• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pagu vs Realisasi

B. Evaluasi Pelaksanan Anggaran Tahun 2016

2. Analisis Permasalahan dan Tindak Lanjut a. Permasalahan:

1) Ketergantungan kegiatan pada pihak mitra kerja sama, misalnya ketergantungan waktu pemboran, ketergantungan waktu pengoperasian

BLM BLT BLE BLK SBL TOTAL

2015 361,058,266 157,343,191 105,579,151 129,661,498 131,391,741 885,033,847 2016 279,228,650 122,366,608 103,142,939 103,681,925 34,059,900 642,480,022

0

120

alat, ketergantungan waktu pemberian data akuisisi sehingga pengambilan data sampel untuk penelitian dan kajian pun terlambat.

2) Pembelian bahan mengalami keterlambatan karena adanya perubahan aturan pada pertengahan tahun kegiatan mengenai harga bahan dan adanya perubahan anggaran.

3) Langkanya bahan baku penelitian sehingga tidak menghasilkan analisis yang akurat.

4) Kurang penyampaian informasi mengenai kemampuan Laboratorium Pengujian LEMIGAS dan tekMIRA ke dunia usaha.

5) Menurunnya harga minyak dan kegiatan eksplorasi migas.

6) Adanya kebijakan pembatasan ekspor bahan tambang mentah.

6) Kerusakan alat yang menghambat waktu pengujian.

7) Kurangnya personil laboratorium terutama untuk Laboratorium Geomekanika.

8) Terjadi keterlambatan pekerjaan oleh pemenang lelang sehingga mempengaruhi capaian target.

9) Terdapat kegiatan yang masih sangat bergantung pada cuaca.

10) Terdapat beberapa data dan peta hasil penelitian masih dalam bentuk image belum digital sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk pengolahannya.

11)Memerlukan waktu untuk meyakinkan UKM/IKM/masyarakat untuk mengim-plementasikan hasil litbang.

12) Berkurangnya personil peneliti, perekayasa, laboran yang mengalami masa pensiun dan terdapat jeda/jurang waktu antara peneliti dan perekayasa madya dengan peneliti muda.

13)Perubahan kebijakan untuk menerbitkan jurnal online melalui prosedur panjang.

b. Solusi dan Tindak Lanjut

1) Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mewujudkan SDM yang kompeten dan profesional di bidangnya;

2) Perlunya dukungan manajemen untuk memperlancar proses kerja sama, khususnya jika kegiatan atau survei dilaksanakan di lapangan Migas atau WP;

3) Peningkatan dan pengawasan kinerja perlu terus ditingkatkan guna meningkatkan renumerasi melalui Tunjangan Kinerja sebagai salah satu reward dan punishment bagi pegawai;

4) Peningkatan perluasan jejaring (network) dalam riset dan litbang, khususnya dengan lembaga atau asosiasi yang ada di luar negeri;

5) Peningkatan dan pengembangan komersialisasi hasil litbang, sekaligus mempersiapkan unit litbang yang ada di lingkungan Badan Litbang ESDM sebagai Badan Layanan Umum (BLU);

6) Perlu terus digalakkan dan dikembangkan sosialisasi dan publikasi hasil litbang melalui berbagai forum, pameran, dan khususnya melalui media sosial dan digital.

121

IV. Penutup

erdasarkan pengukuran kinerja tahun 2016 telah dilakukan sejumlah kegiatan untuk menunjang tugas dan fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM, yaitu: “Melaksanakan Penelitian dan Pengembangan di Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral”, dan dalam rangka pencapaian sasaran tahun 2016 dengan hasil sebagai berikut:

1) Keseluruhan kegiatan yang dilaksanakan telah mendukung 13 (tiga belas) Sasaran yang telah disusun dalam Renstra Badan Litbang ESDM Tahun 2015 – 2019, yaitu: 1) Terwujudnya kontribusi dalam perumusan kebijakan sektor ESDM;

2) Terwujudnya konstribusi dalam evaluasi kebijakan sektor ESDM; 3) Terwujudnya peningkatan kebijakan teknis kelitbangan Bidang ESDM; 4) Terwujudnya penambahan pasokan energi dan mineral; 5) Terwujudnya penambahan sumber daya energi dan mineral; 6) Terwujudnya litbang unggulan; 7) Terwujudnya sentra teknologi di bidang ESDM; 8) Terwujudnya peningkatan nilai tambah; 9) Terwujudnya pengurangan biaya, peningkatan efisiensi dan TKDN; 10) Terwujudnya peningkatan jasa teknologi; 11) Terwujudnya kegiatan litbang yang mendukung perkembangan dan menjawab isu strategis sektor ESDM; 12) Terwujudnya kegiatan litbang yang akuntabel, efektif, dan efisien; 13) Terwujudnya lingkungan dan proses kerja yang kondusif.

