• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Psikososial Anak Terlantar

BAB IV TEMUAN DAN ANALISA

C. Analisis

1. Analisis Psikososial Anak Terlantar

Seperti yang kita ketahui psikososial menggambarkan satu hubungan saling mempengaruhi yakni efek psikologi dan sosial. Hubungan ini bersifat dinamis, terkadang ada dominasi hubungan dari keduanya. Dalam satu waktu, efek psikologi lebih besar pengaruhnya terhadap lingkungan sosial, begitupun sebaliknya. Menurut Emile Dukem seorang sosiolog mengatakan :

From this facts it follow that each society sets up a ceretain ideal man of what he should be, as much from this intellectual point it become differentiated according to the particular meilleux every

society certain in its structure”.

“Fakta-fakta menunjukan bahwa setiap masyarakat membentuk suatu gambaran mengenai manusia yang ideal yang dicita-citakan, yaitu bagaimana seharusnya manusia menjadi apa yang sebaiknya, baik dari segi intelektual, maupun dari segi fisik dan moral. Citra ini sampai pada tertentu akan sama bagi semua warga masyarakat, tetapi di luar tingkat tertentu itu dapat terjadi perbedaan sesuai dengan lingkungan khusus yang terdapat dalam struktur masyarakat

tersebut.”41

Terkait dengan kebutuhan psikologi, penulis akan menggambarkannya sebai berikut:

41

a. Berpikir dan merasa mengenai dirinya dan orang lain

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis setidaknya terdapat gambaran mengenai proses berpikir dan merasa atas dirinya (anak). Pada proses berpikir terlihat dalam kemampuan mengedintifikasi diri, yaitu anak mampu menjawab pertanyaan perihal identitas diri seperti nama, umur, kelas berapa, hobi, hal yang tidak suka dan disukai. Hal ini di utarakan klien saat wawan cara pribadi yaitu:

“(Nama ade siapa?)Vikri..(Umur nya berapa tahun?)9 tahun..(Hobinya apa?)Berenag..”42

Sementara mengenai merasa atas dirinya tergambar dalam pernyataan atau sikapnya. Hal ini terlihat dari hasil wawancara dan pengamatan yang dilakukan penulis yaitu anak merasa dirinya agresif (nakal, mendominasi terutama dengan lawan main yang secara fisik lebih lemah dengan temannya). Kemudian berbeda dengan anak kedua yang penulis wawancara dan amati, ia lebih dewasa walupun dirinya memilik katareristik yang sama (umur) hal itu bisa dilihat dari sikap dirinya terhadap persoaalan yang dihadapinya, yaitu memberikan nasehat atau teguran kepada teman-temannya yang berbuat salah. Begitu juga yang di utarakan klien dalam wawancara mengenai dirinya yaitu:

“(Kamu katanya bandel ya?)Iya..(Kenapa emang?)Suka

berantem-beranteman..

42

b. Berfikir dan merasa mengenai keamanan dirinya dan orang- orang yang bermakna baginya

Berdasarkan pengamatan yang penulis amati secara umum mereka merasa nyaman dan aman tentang dirinya selama di yayasan. Hal ini terbukti dari hasil identifikasi penulis terhadap anak dalam hal berpikir tentang orang lain dan keamanan dirinya, yaitu anak mampu menjawab dirinya memiliki teman baik, mampu menilai temannya baik atau tidak, kenyamanan dengan seseorang baik laki-laki ataupun perempuan, dan kenyamannya salama tinggal di yayayasan. Hal ini diutarakan klien saat diwawancara yaitu:

“(Kamu punya teman deket?)Punya..(Namanya

siapa?)Akbar..(Punya temen diluar Yayasan ga?)Ga punya..(Sukanya punya temen perempuan apa laki-laki?)Laki- laki..(Ade suka ga berada di Yayasan?)Suka..(Kenapa suka tinggal di Yayasan?)Banyak temen-temen, rame, makanannya enak-

enak..”43

c. Hubungan anak dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya

Untuk hubungan dengan orang lain dari kedua anak memberikan informasi yang berbeda. Dari hasil wawancara salah satu anak mengatakan lupa dengan nama ketua Yayasan, dari hal ini penulis merasa penting untuk dilakukan penelusuran mengenai sebabnya. Dari penelusuran ini diketahui bahwa salah satu anak ini dekat dengan ketua Yayasan, sehingga memberikan kesimpulan sementara bahwa tidak semua anak mengetahui nama ketua

43

yayasan. Salah satu anak memiliki tingkat keaktifan yang berbeda dengan anak yang lain.

