Untuk membandingkan hasil belajar pemahaman, menulis dan membaca al-Qur'an siswa SDN 02 Pondok Pucung, penulis melakukan test terhadap 20 orang siswa yang terdapat pada kelas V dan kelas VI, dengan ketentuan 10 orang siswa yang mengikuti pendidikan di Taman Pendidikan al-Qur'an dan 10 orang siswa yang tidak mengikuti pendidikan Taman Pendidikan al-Qur'an (TPA). Adapun instrument yang penulis gunakan dalam pengambilan data adalah berupa test, yang terdiri dari:
1. Test Tertulis, yaitu untuk menguji kemampuan atau penguasaan pengetahuan baca-tulis al-Qur'an dalam bentuk soal pilihan ganda yang seluruhnya berjumlah 20 butir soal (item). Adapun instrument terlampir.
2. Test Menulis, yaitu mencangkup menulis ulang huruf-huruf atau potongan ayat-ayat al-Qur'an dan juga imla,
3. Test Membaca, yaitu mencangkup kemampuan mereka dalam membaca al-Qur'an, sesuai dengan makharijul huruf dan kaidah-kaidah ilmu tajwidnya (panjang-pendeknya).
Dari hasil penelusuran tentang masalah yang dibahas dalam penelitian ini, didapat hasil nilai tentang kemampuan siswa dalam memahami materi al-Qur'an yang diambil dari materi pelajaran Pendidikan Agama Islam yang terdapat pada silabus, yang diketahui dari angket test yang dibagikan dan dikerjakan oleh responden. Dari hasil tersebut, kemudian penulis mendata hasilnya dengan menggolongkannya pada hasil atau nilai yang berada di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan hasil atau nilai yang berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah SDN 02 Pondok Pucung dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bidang studi pendidikan Agama Islam disekolah tersebut, sebesar 70. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:
a). Test Tulis Teori Baca-Tulis al-Qur'an Tabel 4.4
Hasil atau Nilai Test Tertulis Responden tentang Pemahaman Siswa mengenai Materi Al-Qur'an pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
di SDN 02 Pondok Pucung Hasil Test Klasifikasi Siswa Nilai di atas KKM (70) Nilai di bawah KKM (70) TOTAL
Siswa yang ikut TPA 8 2 10
Siswa yang tidak ikut TPA 2 8 10
JUMLAH 10 10 20
Sumber: Data diperoleh dari hasil angket test yang dibagikan kepada responden
Dari tabel tersebut, diketahui bahwa 10 orang siswa yang mengikuti pendidikan di taman pendidikan Al-Qur'an (TPA), 8 orang diantaranya mendapatkan nilai di atas Kriteria ketuntasan Minimal (KKM) pada bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang telah ditentukan oleh guru PAI di sekolah tersebut, yaitu sebesar 70, dan 2 orang diataranya memperoleh nilai di bawah KKM.
Kemudian, dari 10 orang siswa yang tidak mengikuti pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), 2 orang diantaranya mendapatkan nilai di atas
Kriteria ketuntasan Minimal (KKM), dan 8 orang diataranya memperoleh nilai di bawah KKM.
Tabel 4.4 tersebut, menjelaskan bahwa 10 orang (50 %) responden, memperoleh nilai di atas KKM yang telah ditetapkan oleh Guru bidang studi Pendidikan Agama Islam di SDN 02 Pondok Pucung. Sedangkan, sisanya sejumlah 10 orang (50 %) responden, memperoleh nilai di bawah KKM.
Jika faktor keikutsertaan mereka pada pendidikan di Taman Pendidikan al-Qur'an tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian mereka mengenai pemahaman tentang materi baca-tulis al-Qur'an yang ada pada materi bidang studi Pendidikan Agama Islam, maka yang menjadi harapan penulis adalah bahwa presentase siswa yang memperoleh nilai di atas KKM dan di bawah KKM disetiap golongan siswa, akan sama dengan persentase yang bersangkutan di dalam sampel secara keseluruhan. Dalam hal ini, secara teoritis penulis mengharapkan dari sejumlah 10 orang siswa yang mengikuti pendidikan di Taman pendidikan Al-Qur'an, akan terdapat sejumlah:
1) 50 % diantaranya (yaitu 5 orang) memperoleh nilai di atas KKM, 2) 50 % diantaranya (yaitu 5 orang) memperoleh nilai di bawah KKM.
