BAB 4 PENUTUP
4.2 Saran
Setelah dilakukan penelitian tentang problematika aktivitas anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Periode 2014 – 2019 maka saran saran yang dapat diberkan adalah sebagai berikut. Saran kepada pemerintah, permerintah harus memperkuat integritas lembaga-lembaga yang bertanggungawab pada pengawasan internal dan penegakan hukum. Menutup kesenjangan antara regulasi dengan praktik penegakan hukum antikorupsi. Mendukung dan melindungi
masyarakat sipil dan media yang bebas dari tekanan dan ancaman pada pengungkapan korupsi. Ikut menjaga dan melindungi independensi KPK dalam menjalan fungsi penegakan hukum. Menaikkan gaji yang sesuai agar terhindar dari godaan korupsi. Hal terpenting adalah perlu adanya aplikasi ataupun web yang menunjukkan kinerja dari anggota DPRD itu sendiri.
Saran terhadap anggota DPRD adalah harus menempatkan dirinya menjadi bagian penting dalam menjalankan semua agenda tugas dan tidak korupsi untuk menciptakan politik dan demokrasi yang bermartabat. Mendukung sepenuhnya upaya pemberantasan korupsi secara politik, dengan mengurungkan segala kebijakan legislasi yang tidak berpihak pada penguatan gerakan antikorupsi dan sebaliknya harus aktif mengembangkan dan mendorong penguatan regulasi anti korupsi yang lebih progresif. Serta hal terpenting adalah menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Saran terhadap partai politik adalah perlunya pengkaderan yang baik terhadap calon calon anggota DPRD dimana seorang anggota harus paham tugas dan fungsinya. Kedua, harus mencalonkan kader kader terbaik. Ketiga, memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat agar masyarakat melek akan politik dan dapat memilih secara rasional. Terakhir dengan menjalin ikatan emosional dengan masyarakat agar membangun loyalitas masyarakat dan mengurangi potensi politik uang.
Saran terakhir adalah kepada masyarakat. Saran pertama adalah dimana sebagai masyarakat harus bijak dalam memilih wakil rakyat. Memilih secara kemampuan calon dan tidak tergoda akan politik uang. Kemudian ikut aktif dalam pengawasan kinerja dari wakil rakyat tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Amindoni, Ayomi, Korupsi Massal di Sumut: Kongkalikong dan Pasar Gelap Kekuasaan[Berita Online BBC.com pada 2 April 2018], Tersedia pada situs https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43611177, Diakses pada 15 Februari 2021, Pukul 21. 13 WIB.Amir, Makmur dan Reni Dwi Purnomowati, 2005, Lembaga Perwakilan Rakyat. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Antara, KPK Tetapkan 38 Anggota DPRD Sumut Sebagai Tersangka(Berita Online CNN Indonesia, Sabtu, 31 Maret 2018), Tersedia pada situs
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180331000038-12-287151/kpk-tetapkan-38-anggota-dprd-sumut-sebagai-tersangka, Diakses Pada 15 Februari 2021, Pukul 13.18 WIB.
Arsyad, H. Jawade Hafidz, 2015, Korupsi dalam Perspektif HAN, Jakarta: Sinar Grafika.
Bahri, Syamsul, 2008, Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Korupsi dan Modus Korupsi APBD di Malang Raya, Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Bisnis, Volume 6 Nomor 1. Tersedia pada situs https://media.neliti.com/media/publications/110805-ID-analisis-faktor-faktor-yang-mempengaruhi.pdf. Diakses pada tanggal 14 Oktober 2019, Pukul 23.00 WIB.
Budiardjo, Miriam, 1998, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Chaterina Simamora, Juliana, 2018, Kinerja Anggota Legislatif Perempuan Periode 2014-2019 Dalam Fungsi Legislasi Di Kantor DPRD Tingkat I Provinsi Sumatera Utara[Skripsi program Studi Program Studi
Administrasi Publik], Medan: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Tersedia pada situs file:///C:/Users/Windows%2010/Downloads/140903126.pdf, Diakses Pada 28 Maret 2021 Pukul 16.42 WIB.