2) Realisasi anggaran untuk pelaksanaan kegiatan Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM tahun 2016 sebesar Rp 625.494.969.856,- atau 97,36%

dibandingkan dengan anggaran yang tersedia (pagu) setelah penghematan sebesar Rp 642.480.022.000,-. Pembiayaan kegiatan yang bersumber dari DIPA tersebut dialokasikan dalam Program Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral yang terdiri atas 5 (lima) kegiatan, yaitu: a) Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, b) Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi, c) Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, d) Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi, dan e) Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.

3) Pencapaian kinerja yang diukur melalui indikator masukan (input) dan indikator keluaran (output) serta indikator hasil (outcome) menunjukkan keberhasilan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana yang ditetapkan sebelumnya. Namun demikian terdapat beberapa kegiatan tahun 2016 yang capaian realisasinya rendah.

4) Pencapaian kinerja terhadap pelaksanaan kegiatan tahun 2016 yang diukur dari indikator kinerja, sebanyak 5 dari 11 indikator kinerja realisasinya mencapai 100%, dan ada yang melebihi target Perjanjian Kinerja yang ditetapkan. Jumlah yang melebihi target ini karena adanya beberapa kegiatan penelitian yang dapat menghasilkan lebih dari satu produk.

Sedangkan indikator kinerja yang tidak mencapai target, adalah:

· Indikator Pilot Plant/Prototipe/Demo Plant atau Rancangan/ Rancang Bangun/Formula hanya mencapai 66,67%. Penyebabnya antara lain

B

122

terkendala waktu dalam proses pembangunannya, dan ketika saat akan untuk diuji coba bersamaan dengan adanya kebijakan pemotongan anggaran, sehingga tahapan proses uji coba tidak dapat dilaksanakan.

· Indikator jumlah Rumusan dan Evaluasi Kebijakan Sektor ESDM hanya mencapai angka 60% (on progess). Hal ini terkendala pada kajian yang membutuhkan waktu untuk pengambilan data dan sampel, dan bersamaan dengan adanya kebijakan pemotongan anggaran, rumusan/

masukan kebijakan belum selesai dibuat dan disampaikan kepada direktorat teknis atau pihak terkait lainnya.

· Indikator Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Jasa Teknologi tidak mencapai angka 100%, disebabkan tidak tercapainya target penerimaan PNBP dan BLU. Hal ini antara lain disebabkan oleh pengaruh menurunnya harga minyak dunia menyebabkan penurunan kegiatan eksplorasi, komunikasi dengan pelanggan belum optimal, penyampaian informasi mengenai kemampuan laboratorium yang dimiliki ke dunia usaha belum optimal, kebijakan pemerintah mengenai larangan ekspor hasil tambang berupa bahan mentah sehingga berdampak kepada kurangnya contoh uji yang masuk, jumlah produksi dan penjualan mineral dan batubara menurun, terdapat beberapa kerusakan alat yang menghambat proses pengujian, dan belum seluruh kemampuan laboratorium pengujian tercantum dalam tarif PNBP.

· Indikator Jumlah Peningkatan Nilai Tambah, di mana untuk paten terimplementasikan mencapai angka 100%, namun untuk hasil litbang yang terimplementasikan hanya mencapai angka 16,36%. Kendalanya adalah beberapa tahapan kegiatan litbang tidak memungkinkan untuk diselesaikan dalam waktu 1 (satu) tahun, pengadaan alat serta bahan yang mengalami keterlambatan, dan bersamaan dengan adanya kebijakan pemotongan anggaran sehingga proses tahapan litbang mengalami kemunduran jadwal dan bahkan tidak dapat diselesaikan.