Untuk siswa yang tidak mengikuti pendidikan di taman pendidikan Al-Qur'an (TPA), secara teoritis penulis mengharapkan dari sejumlah 10 orang diantara mereka, akan terdapat sejumlah:
1) 50 % diantaranya (yaitu 5 orang) memperoleh nilai di atas KKM, 2) 50 % diantaranya (yaitu 5 orang) memperoleh nilai di bawah KKM.
Frekuensi yang diharapkan muncul (fh) atau expected frequency (fe) disebut frekuensi teoritis (theoretical frequency = ft), apabila disajikan dalam bentuk tabel, maka akan diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.5
Frekuensi yang diharapkan Muncul tentang Hasil atau Nilai Test Tertulis Responden tentang Pemahaman Siswa-siswi mengenai Materi Al-Qur'an pada
Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di SDN 02 Pondok Pucung Hasil Test Klasifikasi Siswa Nilai di atas KKM (70) Nilai di bawah KKM (70) TOTAL (1) (2)
Siswa yang ikut TPA
5 5 10
(3) (4)
Siswa yang tidak ikut TPA
5 5 10
JUMLAH 10 10 20
Jika dibandingkan antara tabel 4.4 dengan table 4.5, kedua tebel tersebut masing-masing mempunyai 4 buah sel, yaitu sel nomor 1, 2, 3 dan 4. Perbedaan yang dijumpai antara frekuensi observasi dengan frekuensi yang diharapkan (frekuensi teoritis) dari masing-masing sel pada kedua tebel tersebut, adalah sebagai berikut:
Tabel 4.6
Perbedaan antara Frekuensi yang diobservasi (fo) dengan Frekuensi yang diharapkan/frekuensi Teoritis (ft) Nomor Sel Frekuensi yang diobservasi (fo) Frekuensi Teoritis (ft) Beda/selisih antara fo dan ft (fo–ft) 1 8 5 3 2 2 5 - 3 3 2 5 - 3 4 8 5 3 TOTAL 20 = N 20 = N 0
Kalau saja frekuensi yang diobservasi sama dengan frekuensi teoritis, maka selisih antara frekuensi yang diobservasi dengan frekuensi teoritis tersebut pasti sama dengan nol. Dalam keadaan demikian, dapat dikatakan bahwa antara dua
golongan siswa-siswi itu tidak terdapat perbedaan mengenai pemahaman mereka tentang materi baca-tulis Al-Qur'an pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan hasil nilai test yang diperoleh tidak ada hubungannya dengan keikutsertaan mereka pada pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA); atau dengan kata lain tidak adanya kontribusi yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar. Sebaliknya, jika terdapat perbedaan antara frekuensi yang diamati dengan frekuensi teoritisnya, maka dapat disimpulkan perbedaan hasil nilai test yang diperoleh ada hubungannya dengan keikutsertaan mereka pada pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA); atau dengan kata lain adanya kontribusi yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar.
Ada kemungkinan perbedaan itu sedikit (kecil) sekali atau banyak (besar) sekali. Untuk menentukannya, maka diperlukan Teknik Analisis Komparasional
berupa Test Kai Kuadrat atau Test Kai Pangkat Dua.
