• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Penyebab Keberhasilan/kegagalan

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA (LKj) (Halaman 61-68)

A. Capaian Kinerja

4. Analisis Penyebab Keberhasilan/kegagalan

NO INDIKATOR KINERJA TARGET RENSTRA 2013-2018

RALISASI TAHUN PRESENTASE CAPAIAN KINERJA RENSTRA

2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 S/D 2018 1. Presentase peningkatan / penyediaan sarana dan prasarana kepemudaan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 20% 20% 20% 20% 20% 100 % 2 Presentase peningkatan / penyediaan sarana dan prasarana keolahragaan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 20% 20% 20% 20% 20% 100 % 3 Presentase penyelesaian Stadion Barombong 100 % 20% 31,82% 34,00% 61,17% 68% 20% 12% 2% 27,17% 6,83 % 68% 4 Presentase pencapaian target PAD terhadap pengelolaan GOR-GP Sudiang 100% 100% 110,61% 100,50% 100,0 2% 76,7 5% 100,00% 61% 110, 100,50% 02% 100. 76,75% 97,58%

4. ANALISIS PENYEBAB KEBERHASILAN/KEGAGALAN CAPAIAN KINERJA

Pencapaian kinerja Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2018 yang mencapai 100% yang dikatogorikan sangat memuaskan. Capaian tersebut merupakan akumulasi atau rata-rata tingkat capaian sasaran, tingkat capaian sasaran tersebut tentunya ada yang mencapai target dan ada pula yang belum mencapai target yang direncanakan.

Laporan Kinerja Dispora Sulsel Tahun 2018 58 Berdasarkan tingkat capaian sasaran yang diukur berdasarkan rata-rata tingkat capaian indikator kinerja, maka beberapa indikator sasaran yang secara spesifik mempengaruhi tingkat keberhasilan pencapaian kinerja sasaran dan kegagalan dalam pencapaian kinerja sasaran antara lain :

Sasaran I : Meningkatnya kapasitas kelembagaan SDM Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan

Sasaran ini mencapai tingkat capaia kinerja 100% atau sesuai dengan target yang direncanakan, realisasi sasaran ini adalah akumulasi dari 2 indikator kinerja yang mendukung dengan realisasi masing-masing mencapai 100%. Capaian target indikator pada sasaran pertama adalah tersedianya 11 jasa, 5 laporan dan terlaksanaya peningkatan 129 orang SDM aparatur melalui kegiatan pengikutsertaan aparatur pada pelatihan, bimbingan teknis atau pendidikan dan latihan lainnya yang dikerjasamakan dengan lembaga yang terkait dalam menunjang terciptanya penataan sistem kelembagaan yang lebih baik.

Sasaran 2 : Meningkatnya akuntabilitas keuangan dan kinerja OPD

Sasaran ini dalam pencapaian tingkat kinerja menuai keberhasilan atau pencapaian tingkat kinerja sasaran mencapai 100% atau sesuai dengan yang direncanakan, hal ini disebabkan oleh karena dari ketiga indikator yang mendukung sasaran ini mencapai target 100% masing-masing berupa ketepatan waktu penyelesaian laporan keuangan dan laporan kinerja serta hasil penilaian implementasi SAKIP OPD oleh Inspekatorat Provinsi.

Sasaran 3 : Meningkatnya kualitas pengetahuan dan wawasan pemuda dalam rangka optimalisasi pertisipasi dan peran strategisnya dalam pembangunan

Pencapaian sasaran ini melalui 4 indikator yang mendukung juga menuai keberhasilan dengan tingkat capaian kinerja sasarn mencapai 100% atau sesuai target yang direncanakan yaitu (1) persentase peran serta pemuda dalam kegiatan kepemudaan yang mencapai, (2) keberhasilan mengikutsertakan 2138 pemuda dalam rangka optimalisasi partisipasi dan peran serta pemuda dalam pembangunan melalui keikutsertaan dalam kegiatan-kegiatan kepemudaan, (3) adanya pemuda

Laporan Kinerja Dispora Sulsel Tahun 2018 59 pelopor Sulawesi Selatan, dan (4) keberhasilan melibatkan pemuda dari unsur OKP dan Forum Kepemudaan dalam rangka optimalisasi partisipasi, peran serta pemuda dalam pembangunan melalui keikutsertaan dalam kegiatan pembinaan dan pemngembangan kepemudaan melalui pola kemitraan.