--- 0 ---

123 Lampiran 1. Perjanjian Kinerja Badan Litbang ESDM Tahun 2016

124

125 Lampiran 2. Daftar Kegiatan Litbang Tahun 2016 Badan Litbang ESDM

No NAMA UNIT/KEGIATAN

I. PUSLITBANG TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI “LEMIGAS”

1. Intensifikasi Eksplorasi Migas di Indonesia

2. Pengembangan Migas Non-Konvensional Indonesia 3. Peningkatan Cadangan dan Produksi Minyak Melalui EOR 4. Pengembangan Pilot Plan Kilang Mobile

5. Peningkatan Efektivitas Pembuatan Solar Nabati

6. Kajian Strategis Penentuan Nilai Faktor Emisi CO2 Nasional 7. Intensifikasi Pemanfaatan Produk Hilir Migas Nasional

8. Pemanfaatan Lapangan Gas North Kutai Lama (NKL): Prospek Implementasi Hasil Litbang Migas Untuk Masyarakat Sekitar dan Rencana Bisnis Pengembangannya 9. Intensifikasi Pemanfaatan Gas Bumi Pada Sektor Rumah dan Industri Transportasi II. PUSLITBANG TEKNOLOGI KETENAGALISTRIKAN, EBT DAN KE

1. Analisis Potensi Energi Angin 2. Analisis Potensi Energi Surya 3. Analisis Potensi Energi Mikrohidro

4. Studi Simulasi reservoar Panas Bumi untuk Mendukung Pengembangan Lapangan Panas Bumi

5. Strategi Pengembangan Energi Pulau-Pulau Terluar

6. Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Siklus Biner

7. Pengelolaan PLTMH untuk Mendukung Pemanfaatannya secara Massiv di Indonesia 8. Pengembangan Pilot Project BBN berbasis Kemiri Sunan yang terintegrasi dengan

Sorgum, Komoditas Lainnya 9. Kegiatan BBN Generasi 2

10. Penelitian dan Pengembangan Sistem Smart Microgrid pada Teknologi Pembangkit EBT

11. Kegiatan Pemanfaatan Panas Buang PLTG

12. Kegiatan Penyusunan FS dan DED Center of Excellence di Kawasan Nasional Energi Bersih Provinsi Bali

13. Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Smart System PLTS di Kawasan Perkantoran 14. Penyusunan FS PLTSa Payakumbuh

15. Penyusunan FS PLTSa Balikpapan

16. Strategi Pengendalian Dampak Lingkungan dari Pemakaian Energi 17. Penyusunan Proyeksi Pemanfaatan Teknologi Energi

III. PUSLITBANG TEKNOLOGI MINERAL DAN BATUBARA

1. Pengembangan dan Aplikasi Hasil Litbang Pengolahan dan Pemurnian Mineral Mendukung Peningkatan Nilai Tambah Mineral

2. Pengembangan Sistem Proses Produksi Unsur Logam Tanah Jarang dan Unsur Logam Jarang Untuk Material Maju

3. Pengembangan Teknologi Gasifikasi Batubara untuk Bahan Bakar

4. Penerapan dan Pengembangan Pembakar Siklon pada UMKM dan Ponpes di Jawa Barat serta Kajian Tekno Ekonomi dan Logistik Teknologi Pembakaran Siklon pada UMKM dan Ponpes di Pulau Jawa

5. Pengembangan Aplikasi Teknologi Underground Coal Gasification (UCG) di Indonesia Tahap III

6. Kajian Peran Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara dalam Mendukung Perekonomian Nasional

IV. PUSLITBANG GEOLOGI KELAUTAN

1. Penelitian dan Identifikasi Cekungan Sedimenter untuk Mendukung Penyiapan Wilayah Kerja (WK) Migas Perairan Kep. Aru, Papua Barat.

2. Penelitian dan Pengembangan Potensi Energi Laut di Perairan Selat Lembeh, Sulawesi Utara

3. Litbang Geologi Kelautan Dalam Mewujudkan Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) Sumber Daya Energi dan Mineral Kelautan

126

No NAMA UNIT/KEGIATAN

4. Penelitian Keterdapatan Endapan Plaser dan Unsur Tanah Jarang di pantai dan perairan Dabo dan sekitarnya, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau

5. Penelitian Lingkungan Geologi Kelautan dalam Rangka Mewujudkan Pengembanga Energi dan Sumber Daya Mineral Kelautan yang Berkelanjutan di Perairan Laut Sulawesi

127 Lampiran 3. Form Usulan Paten dan Sertifikat Inovasi 108

128

129

130

131

132

133

134

135

136