• Tidak ada hasil yang ditemukan

Haryadi 92 Iropaten Triharjo, Sleman

2. Kerja Sama Luar Negeri

Kegiatan pelaksanaan kerja sama kelitbangan luar negeri pada Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2016 adalah dalam bentuk koordinasi dengan unit di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dalam menyelenggarakan kerja sama dengan pihak

108

Swasta dan Perguruan tinggi di luar negeri yang telah kami susun sebagai berikut:

1. MoU dengan Australia-Indonesia Center (AIC)

2. MoU dengan Korea Institute of Energy Technology Evaluation and Planning (KETEP)

3. MoU dengan Korea Institute of Geoscience and Mineral Resources (KIGAM)

4. MoU dengan Korea Gas Cooperation (KOGAS) 5. PKS dengan Inha University

6. PKS dengan Australian Volunteer International 7. PKS dengan John Crane

g. Focused Group Discussion (FGD)

Sepanjang tahun 2016 diselenggarakan beberapa Forum/

Workshop antara lain sebagai berikut:

1. Workshop on Clean Coal Tehnology

Badan Litbang ESDM menyelenggarakan Workshop on Clean Coal Tehnology pada tanggal 24-25 Agustus 2016 di Pusat Litbang Geologi Kelautan, Cirebon. Workshop ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pertemuan the 9th AFOC Council Meeting yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2015 di Ha Long City, Vietnam, dimana pada tahun 2016 Indonesia cq Badan Litbang ESDM mendapat tugas tersebut. Kegiatan ini juga telah dipresentasikan pada the 14th AFOC Council Meeting pada tanggal 14 Mei 2016 di Pnom Penh, Cambodia.

Workshop dihadiri oleh para peserta yang berasal dari negara-negara ASEAN seperti Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina dan Thailand. Peserta dari Indonesia yang hadir berasal dari pemerintahan, swasta dan akademisi yang tertarik untuk mengembangkan teknologi batubara bersih.

Melalui pelaksanaan workshop ini diharapkan akan diperoleh masukan-masukan yang pada akhirnya dapat membantu percepatan implementasi teknologi batubara bersih di Indonesia khususnya dan ASEAN umumnya.

2. FGD Energi Laut

Focus Group Discussion (FGD) Energi Laut dengan tema

“Peningkatan dan Pemanfaatan Hasil Litbang Energi Laut untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional” diselenggarakan di kantor Puslitbang Geologi Kelautan di Cirebon pada 11 Maret 2016.

FGD dihadiri oleh Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia (DEKIN), Dr.

Aryo Hanggono dengan narasumber dan pakar bidang energi laut, antara lain Adhi Satriya (Senior Advisor Andritz Hydro), Evie H.

Sudjono, Ai Yuningsih, dan DelyuzarIlahude (Puslitbang Geologi Kelautan), Erwandi (BPPH-BPPT), Totok Suprijo (ITB), Mutiara R. Putri (ITB), Bambang Adithiya Nugraha (DEKIN-KKP) dan Ridho Hantoro, S (ITS).

109 Kegiatan ini bertujuan menghimpun masukan berupa ide, hasil studi sebelumnya, data baru, akses data dan arahan teknis lainnya dari para narasumber dan peserta. Forum ini juga diharapkan dapat menyamakan persepsi tentang kondisi terkini tentang potensi dan pemanfaatan energi baru terbarukan dari laut (arus laut, gelombang dan Konversi Energi termal Lautan (Ocean Thermal Energy Conversion-OTEC)).

3. Pengembangan Implementasi Teknologi Gasifikasi Batubara untuk 10 IKM di Provinsi DIY

FGD diselenggarakan di Kantor Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 12 Mei 2016. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Tahun Anggaran 2015, yakni Pengembangan Implementasi Gasifier Mini Batubara di 3 IKM yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara, Badan Litbang Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tujuan FGD selain untuk menyampaikan perkembangan hasil implementasi di 3 IKM percontohan, yakni peleburan aluminum, minyak atsiri dan tahu juga untuk menyampaikan program yang akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2016 kepada pemangku kepentingan khususnya di Provinsi DIY tentang Pengembangan Implementasi Teknologi Gasifikasi di 10 IKM. Dengan pengem-bangan tersebut diharapkan dapat mempercepat program hilirisasi hasil Litbang menuju komersialisasi.

