Simcard yang digunakan disamping menggunakan IM3
4.6 Analisis Pengaruh Brand Image terhadap Pembelian Simcard IM3
Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi logistik untuk melihat pengaruh brand image terhadap pembelian simcard IM3. Penggunaan regresi logistik dikarenakan varibel dependen (Y) berupa data dikotomi, yaitu beli (1) atau tidak beli (0). Sedangkan untuk variabel-variabel independen data berupa kategorik dengan bentuk skala likert yang kemudian diberi skor satu sampai lima untuk pengkategorian.
Hasil dari wawancara dengan 100 responden mahasiswa strata satu IPB diketahui bahwa 73 orang membeli dan menggunakan IM3 dan 27 lainnya membeli dan menggunakan layanan operator lainnya. Terdapat sejumlah variabel yang diduga berpengaruh terhadap pembelian simcard IM3, yaitu sinyal yang kuat, jangkauan wilayah yang kuat, fitur yang beragam, koneksi internet yang cepat, kemasan perdana yang menarik, tarif percakapan yang murah, tarif SMS yang murah, tarif GPRS yang murah, variasi harga pilihan voucher isi ulang yang murah, bonus banyak dan beragam, promo yang dijelaskan secara baik, mudah mendapatkan perdana dan voucher, dan costumer service yang responsive.
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan software SPSS 15 for Windows, didapat model regresi logistik menunjukkan nilai statistik G (chi-square) sebesar 29.476 yang signifikan pada 0.009. Ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan model dikatakan baik dan terdapat pengaruh variabel penjelas terhadap variabel dependen. Nilai Hosmer and Lemeshow Test pada perhitungan sebesar 3.043 dengan signifikansi 0.932. Angka ini menunjukkan bahwa pada tingkat α sebesar 5 persen, model layak dan dapat diterima, karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0.05.
Nilai Nagelkerke R Square menunjukkan angka 0.371. Hal ini menunjukkan bahwa 37.1 persen dari variasi yang terjadi pada keputusan
pembelian simcard dapat dijelaskan oleh variabel-variabel penjelas dan 62,9 persen dijelaskan oleh faktor-faktor lain. Hasil overall percentage pada
classification table menunjukkan angka 80.0, hal ini berarti bahwa tingkat
kebenaran yang dimiliki model sebesar 80 persen.
Hasil yang terdapat pada Tabel 20 menunjukkan variabel-variabel mana saja yang secara signifikan memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Variabel dikatakan memiliki pengaruh nyata ketika nilai signifikansinya dibawah 0.1 atau signifikan pada tingkat α=10 persen. Terlihat pada Tabel variabel independen yang secara signifikan beroengaruh ternyata terhadap pembelian
simcard IM3 adalah jangkauan wilayah yang luas, fitur yang beragam, tarif GPRS
yang murah dan harga perdana yang murah.
Tabel 20. Variabel yang signifikan pada keputusan pembelian simcard IM3
Variabel B S.E Wald df Sig Exp(B)
Jangkauan 0.978 .547 3.191 1 .074 2.659 Sinyal -.263 .416 .398 1 .528 .769 Fitur 1.685 .594 8.037 1 .005 5.391 Internet -.213 .488 .192 1 .662 .808 Kemasan -.243 .416 .342 1 .559 .784 Percakapan .420 .382 1.209 1 .272 1.522 SMS .047 .433 .012 1 .914 1.048 GPRS -1.998 .657 9.236 1 .002 .136 Harga Perdana 1.362 .732 3.365 1 .063 3.904 Voucher -.747 .583 1.639 1 .200 .474 Bonus -.658 .532 1.530 1 .216 .518 Promo .064 .386 .028 1 .867 1.066 Kemudahan .856 .591 2.102 1 .147 2.355 CS -.570 .420 1.841 1 .175 .566 Constant -1.547 2.890 .286 1 .593 .213
Sumber: Hasil pengolahan data primer
Variabel jangakuan wilayah yang luas berpengaruh nyata pada tingkat signifikansi 0.074. Variabel ini memiliki nilai rasio odds sebesar 2.659 dengan koefisien sebesar 0.978. Koefisien yang bernilai positif menunjukkan variabel independen memberi pengaruh positif pada variabel dependen. Ketika skor jangkauan wilayah luas dinaikkan satu satuan maka akan meningkatkan kecenderungan pembelian simcard IM3 2.659 lebih besar. Hal ini terjadi karena jangkauan wilayah yang luas merupakan salah satu variabel yang dipentingkan saat akan memilih layanan operator seluler. Ketika responden setuju bahwa IM3
memiliki jangkuan wilayah yang luas maka responden tersebut cenderung untuk membeli dibandingkan orang yang tidak membeli.