Vikri

“(Kalu di Yayasan suka bermain

apa?)Ayunan..(Sama siapa aja?)Rame-rame..(Seringnya sama siapa?)Odi..(Kenal ga sama pengasuh Vikri?)Kenal..(Namanya siapa pengasuhnya?)Bu Umi, Pak Hadi Pak Dapit..Pengasuhnya baik ga?)Baik..(pernah di ajak kerumah saudara pengasuh ga?)Ga..(Kalu sama ketua Yayasan tau ga?)Ga..”

Joni

“(Kalu di Yayasan suaka main apa?)Bola..(Sama siapa aja?)Bapak Bimo, Bapak Raming, Bapak Ace..(Paling

deket sama siapa?)Abi..(Kenal ga sama

pengasuh?)Kenal..(Siapa?)Pak Dapit, Pak

Hadi..(Pengasuhnya baik ga?)Baik..(Pernah di ajak ke rumahsaudara pengasuh ga?Ga..(Kalau sama ketua yayasan siapa si?)Bu Lili..(Deket ga?)Deket..”44

d. Pemahaman-pemahaman dan reaksinya terhadap kejadian- kejadian di sekitarnya

Dari hasil pengamatan penulis dan amati bahwa dari hasil wawancara yang telah dilakukan, kedua anak ini mengutarakan jawaban yang berbeda tentang kejadian-kejadian yang dialami di sekitarnya. Namun keduanya memiliki kesamaan, yaitu tidak pernah keluar lingkungan yayasan, selain untuk pergi sekolah. Dari data tersebut, maka penulis merasa penting melakukan pengecekan terhadap pihak yayasan. Yaitu:

Vikri

“(Ade betah ga tinggal di Yayasan?Betah..(Kenapa?)Rame,

banyak temen-temen..(Tempat tidur ade enak ga?)Empuk..(Disini makanannya enak ga?)Enak..(Tempat belajarnya enak ga?)Enak..(Suka main keluar Yayasan ga?)Ga..(Kalu belajar

44

enakan di Barito apa di Cirendeu?)Enak dua-duanya..(Kalu makan enakan di Cirendeu apa di Barito?)Dua-duanya enak..”

Joni

“(Ade betah ga tinggal di Yayasan?)Betah..(Kenapa?)Enak,

dingin ada ac..(Tempat tidurnya enak ga?)Enak..(Makanannya enak ga?)Enak..(Tempat belajarnya nyaman ga?)Nyaman..(Suka main ke luar Yayasan ga?)Ga..(Kalu belajar enakan di Cirendeu apa di Barito?)Dua-duanya enak..(Kalu makan enakan di Cirendeu apa di Barito?)Dua-duanya enak..”45

e. Pemahaman terhadap kejadian-kejadian di sekitarnya.

Dari jawaban-jawaban yang diutarakan kedua anak secara umum berbeda, hal ini dapat dilihat dari mengetahui atau tidak mengenai kejadian-kejadian di sekitar lingkungannya. Selain itu juga melalui kesan-kesan tentang kejadian itu. Hal ini di utarakan klien saat diwawancara yaitu:

Vikri

“(Disini kalu ujan banjir ga?)Ga..(Temen ade pernah ada

yang pergi ga?)Ga ada..(Waktu kejadian situ gintung tau ga?)Tau..(Ngeliat langsung ga?)Ga..(sedih ga ngeliat korban situ

gintung?)Sedih..(Kenapa?)Karena banyak yang meninggal..” Joni

“(Disini kalu ujan banjir ga?)Engga..(Temen ade pernah ada yang pergi ga?)Pernah..(Siapa?)Irma..(Terus sedih ga ade?)Ga sedih..(Waktu kejadian situ gintung tau ga?)Tau..(Kalau tau ngeliat langsung ga?)Liat..(Sedih ga ngeliat korban situ

gintung?)Sedih..”46

Dokumen terkait