Tahun 2015 telah dibangun 3 (tiga) percontohan masing-masing di industri kecil Peleburan Aluminium, Minyak Atsiri dan industri kecil Tahu di DIY, dengan masing-masing kapasitas 50 kg/jam; 30 kg/jam dan 20 kg/jam. Dari hasil uji coba implementasi GasMin di 3 IKM, industri peleburan aluminium dinilai lebih cepat beradaptasi dibandingkan dengan minyak atsiri dan tahu. Sejak bulan Oktober 2015 sampai sekarang, percontohan GasMin di peleburan aluminium telah mengganti bahan bakarnya dari solar ke gas batubara. Hasil pengamatan Tim peneliti GasMin, disampaikan bahwa peggunaan gas batubara untuk peleburan aluminium telah menghemat biaya produksi sebesar 40%.

Pada tahun 2016 ini akan ditempatkan di 10 IKM/UMKM di Provinsi DI Yogyakarta sebagai program pengembangan dari kegiatan pada TA 2015, yaitu:

· Dua IKM peleburan aluminium masing-masing berada di Kota Yogyayakarta dan Kabupaten Bantul.

· Dua IKM Batik masing-masing berada di Kabupaten Sleman untuk energi pada proses pelorotan lilin/malam dan di Kabupaten Kulon Progo untuk proses pengeringan kain.

· Dua IKM Kerupuk, keduanya berada di Kabupaten Bantul namun peruntukannya berbeda, masing-masing sebagai energi pada boiler dan energi pada ruang pengering produk.

110

· IKM Tempe (tempe Super Dangsul) di Kabupaten Bantul (sebagai energi pada boiler).

· Petani jamur, untuk sterilisasi media jamur di Kabupaten Bantul (sebagai energi pada boiler).

· IKM kue (bakpia) di Kabupaten Kulon Progo (sebagai energi pada boiler).

· Industri penggilingan padi, untuk pengering gabah di Kabupaten Kulon Progo.

Narasumber FGD berasal dari Dinas Perindagkop dan UMKM Provinsi DIY, Dinas PU dan ESDM Provinsi DIY, Asisten Deputi Industri Ekstraktif Kementrian Koordinator Perekonomian. Juga dihadirkan pimpinan dari 3 IKM yang menjadi percontohan Implementasi GasMin tahun 2015, yakni IKM peleburan aluminium, minyak atsiri dan tahu yang diwakili oleh Bambang Suryanto (IKM Minyak Atsiri) untuk menyampaikan testimoni penggunaan GasMin.

Gambar 60. Pengembangan Implementasi Teknologi Gasifikasi Batubara 10 IKM di Provinsi DIY

Selain itu diselenggarakan juga beberapa FGD lain sepanjang tahun 2016 (Tabel 25).

Tabel 25. FGD yang diselenggarakan sepanjang 2016

NO JUDUL FGD TANGGAL TEMPAT

1 Pengelolaan Jurnal Secara

Elektronik 17 - 19 Februari 2016 Auditorium H.S. Hartono P3GL, Bandung

2 Manajemen Pernerbitan Jurnal Elektronik dalam Rangka Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah Berbasis Web Menuju E-Library P3TKEBTKE Untuk Akreditasi Nasional

3 Mei 2016 P3TKEBTKE, Jakarta

111

NO JUDUL FGD TANGGAL TEMPAT

3 Akreditasi dan Indexasi Jurnal Elektronik

24 Juni 2016 Auditorium H.S. Hartono P3GL, Bandung

4 FGD Migas (Penelitian Gas Biogenik dan Cekungan Sedimenter untuk Menunjang WK Migas di Perairan Indonesia)

22 s.d. 24 Agustus

6 FGD Mineral-KIGAM (Keterdapatan Kandungan Mineral Berat Plaser, Unsur Tanah Jarang dan

Penyebaran Lembah Purba di Kawasan Perairan Indonesia Bagian Barat)

26 September s.d. 4 Oktober 2016

PPPGL Cirebon

7 Seminar Internasional Energi Laut (Research, Development, and Implementation of Ocean Energy in Indonesia as

Renewable Energy Resources)

7 s.d. 9 Desember

2016 Hotel Aston, Pasteur, Bandung

8 Aplikasi Pemanfaatan DME Sebagai Bahan Bakar Industri Kecil

22 – 24 Maret 2016 Purwokerto, Jawa Tengah

25 – 27 Juli 2016 Ngawi, Jawa Timur 8 September 2016 Lampung

9 UCG "Policy Brief" 23-24 Juni 2016 Palimanan - Cirebon 10 Pembangkit Listrik Tenaga

Gasifikasi Batubara (PTGB) merupakan salah satu solusi penyediaan energi listrik di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar)

13 April 2016 Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat

11 Pengelolaan Kerja Sama dalam Mendorong Implementasi Hasil Litbang

10 Maret 2016 Sentra Pengolahan dan Pemanfaatan Teknologi Mineral, Cipatat, Bandung Barat.

2. Capaian Anggaran/Keuangan 1. Realisasi Anggaran/DIPA Tahun 2016

Pagu anggaran/DIPA tahun 2016 (pagu awal) sebesar Rp 857.026.350.000,-, dengan dokumen Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2016 Nomor: SP DIPA-020.11-0/2016 diterbitkan oleh Kementerian Keuangan pada tanggal 7 Desember 2015.

112

Tabel 26. Alokasi Anggaran Badan Litbang ESDM Awal dan Setelah Revisi Tahun 2016

KODE KEGIATAN APBN PAGU (Rupiah) PAGU

Penghematan I (Rupiah)

PAGU Penghematan II

(Rupiah) 1910 Penelitian dan Pengembangan

Geologi Kelautan 132.976.281.000 132.976.281.000 103.681.925.000 1911 Penelitian dan Pengembangan

Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi

176.107.176.000 155.445.566.000 103.142.939.000

1912 Penelitian dan Pengembangan

Teknologi Mineral dan Batubara 190.807.123.000 164.561.029.000 122.366.608.000 1913 Penelitian dan Pengembangan

Teknologi Minyak dan Gas Bumi

“LEMIGAS”

312.955.331.000 310.455.331.000 279.228.650.000

1914 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral

44.180.439.000 44.180.439.000 34.059.900.000

TOTAL 857.026.350.000 807.618.646.000 642.480.022.000

Pada tahun anggaran 2016, pagu anggaran awal Program Penelitian dan Pengembangan Kementerian ESDM untuk 5 (lima) kegiatan sebesar Rp 857.026.350.000,-. Kemudian berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2016 tanggal 12 Mei 2016, anggaran mengalami penghematan menjadi Rp 807.618.646.000,- atau sebesar 6%. Penghematan dilakukan kembali berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tanggal 26 Agustus 2016, anggaran menjadi sebesar Rp 642.480.022.000,- atau sebesar 20%

terhadap anggaran penghematan I (Tabel 26).

Gambar 61. Alokasi Anggaran Setelah Penghematan berdasarkan jenis Kegiatan.

Realisasi penyerapan anggaran sampai akhir tahun 2016 adalah 97,36%, atau sebesar Rp 625.494.969.856,- dari total pagu anggaran setelah penghematan II sebesar Rp 642.480.022.000,- (Tabel 27).

0

1910 1911 1912 1913 1914

Alokasi Anggaran (Miliar Rupiah)

Kode Kegiatan Pagu Awal APBNP I APBNP II (selfblocking)

113

Tabel 27. Realisasi anggaran belanja per program tahun 2016 KODE KEGIATAN APBN PAGU Penghematan II

(Rupiah) REALISASI

(Rupiah) %

1910 Penelitian dan Pengembangan

Geologi Kelautan 103.681.925.000 102.163.366.441 98,54%

1911

Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi

103.142.939.000 98.534.461.992 95,53%

1912 Penelitian dan Pengembangan

Teknologi Mineral dan Batubara 122.366.608.000 117.288.377.337 95,85%

1913 Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi

“LEMIGAS” 279.228.650.000 273.989.301.596 98,12%

1914

Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral

34.059.900.000 33.519.462.490 98,41%

TOTAL 642.480.022.000 625.494.969.856 97,36%

Dari 5 (lima) kegiatan yang ada di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral pada tahun anggaran 2016, seluruhnya terealisasi mencapai di atas 90%.

Tabel 28 menyajikan pagu anggaran awal dan pagu anggaran penghematan berdasarkan jenis belanja.

Tabel 28. Pagu Anggaran Awal dan Setelah Penghematan per jenis belanja Jenis Belanja Pagu Anggaran (Rp.) Pagu Penghematan I

(Rp) Pagu Penghematan II (Rp)

Belanja Pegawai 139.389.820.000 138.889.820.000 123.538.991.000 Belanja Barang 478.073.941.000 454.079.969.000 341.358.690.000 Belanja Modal 239.562.589.000 214.648.857.000 177.582.341.000

Jumlah 857.026.350.000 807.618.646.000 642.480.022.000

Tabel 29 menyajikan realisasi dan sisa anggaran berdasarkan jenis belanja, yaitu belanja pegawai dengan realisasi 93,97%, belanja barang realisasi 97,88%, dan belanja modal dengan realisasi 98,70%.

Tabel 29. Realisasi dan Sisa Anggaran Setelah Penghematan

Jenis Belanja Pagu Anggaran (Rp.)

Realisasi Sisa Anggaran

(Rp.) % (Rp.) %

•Belanja Pegawai 123.538.991.000 116.094.889.813 93,97% 7.444.101.187 6,03%

•Belanja Barang 341.358.690.000 334.126.659.456 97,88% 7.232.030.544 2,12%

•Belanja Modal 177.582.341.000 175.273.420.587 98,70% 2.308.920.413 1,30%

Jumlah 642.480.022.000 625.494.969.856 97,36% 16.985.052.144 2,64%

Pagu anggaran berdasarkan jenis belanja dapat dilihat pada Gambar 62, terbesar pada belanja barang, yaitu sebesar 53% (Rp.

341.358.690.000,-), kemudian pada belanja modal sebesar 28% (Rp.

177.582.341.000,-), dan belanja pegawai sebesar 19% (Rp.

123.538.991.000,-).

114

Gambar 62. Pagu anggaran berdasarkan jenis belanja.

Realisasi anggaran berdasarkan jenis belanja (Gambar 63) paling besar dicapai pada belanja modal sebesar 98,7% (Rp. 175.273.420.587,-), kemudian belanja barang sebesar 97,88% (Rp. 334.126.659.456,-), dan belanja pegawai sebesar 93,97% (Rp. 116.094.889.813,-).

Gambar 63. Realisasi Anggaran berdasarkan jenis Belanja.

Sisa anggaran berdasarkan jenis belanja (Gambar 63) paling besar pada belanja pegawai sebesar 6,03% (Rp. 22.794.930.187,-), kemudian belanja barang sebesar 2,12% (Rp. 119.953.309.544,-), dan belanja modal sebesar 1,3% (Rp. 39.375.436.413,-). Sisa anggaran sebesar 2,64% karena adanya capaian penerimaan dari PNBP dan BLU tidak tercapai sebesar Rp 5.532.600.426,-.

Berdasarkan data dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa secara umum dalam pelaksanaan kegiatan tahun 2016 telah menyerap anggaran yang tersedia secara optimal untuk menghasilkan output berdasarkan target kinerja. Namun demikian terdapat beberapa kegiatan tahun 2016 yang tidak terlaksana atau realisasi rendah sehingga mempengaruhi jumlah realisasi anggaran. Hal ini disebabkan antara lain:

123,538,991,000, 19%

341,358,690,000, 53%

177,582,341,000, 28%

Pagu Anggaran

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

0 50 100 150 200 250 300 350

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal 93,97%

97,88%

98,7%

6,03%

2,12%

Anggaran (Miliar Rupiah) 1,3%

Jenis Belanja