Daulay, Fahrizal Fahmi, 2019, Sumut Peroleh Rangking Satu Provinsi Terkorup di Indonesia Versi KPK (berita online Tribun Medan), Diakses dari https://medan.tribunnews.com/2019/04/15/sumut-peroleh-rengking-satu-provinsi-terkorup-di-indonesia-versi-kpk, Diakses pada 14 Oktober 2019, Pukul 23.45 WIB.
Dewi, Susi Fitria, 2017, Sosiologi Politik, Yogyakarta: Gre Publishing.
Disiplin, Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, Tersedia pada situs https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/disiplin, Diakses pada 10 Februari 2021, Pukul 19.05 WIB.
Djaja, Ermansyah, 2008, Memberantas Korupsi Bersama KPK, Jakarta: Sinar Grafika.
Djelantik, Sukawarsini, 2008, Korupsi, Kemiskinan dan Masalah di Negara Berkembang, Jurnal Administrasi Publik, Volume 5, Nomor 1. Tersedia pada situs https://media.neliti.com/media/publications/73661-ID-korupsi-kemiskinan-dan-masalah-di-negara.pdf. Diakses pada 5 November 2019, Pukul 21.36 WIB.
DPRD Provinsi Sumatera Utara, 2019, Memori DPRD Provinsi Sumatera Utara Masa Jabatan 2014-2019, Sumatera Utara: DPRD Provinsi Sumatera Utara.
DPRD Provinsi Sumatera Utara, Sejarah DPRD Provinsi Sumatera Utara (Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Masa ke Masa)
https://www.dprd-sumutprov.go.id/index.php/ketua-dprd-su-dari-masa-ke-masa. Diakses pada 8 januari 2020, Pukul 16.00 WIB.
Efflot, Kimberly Ann, 1999, Korupsi dan Ekonomi Dunia, Diterjemahkan oleh A.
Rahman Zainuddin, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Fauzan, Indra, 2012, Menelaah Korupsi Dan Demokrasi Di Indonesia, Dalam Jurnal POLITEIA, Vol.4 Nomor 2. Tersedia pada situs https://jurnal.usu.ac.id/index.php/politeia/article/download/16093/6861.
Diakses pada tanggal 14 Oktober 2019, Pukul 23.18 WIB.
Faza, Hafiz, KPK Kantongi Dana Sebesar Ini Dari Kasus Suap DPRD Sumut[Berita Online RilisId pada 23 April 2018 Pukul 09.18 WIB], Tersedia pada situs https://m.rilis.id/kpk-kantongi-dana-sebesar-ini-dari-kasus-suap-dprd-sumut, Diakses pada 15 Februari 2021, Pukul 18.32 WIB.
Ferri, Oscar, Wajah Lesu Eks Ketua DPRD Sumut Terancam Gugur Di Pilkada(Berita online Liputan 6, 11 November 2015, Pukul 06.15 WIB), Tersedia Pada Situs https://www.liputan6.com/news/read/2362577/wajah-lesu-eks-ketua-dprd-sumut-terancam-gugur-di-pilkada, Diakses Pada 14 Februari 2021, Pukul 20.18 WIB.
Firmansyah, Dian, 2019, Analisis Fiqh Siyasah Terhadap Anggota DPRD Sumatera Utara Yang Pindah Partai Politik[Skripsi program studi Siyasah], Medan: Fakultas Syari’ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri
Sumatera Utara. Tersedia pada situs
http://repository.uinsu.ac.id/7685/1/SKRIPSI%20DIAN%20FIRMANSY AH.pdf. Diakses pada 12 Januari 2021, Pukul 10.00 WIB.
Hafiz, Raden Imam Al & Moris Adidi Yogia, 2017, Abuse Of Power: Tinjauan Terhadap Penyalahgunaan Kekuasaan Oleh Pejabat Publik Di Indonesia, Publika, Volume 3, Nomor. 1. Tersedia pada situs http://journal.uir.ac.id/index.php/JIAP/article/download/3494/1825.
Diakses pada tanggal 20 November 2019, Pukul 22.08 WIB.
