BAB II ANALISIS DAN INTERPRETASI
C. ANALISIS RASIO KEUANGAN
Analisis rasio adalah analisis laporan keuangan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang keadaan (kemampuan) keuangan perusahaan pada suatu periode dengan cara menghubungkan antara jumlah akun yang satu dengan jumlah akun yang lain. Pada dasarnya analisis rasio bisa dikelompokkan menjadi:
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan melihat asset lancar perusahaan relative terhadap utang lancarnya. Perusahaan dikatakan likuid jika asset lancar > utang lancar.
a. Current Ratio (Rasio Lancar)
Current Ratio mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan asset lancar yang dimiliki.
Current Ratio= Aset Lancar Utang Lancar Tahun2010=22.908 .293 8.481 .933 =2,70 Tahun2011=30.381 .754 13.534 .319=2,24 Tahun2012=29.954 .021 13.802.317=2,17 Tahun2013=34.604 .461 20.094 .580=1,72 Tahun2014=38.577.191 23.783 .134=1,62
Analisis rasio lancar PT Gudang Garam, Tbk. tahun 2010 menunjukkan angka yang paling tinggi dari 3 periode pelaporan perusahaan. Hal ini berarti perusahaan mampu mengelola/memanajemen asset lancar tahun 2010 lebih baik daripada tahun-tahun setelahnya. Tahun 2010 menandakan bahwa kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya lebih besar daripada tahun-tahun sesudahnya
25
yang menunjukkan risiko likuiditas yang tinggi. Namun, di samping itu rasio lancar yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan asset lancar yang akan mempunyai pengaruh kurang baik terhadap profitabilitas perusahaan karena aktiva lancar secara umum menghasilkan tingkat return yang lebih rendah dibandingkan dengan asset tetap.
b. Acid Test Ratio (Rasio Cepat/quick ratio)
Rasio cepat mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengam menggunakan asset lancar yang dimilikinya tanpa memanfaatkan persediaan.
Rasio Cepat=Aset Lancar−Persediaan Utang Lancar Tahun2010=22.908 .293−20.174 .168 8.481 .933 =0,32 Tahun2011=30.381 .754−28.020.017 13.534 .319 =0,17 Tahun2012=29.954 .021−26.649 .777 13.802.317 =0,24 Tahun2013=34.604 .461−30.241 .368 20.094 .580 =0,22 Tahun2014=38.577 .191−34.739.327 23.783 .134 =0,16
Di antara komponen asset lancar, persediaan biasanya dianggap sebagai asset yang paling tidak likuid. Hal ini berkaitan dengan semakin panjangnya tahap yang dilalui untuk sampai menjadi kas dan juga terjadi ketidakpastian nilai persediaan. Dengan alasan di atas, persediaan dikeluarkan dari asset lancar untuk perhitungan rasio cepat.
Rasio cepat PT Gudang Garam, Tbk. tahun 2010 lebih besar dari tahun-tahun sesudahnya. Dalam hal ini, perusahaan mampu mempergunakan asset lancar untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tahun 2010 lebih baik daripada tahun-tahun sesudahnya, tanpa memanfaatkan persediaan. Dapat dilihat pula pada laporan
keuangan bahwa investasi asset lancar pada persediaan, tahun 2010 memang paling rendah dari tahun-tahun sesudahnya. Tingginya rasio cepat pada tahun 2010 juga didukung dengan jumlah utang lancar yang lebih kecil pada tahun 2010 dibandingkan dengan tahun-tahun sesudahnya. Tahun 2011 terjadi kenaikan persediaan sehingga mengakibatkan turunnya rasio cepat, namun persediaan kembali mengalami penurunan di tahun 2012 yang mengakibatkan rasio cepat mengalami kenaikan. Pada tahun 2013 dan 2014 persediaan sama-sama mengalami kenaikan sehingga rasio cepat kembali mengalami penurunan. Namun demikian, rasio cepat yang rendah
27
Object 27
menujukkan risiko likuiditas yang lebih tinggi.
2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Perusahaan dikatakan solvable jika total asset > total hutang.
a. Rasio Total Utang terhadap Total Aset (DAR)
Rasio ini menghitung seberapa jauh dana disediakan oleh kreditur. Rasio yang tinggi berarti perusahaan menggunakan leverage keuangan yang tinggi. Penggunaan
leverage keuangan yang tinggi akan meningkatkan ROE dengan cepat, tetapi sebaliknya jika penjualan menurun, ROE akan menurun pula. Risiko perusahaan dengan leverage keuangan yang tinggi akan semakin tinggi pula.
Rasio totalutang terhadaptotal aset=TotalUtang Total Aset
Tahun2010= 9.421 .403 30.741.679=0,31 Tahun2011=14.537 .777 39.088 .705=0,37 Tahun2012=14.903 .612 41.509 .325=0,36 Tahun2013=21.353 .980 50.770 .251=0,42 Tahun2014=24.991.880 58.220 .600=0,43
Rasio DAR pada PT Gudang Garam, Tbk. tahun 2010 menghasilkan angka yang rendah dibandingkan dengan tahun-tahun selanjutnya. Namun, untuk tahun-tahun selanjutnya hingga tahun 2014, terjadi kenaikan rasio DAR yang disebabkan oleh meningkatnya total utang. Meskipun hanya menggunakan dana dari kreditur di bawah 50%, jumlah asset tetap mengalami peningkatan.
b. Rasio Total Utang terhadap Total Ekuitas (DER)
Rasio ini digunakan untuk mengukur total utang dalam struktur modal suatu perusahaan dalam kondisi utang jangka panjang perusahaan.