Jika diamati kolom ke-empat tabel 4.6, yaitu selisih atau beda antara Fo dan ft = (fo–ft), maka apabila (fo–ft) itu dijumlahkan hasilnya pasti sama dengan nol. Karena itu, ∑ (fo–ft) tidak dapat penulis gunakan sebagai ukuran untuk menentukan ada atau tidaknya perbedaan yang berarti. Maka, (fo–ft) yang ada pada kolom ke-empat tabel 4.6 masing-masing dikuadratkan terlebih dahulu; setelah itu dijumlah, sehingga diperoleh ∑ (fo–ft)2. Setelah (fo–ft) dikuadratkan, pada akhirnya dibagi dengan frekuensi teoritis (ft) dan dijumlahkan. Sehingga, diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4. 7
Perhitungan untuk memperoleh Harga Kai Kuadrat
(fo–ft)2 Sel Fo ft (fo–ft) (fo–ft)2 ft 1 2 3 4 8 2 2 8 5 5 5 5 3 - 3 - 3 3 9 9 9 9 1,8 1,8 1,8 1,8 (fo–ft)2 TOTAL 20 = N 20 = N 0 = ∑(fo–ft) ∑ = ft = 7,2 = X 2
Sebelum nilai Kai Kuadrat yang penulis dapat dibandingkan dengan harga Kritik Kai Kuadrat, terlebih dahulu ditetapkan degrees of freedomnya (df) atau derajat kebebasannya (db) atau sama dengan hasil perkalian antara; banyaknya kolom dikurangi 1 (yaitu c–1) dengan banyaknya jalur yang terdapat di tebel perhitungan dikurangi 1 (yaitu r-1) atau lebih singkatnya df atau db = (c–1) (r–1).
Dari data yang ada, maka diperoleh c = 2 dan r = 2. Dengan demikian, df atau db sebesar; (2–1) (2–1) = 1. Jika penulis menggunakan taraf signifikansi 5 % pada table Nilai Harga kai Kuadrat, maka akan diperoleh harga Kai Kuadrat sebesar 3,841, sedangkan apabila penulis menggunakan taraf signifikansi 1 %, maka akan diperoleh harga Kai Kuadrat sebesar 6,635.
Untuk selanjutnya, penulis akan memberikan interpretasi terhadap Kai Kuadrat yang telah diperoleh, yaitu dengan merumuskan terlebih dahulu Hipotesis Alternatif (Ha) dan Hipotesis Nihil (Ho) sebagai berikut:
Ha : "Terdapat kontribusi yang signifikan yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar dalam Hal Baca-Tulis Al-Qur'an".
Ho : "Tidak adanya kontribusi yang signifikan yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar dalam Hal Baca-Tulis Al-Qur'an ".
Dengan memperhatikan dan membandingkan besarnya harga Kai Kuadrat hasil perhitungan (X2o) dan harga-harga Kai Kuadrat yang tercantum pada tebel 4. 7, ternyata terdapat X2o adalah jauh lebih besar daripada X2t, yaitu: 3,841 < 7,2 > 6,635. Dengan demikian, karena X2o lebih besar daripada X2t, maka dapat dinyatakan bahwa perbedaan antara fo dengan ft itu adalah perbedaan yang berarti
atau perbedaan yang meyakinkan (signifikan). Dengan demikian, Hipotesis Nihil (Ho) ditolak; berarti terdapat kontribusi yang signifikan yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi
pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar dalam hal test tertulis.
b). Test Menulis Huruf al-Qur'an
Tabel 4.8
Hasil atau Nilai Test Menulis Kembali Potongan Ayat Al-Qur'an pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di SDN 02 Pondok Pucung
Hasil Test Klasifikasi Siswa Nilai di atas KKM (70) Nilai di bawah KKM (70) TOTAL
Siswa yang ikut TPA 9 1 10
Siswa yang tidak ikut TPA 7 3 10
JUMLAH 16 4 20
Sumber: Data diperoleh dari hasil angket test yang dibagikan kepada responden
Dari tabel tersebut, diketahui bahwa 10 orang siswa yang mengikuti pendidikan di taman pendidikan Al-Qur'an (TPA), 9 orang diantaranya mendapatkan nilai di atas Kriteria ketuntasan Minimal (KKM), dan 1 orang diataranya memperoleh nilai di bawah KKM.
Kemudian, dari 10 orang siswa yang tidak mengikuti pendidikan di taman pendidikan Al-Qur'an (TPA), 7 orang diantaranya mendapatkan nilai di atas Kriteria ketuntasan Minimal (KKM), dan 3 orang diataranya memperoleh nilai di bawah KKM.