Hariyani, Happy Febrina (dkk), 2016, Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Korupsi Di Kawasan Asia Pasifik (Analysis Of Factors That Affecting Corruption In Asia-Pacific Region), Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, Volume 5, Nomor 2. Tersedia pada situs http://journal.ipb.ac.id/index.php/jekp/article/view/22322. Diakses pada tanggal 24 November 2019, Pukul 15.18 WIB.
Hartiningsih, Maria, 2011, Korupsi yang Memiskinkan, Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
Hasibuan, M, 2003, Organisasi dan Motivasi Dasar Peningkatan Produktivitas.
Jakarta: Bumi Aksara.
Hasibuan, Winna Margaretha, 2019, Kaitan Sistem Pemilu dan Korupsi Legislatif (Studi analisis deskriptif kaitan sistem pemilu dan korupsi legislatif Tapanuli Tengah periode 2015- 2020)[Tesis Magister Ilmu Politik], Medan: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
Tersedia pada situs http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/20074.
Diakses pada 6 Januari 2021, Pukul 12.06 WIB.
Heywood, Andre, 2014, Politik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
January, Al Ichsan Richar, 2017, Relasi Wakil Dan Terwakil (Studi Tentang : Hubungan Rahman Pina Dan Konstituen)[Skripsi Departemen Ilmu Politik],Makassar: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas
Hasanuddin. Tersedia pada situs
file:///C:/Users/Windows%2010/Downloads/NzgxNWU2NTg3MmRlND M1OGY2M2JhMjUzZjk0MmJmYzYyYWNjMzUxYw==(1).pdf, Diakses pada 25 Februari 2021 Pukul 19.16 WIB.
Jurnaliston, Reza, KPK Resmi Tahan 2 Eks Anggota DPRD Sumut Terkait Suap (Berita Online Kompas.com, 9 Juli 2018, Pukul 17.25 WIB), Tersedia pada situs https://nasional.kompas.com/read/2018/07/09/17254011/kpk-resmi-tahan-2-eks-anggota-dprd-sumut-terkait-kasus-suap?page=all, Diakses pada 13 Feb 2021, Pukul 13.11 WIB.
Karakter, Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, Tersedia pada situs https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/karakter, Diakses pada 10 Februari 2021, Pukul 19.20 WIB.
Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara Nomor:
1207/Kpts/KPU Prov-002/V/2014 tentang Penetapan Perolehan Kursi Partai politik Serta Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara Pemilihan Umum Tahun 2014.
Korupsi, Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, Tersedia pada situs https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/korupsi, Diakses pada 26 November 2019, Pukul 17.05 WIB.
KPK, 2016, Dampak Sosial Korupsi, Jakarta: Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Kedeputian Bidang Pencegahan.
KPU, 2014, Forum Orang Miskin Sumut Tuntut Pemilu Ulang di Medan.
Tersedia pada situs https://sumut.kpu.go.id/2014/05/rzqof/berita/448/, diakses pada 25 feb 2021 pukul 17.32 WIB.
Kusnardi, Moh dan Bintan R. Saragih, 1995, Ilmu Negara, Jakarta : Gaya Media Pratama.
Leandha, Mei, 2018, KPK Periksa 46 Anggota DPRD Sumut terkait Uang "Tutup Mulut" (berita online Kompas.com), Tersedia pada situs https://regional.kompas.com/read/2018/01/29/20023641/kpk-periksa-46-anggota-dprd-sumut-terkait-uang-tutup-mulut, Diakses pada 30 Oktober 2019, Pukul 00.19 WIB.
Marijan, Kacung, 2010, Sistem Politik Indonesia Konsolidasi Demokrasi Pasca-Orde Baru, Jakarta: Kencana.
Media Indonesia, 2016, Soal Busana, Anggota DPRD Sumut Harus Diingatkan[Berita Online Media Indonesia], Tersedia pada situs https://m.mediaindonesia.com/nusantara/43988/soal-busana-anggota-dprd-sumut-harus-diingatkan, Diakses pada 28 Februari 2021 Pukul 20.43 WIB.
