• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

3. Analisis Profitabilitas

Rasio profitabilitas KP4 menunjukkan kemampuan koperasi dalam menghasilkan SHU dalam periode tertentu. Pengukuran rentabilitas pada KP4 dilakukan dengan menggunakan rasio laba bersih (net profit margin), rasio tingkat pengembalian modal sendiri (return on net worth ratio), rasio operasional (operating margin ratio), dan rasio tingkat pengembalian investasi (return on

investment). Hasil perhitungan rasio rentabilitas KP4 dari 2009-2011 dapat dilihat

pada Tabel 9

Tabel 9 Hasil perhitungan rasio rentabilitas

Net profit margin adalah rasio antara laba setelah bunga dan pajak dengan

penjualan bersih untuk menunjukkan berapa bagian dari penjualan bersih yang menjadi laba setelah bunga dan pajak. Semakin tinggi rasio ini semakin menguntungkan karena laba bersih perusahaan semakin besar. Rasio laba bersih menunjukkan besarnya laba bersih yang dapat dihasilkan KP4 dari setiap 1 rupiah penjualan. Nilai rata-rata rasio ini adalah 42.6 % berada di atas standar yang baik. Hal ini dikarenakan adanya pendapatan jasa dari rekening listrik, Paket lebaran,

No Rasio Tahun Rata-Rata

(%)

Nilai standar (%) 2009 2010 2011

1. Net profit margin 49 42 37 42.6 >4

2. Rasio operasional 57 62 50 56.3 >2

3. Return on equity 13.5 12.9 21.5 15.9 >15 4. Return on

investment

dan juga simpan pinjam yang tinggi dibanding penjualan barang serta biaya operasional rendah. Rasio laba bersih yang dihasilkan KP4, sangat tinggi dimana kegiatan usaha yang dilakukan banyak memiliki keuntungan pada jasa pembayaran rekening listrik dan jasa simpan pinjam.

Operating income rastio membandingkan antara laba sebelum bunga dan

pajak (laba operasional) dan penjualan bersih. Rasio ini menunjukan berapa bagian penjualan neto yang merupakan laba usaha. Semakin tinggi rasio ini menunjukkan semakin tinggi keuntungan yang diperoleh sedangkan nilai rata-rata rasio operasional KP4 adalah 56 %.

Return on equity adalah rasio yang membandingkan antara laba bersih

(laba setelah bunga dan pajak) dan jumlah modal sendiri. Rasio ini menunjukan kemampuan modal KP4 yang ditanamkan oleh pemilik atau investor untuk menghasilkan laba bersih yang menjadi bagian dari pemilik. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi keuntungan investor karena semakin efisien modal yang ditanamkannya. Dengan demikian, rasio ini sangat mendapat perhatian dari para investor. Rasio tingkat pengembalian modal sendiri digunakan untuk mengukur tingkat produktivitas modal yang digunakan. Modal KP4 yang merupakan suatu pengukuran penghasilan yang tersedia bagi koperasi atas modal yang diinvestasikan. Nilai rata-rata rasio ini adalah 15.9 %, hal ini membuktikan bahwa modal sendiri yang ditanamkan modal KP4 sudah cukup optimal dari total modal sendiri. Namun terjadi peningkatan rasio dari tahun ke tahun dengan adanya peningkatan SHU yang dilihat dari penjualan dan pendapatan jasa semakin meningkat.

Return on investment adalah salah satu bentuk dari rasio rentabilitas yang

dimaksudkan untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Dengan demikian rasio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasinya perusahaan dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan operasi tersebut Berdasarkan nilai rata-rata rasio ROI sebesar 9.4 %, rasio ini berada diatas dari rasio standar yaitu 4 %. Hal ini menunjukkan kemampuan KP4 dalam memperoleh SHU dari total aktiva sudah optimal. Pada hasil analisis profitabilitas semua rasio menunjukan angka diatas nilai standar artinya KP4 memiliki keuntungan yang cukup besar secara komersil koperasi dinilai baik, karena memiliki keuntungan besar akan tetapi koperasi bukan beorientasi pada keuntungan. Hal ini yang membedakan koperasi dengan perusahan yang berorintasi keuntungan.