Variabel berikutnya yang memiliki pengaruh nyata adalah koneksi internet yang cepat yang signifikan pada 0.005 Variabel ini memiliki rasio odds sebesar 5.391 dengan koefisien 1.685. Koefisien yang positif akan menunjukkan pengaruh yang positif pula dimana kenaikan satu satuan skor pada atribut ini akan meningkatkan kecenderungan pembelian sebesar 5.391. Variabel fitur memang bukan termasuk variabel yang dipentingkan oleh responden. Hal ini dikarenakan responden adalah mahasiswa yang peka terhadap tarif. Namun meskipun tidak dipentingkan variabel fitur menjadi variabel yang berpengaruh nyata. Variabel fitur bahkan menjadi brand image IM3. Hal ini dapat disimpulkan bahwa fitur yang ditawarkan IM3 mempengaruhi responden dalam keputusan pembelian
simcard IM3.
Variabel ketiga yang berpengaruh nyata adalah tarif GPRS yang murah dengan tingkat signifikansi sebesar 0.002. Variabel ini memiliki nilai rasio odds sebesar 0.136 dan koefisien sebesar -1.988. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan satu satuan skor pada variabel maka akan menyebabkan kecenderungan pembelian menurun sebesar 0.136. Variabel memiliki nilai yang positif, hal ini terlihat dengan pernyataan yang ada. Pengaruh negatif yang ditimbulkan biasanya terjadi karena adanya perbedaan persepsi antara responden pengguna dan non pengguna. Hasil tabulasi silang jawaban responden pengguna dan non pengguna IM3 pada variabel ini terlihat pada Tabel 21. Tabel 21 menunjukkan secara rasio, maka responden yang setuju dan sangat setuju bahwa tarif GPRS IM3 murah lebih banyak berasal dari golongan non pengguna. Hal ini menyebabkan kesan ketika seseorang semakin setuju tarif GPRS IM3 murah, maka orang tersebut cenderung untuk tidak membeli simcard IM3. Hal ini terjadi dikarenakan perbedaan persepsi antar responden pengguna dan non pengguna. Responden non pengguna akan beranggapan IM3 memiliki tarif GPRS yang murah, namun responden pengguna merasa hal ini tidak sepenuhnya benar. Anggapan yang dimiliki responden pengguna bisa dikarenakan kinerja tarif GPRS yang kurang baik, atau dikarenakan IM3 menetapkan kebijakan tarif yang kurang jelas sehingga beberapa konsumen yang merasa “tertipu” menganggap IM3 tidak memiliki tarif GPRS yang murah.
Tarif GPRS merupakan salah satu atribut penyusun brand image. Hal ini menunjukkan bahwa brand image IM3 memperngaruhi pembelian simcard IM3. Tabel 21. Tabulasi silang tarif GPRS yang murah dengan pembelian
Tarif GPRS yang murah (a8)
Total STS CS S SS Pembelian Tidak beli Jumlah 0 1 13 13 27 % pembelian 0 3.7 48.1 48.1 100 % tarif GPRS 0 5.3 33.3 31.7 27 % Total 0 1 13 13 27 Beli Jumlah 1 18 26 28 73 % pembelian 1.4 24.7 35.6 38.4 100 % tarif GPRS 100 94.7 66.7 68.3 73 % Total 1 18 26.0 28 73 Total Jumlah 1 19 39 41 100 % pembelian 1 19 39 41 100 % tarif GPRS 100 100 100 100 100 % Total 1 19 39 41 100
Sumber: Hasil pengolahan data primer
Variabel terakhir yang berpengaruh nyata terhadap pembelian adalah harga perdana yang murah. Variabel ini berpengaruh nyata dengan tingkat signifikansi sebesar 0.063. Variabel ini memiliki nilai rasio odds sebesar 3.904 dengan koefisien sebesar 1.362. Koefisien yang positif berarti kenaikan satu satuan skor pada variabel ini akan meningkatkan kecenderungan pembelian simcard IM3 sebesar 3.904 kali.
Variabel-variabel penyusun brand image IM3 seperti tarif SMS yang murah, variasi pilihan isi ulang yang murah, bonus yang banyak dan beragam dan mudah mendapatkan starter pack dan voucher tidak menjadi variabel yang berpengaruh nyata dalam pembelian simcard IM3. Hal ini terlihat pada nilai logitnya yang lebih besar dari 0.100. Hal ini dapat terjadi ketika konsumen lebih menitik beratkan alasan pembelian simcard pada keunggulan lain yang dimiliki suatu operator. Ketika suatu operator memiliki suatu keunggulan tersendiri yang jelas terlihat maka konsumen masih cenderung untuk mencari keunggulan kompetitif lain. Keunggulan kompetitif ini yang terkadang menjadi faktor penentu dalam pembelian suatu produk.