Sasaran 4 : Meningkatnya Sumber daya pemuda pada lembaga kepemudaan dalam optimalisasi dan peran serta dalam pembangunan

Sasaran ini mencapai tingkat kinerja 100% atau sesuai dengan yang direncanakan dan capaian ini melalui rata-rata tingkat capaian indikator yang mendukung sasaran ini yang terdiri dari 3 (tiga) indikator kinerja dengan keberhasilan indikator berupa (1) keberhasilan mengikutsertakan 30 orang pengurus gerakan pramuka, (2) keberhasilan mengikutsertakan 150 orang pemuda dari unsur forum kepemudaan dalam temu koordinasi lembaga kepemudaan, dan (3) keberhasilan mengikutsertakan 30 mahasiswa dari unsur lembaga kemahasiswaan (BEM) dalam upaya peningkatan koordinasi dan kemitraan lembaga kepemudaan dan kepramukaan.

Sasaran 5 : Meningkatnya sumber daya keolahragaan dalam pengembangan pembinaan olahraga secara terpadu, berjenjang dan berkelanjutan

Tingkat capaian kinerja untuk sasaran ini mencapai 100% atau sesuai dengan target yang direncanakan dengan tingkat keberhasilan yang dicapai melalui realisasi kinerja 2 (dua) indikator sasaran dengan keberhasilan yaitu (1) pengikutsertaan 88 orang pelatih dalam rangka pengembangan dan pembinaan olahraga secara terpadu, berjenjang dan berkelanjutan, (2) pengikutsertaan 90 orang wasit/juri keolahragaan dalam rangka pengembangan dan pembinaan olahraga secara terpadu, berjenjang dan berkelanjutan.

Sasaran 6 : Meningkatnya ketersediaan atlet yang berkualitas pada cabang olahraga unggulan daerah binaan PPLP, SKO dan klub olahraga unggulan daerah

Tingkat capaian kinerja sasaran ini yang mencapai 100% atau sesuai dengan target yang direncanakan, hal ini didukung 4 indikator kinerja dengan akumulasi masing-masing kinerja terealisasi 100%. Target sasaran masing-masing

Laporan Kinerja Dispora Sulsel Tahun 2018 60 adalah tersedianya 85 atlet yang akan dibina pada program PPLP Sulawesi Selatan dari hasil seleksi 400 atlet pelajar dari kab/kota, terbinanya 20 klub olahraga daerah di kab/kota untuk 4 cabang olahraga, suksesnya pelaksanaan 8 event olahraga dan 22 cabang olahraga pada event olahraga.

Sasaran 7 : Meningkatnya kemitraan terhadap organisasi keolahragaan dalam Pembinaan dan Pengembangan Atlet Prestasi Daerah (PPAPD) dan Pembinaan Olahraga Kemasyarakatan.

Sasaran ini mecapai tipngkat kinerja 100% atau sesuai target yang direncanakan, pencapaian ini didukung oleh tingkat capaian kinerja indikator yang mendukung sasaran ini dengan keberhasilan capaian kinerja indikator berupa (1) ketersediaan atlet sebanyak 30 orang pada 11 cabang olahraga untuk dibina pada PPAPD, (2) tersedianya 50 atlet disabilitas dalam even tingkat daerah dan nasional, (3) adanya 24 cabang olahraga unggulan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Nomor 1891/VIII/Tahun 2016 tanggal 31 Agustus 2016 tentang Penetapan Cabang Olahraga Unggulan Daerah di 24 kab/kota, (4) keberhasilan mengikutsertakan 515 atlet olahraga tradisional pada even tingkat daerah dan nasional, dan (5) Sulawesi Selatan berada pada urutan ke 3 pada Pekan Olahraga Pelajar Wilayah yang diselenggarakan di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat dari target 3 besar yang direncanakan.