Martono, Nanang, 2016, Metode Penelitian Sosial: Konsep Konsep Kunci, Jakarta: Rajawali Pers.
Miftahurrohmah, Kartika, 2018, Tugas dan Fungsi Anggota DPRD dalam Pengawasan Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Medan [Skripsi departemen Hukum Administrasi Negara], Medan: Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara. Tersedia pada situs file:///C:/Users/Windows%2010/Downloads/130200180(1).pdf. Diakses pada 4 Januari 2021, Pukul 14.12 WIB.
Moeleong, Lexy J, 2006, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhtadi, Burhanuddin, 2013, Politik Uang Dan Dinamika Elektoral Di Indonesia: Sebuah Kajian Awal Interaksi Antara “ Party-Id” Dan Patron-Klien, jurnal Penelitian Politik, volume 10 no 1. Tersedia pada situs http://ejournal.politik.lipi.go.id/index.php/jpp/article/download/217/93, Diakses pada 26 Februari 2021 Pukul 19.36 WIB.
Nanawi,1995, Metode Penelitian Bidang Sosial, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Narbuko, Cholid & Abu Achmadi, 2009, Metode Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara.
Nawatmi S, 2014, Korupsi dan Pertumbuhan Ekonomi Negara - Negara Asia Pasifik, Jurnal Bisnis dan Ekonomi, Volume 21, Nomor 1. Tersedia pada situs https://media.neliti.com/media/publications/24209-ID-korupsi-dan-pertumbuhan-ekonomi-negara-negara-asia-pasifik.pdf. Diakses pada 26 November 2019, Pukul 18.45 WIB.
Nazir, Mohammad, 1998, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia.
Peraturan DPRD Sumatera Utara Nomor 4/K/2014 tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Rakyat Provinsi Sumatera Utara.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten, Dan Kota.
Pratama, Ilham Rian, KPK Tetapkan 14 Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara Jadi Tersangka Kasus Suap Gatot Pujo Nugroho[Berita Online Tribunnews.com pada 30 Januari 2020 Pukul 21.48 WIB], Tersedia pada situs https://www.tribunnews.com/nasional/2020/01/30/kpk-tetapkan-14- mantan-anggota-dprd-sumatera-utara-jadi-tersangka-kasus-suap-gatot-pujo-nugroho, Diakses pada 15 Februari 2021, Pukul 19.04 WIB.
Pratama, Ilham Rian, KPK Sudah Jerat 64 Tersangka Kasus Suap Massal Eks Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho(Berita Online Tribunnews.com, Jumat, 31 Januari 2020 Pukul 13.43 WIB), Tersedia Pada Situs
https://www.tribunnews.com/nasional/2020/01/31/kpk-sudah-jerat-64-tersangka-kasus-suap-massal-eks-gubernur-sumut-gatot-pujo-nugroho, Diakses Pada 14 Februari 2021 Pukul 18.42 WIB.
Priyambudi, Pembaharuan Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Tersedia pada situs https://www.kejari- jakbar.go.id/index.php/component/k2/item/239-pembaharuan-undang-undang-pemberantasan-tindak-pidana-korupsi, Diakses pada 15 Februari 2021, Pukul 19. 24 WIB.
Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, 1978, Sejarah Daerah Sumatera Utara, Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah.
Ramadhan, Arditho, Kasus Dugaan Suap KPK Periksa 12 Mantan Anggota DPRD Sumut (Berita Online Kompas.com, 4 Juni 2020, Pukul 12.16
WIB), Tersedia Pada Situs
https://nasional.kompas.com/read/2020/06/04/12164511/kasus-dugaan-suap-kpk-periksa-12-mantan-anggota-dprd-sumut?page=all, Diakses Pada 15 Februari 2021, Pukul 13.57 WIB.
Salama, Nadiatus, 2010, Fenomena Korupsi Indonesia (Kajian Mengenai Motif dan Proses Terjadinya Korupsi), Semarang: Pusat Penelitian IAIN Walisongo Semarang.
Salman, Ahmad Fakhri, 2018, Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Penyalahgunaan Wewenang Dalam Penggunaan AnggaranPada Sekretariat Dprd (Studi Putusan No.75/Pid.Sus-Tpk/2014/PN.