Tabel 4.8 tersebut, menjelaskan 16 orang (80 %) dari keseluruhan responden, memperoleh nilai di atas KKM yang telah ditetapkan oleh guru bidang studi Pendidikan Agama Islam di SDN 02 Pondok Pucung. Sedangkan, sisanya sejumlah 4 orang (20 %) dari keseluruhan responden, memperoleh nilai di bawah KKM.
Jika faktor keikutsertaan mereka pada pendidikan di Taman Pendidikan al-Qur'an tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian mereka mengenai test menulis atau menyalin kembali potongan ayat al-Qur'an yang ada pada materi bidang studi Pendidikan Agama Islam, maka yang menjadi harapan penulis adalah bahwa
presentase siswa yang memperoleh nilai di atas KKM dan di bawah KKM disetiap golongan siswa, akan sama dengan persentase yang bersangkutan di dalam sampel secara keseluruhan. Dalam hal ini, secara teoritis penulis mengharapkan dari sejumlah 10 orang siswa yang mengikuti pendidikan di Taman pendidikan Al-Qur'an, akan terdapat sejumlah:
1) 80 % diantaranya (yaitu 8 orang) memperoleh nilai di atas KKM, 2) 20 % diantaranya (yaitu 2 orang) memperoleh nilai di bawah KKM.
Untuk siswa yang tidak mengikuti pendidikan di taman pendidikan Al-Qur'an (TPA), secara teoritis penulis mengharapkan dari sejumlah 10 orang diantara mereka, akan terdapat sejumlah:
1) 80 % diantaranya (yaitu 8 orang) memperoleh nilai di atas KKM, 2) 20 % diantaranya (yaitu 2 orang) memperoleh nilai di bawah KKM.
Frekuensi yang diharapkan muncul (fh) atau expected frequency (fe) disebut frekuensi teoritis (theoretical frequency = ft), apabila disajikan dalam bentuk tabel, maka akan diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.9
Frekuensi yang diharapkan Muncul tentang Hasil atau Nilai Test Menulis atau Menyalin kembali Potongan Ayat Al-Qur'an pada Bidang Studi Pendidikan
Agama Islam di SDN 02 Pondok Pucung
Hasil Test Klasifikasi Siswa Nilai di atas KKM (70) Nilai di bawah KKM (70) TOTAL (1) (2)
Siswa yang ikut TPA
8 2 10
(3) (4)
Siswa yang tidak ikut TPA
8 2 10
JUMLAH 10 10 20
Jika dibandingkan antara tabel 4.8 dengan tabel 4.9, kedua tebel tersebut masing-masing mempunyai 4 buah sel, yaitu sel nomor 1, 2, 3 dan 4. Perbedaan yang dijumpai antara frekuensi observasi dengan frekuensi yang diharapkan
(frekuensi teoritis) dari masing-masing sel pada kedua tebel tersebut, adalah sebagai berikut:
Tabel 4.10
Perbedaan antara Frekuensi yang diobservasi (fo) dengan Frekuensi yang diharapkan/frekuensi Teoritis (ft) Nomor Sel Frekuensi yang diobservasi (fo) Frekuensi Teoritis (ft) Beda/selisih antara fo dan ft (fo–ft) 1 9 8 1 2 1 2 - 1 3 7 8 - 1 4 3 2 1 TOTAL 20 = N 20 = N 0
Jika diamati kolom ke-empat tabel 4.10, yaitu selisih atau beda antara Fo dan ft = (fo–ft), maka apabila (fo–ft) itu dijumlahkan hasilnya pasti sama dengan nol.