Penilaian Tangga Perkembangan (PTP)

Pengaruh kinerja terhadap suatu organisasi ekonomi seperti hal nya koperasi akan mengambarkan bahwa koperasi tersebut berjalan dengan baik. Adanya kinerja yang baik berimplikasi akan meningkatkan kesejahteraan para anggota. Untuk melihat kinerja KP4 dapat dianalisis dengan menggunakan penilaian tangga perkembanagan (PTP) dengan melihat dari visi KP4, kapasitas manajemen KP4, sumber daya keuangan dan jaringan kerja KP4. Hasil dari penilaian tangga perkembangan PTP dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10 Penilaian tangga perkembangan (PTP) KP4

Variabel Skor Rata-rata Zonasi

2010 2011 2010 2011

Visi 23 29 26 Hijau Hijau

Kapasitas 28 30 29 Hijau Hijau

Sumber daya 30 30 30 Hijau Hijau

Jaringan kerja 10 12 11 Kuning Kuning

Subtotal 96 Kuning

A. Visi

Pemahaman terhadap misi dan visi merupakan tahap awal yang dlakukan dan harus dilewati dalam manajemen suatu organisasi koperasi, untuk itu dari visi misi dapat dilihat perkembangan kinerja yang telah dilakukan oleh KP4 sesuai dengan visi misinya melalui analisis PTP visi misi dan tujuan KP4 sebagai berikut visi KP4 “ Terwujudnya perekonomian bagi para pedagang pasar pada khususnya dan masyarakat pada umumnya yang dikelola secara proporsional, untuk menopang kebutuhan anggotanya dalam hal permodalan jasa dan barang-barang kebutuhan demi kesejahteraan anggota. Sedangkan misi KP4 “ Meningkatkan usaha dan kemampuan koperasi dalam rangka pengembangan ekonomi anggota”

Pelayanan simpanan tabungan anggota dengan jasa memadai

Pelayanan pembiayaan modal usaha/pinjaman dengan jasa yang kompetitif Pelayanan usaha sembako

Pelayanan jasa kontruksi dan jasa lainnya Tujuan KP4 :

Menghimpun permodalan secara bersama Menyediakan pinjaman mudah, cepat dan terarah Menumbuhkan sikap percaya diri terhadap lembaga

Meningkatka kesejahteraan anggotanya melalui kegiatan ekonomi

Memberikan rasa aman, nyaman, dan damai dalam wadah yang terorganisir

Mempererat tali persaudaraan sesama anggotanya

Menjalin kerjasama dengan koperasi lain / instansi /lembaga

Dari hasil skor pada Tabel 11 menujukan visi KP4 pada tahap pertama dan kedua masuk dalam katagori hijau, artinya visi KP4 yang diterapkan baik dengan hasil yaitu pada tahap pertama dengan skor 23 dan pada tahap kedua mengalami peningkatan dengan skor 29. Walaupun peningkatan skor tidak begitu segnifikan akan tetapi peningkatan kinerja koperasi dilihat dari visinya yang meningkat dari tahun ke tahun seiring selalu diadakannya evaluasi tiap tahunnya. Nilai skor dihasilkan dari 7 atribut. Variabel visi yang dinilai berdasarkan pemahaman terhadap visi, misi, dan tujuan yang merupakan tahap awal yang harus dilalui oleh koperasi tertutama KP4 sebagaimana perusahaan umum lainnya yang tentunya memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas demi tercapainya kesejahteraan lembaga koperasi itu sendiri dan para anggota koperasi. Sesuai dengan anlisis PTP bahwa visi KP4 dilihat dari 7 atribut yang menggambarkan bahwa nilai visi KP4 termasuk dalam katagori baik.

Tabel 11 Hasil penilaian tangga perkembangna (PTP) visi

No Indikator Skor Zonasi

2010 2011 2010 2011 A. Visi

1. Pemerataan pemanfaatan anggota 4 4 2. Keefektifan komunikasi dengan

Anggota

2 3

3. Komitmen terhadap perkembangan Bisnis

3 5

4. Keefektifan kepemimpinan dan manajemen pengurus

3 4

5. Komitmen terhadap pengembangan social

5 5

6. Keefektifan rencana secara strategic 3 4 7. Mekanisme penyelesaian sengketa 3 4

Subtotal 23 29 Hijau Hijau

Pemerataan pemanfaatan anggota didalam organisasi KP4 dilihat dari integritas anggota yang berpartisipasi, dimana setiap anggota berhak untuk berpartisipasi namun untuk kepengurusan ada persyaratan khusus sesuai dengan kesepakatan anggota. Pelaksanaan visi di KP4 berdasarkan PTP menunjukkan adanya hak bagi setiap anggota dalam mengeluarkan pendapatnya pada saat RAT maupun diluar RAT. Pihak KP4 memberikan kesempatan terhadap anggota untuk mengeluarkan pendapat dan saran dalam RAT demi terwujudnya kemajuan koperasi, serta dalam perekrutan anggota koperasi melibatkan semua golongan tidak ada diskriminasi perbedaan suku maupun golongan semua orang berhak menjadi anggota KP4 dengan mengikuti persyaratan yang ada. Akan tetapi tidak semua anggota bisa hadir dalam kegiatan RAT sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Tingkat kehadiran dalam RAT sekurang-kurangnya anggota yang mengikuti RAT 1/10 dari jumlah anggota hasil dari RAT akan di informasikan melalui pengumum secara tertulis dalam bentuk laporan. Adanya kebebasan bagi setiap anggota untuk masuk dalam kedudukannya dikepengurusan dengan persyaratan tertentu yang disepakati anggota. Pemilihan kepengurusan tersebut dilakukan pada saat RAT. Nilai perkembangan kinerja dari tahun 2010 dan 2011 untuk pemerataan anggota mendapatkan nilai 4 artinya pemerataan anggota termasuk adil yaitu pengurus KP4 melibatkan anggota dalam menjalankan kepengurusan KP4 serta anggota berpartisipasi dalam kegiatan koperasi.

Keefektifan komunikasi dengan anggota pada tahap pertama untuk atribut ini responden memilih angka 2 komunikasi tidak efektif yaitu anggota merasa perlu untuk memperoleh informasi. Pada tahap pertama informasi perkembangan koperasi kebanyakan anggota kurang mengetahui perkembangan KP4. Informasi tetap diberikan akan tetapi tidak semua anggota mendapatkan informasi karena jarang mengikuti rapat maupun kegiatan sosial seperti pengajian mingguan yang diadakan oleh pengurus koperasi. Sedangkan untuk tahun 2011 responden kebanyakan menilai 3 yaitu anggota diberi informasi tidak teratur dan tidak semua informasi disebarkan peningkatan ini disebabkan KP4 berusaha terus

memperbaiki dalam penyampaian informasi. Pada saat rapat maupun kegiatan sosial informasi-informasi terkait dengan koperasi selalu disampaikan oleh pengurus, serta jumlah anggota yang begitu banyak menjadi kendala KP4 untuk menyapaikan informasi tersebut. Informasi terus diusahakan berjalan baik dari anggota maupun dari pengurus. Dari anggota informasi yang datang berupa keinginan anggota, saran kritikan, dan usulan yang disampaikan pada saat RAT maupun rapat-rapat anggota bersama pengurus.

Komitmen terhadap perkembangan bisnis, KP4 memiliki komitmen untuk mensejahterakan para anggota KP4 sesuai dengan visi misi dan tujuan KP4. Komitmen terhadap perkembangan bisnis KP4 terus dilakukan dan di evaluasi pada setiap RAT yang dilaksanakan dan dituangkan dalam bentuk penyusunan rencana anggaran pendapatan dengan penjualan serta memperkirakan biaya-biaya akan dikeluarkan dan memperkirakan berapa SHU yang akan diperoleh oleh anggota, sehingga anggota mendapatkan manfaat dari koperasi. Rencana tersebut dilakukan setiap tahunnya. Pada tahun 2010, responden memilih diangka 3 yaitu tujuan yang tertulis dan kegiatan-kegiatan kurang diperhatikan serta jarang keterlibatan anggota sedangkan pada tahun 2011 kedua responden memilih 5 yaitu memiliki secara tertulis tujuan ekonomi dan beroreintasi bisnis sasaran berdasarkan kinerja yang telah diimplementasikan dan dievaluasi. Untuk perkembangan bisnis koperasi, para anggota koperasi adanya peran koperasi yang memberikan kemudahan untuk mendukung kegiatan usaha mereka dibidang keuangan melalui unit usaha simpan pinjam. Perkembangan koperasi yang telah dicapai yaitu KP4 membuka kantor cabang di Pasar Ciseeng untuk melayani perkreditan.