Medan)[Skripsi Departemen Hukum Pidana], Medan: Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara. Tersedia pada situs https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://jurnal.
usu.ac.id/index.php/jmpk/article/download/23071/10028&ved=2, Diakses pada 28 Februari 2021 Pukul 23.56 WIB.
Sanit, Arbi, 1985, Perwakilan Politik di Indonesia, Jakarta: CV. Rajawali, Jakarta.
Santoso, Audrey, Kasus Suap 7 Anggota DPRD Sumut Kompak Terima Vonis 4 Tahun Bui [Berita online Detik.com pada 1 Maret 2017 Pukul 14.18 WIB], Tersedia pada situs https://news.detik.com/berita/d-3435178/kasus-suap-7-anggota-dprd-sumut-kompak-terima-vonis-4-tahun-bui, Diakses pada 15 Februari 2021 Pukul 17.55 WIB.
Saragih, Berkatdo, 2018, Pelaksanaan Fungsi Pengawasan DPRD Kota Medan dalam Perencanaan Pembangunan Kota Medan[Tesis program studi Perencanaan Pembagunan Wilayah dan Pedesaan], Medan: Universitas
Sumatera Utara. tersedia pada situs
http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/22201. Diakses pada 4 Januari 2021, Pukul 17.42 WIB.
Saragih, Bintan R, 1988, Lembaga Perwakilan dan Pemilihan Umum di Indonesia, Jakarta: Gaya Media Pratama.
Sarwanto, Abi, Empat Legislator Dari Sumut Didakwa Terima Suap Dari Gatot [Berita online CNN Indonesia pada 31 Maret 2016 Pukul 19.07 WIB],
Tersedia pada situs
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160331155201-12-120823/empat-legislator-daerah-sumut-didakwa-terima-suap-dari-gatot, Diakses pada 15 Februari 2021, Pukul 17.28 WIB.
Saut Situmorang disampaikan dalam Seminar Nasional dengan tema “Peran Milenial Dalam Pemberantasan Korupsi”, Diselenggarakan oleh DPD Mapancas Medan, tanggal 29 Februari 2020.
Setiadi, Wicipto, 2018, Korupsi Di Indonesia (Penyebab, Bahaya, Hambatan dan Upaya Pemberantasan, Serta Regulasi), Dalam Jurnal Legislasi Indonesia,
Volume 15 Nomor 3. Tersedia pada situs https://e-jurnal.peraturan.go.id/index.php/jli/article/download/234/pdf, Diakses pada 16 Februari 2021, Pukul 09.47 WIB.
Shoim, Muhammad, 2009, Laporan Penelitian Individual (Pengaruh Pelayanan Publik Terhadap Tingkat Korupsi pada Lembaga Peradilan di Kota Semarang, Semarang: Pusat Penelitian IAIN Walisongo Semarang.
Sidharta, 2006, Moralitas Profesi Hukum: Suatu Tawaran Kerangka Berpikir, Bandung : Refika Aditama.
Sihidi, Iradhad Taqwa, dkk, 2019, Relasi Politik Uang dan Party-ID Di Indonesia, Jurnal Ilmu Pemerintahan, Volume 5, Nomor 2. Tersedia Pada Situs http://jurnal.unpad.ac.id/cosmogov/index, Diakses pada tanggal 26 Februari 2021 Pukul 14.46 WIB.
Sihombing, Eka N.A.M. dan Mirza Nasution, 2019, Ilmu Negara, Sumatera Uatara: Enam Media.
Silalahi, Ulber, 2009, Metode Penelitian Sosial, Bandung: Refika Aditama.
Soemantri, Sri, 1994, DPR-RI Semasa Orde Baru, Tinjauan Analitis Anggota DPR-RI Masa Kerja 1982- 1987, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Sugiyono, 2005, Memahami Penelitian, Bandung: CV Alfabeta.
________, 2012, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung:
Alfabeta.
Surat Keputusan KPU RI Nomor 265/PL.01.3-Kpt/06/KPU/IV/2018 tentang Penetapan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota di Wilayah Provinsi Sumatera Utara.