Karena itu, ∑ (fo–ft) tidak dapat penulis gunakan sebagai ukuran untuk menentukan ada atau tidaknya perbedaan yang berarti. Maka, (fo–ft) yang ada pada kolom ke-empat tabel 4.10 masing-masing dikuadratkan terlebih dahulu; setelah itu dijumlah, sehingga diperoleh ∑ (fo–ft)2. Setelah (fo–ft) dikuadratkan, pada akhirnya dibagi dengan frekuensi teoritis (ft) dan dijumlahkan. Sehingga, diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4. 11
Perhitungan untuk memperoleh Harga Kai Kuadrat
(fo–ft)2 Sel Fo Ft (fo–ft) (fo–ft)2 ft 1 2 3 4 9 1 7 3 8 2 8 2 1 - 1 - 1 1 1 1 1 1 0,125 0,5 0,125 0,5 (fo – ft)2 TOTAL 20 = N 20 = N 0 = ∑(fo – ft) ∑ = ft = 1,25 = X 2
Sebelum nilai Kai Kuadrat yang penulis dapat dibandingkan dengan harga Kritik Kai Kuadrat, terlebih dahulu ditetapkan degrees of freedomnya (df) atau
derajat kebebasannya (db) atau sama dengan hasil perkalian antara; banyaknya kolom dikurangi 1 (yaitu c–1) dengan banyaknya jalur yang terdapat di tebel perhitungan dikurangi 1 (yaitu r-1) atau lebih singkatnya df atau db = (c–1) (r–1).
Dari data yang ada, maka diperoleh c = 2 dan r = 2. Dengan demikian, df atau db sebesar; (2–1) (2–1) = 1. Jika penulis menggunakan taraf signifikansi 5 % pada table Nilai Harga kai Kuadrat, maka akan diperoleh harga Kai Kuadrat sebesar 3,841, sedangkan apabila penulis menggunakan taraf signifikansi 1 %, maka akan diperoleh harga Kai Kuadrat sebesar 6,635.
Untuk selanjutnya, penulis akan memberikan interpretasi terhadap Kai Kuadrat yang telah diperoleh, yaitu dengan merumuskan terlebih dahulu Hipotesis Alternatif (Ha) dan Hipotesis Nihil (Ho) sebagai berikut:
Ha : "Terdapat kontribusi yang signifikan yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar dalam hal menulis atau menyalin kembali potongan ayat Al-Qur'an".
Ho : "Tidak adanya kontribusi yang signifikan yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar dalam hal menulis atau menyalin kembali potongan ayat al-Qur'an".
Dengan memperhatikan dan membandingkan besarnya harga Kai Kuadrat hasil perhitungan (X2o) dan harga-harga Kai Kuadrat yang tercantum pada tebel 4. 11, ternyata terdapat X2o adalah jauh lebih kecil daripada X2t, yaitu: 3,841 > 1,25 < 6,635. Dengan demikian, karena X2o lebih kecil daripada X2t, maka dapat dinyatakan bahwa perbedaan antara fo dengan ft itu adalah perbedaan yang tidak berarti atau perbedaan yang tidak meyakinkan (signifikan). Dengan demikian, Hipotesis Alternatif (Ha) ditolak; berarti tidak terdapat kontribusi yang signifikan yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar dalam hal test menulis huruf al-Qur'an.
Akan tetapi, jika test tersebut dilakukan dengan cara imla, ternyata hasilnya berbeda dengan hasil test menyalin huruf al-Qur'an di atas, siswa yang ikut Taman Pendidikan al-Qur'an (TPA) lebih unggul daripada siswa yang tidak ikut TPA. Berarti dalam hal ini, Hipotesis Nihil (Ho) ditolak; dan Hipotesis Alternatif (Ha) yang diterima, berarti terdapat kontribusi yang signifikan yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar dalam hal test menulis huruf al-Qur'an. Berikut akan penulis paparkan hasil test imla;
Tabel 4.12
Hasil atau Nilai Test Menulis Imla Huruf Al-Qur'an pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
di SDN 02 Pondok Pucung Hasil Test Klasifikasi Siswa Nilai di atas KKM (70) Nilai di bawah KKM (70) TOTAL
Siswa yang ikut TPA 9 1 10
Siswa yang tidak ikut TPA 1 9 10
JUMLAH 10 10 20
Sumber: Data diperoleh dari hasil angket test yang dibagikan kepada responden
Dari tabel tersebut, diketahui bahwa 10 orang siswa yang mengikuti pendidikan di taman pendidikan Al-Qur'an (TPA), 9 orang diantaranya mendapatkan nilai di atas Kriteria ketuntasan Minimal (KKM) pada bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang telah ditentukan oleh guru PAI di sekolah tersebut, yaitu sebesar 70, dan 1 orang diataranya memperoleh nilai di bawah KKM.
