• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Postur Kerja Proses Pengangkutan Scrap (Beban) 20 kg Ke Tempat Pembuangan

METODOLOGI PENELITIAN

ANALISA PEMECAHAN MASALAH

6.1. Analisis Postur Kerja yang Dapat Menimbulkan Kelelahan

6.1.2. Analisis Postur Kerja Proses Pengangkutan Scrap (Beban) 20 kg Ke Tempat Pembuangan

6.1.2.1. Analisis Postur Kerja Terhadap Gerakan Mengambil Bahan/Beban

Postur kerja untuk gerakan mengambil bahan/beban:

1. Tulang punggung harus membungkuk dengan sudut 0-200 sewaktu melakukan gerakan ini. Terlihat di lapangan bahwa operator sedikit harus membungkuk untuk mengambil beban yang ada di lantai ini. Hal ini sedikit mengakibatkan kelelahan pada tulang punggung operator.

2. Tulang pinggang harus bengkok menyesuaikan posisi tubuh yang membungkuk sehingga mengalami kontraksi yang sangat tinggi pada saat melakukan gerakan. 3. Leher harus bengkok dengan membentuk sudut >200 untuk melihat beban

dengan posisi badan yang membungkuk, hal ini terlihat dilapangan bahwa operator harus menekuk lehernya sehingga menambah tingkat kesulitan dan kelelahan bagi operator.

4. Lengan atas sebelah kiri dan kanan membentuk sudut 20-450 sambil menahan beban seberat 20 kg. Hal ini terlihat di lapangan bahwa operator sedikit mengalami kesulitan.

5. Lengan bawah sebelah kiri dan kanan membentuk sudut 60-1000 sambil menahan beban seberat 20 kg. Terlihat di lapangan bahwa operator harus menjangkau beban dengan menjulurkan kedua tangan yang ada di lantai, sehingga mengakibatkan kelelahan pada operator.

Dari pengolahan data yang diperoleh pada gerakan mengambil beban dengan posisi membungkuk, diperoleh skor REBA sebelah kiri dan kanan adalah 7 dengan level resiko sedang, level tindakan adalah 2 dan diperlukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa operator harus

c m c m cm cm c m

mengambil beban dengan posisi membungkuk sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja.

Perbaikan yang dilakukan adalah dengan meletakkan bahan arang di atas meja. Meja yang dibuat harus sesuai dengan data antropometri tubuh masyarakat Indonesia. Untuk pria didapat tinggi tubuh berdiri tegak yaitu rata-rata 163 cm dan tinggi bahu rata-rata yaitu 133 cm2. Dari tinggi tubuh berdiri tegak dan tinggi bahu tersebut didapat bahwa agar tubuh bekerja dengan tegak, diperlukan ketinggian meja sekitar 110-115 cm.

Meja kerja yang dirancang, seperti yang terlihat pada Gambar 6.3.

6.1.2.2. Analisis Postur Kerja Terhadap Gerakan Mengangkat Beban dari Lantai

Postur kerja untuk gerakan mengangkat beban dari lantai adalah:

1. Pundak harus menahan beban seberat 20 kg dengan posisi normal . Terlihat bahwa operator tidak begitu mengalami kesulitan.

2. Leher harus bengkok dengan membentuk sudut 0-200. Hal ini terlihat bahwa operator harus menahan beban di punggung yang disandarkan di leher sehingga menambah tingkat kelelahan bagi operator.

3. Lengan atas sebelah kiri membentuk sudut 20-450 sedangkan sebelah kanan membentuk sudut 45-900 sambil menahan beban seberat 20 kg. Terlihat bahwa operator harus menahan beban di kedua tangan, sehingga akan mengakibatkan kelelahan yang diperoleh bagi operator.

4. Lengan bawah sebelah kiri membentuk sudut <600 sedangkan sebelah kanan membentuk sudut >1000 sambil menahan beban seberat 20 kg. Terlihat bahwa operator akan mengalami kelelahan dan kesulitan.

Dari pengolahan data yang diperoleh pada gerakan mengangkat beban dari lantai, diperoleh skor REBA sebelah kiri adalah 4 dengan level rseiko sedang, level tindakan adalah 2 dan diperlukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja sedangkan sebelah kanan adalah 6 dengan level resiko sedang dan diperlukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa operator harus mengangkat beban dengan menjinjing beban pada kedua tangan dengan menyandarkan beban pada punggung sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja.

Perbaikan yang dilakukan adalah dengan menghilangkan postur kerja gerakan ini, dikarenakan ada meja pada gerakan sebelumnya.

2

6.1.2.3. Analisis Postur Kerja Terhadap Gerakan Meletakkan Beban Di Pundak

Postur kerja untuk gerakan meletakkan beban di pundak adalah:

1. Pundak harus menahan beban seberat 20 kg dengan posisi normal . Terlihat bahwa operator tidak begitu mengalami kesulitan.

2. Leher harus bengkok dengan membentuk sudut 0-200. Halini terlihat bahwa operator harus menahan beban di punggung yang disandarkan di leher sehingga menambah tingkat kelelahan bagi operator.