Tempo.co, Tujuh Anggota DPRD Sumut Didakwa Terima Suap Gatot Pujo [Berita Online Tempo.co, Rabu, 26 Oktober 2016, 20.49 WIB], Tersedia Pada Situs https://nasional.tempo.co/read/815323/tujuh-anggota-dprdsumut-didakwa-terima-suap-gatot-pujo, Diakses pada 14 Februari, Pukul 21.31 WIB.
Tim SPORA KPK, 2015, Kapita Selekta Dan Beban Biaya Sosial Korupsi, Jakarta: KPK.
Undang-Undangan Nomor 4 Tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 24, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3811).
Undang Undang no 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum pada, Pasal 240.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Persyaratan Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3839).
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587).
Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Undang-undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437).
Warsito, Budi, Wakil rakyat Minim, Rapat Paripurna 3 Ranperda Batal Digelar [Berita Online Jawa Pos 26 November 2018 Pukul 16.32 WIB], Tersedia pada situs https://www.jawapos.com/jpg-today/26/11/2018/wakil-rakyat-minim-rapat-paripurna-3-ranperda-batal-digelar/, Diakses pada 29 Maret 2021 Pukul 01.07 WIB.
Wawancara dengan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Periode 20014-2019 Aduhot Simamora pada 17 Februari 2020 Di Hotel Danau Toba Medan.
Wawancara dengan Dosmar Banjarnahor selaku Bupati Humbang Hasundutan pada 2 Mei 2020 Di Kantor Bupati Humbang Hasundutan.
Wawancara dengan Drs. Reinhard Hutapea M.Si selaku akademisi dalam hal ini dosen pada 21 Februari 2020 Di Kediaman Jl. Kuali No.44 Ayahanda, Medan.
Wawancara dengan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Periode 20014-2019 Wagirin pada 19 Februari 2020 Di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara.
Wijaya, Firman, 2008, Peradilan Korupsi Teori dan praktik, Jakarta: Penaku bekerja sama dengan Maharini Press.
DAFTAR LAMPIRAN
A. Pedoman Wawancara
1. Apa problematika aktivitas anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara?
2. Apa yang menjadi penyebab terjadinya problematika aktivitas DPRD Provinsi Sumatera Utara sendiri khususnya selama periode 2014-2019?
3. Problematika bisa disebabkan dua hal baik itu dari sistem maupun dari oknum yang terlibat, bagaimana yang terjadi di DPRD Provinsi Sumatera Utara sendiri?
4. Menurut bapak adakah pengaruh budaya, sosial masyarakat terhadap hal tersebut?
5. Apa yang menjadi penyebab terjadinya korupsi ini khususnya untuk DPRD sendiri?
6. Adakah pengaruh masyarakat, budaya, pendidikan, maupun agama terhadap korupsi ini?
7. DPRD sendiri mempunyai wewenang dan seringkali terjadi penyalahgunaan wewenang demi keuntungan pribadi, apakah kewenangan ini yang terlalu besar sehingga membuat DPRD menyalahgunakannya untuk keuntungan pribadi?
8. Apa dampak dari problematika aktivitas DPRD Provinsi Sumatera Utara?
9. Solusi apa yang terbaik dalam mengatasi problematika aktivitas DPRD Provinsi Sumatera Utara?
B. Transkrip Wawancara
1. Wawancara dengan Pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Utara Periode 2014 sampai dengan 2019
a. Identitas Key Informan
Nama : H. Wagirin Arman, S.Sos
Tempat, Tanggal Lahir : Klambir 5, 9 Maret 1949
Pendidikan : Sarjana
Pekerjaan : DPRD
b. Waktu Pelaksanaan Wawancara
Tanggal : 19 Februari 2020
Tempat : Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara
c. Pertanyaan dan Jawaban Wawancara
1) Pertanyaan : Apa yang menjadi penyebab terjadinya problematika aktivitas DPRD Provinsi Sumatera Utara sendiri khususnya selama periode 2014-2019?