Kemudian, dari 10 orang siswa yang tidak mengikuti pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), 1 orang diantaranya mendapatkan nilai di atas Kriteria ketuntasan Minimal (KKM), dan 9 orang diataranya memperoleh nilai di bawah KKM.
Tabel 4.12 tersebut, menjelaskan bahwa 10 orang (50 %) responden, memperoleh nilai di atas KKM yang telah ditetapkan oleh Guru bidang studi
Pendidikan Agama Islam di SDN 02 Pondok Pucung. Sedangkan, sisanya sejumlah 10 orang (50 %) responden, memperoleh nilai di bawah KKM.
Jika faktor keikutsertaan mereka pada pendidikan di Taman Pendidikan al-Qur'an tidak berpengaruh terhadap hasil penilaian mereka mengenai pemahaman tentang materi baca-tulis al-Qur'an yang ada pada materi bidang studi Pendidikan Agama Islam, maka yang menjadi harapan penulis adalah bahwa presentase siswa yang memperoleh nilai di atas KKM dan di bawah KKM disetiap golongan siswa, akan sama dengan persentase yang bersangkutan di dalam sampel secara keseluruhan. Dalam hal ini, secara teoritis penulis mengharapkan dari sejumlah 10 orang siswa yang mengikuti pendidikan di Taman pendidikan Al-Qur'an, akan terdapat sejumlah:
1) 50 % diantaranya (yaitu 5 orang) memperoleh nilai di atas KKM, 2) 50 % diantaranya (yaitu 5 orang) memperoleh nilai di bawah KKM.
Untuk siswa yang tidak mengikuti pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), secara teoritis penulis mengharapkan dari sejumlah 10 orang diantara mereka, akan terdapat sejumlah:
1) 50 % diantaranya (yaitu 5 orang) memperoleh nilai di atas KKM, 2) 50 % diantaranya (yaitu 5 orang) memperoleh nilai di bawah KKM.
Frekuensi yang diharapkan muncul (fh) atau expected frequency (fe) disebut frekuensi teoritis (theoretical frequency = ft), apabila disajikan dalam bentuk tabel, maka akan diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.13
Frekuensi yang diharapkan Muncul tentang Hasil atau Nilai Test Imla Menulis Huruf Al-Qur'an pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam
di SDN 02 Pondok Pucung Hasil Test Klasifikasi Siswa Nilai di atas KKM (70) Nilai di bawah KKM (70) TOTAL (1) (2)
Siswa yang ikut TPA
5 5 10
(3) (4)
Siswa yang tidak ikut TPA
5 5 10
JUMLAH 10 10 20
Jika dibandingkan antara tabel 4.12 dengan table 4.13, kedua tebel tersebut masing-masing mempunyai 4 buah sel, yaitu sel nomor 1, 2, 3 dan 4. Perbedaan yang dijumpai antara frekuensi observasi dengan frekuensi yang diharapkan (frekuensi teoritis) dari masing-masing sel pada kedua tebel tersebut, adalah sebagai berikut:
Tabel 4.14
Perbedaan antara Frekuensi yang diobservasi (fo) dengan Frekuensi yang diharapkan/frekuensi Teoritis (ft) Nomor Sel Frekuensi yang diobservasi (fo) Frekuensi Teoritis (ft) Beda/selisih antara fo dan ft (fo–ft) 1 9 5 4 2 1 5 - 4 3 1 5 - 4 4 9 5 4 TOTAL 20 = N 20 = N 0
Kalau saja frekuensi yang diobservasi sama dengan frekuensi teoritis, maka selisih antara frekuensi yang diobservasi dengan frekuensi teoritis tersebut pasti sama dengan nol. Dalam keadaan demikian, dapat dikatakan bahwa antara dua golongan siswa-siswi itu tidak terdapat perbedaan mengenai pemahaman mereka
tentang materi baca-tulis Al-Qur'an pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan hasil nilai test yang diperoleh tidak ada hubungannya dengan keikutsertaan mereka pada pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA); atau dengan kata lain tidak adanya kontribusi yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar. Sebaliknya, jika terdapat perbedaan antara frekuensi yang diamati dengan frekuensi teoritisnya, maka dapat disimpulkan perbedaan hasil nilai test yang diperoleh ada hubungannya dengan keikutsertaan mereka pada pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA); atau dengan kata lain adanya kontribusi yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar.
