinya kepada para narasumber maupun pada setiap pemberitaan yang dibuatnya. Value kedua adalah Credibel, bagian ini menunjukkan bahwa KOMPAS TV merupakan sebuah perusahaan yang fokus bekerja didalam bisnis informasi, oleh sebab itu kepercayaan menjadi faktor utama didalam bekerja. Value ketiga adalah Competen, value ini mendukung value Credibel. Sebagai contoh, ketika seorang jurnalis tidak berkompeten, maka otomatis beritanya tidak akan berkredibel. Value keempat adalah Competitive, hal ini menunjukkan bahwa KOMPAS TV harus menciptakan semangat kompetisi, karena KOMPAS TV tetap sebuah bisnis yang pada akhirnya memiliki tujuan finansial. Hal ini pun didasarkan oleh faktor KOMPAS TV yang melakukan pembiayaian perusahaannya secara sendiri, tanpa bergantung pada iklan, partai politik, atau hal apapun. Oleh sebab itu, bagian ini harus diterapkan dan jika tidak, maka idealisme yang selama ini menjadi ciri khas KOMPAS TV akan mati. Value terakhir adalah Customer Delight, KOMPAS TV mengharapkan semua tujuan akhir dari pencapaian KOMPAS TV adalah demi kepuasan penonton. KOMPAS TV berharap dapat menjadi jawaban dari setiap pertanyaan masyarakat.
Disamping peraturan Value 5C, prinsip kerja jurnalistik yang harus dimiliki oleh wartawan KOMPAS TV diantaranya Semua pemberitaan harus diverifikasi, Memupuk rasa ingin tahu, Keberpihakan pada masyarakat, Bersikap skeptis, artinya wartawan tidak lantas mudah percaya, sampai benar-benar mencari sendiri apa yang sebenarnya terjadi, dan Totalitas dalam bekerja. Peranan penting dari profesi seorang jurnalistik adalah verifikasi. Profesi wartawan itu persis seperti dokter. Semua orang mungkin bisa sembuhin penyakit, tapi cuma dokter yang punya kode etik prosedur dan tata cara dalam menyembuhkan. Sama halnya dengan wartawan, semua orang mungkin bisa menulis berita, tapi hanya wartawan yang menulis melalui tahap verifikasi dan berdasarkan kode etik jurnalistik. Bagian yang menjadi kepercayaan dari profesi jurnalistik adalah dengan tidak menyebarkan berita bohong, oleh sebab itu sebelum sampai pada berita disusun dan akhirnya ditayangkan, verifikasi menjadi pekerjaan utama bagi seorang jurnalis.Verifikasi adalah bagian yang
membuat profesi wartawan tetap hidup.
Editorial pemberitaan KOMPAS TV yang paling utama adalah nilai humanis (human interest). Artinya, KOMPAS TV tidak hanya fokus pada isu atau peristiwa saja, melainkan hal yang lebih penting adalah cerita tentang manusia. Jika ada berita tentang tawuran, okelah peristiwanya kita liput, tapi setelah itu apa yang terjadi pada manusianya? Itu yang jauh lebih penting. Pemberitaan yang menjunjung tinggi nilai humanis ini adalah amanat langsung dari pak Jacob Utama. Beliau mengatakan kita punya Tanah Air, tapi yang lebih penting lagi dari keindahan alam yang ada di Indonesia adalah bercerita tentang manusia itu sendiri. Ketika ada peristiwa besar, semua stasiun televisi pasti menayangkannya, namun KOMPAS TV lebih memfokuskan pada apa dampak peristiwa itu bagi manusia. Oleh sebab itu saya selalu bilang sama temen-temen disini, saya minta kepada kalian, ketika kalian sedang bingung menentukan angle berita, kalian harus kembali pada nilai-nilai kemanusiaan.
Peraturan selanjutnya adalah mengenai jam kerja jurnalis. Saya sering kali menekankan kepada para jurnalis redaksi
news terkhusus bagi para jurnalis baru bahwa profesi seorang wartawan tidak bisa dipahami atau disamaratakan dengan jenis profesi lain pada umumnya. Kalo profesi kantoran pada umumnya masuk kerja jam 9 pagi, pulang jam 5 sore, kemudian tiap sabtu libur dan punya waktu cukup luang untuk keluarga. Sementara didalam profesi jurnalis, anda tidak akan mendapatkan bagian itu. Seorang jurnalis dituntut untuk bekerja penuh waktu dan dengan kondisi yang tidak dapat diduga. Bahkan ketika telah selesai dinas, ketika waktu santai, istirahat dan berlibur pun tetap menjadi bagian dari pekerjaan jurnalistik. Hal ini dikarenakan, berita ada dimana saja dan kapan saja. Oleh sebab itu, seorang jurnalis itu harus peka terhadap kondisi sekitar dan cepat tanggap terhadap adanya berita.
Selain itu, seorang jurnalis tidak boleh bersikap eksklusif, melainkan harus inklusif. Artinya, seorang jurnalis tidak boleh membatasi dengan siapa dia bergaul. Ketika kita berteman dengan polisi, kita juga harus berteman dengan penjahat. Kita berteman dengan presiden, kita juga harus
berteman dengan pemulung. Seorang jurnalis itu harus mengenali semua aspek kehidupan dari siapapun.
P : Apa tujuan dari peraturan-peraturan itu dibuat?
I : KOMPAS TV ingin menciptakan sebuah Standard Operating Procedure (SOP), standar yang pada akhirnya membentuk karakteristik seorang jurnalis KOMPAS TV, sebagai dasar untuk evaluasi, dan untuk pembentukan budaya organisasi KOMPAS TV itu sendiri. Kita percaya bahwa yang harus kita bentuk adalah sistem. Orang menjabat itu bisa berganti, tapi sistemnya itu udah harus jalan. KOMPAS TV sudah memiliki sistem, dan saat ini yang sedang kita lakukan adalah mematangkan sistem tersebut.
Kita berharap sistem yang sedang dibentuk didalam KOMPAS TV ini bukan hanya ada karena pengaruh seseorang atau lebih, yang sedang menjabat di KOMPAS TV, melainkan sistem ini ada, sedang dibentuk dan akan terus ada sampai dengan pergantian regenerasi ke regenerasi. Artinya keberlangsungan sistem atau setiap peraturan yang diciptakan ini tidak bergantung pada keberadaan orang yang merintisnya, melainkan justru orang-orang baru yang akan hadir di KOMPAS TV nantinya lah yang akan mengikuti dan meneruskan sistem yang telah ada. I : Oh oke mas. Bagaimana komunikasi verbal dan nonverbal
yang tercipta diantara sesama jurnalis didalam bekerja? P : Komunikasi verbal yang dilakukan pimpinan kepada
bawahannya berlangsung dengan efektif. Key informan menjelaskan bahwa pimpinan mulai dari pemimpin redaksi, wakil pemimpin redaksi dan manajer tidak pernah menganggap adanya jenjang dengan karyawan lainnya. Fungsi struktural tetap ada, hubungan atasan dan bawahan tetap ada, tapi itu hanya dalam konteks menentukan kebijakan atau keputusan. Ketika keputusan itu sudah ditentukan, maka dalam pelaksanaannya kita bergerak sebagai satu tim, kita bergerak sebagai teman secara bersama-sama.
para jurnalis, sehingga ketika pimpinan harus memberi pengarahan, memberi instruksi atau bahkan memberikan teguran bagi para jurnalis, hal itu dapat diterima dengan baik oleh para jurnalis, sebagaimana hal itu disampaikan oleh sahabatnya sendiri. Contohnya waktu ada wartawan atau reporter yang melakukan kesalahan saat bekerja, ketika dilihat oleh pemred kita, mbak Rossi, beliau enggak ragu untuk langsung turun tangan menegur bahkan mempraktekkan cara yang benar kepada wartawan atau reporter tersebut, tanpa harus melalui perantara manajer ataupun produser terlebih dahulu.
Kemudian, komunikasi selanjutnya terjadi didalam ruang rapat redaksi, saat itu bukan hanya pimpinan saja yang berbicara, melainkan semua bagian didalam divisi memiliki hak untuk bersuara dan mengevaluasi hasil pekerjaan mereka dalam satu hari tersebut. Mulai dari juru kamera, wartawan atau reporter, koordinator liputan, produser sampai dengan pimpinan memiliki kesempatan yang sama untuk mengeluarkan pendapatnya.
Komunikasi selanjutnya adalah komunikasi yang terjalin diluar urusan pekerjaan. Setelah selesai jam kerja, kita biasanya tidak langsung pulang, tapi kita memiliki tradisi untuk kumpul-kumpul dan mengobrol-ngobrol, entah itu sambil makan di kantin atau makan di luar kantor bahkan sampai karaokean bersama. Sebab waktu kerja temen-temen yang kurang lebih selama 15 jam ini akan membuat mereka menjadi penat, oleh sebab itu jam kerja mereka yang padat harus pula diimbangi dengan waktu relaksasi yang cukup. Tujuan dari aktivitas kumpul-kumpul bersama ini bukan hanya sekedar untuk senang-senang belaka, melainkan dari acara kumpul bersama ini membuat relasi kita menjadi lebih akrab, komunikasi kita pun tidak dibatasi oleh jabatan pimpinan ataupun bawahan, melainkan kita semua menjadi sahabat. Selain itu, kita juga bisa saling mengenal kehidupan rekan kerja kita lebih dalam, melalui setiap cerita yang dibagikan.
Komunikasi didalam aktivitas ini membuat kita semua jadi kaya akan informasi, yang awalnya enggak mengerti betul tentang politik jadi paham, yang awalnya enggak mengerti
tentang dunia sosial media jadi mengerti, sehingga akhirnya komunikasi didalam relasi ini pun membuat kita jadi orang-orang yang kreatif.Karena temen-temen disini adalah
orang-orang yang bekerja didalam ―industri kreatif‖, ketika mereka
tidak menjadi pribadi yang kreatif, maka mereka akan kalah dengan para jurnalis lainnya.
P : Oh begitu, oke mas. Oiya mas saya pernah liat para jurnalis itu suka melakukan komunikasi nonverbal seperti nepuk
pundak teman, terus paling sering ngucapin ―yo yo yo‖
sambil nepuk tangan gitu. Itu artinya apa ya mas?
I : Oh ya, itu memang jadi perjanjian kami. Komunikasi nonverbal seperti ini kita buat dan sepakati saat rapat redaksi, dan kita sama-sama berjanji untuk mempraktekan ketika melihat rekan kerja kita sedang tidak bersemangat, mengalami kesalahan dalam bekerja atau ketika sedang mengerjakan banyak pekerjaan. Itu sebagai bentuk ungkapan semangat dan rasa saling mendukung satu sama lain. Kita disini itu satu tim, dan saya selalu bilang sama temen-temen, kesenangan satu orang harus jadi kesenangan bersama, kesedihan satu orang harus juga jadi kesedihan bersama. Tapi ketika satu orang lemah, yang lainnya punya tugas untuk mengembalikan kekuatan satu orang ini.
P : Oke deh mas, saya rasa sejauh ini cukup. Terima kasih informasinya mas.
Informan I
P (Peneliti) : Halo mbak, saya Fika, mahasiswi Untirta yang sedang melakukan penelitian skripsi di KOMPAS TV. Jadi, judul skripsi yang saya ambil adalah budaya organisasi KOMPAS TV dalam memproduksi program berita bernilai edukatif dan netral. Dan sasaran informan yang mau saya wawancara salah satunya adalah jurnalis dibidang produser, mbak bersedia untuk saya wawancara?
I (Informan) : Oh iya silahkan
P : Mau tanya mbak apa sih peraturan-peraturan yang