Keefektifan kepemimpinan dan manajemen memiliki 3 gaya kepemimpinan yaitu otoriter, demokratis dan kebebasan. Gaya kepemimpinan yang dipakai yaitu demokrasi karena sesuai dengan unsur koperasi yaitu kekeluargaan dan kebersamaan. Gaya kepemimpinan ini dapat dilihat dari RAT yang dilakukan oleh KP4 dimana para anggota diajak untuk membicarakan dan memutuskan tujuan dan merencanakan anggaran belanja KP4 pada tahun berikutnya dan memberikan penilaian tentang kinerja dari pengurus dalam 1 tahun dengan 1 anggota 1 suara. Pengambilan keputusan pengurus tertinggi tidak berhak untuk mengambil keputusan secara sepihak karena harus ada keterkaitan dengan mengajak manajer ikut mengambil keputusan. Untuk manajemen pengurus, meskipun pengurus memiliki wewenang dan kekuasan mereka memiliki tanggung jawab dan harus bertanggungjawab secara pribadi atas kerugian organisasi apabila hal tersebut disebabkan oleh kelalaiannya. Pengurus secara hukum harus bertanggungjawab secara pribadi seperti jika terjadi penyalahgunaan dana KP4, melalaikan tugas dan melakukan tugasnya dengan tidak hati-hati. Dalam hal ini responden kebanyakan memilih diangka 4 yaitu kepemimpinan dan kepengurusan KP4 berjalan secara efektif dengan peran para pengurus yang jelas dan uraian jabatan yang jelas.

Selain komitmen terhadap pengembangan bisnis KP4 memiliki komitmen terhadap lingkungan sosial walaupun tidak tertulis secara laporan di dalam RAT tapi hal tersebut sering dilakukan oleh KP4. Selain itu, KP4 mencadangkan dana sebesar 2 % dari SHU untuk tujuan sosial, seperti membantu kegiatan maulid nabi, santunan anak yatim membantu pembangunan mesjid, dan memberikan bantuan terhadap anggota yang memiliki anak berprestasi atau ingin bekerja di koperasi dengan memberikan pendidikan dan pelatihan. Dengan begitu manfaat

yang dirasakan begitu luas, selain anggota masyarakat diluar anggota dapat merasakan keberadaan KP4. Oleh karenanya penilaian perkembangan kinerjanya mendapatkan angka 5 yaitu memiliki sasaran sosial secara tertulis yang berorientasi komunitas dan sosial.

Perkembangan nilai kinerja untuk keefektifan rencana secara strategic dari angka 3 ke 4 disebabkan KP4 memiliki rencana strategis ke depannya yaitu KP4 sebagai Koperasi Pasar memiliki rencana agar ke depannya dapat menjadi pengelola Pasar Parung maupun pedagang Pasar Parung yang selama ini dikelola sebagian besar oleh pihak swasta dan pemerintahan daerah dan rencana kedepan KP4 akan berusaha kembali seperti KP4 yang dulu. Yang mampu mengelola kebutuhan para pengusaha dan pedagang pasar parung baik sembako dan kebutuhan usaha mereka sehingga koperasi dapat memntukan harga bahan pokok dan persaiangan usaha di Pasar Parung.