Ada kemungkinan perbedaan itu sedikit (kecil) sekali atau banyak (besar) sekali. Untuk menentukannya, maka diperlukan Teknik Analisis Komparasional
berupa Test Kai Kuadrat atau Test Kai Pangkat Dua.
Jika diamati kolom ke-empat tabel 4.14, yaitu selisih atau beda antara Fo dan ft = (fo–ft), maka apabila (fo–ft) itu dijumlahkan hasilnya pasti sama dengan nol. Karena itu, ∑ (fo–ft) tidak dapat penulis gunakan sebagai ukuran untuk menentukan ada atau tidaknya perbedaan yang berarti. Maka, (fo–ft) yang ada pada kolom ke-empat tabel 4.14 masing-masing dikuadratkan terlebih dahulu; setelah itu dijumlah, sehingga diperoleh ∑ (fo–ft)2. setelah (fo–ft) dikuadratkan, pada akhirnya dibagi dengan frekuensi teoritis (ft) dan dijumlahkan. Sehingga, diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4. 15
Perhitungan untuk memperoleh Harga Kai Kuadrat
(fo–ft)2 Sel Fo ft (fo–ft) (fo–ft)2 ft 1 2 3 4 9 1 1 9 5 5 5 5 4 - 4 - 4 4 16 16 16 16 3,2 3,2 3,2 3,2 (fo–ft)2 TOTAL 20 = N 20 = N 0 = ∑(fo–ft) ∑ = ft = 12,8 = X 2
Sebelum nilai Kai Kuadrat yang penulis dapat dibandingkan dengan harga Kritik Kai Kuadrat, terlebih dahulu ditetapkan degrees of freedomnya (df) atau derajat kebebasannya (db) atau sama dengan hasil perkalian antara; banyaknya kolom dikurangi 1 (yaitu c–1) dengan banyaknya jalur yang terdapat di tebel perhitungan dikurangi 1 (yaitu r-1) atau lebih singkatnya df atau db = (c–1) (r–1).
Dari data yang ada, maka diperoleh c = 2 dan r = 2. Dengan demikian, df atau db sebesar; (2–1) (2–1) = 1. Jika penulis menggunakan taraf signifikansi 5 % pada table Nilai Harga kai Kuadrat, maka akan diperoleh harga Kai Kuadrat sebesar 3,841, sedangkan apabila penulis menggunakan taraf signifikansi 1 %, maka akan diperoleh harga Kai Kuadrat sebesar 6,635.
Untuk selanjutnya, penulis akan memberikan interpretasi terhadap Kai Kuadrat yang telah diperoleh, yaitu dengan merumuskan terlebih dahulu Hipotesis Alternatif (Ha) dan Hipotesis Nihil (Ho) sebagai berikut:
Ha : "Terdapat kontribusi yang signifikan yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dalam Hal Baca-Tulis Al-Qur'an".
Ho : "Tidak adanya kontribusi yang signifikan yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dalam Hal Baca-Tulis Al-Qur'an ".
Dengan memperhatikan dan membandingkan besarnya harga Kai Kuadrat hasil perhitungan (X2o) dan harga-harga Kai Kuadrat yang tercantum pada tebel 4. 7, ternyata terdapat X2o adalah jauh lebih besar daripada X2t, yaitu: 3,841 < 12,8 > 6,635. Dengan demikian, karena X2o lebih besar daripada X2t, maka dapat dinyatakan bahwa perbedaan antara fo dengan ft itu adalah perbedaan yang berarti
atau perbedaan yang meyakinkan (signifikan). Dengan demikian, Hipotesis Nihil (Ho) ditolak; berarti terdapat kontribusi yang signifikan yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi