• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Analisis Data

4.2.3. Analisis Perbedaan Rata-rata Uji Beda Paired-Samples t Test

Hipotesis kinerja rentabilitas dalam penelitian ini diproksikan dengan tiga pengukuran yaitu return on assets, return on equity, BOPO PT Verena Multi Finance, Tbk. Ketiga rasio dalam penelitian ini menunjukkan pengaruh yang berbeda antara sebelum dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013.

Hasil uji bedaPaired-Samples t Test pada return on asset PT Verena Multi Finance, Tbk, menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikansi antara sebelum dengan sesudah IPO. Terlihat pada Gambar 19, t hitung sebesar 2.943 dan signifikansi 0.060. Diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0.05 dalam penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung > t tabel (2.943 > 2.353). Sedangkan signifikansi 0.060 > 0.05 sehingga Ho1 diterima. Berarti penurunan rata-rata return on asset PT Verena Multi Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan.

Hasil uji bedaPaired-Samples t Test pada Return on Asset PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk, menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikansi antara sebelum dengan sesudah IPO. Terlihat pada Gambar 20, t hitung sebesar 1.462 dan signifikansi 0.240. Diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0.05 dalam penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung < t tabel (1.462 < 2.353). Sedangkan signifikansi 0.240 > 0.05 sehingga Ho1 diterima. Berarti kenaikan rata-rata return on asset PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan.

Sedangkan hasil uji beda Paired-Samples t Test pada return on equity PT Verena Multi Finance, Tbk, menunjukkan adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013. Gambar 21 menunjukkan t hitung sebesar -4,432 dan signifikansi 0,021. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0,05 untuk data penelitian ini sebesar 2,353. Jadi t hitung > t tabel (4.366 > 2,353). Sedangkan signifikansi 0.022 < 0.05 sehingga Ha2 diterima. Berarti kenaikan rata-rata return on equity PT Verena Multi Finance, Tbk setelah IPO signifikan.

Sedangkan hasil uji beda Paired-Samples t Test pada return on equity PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk, menunjukkan adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013. Gambar 22 menunjukkan t hitung sebesar -2.119 dan signifikansi 0.124. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0,05 untuk data penelitian ini sebesar 2,353. Jadi t hitung > t tabel (2.119 < 2,353). Sedangkan signifikansi 0.124 > 0.05 sehingga Ho2 diterima. Berarti kenaikan rata-rata return on equity PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan.

Selain itu, hasil uji beda Paired-Samples t Test pada BOPO PT Verena Multi Finance, Tbk, menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013. Gambar 23 menunjukkan t hitung sebesar 2.256 dan signifikansi 0.108. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0.05 untuk data penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung < t tabel (2.266 < 2,353). Sedangkan signifikansi 0.108 > 0.05 sehingga Ho3 diterima. Berarti penurunan rata-rata BOPO PT Verena Multi Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan.

Selain itu, hasil uji beda Paired-Samples t Test pada BOPO PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk, menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013. Gambar 23 menunjukkan t hitung sebesar 1.776 dan signifikansi 0.174. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0.05 untuk data penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung < t tabel (1.776 <2,353). Sedangkan signifikansi 0.174 > 0.05 sehingga Ho3 diterima. Berarti penurunan rata-rata BOPO PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan.

b. Uji Hipotesis Kinerja Likuiditas

Hasil uji beda Paired Samples t Test pada, menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO pada Current Ratio PT Verena Multi Finance, Tbk untuk periode 2005-2013. Gambar 24 menunjukkan t hitung current ratio sebesar -1.868 dan signifikansi 0,159. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0,05 untuk data penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung < t tabel (-1.868 < 2,353). Sedangkan signifikansi 0.159 > 0.05 sehingga Ho4 diterima. Berarti kenaikan rata-rata current ratio PT Verena Multi Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan. Hasil uji beda Paired-Samples t Test pada, menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO pada current ratio Batavia Prosperindo untuk periode 2005-2013. Gambar 25 menunjukkan t hitung curret ratio sebesar 1.429 dan signifikansi 0.248. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0,05 untuk data penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung < t tabel (1.429 < 2.353). Sedangkan

signifikansi 0.248 >0.05 sehingga Ho4 diterima. Berarti kenaikan rata-rata current PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan. c. Uji Hipotesis Kinerja Solvabilitas

Hasil uji bedaPaired-Samples t Test pada debt to asset ratio PT Verena Multi Finance, Tbk, menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013. Gambar 26 menunjukkan t hitung debt to asset ratio sebesar 1.403 dan signifikansi 0.255. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0.05 untuk data penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung < t tabel (1.403 < 2.353). Sedangkan signifikansi 0.255 > 0.05 sehingga Ho5 diterima. Berarti kenaikan rata-rata debt to asset ratio PT Verena Multi Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan.

Hasil uji beda Paired-Samples t Test pada debt to asset ratio PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk, menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013. Gambar 26 menunjukkan t hitung debt to asset ratio sebesar -0.351 dan signifikansi 0.749. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0.05 untuk data penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung < t tabel (-0.351 < 2.353). Sedangkan signifikansi 0.749 > 0.05 sehingga Ho5 diterima. Berarti kenaikan rata-rata debt to asset ratio PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan.

Sedangkan hasil uji beda Paired-Samples t Test pada debt equity ratio PT Verena Multi Finance, Tbk, menunjukkan adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013. Gambar 16 menunjukkan t hitung sebesar -4.439 dan signifikansi 0.021. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0.05 untuk data penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung > t tabel (4.439 > 2,353). Sedangkan signifikansi 0.021 < 0.05 sehingga Ha6 diterima. Berarti kenaikan rata-rata debt equity ratio PT Verena Multi Finance, Tbk setelah IPO signifikan.

Sedangkan hasil uji beda Paired-Samples t Test pada debt equity ratio PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk, menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013. Gambar 28 menunjukkan t hitung sebesar 0.269 dan signifikansi 0.806.

Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0.05 untuk data penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung < t tabel (0.269 > 2,353). Sedangkan signifikansi 0.806 < 0.05 sehingga Ho6 diterima. Berarti penurunan rata-rata debt equity ratio PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan.

d. Uji Hipotesis Kinerja Pembiayaan

Hasil uji beda Paired-Samples t Test pada pembiayaan terhadap total aset PT Verena Multi Finance, Tbk, menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013. Gambar 29 menunjukkan t hitung pembiayaan terhadap total aset sebesar -1.485 dan signifikansi 0.234. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0.05 untuk data penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung < t tabel (1.485 < 2.353). Sedangkan signifikansi 0.234 > 0.05 sehingga Ho7 diterima. Berarti kenaikan rata-rata pembiayaan terhadap total aset PT Verena Multi Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan.

Hasil uji beda Paired-Samples t Test pada pembiayaan terhadap total aset PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk, menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013. Gambar 29 menunjukkan t hitung pembiayaan terhadap total aset sebesar 0.80 dan signifikansi 0.941. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0.05 untuk data penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung < t tabel (0.80 < 2.353). Sedangkan signifikansi 0.941 > 0.05 sehingga Ho7 diterima. Berarti penurunan rata-rata pembiayaan terhadap total aset PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan.

Sedangkan, hasil uji beda Paired-Samples t Test pada pembiayaan PT Verena Multi Finance, Tbk terhadap kewajiban, menunjukkan adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013. Gambar 31 menunjukkan t hitung pembiayaan terhadap kewajiban sebesar 3.433 dan signifikansi 0.041. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0.05 untuk data penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung > t tabel (3.433 > 2.353). Sedangkan signifikansi 0.041 < 0.05

sehingga Ha8 diterima. Berarti penurunan rata-rata pembiayaan terhadap kewajiban PT Verena Multi Finance, Tbk setelah IPO signifikan.

Hasil uji beda Paired-Samples t Test pada pembiayaan PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk terhadap kewajiban, menunjukkan tidak adanya perbedaan kinerja antara sebelum IPO dengan sesudah IPO untuk periode 2005-2013. Gambar 31 menunjukkan t hitung pembiayaan terhadap kewajiban sebesar 1.092 dan signifikansi 0.355. Selanjutnya diperoleh t tabel pada signifikansi α = 0.05 untuk data penelitian ini sebesar 2.353. Jadi t hitung < t tabel (1.902 < 2.353). Sedangkan signifikansi 0.355 > 0.05 sehingga Ho8 diterima. Berarti penurunan rata-rata pembiayaan terhadap kewajiban PT Batavia Prosperindo Finance, Tbk setelah IPO tidak signifikan.

4.3. Perbandingan Kinerja Keuangan PT Verena Multi Finance, Tbk Dengan

Dokumen terkait