3. Lengan atas sebelah kiri membentuk sudut 45-900 sedangkan sebelah kanan membentuk sudut 20-450 sambil menahan beban seberat 20 kg. Terlihat bahwa operator harus menjinjing beban di atas bahu, sehingga akan mengakibatkan kelelahan yang diperoleh bagi operator.

4. Lengan bawah sebelah kiri dan kanan membentuk sudut >1000 sambil menahan beban seberat 20 kg. Terlihat bahwa operator akan mengalami kelelahan dan kesulitan.

Dari pengolahan data yang diperoleh pada gerakan mengangkat beban dari lantai, diperoleh skor REBA sebelah kiri adalah 6 dengan level resiko sedang, level tindakan adalah 2 dan diperlukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja sedangkan sebelah kanan adalah 5 dengan level resiko sedang, level tindakan adalah 2 dan diperlukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa operator harus mengangkat beban dengan menjinjing beban pada kedua tangan dengan menyandarkan beban pada punggung sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja.

Perbaikan yang dilakukan adalah dengan menggunakan kereta sorong. Kereta sorong yang dirancang, seperti yang terlihat pada Gambar 6.4.

Gambar 6.4. Rancangan Kereta Sorong

Kereta sorong yang dirancang memiliki dimensi dan ukuran sebagai berikut :

a. Panjang muatan kereta sorong = 45 cm

b. Lebar muatan kereta sorong = 100 cm

c. Jari-jari roda kereta sorong = 25 cm

d. Jarak pegangan ke muatan kereta sorong = 35 cm

6.1.2.4. Analisis Postur Kerja Terhadap Gerakan Berjalan Menuju Tempat Pembuangan Sambil Memikul Beban

Postur kerja untuk gerakan berjalan menuju eltor/bus kecil sambil memikul beban adalah:

1. Pundak harus menahan beban seberat 20 kg dengan posisi normal. Terlihat bahwa operator tidak begitu mengalami kesulitan.

2. Leher harus bengkok ke samping dengan membentuk sudut 0-200.. Hal ini terlihat bahwaoperator harus menahan beban di punggung yang disandarkan di leher sehingga mengalami kelelahan bagi operator.

3. Lengan atas sebelah kiri membentuk sudut 45-900 sedangkan sebelah kiri membentuk sudut 20-450 sambil menahan beban seberat 20 kg. Terlihat bahwa operator harus menjinjing beban di atas bahu, sehingga akan mengakibatkan kelelahan yang diperoleh bagi operator.

4. Lengan bawah sebelah kiri dan kanan membentuk sudut >1000 sambil menahan beban seberat 20 kg. Hal ini terlihat bahwa operator akan mengalami kelelahan.

Dari pengolahan data yang diperoleh pada gerakan berjalan menuju tempat pembuangan, diperoleh skor REBA sebelah kiri adalah 7 dengan level resiko sedang, level tindakan adalah 2 dan diperlukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja sedangkan sebelah kanan adalah 5 dengan level resiko sedang, level tindakan adalah 2 dan diperlukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja. Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa operator harus mengangkat beban dengan menjinjing beban pada kedua tangan dengan menyandarkan beban pada punggung, kondisi kaki tidak beraturan, sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja.

Perbaikan yang dilakukan adalah dengan menghilangkan postur kerja gerakan ini, dikarenakan adanya kereta sorong pada gerakan sebelumnya.

6.1.2.5. Analisis Postur Kerja Terhadap Gerakan Membuang ke Tempat Pembuangan Sambil Membungkuk

Postur kerja untuk gerakan membuang ke tempat pembuangan sambil membungkuk adalah:

1. Tulang punggung harus membungkuk dengan sudut 20-600 yang menyebabkan tulang punggung harus mengalami tingkat kesulitan dan kelelahan bagi operator.

2. Tulang pinggang harus bengkok menyesuaikan posisi tubuh yang membungkuk sehingga mengalami kontraksi yang sangat tinggi pada saat melakukan gerakan. 3. Leher harus bengkok dengan membentuk sudut >200 untuk melihat beban

dengan posisi badan yang membungkuk sehingga menambah tingkat kelelahan bagi operator.

4. Lengan atas sebelah kiri dan kanan membentuk sudut 20-450 sambil menahan beban seberat 20 kg. Hal ini terlihat bahwa operator akan mengalami sedikit kelelahan pada bagian lengan atas.

5. Lengan bawah sebelah kiri dan kanan membentuk sudut 60-1000 sambil menahan beban seberat 20 kg. Hal ini terlihat bahwa operator akan mengalami tingkat kelelahan.

Dari pengolahan data yang diperoleh pada gerakan ini, diperoleh skor REBA sebelah kiri dan kanan adalah 7 dengan level resiko sedang, level tindakan adalah 2 dan diperlukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja. Pengamatan di lapangan menujukkan bahwa operator harus menurunkan beban dengan posisi membungkuk sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan terhadap postur kerja.

Untuk postur kerja elemen gerakan kelima tidak dilakukan tindakan perbaikan, dikarenakan sudah tepat kegiatan/tindakan operator.

Dokumen terkait