Jawaban : Mungkin ada banyak, namun yang menurut saya yang paling menonjol adalah ketidakdisiplinan tugas. Ini harus ada kajian kajian sehingga muncul sikap sikap tanggung jawab yang lebih baik.
Sepintar apapun dia, namun jika tidak diimbangi disiplin yang baik maka akan tetap menjadi masalah. Jadi kendala utama adalah ketidak disiplinan. Aturan disepakati bersama namun
praktiknya diabaikan. Kemudian disiplin ini bisa berdampak banyak bisa menjadi korupsi tanpa memandang itu duit baik atau bukan. Jadi menurut saya yang palin utama itu disiplin, jika disiplin sudah baik maka tidak akan terjadi lagi masalah yang lain.
2) Pertanyaan : Apa yang menjadi penyebab terjadinya problematika aktivitas DPRD Provinsi Sumatera Utara sendiri khususnya selama periode 2014-2019?
Jawaban : Pertama adalah niat. Niat menjadi anggota DPRD itu apa? Kalau niatnya dari awal ingin mencari rezeki banyak, ingin menjadi orang yang menonjol dari segi ekonomi, mapan. Maka akan membuat terjadi masalah itu, merusak lembaga. Jadi niat itu penting. Niat menjadi DPRD kan membuat anggaran, menyalurkan aspirasi masyarakat, jadi kalo niatnya sudah diluar itu apalagi menambah pundi pundi, maka ini yang akan menjadi masalah dan melawan aturan main yang ada.
3) Pertanyaan : Menurut bapak adakah pengaruh budaya, sosial masyarakat terhadap hal tersebut?
Jawaban : Hal ini bukan lagi bicara budaya masyarakat.
Budaya bangsa kita itu bagus. Hal ini disebabkan pengaruh sistem. Sistem yang terbagun membuat ruang ruang, pemilu langsung. Inikan ada kontak langsung antara yang dipilih dan yang memilih.
Sistem demokrasi terbuka seperti ini budaya yang terganggu bahkan terkoyakkan. Pendidikan
masyarakat yang rendah, jadi bagaimana orang bisa paham fungsi peran serta tanggung jawabnya dalam pemilu. Pemahaman dan kesadaran politik apa yang bisa untuk memilih calon pemimpinnya sementara sistem itu mempengaruhi agar masyarakat memilih seseorang dengan memberikan sesuatu. Hal ini diluar kultur bangsa kita. Standart pemimpin baik diukur dari siapa yang ngasih dan tidak. Sistem harus diimbangi dengan pendidikan politik yang baik. Jadi sangat perlu pendidikan politik bagi masyarakat agar tidak terganggu dengan kepentingan sesaat. Atau bisa dirubah dengan sistem perwakilan sesuai dengan pancasila.
4) Pertanyaan : Apa dampak problematika ini terhadap masyarakat dan lembaga?
Jawaban : Hal ini mempengaruhi semua harapan masyarakat tidak akan tersampaikan sesuai dengan cita cita bangsa ini. Bagaimana mungkin akan tercipta masyarakat sejahtera dengan sistem yang buruk.
Jadi hal ini harus diimbangi dengan pendidikan politik yang baik. Bila perlu sistem diubah karna kesiapan masyarakat untuk pemilihan belum mampu. Kemudian budaya yang terbangun terganggu akibat money politic. Menganggap yang memberi adalah yang terbaik. Akhirnya akan mengganggu dan tidak akan memenuhi cita cita bangsa. Kemudian hal ini akan membuatnya lamban lembaga tersebut..
5) Pertanyaan : Kemudian di DPRD sendiri untuk mencegah hal itu terjadi, apa yang dilakukan?
Jawaban : Yang pertama kita memberikan pengarahan kepada anggota DPRD. Kemudian ada Badan Kehormatan DPRD, secara terpadu memberikan kesadaran untuk menegakkan disiplin tugas dan taat kepada aturan main. Kemudian memberikan pengawasan ketat, koreksi terhadap budget anggaran yang tidak pada posisi yang benar.
Artinya bahwa kita tidak boleh hanya berpikir
Artinya bahwa kita tidak boleh hanya berpikir