Mekanisme penyelesaian sengketa penyelesaian sengketa pada dasarnya tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KP4 untuk penyelesaian masalah yang terjadi di dalam KP4 lebih kearah kekeluargaan dan musyawarah untuk penyelesaiannya. Namun, tindakan sanksi yang dilakukan berupa peringatan dan pemberhentian. Dari hasil penelitian pada Tabel 11 menunjukkan nilai perkembangan kinerja KP4 secara keseluruhan termasuk dalam katagori baik dan masuk pada zona hijau dengan skor 23 pada tahun 2010 dan skor 29 pada tahun 2011.

B. Kapasitas

Skor kapasitas menunjukkan bahwa angka tersebut masuk dalam zona hijau yang artinya kinerja kapasitas KP4 termasuk dalam katagori baik dengan skala 28 dan meningkat menjadi 30 pada tahun 2011 dengan angka dasarnya 26-40 untuk variabel kapasitas dilahat dari struktur organisasi, tenaga staf, pelayanan, teknologi, serta adanya audit 3 tiga tahun sekali.

Tabel 12 Hasil penilaian tangga pekembangan (PTP) kapasitas NO

Indikator

Skor Zonasi

2010 2011 2010 2011

B Kapasitas

1. Struktur organisasi pada keberhasilan koperasi

3 4

2. Retensi (dipertahankannya) tenaga staff

3 3

3. Syarat-syarat pelayanan bagi tenaga staff

3 3

4. Pelatihan tenaga staff 5 5

5. Langkah, teknologi untuk mengurangi biaya-biaya

4 4

6. Sistem - sistem operasi dan pengaturan keuangan

3 3

7. 3 tahun laporan audit 4 4

8. Pemberian pelayanan kepada Anggota

3 4

Struktur organisasi pada keberhasilan KP4 meletakan RAT sebagai pemegang kekuasan tertinggi yang memiliki wewenang mengendalikan koperasi bukan pengurus maupun manager dalam struktur organisasi KP4, menetapkan kebijakan-kebijakan didalam KP4 dan unit-unit usaha KP4. RAT tersebut merupakan tempat dimana suara- suara anggota menyampaikan pendapat, saran dan memberikan keputusan terhadap kemajuan KP4 kemudian adanya pengurus KP4 yang menjalankan tugasnya berupa pemegang mandat dan kebijakan yang sudah ditentukan pada saat RAT, serta mengendalikan dan mengimplementasikan hasil dari RAT agar semua rencana baik, rencana anggaran belanja, maupun rencan pengembangan KP4 berjalan sesuai dengan rencana. Jika ada undangan dari pemerintah maka pengurus lah yang menjadi perwakilannya. Selain pengurus didalam KP4 ada yang namanya Dewan Penasehat yang berfungsi sebagai pembantu dalam pengambilan keputusan terutama dalam penerapan kebijakan yang sudah ditentukan, serta adanya badan pemeriksa yang bertugas mengaudit keuangan KP4 dan juga memeriksa laporan keuangan setiap harinya. Walaupun dalam struktur organisasi KP4 terdapat manager tetapi itu tidak diterpkan di dalam prakteknya karena terkendala dengan gaji seorang manajer.

Retensi (dipertahankannya) tenaga staf anggota yang masuk ke dalam struktur organisasi sebagai tenaga staf memiliki persyaratan khusus diantaranya minimum telah menjadi anggota selama dua tahun, tidak cacat fisik, dan berdasarkan keputusan anggota bersama. Setiap jabatan memiliki tugas masing-masing hasilnya diserahkan kepada ketua pengurus dan manajer. Pelatihan terhadap tenaga staf dilakukan oleh pemerintah bukan pihak KP4 sendiri namun pemberian upah atau gaji dilakukan oleh pihak KP4 tanpa adanya dana dari luar. Selain struktur dalam organisasi, tenaga staf juga dinilai dari struktur luar organisasi yaitu dengan anggota. Pelayanan tenaga staf KP4 terhadap anggota kurang memuaskan sehingga perlu adanya peningkatan pelayanan. Anggota merasa perlu mendapatkan pelayanan yang baik agar bisa terus berpartisipasi. Sistem operasional dan pengaturan keuangan di KP4 dipelihara dengan baik. Pengendalian keuangan dilakukan oleh auditor atau badan pemeriksa dan setiap transaksi usaha anggota dengan KP4 dicatat..

Dokumen terkait