Sasaran 8 : Tersedianya Sarana dan Prasarana Kepemudaan dan Keolahragaan

Untuk sasaran ini mencapai tingkat kinerja 94,19% atau kurang 05,81% dari target yang direncanakan hal ini disebabkan oleh karena adanya indikator kinerja sasaran yang tidak mencapai hasil sesuai yang direncanakan dari 4 (empat) indikator pendukung sasaran ini yaitu (1) persentase ketersediaan/penyelesaian sarana dan prasaran kepemudaan, (2) persentase ketersediaan/penyelesaian sarana dan prasaran keolahragaan, (3) persentase penyelesaian pembangunan Stadion Barombong terealisasi 100%, dan (4) persentase pencapaian target PAD terhadap pengelolaan GOR-GP Sudiang sebanyak 76,75% atau kurang 23,25% dari target 100% yang direncanakan. Kegagalan mencapai target PAD ini disebabkan kurang maksimalnya pelaksanaan retribusi pada sewa lahan.

Laporan Kinerja Dispora Sulsel Tahun 2018 61 Selain uraian tersebut di atas yang menguraikan analisis tentang penyebab/permasalahan terjadinya peningkatan/penurunan atau keberhasilan dan permasalahan dalam pencapaian kinerja sasaran, pada bagian ini juga diuraikan hal-hal secara umum yakni mengenai orientasi sasaran pelaksanaan program kegiatan serta keberhasilan, permasalahan dan solusi/alternative pemecahan masalah yang dilakukan dalam penyelenggaran pembangunan bidang kepemudaan dan keolahragaan tahun anggaran 2018.

Beberapa prestasi yang telah diraih pada tahun 2018 melalui pelaksanaan program dan kegiatan baik prioritas maupun penunjang meliputi :

1. Dalam hal pembinaan dan pengembangan kepemudaan, prestasi yang telah diraih antara lain :

a. Terpilihnya 3 Pemuda Sulawesi Selatan pada Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) yaitu : 1 orang pemuda dalam pertukaran pemuda antar Negara Indonesia dengan Tiongkak, 1 orang pertukaran pemuda antar Negara Indonesia dengan Kanada, dan 1 orang pemuda yang terpilih mengikuti kegiatan Ship for South East Asia Yaouth Program (SSEAYP) yaitu pemuda yang difalitasi untuk berkunjung ke Negara-negara Asia dalam rangka pengingkatan wawasan dan kualitas sumber daya pemuda.

b. Terpilihnya 3 orang pemuda Sulawesi Selatan pada event nasional berupa Kapal Pemuda Nusantara (KPN) Sail Karimata.

c. Terpilihnya 3 orang pemuda sebagai wakil Sulawesi Selatan pada Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional dengan prestasi terbaik kedua nasional pada kepeloporan bidang Agama, Sosial dan kepeloporan bidang Pangan dan Inovasi Teknologi.

2. Dalam hal peningkatan kualitas dan prestasi keolahragaan juga telah diraih berbagai prestasi yaitu :

a. Prestasi olahraga atlet Pusat Pembinaan Atlet Prestasi Daerah (PPAPD) dan atlet Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) serta atlet Sekolah Keberbakatan Olahraga antara lain :

(1) Event Asean School yang diselenggarakan di Malaysia dengan perolehan 1 medali perak dan 2 medali perunggu.

Laporan Kinerja Dispora Sulsel Tahun 2018 62 (2) Event BIMP EAGA Friendship Games meraih 8 medali emas, 18 medali

perak dan 15 medali perunggu;

(3) Atlet PPLP meraih 3 medali emas, 5 medali perak dan 6 medali perunggu pada event Pekan Olahraga Pelajar Wilayah di Mataram Nusa Tenggara Barat.

(4) Atlet PPLP meraih 6 medali emas, 11 medali perak dan 15 medali perunggu pada Kejuaraan Nasional Antar PPLP.

b. Prestasi Olahraga Kemasyarakatan

Atlet SKJ Sulawesi Selatan meraih juara II pada event Lomba Senam Kebugara Jasmani Tingkat Nasional.

Dari berbagai langkah-langkah serta upaya yang telah dilakukan dalam penyelenggaraan pembangunan bidang kepemudaan dan keolahragaan yang dapat digambarkan sebagaimana uraian dan analisis capaian kinerja Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan sampai dengan tahun 2018 yang mencapai tingkat kinerja yang dikategorikan sangat memuaskan serta beberapa keberhasilan dan prestasi yang telah dicapai dalam bidang kepemudaan dan keolahragaan, namun demikian secara umum masih ditemukan adanya beberapa kendala dan permasalahan yang perlu mendapat perhatian antara lain : 1. Masih banyaknya pengurus organisasi kepemudaan di Sulawesi Selatan yang

melewati batas usia pemuda (16 s.d 30 tahun) sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan (pasal 1 ayat 1). Hal ini disebabkan karena pemuda dan organisasi kepemudaan di Sulawesi Selatan belum memahami Undang Undang tersebut, akibatnya tidak optimalnya regenerasi kepengurusan organisasi juga upaya penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan pemuda belum maksimal.

2. Belum optimalnya pembinaan dan pengembangan kualitas dan prestasi atlet pada sentra pendidikan keolahragaan (PPLP/SKO, PPAPD dan Klub/Cabang Olahraga Unggulan Daerah)

3. Permasalahan yang terjadi pada tahun 2017 yang belum terselesaikan pada tahun tahun 2018 adalah :

Laporan Kinerja Dispora Sulsel Tahun 2018 63 a. Kurangnya event atau pertandingan olahraga antar pelajar yang diselenggarakan di Sulawesi Selatan yang mengakibatkan kurangnya pengalaman tanding atau “jam terbang” atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) sehingga berpengaruh pada proses pembentukan karakter dan “mental juara” dan prestasi atlet.

b. Komitmen penganggaran pembangunan Stadion Barombong yang sudah disepakati dengan Kemenpora RI berupa sharing budget antara APBD dengan APBN sesuai DED tahun 2013 mengalami ketidak konsistenan penganggaran APBN. Walaupun penganggaran APBD sudah tercapai dan terakumulasi sampai tahun 2018, namun belum sesuai yang diharapkan. Ketidak konsistenan penganggaran APBN disebabkan selain Indonesian teragenda sebagai tuan rumah Asean Games tahun 2018 juga belum keseluruhan lahan pembangunan Stadion Barombong memiliki alas hak/sertifikat. Akibatnya selama 3 tahun tidak teralokasi penganggaran APBN sesuai komitmen. Sehingga mempengaruhi optimalisasi pembangunan Stadion Barombong

c. Belum sinkron dan sinergitas program dan kegiatan pembangunan kepemudaan dan keolahragaan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota yang membidangi Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

d. Belum adanya pola pembinaan dan pengembangan cabang olahraga yang menjadi unggulan di kabupaten/kota.

Adapun solusi yang dilakukan dalam upaya menyelesaikan permasalahan sebagaimana tersebut di atas yaitu :

1) Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan forum bina kepemudaan, forum-forum kepemudaan binaan Dinas Pemuda dan Olahraga dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) melalui pembinaan lembaga kepemudaan dengan pola kemitraan. Memperluas program-program pelayanan kepemudaan. 2) Mengupayakan peningkatan anggaran dan mengoptimalkan konsultasi dengan

Deputi Sarana Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora RI

3) Solusi permasalahan yang terjadi pada tahun 2017 dan berlanjut pada tahun 2018 adalah :

Laporan Kinerja Dispora Sulsel Tahun 2018 64 a. Mengikutsertakan Atlet PPLP pada event-event yang dilaksanakan di dalam dan luar daerah. Memaksimalkan tugas dan fungsi Unit Pengelola Teknis (UPT) Pengembangan Atlet untuk lebih fokus pada pembinaan atlet pelajar secara berjenjang.

b. Upaya yang dilakukan untuk penyelesaian pembangunan Stadion Barombong antara lain :

- Mendorong legalitas Master Plan pembangunan Stadion Barombong - Mengurus penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sehingga IMB itu

telah terbit

- Upaya penyelesaian alas hak dan sertifikat lahan pembangunan Stadion Barombong, melakukan koordinasi secara lebih intes dengan stakeholder terkait (BPN Kota Makassar, PT. GMTD, Pemerintah Kota Makassar dan lain-lain)

- Untuk pengalokasian penganggaran APBN, melakukan koordinasi lebih intens dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, dari hasil koordinasi tersebut, pada tahun 2018 Kemenpora akan mengalokasikan anggaran APBN untuk pembangunan Stadion Barombong.

- Menggenjot progres pembangunan Stadion Barombong agar dapat dilakukan Soft Launcing (sampai dengan pembangunan strukturnya) - Direkomendasikan untuk dilanjutkan sampai bias difungsikan tahun 2020. c. Melakukan pertemuan sinkronisasi dan sinergitas program dan kegiatan

dalam pembangunan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kepemudaan dan keolahragaan di Sulawesi Selatan.

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA (LKj) (Halaman 61-68)

Dokumen terkait