Rasio totalutang terhadaptotal ekuitas= Total Utang Total Ekuitas Tahun2010= 9.421 .403 21.320 .276=0,44 Tahun2011=14.537 .777 24.550 .928=0,59 Tahun2012=14.903 .612 26.605.713=0,56 Tahun2013=21.353 .980 29.416 .271=0,73 Tahun2014=24.991.880 33.228 .720=0,75
29
Rasio debt to equity (DER) di atas menggambarkan kuatnya struktur permodalan PT Gudang Garam, Tbk. meskipun pada tahun 2010 menghasilkan rasio DER yang kecil di bawah 50%, untuk tahun-tahun selanjutnya terus mengalami peningkatan hingga 75%.
c. Time Interest Earned (TIE)
Rasio ini menghitung seberapa besar laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) yang tersedia untuk menutup beban tetap bunga. Rasio yang tinggi menunjukkan situasi yang aman meskipun barangkali juga menunjukkan terlalu rendahnya penggunaan utang (penggunaan leverage keuangan) perusahaan. Sebaliknya, rasio yang rendah memerlukan perhatian dari pihak manajemen.
TIE= EBIT Bunga Tahun2010=5.869 .581 238.285 =24,63 Tahun2011=6.867 .973 253.002 =27,15 Tahun2012=6.025 .681 495.035 =12,17 Tahun2013=6.691 .722 755.518 =8,86 Tahun2014=8.577.656 1.371 .811=6,25
Object 66
3. Rasio Profitabilitas
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, asset, dan modal saham tertentu.
a. Net Profit Margin menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini bisa dilihat langsung pada analisis common-size untuk laporan laba rugi. Rasio ini diinterpretasikan juga sebagai kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya (ukuran efisiensi) di perusahaan pada periode tertentu.
Rasio net profit margin=Lababersih Penjualan Tahun2010= 4.214 .789 37.691.997=0,11 Tahun2011= 4.958 .102 41.884 .352=0,12 Tahun2012= 4.068.711 49.028 .696=0,08
31
Tahun2013= 4.383.932
55.436 .954=0,08
Tahun2014= 5.395 .293
65.185 .850=0,08
Net Profit Margin yang tinggi menandakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu. Sedangkan NPM yang rendah menunjukkan penjualan yang terlalu rendah untuk tingkat biaya yang tertentu, atau kombinasi dari kedua hal tersebut, yang secara umum rasio yang rendah bisa menujukkan ketidakefisienan manajemen. Untuk industry manufaktur cenderung memiliki rasio net profit margin yang tinggi. Pada PT Gudang Garam Tbk, rasio net profit margin (NPM) mengalami peningkatan di tahun 2011 yang semula sebesar 0,11 menjadi 0,12 meski peningkatan tidak signifikan. Namun untuk tahun 2012 mengalami penurunan yang semula 0,12 menjadi 0,08 yang disebabkan oleh peningkatan beban bunga. Sementara tahun 2013 dan 2014 tidak mengalami perubahan yakni sebesar 0,08.
b. Return on Asset (ROA)
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat asset tertentu.
ROA=Laba bersih Total aset Tahun2010= 4.214 .789 30.741.619=0,14 Tahun2011= 4.958.102 39.088 .705=0,13 Tahun2012= 4.068.711 41.509 .325=0,10 Tahun2013= 4.383 .932 50.770 .251=0,09 Tahun2014= 5.395 .293 58.220 .600=0,09
Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen asset, yang berarti efisiensi manajemen. Pada PT Gudang Garam Tbk, Rasio return on asset (ROA) dari tahun 2010 hingga 2014 terus mengalami penurunan. Tahun 2012 mengalami penurunan yang lebih besar dari tahun-tahun sebelum dan sesudahnya yakni sebesar 3% sedangkan tahun 2012, 2013, dan 2014 hanya mengalami penurunan sebesar 1%. Hal ini dikarenakan perputaran asset perusahaan rendah.
c. Return on Equity (ROE)
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan modal saham tertentu. Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham.
ROA= Laba bersih Modal saham Tahun2010=4.214 .789 962.044 =4,38 Tahun2011=4.958.102 962.044 =5,15 Tahun2012=4.068 .711 962.044 =4,23 Tahun2013=4.383 .932 962.044 =4,56 Tahun2014=5.395 .293 962.044 =5,61
33
Object 104
Meskipun rasio ini mengukur laba dari sudut pandang pemegang saham, rasio ini tidak memperhitungkan dividen maupun capital gain untuk pemegang saham. Karena itu, rasio ini bukan pengukur return pemegang saham yang sebenarnya. ROE dipengaruhi oleh ROA dan tingkat leverage keuangan perusahaan. Pada PT Gudang Garam Tbk, Rasio return on equity (ROE) dari tahun 2010 hingga 2014 mengalami fluktuasi. Peningkatan terjadi di tahun 2011 menghasilkan ROE 5,15 yang semula pada tahun 2010 sebesar 4,38. Sementara pada tahun 2012 mengalami penurunan menjadi 4,23. Namun peningkatan kembali terjadi di tahun 2013 sebesar 4,56 dan diikuti tahun 2014 sebesar 5,61. Hal ini menujukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba mengalami peningkatan di dua tahun terakhir.
4. Rasio Aktifitas
Rasio ini melihat pada beberapa asset kemudian menentukan berapa tingkat aktivitas aktiva-aktiva tersebut pada tingkat kegiatan tertentu. Aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada aktiva-aktiva tersebut. Dana kelebihan tersebut akan lebih baik bila ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif.
a. Perputaran Persediaan Perputaran Persediaan= HPPj Persediaan Tahun2010=28.826 .410 20.174 .168=1,43 Tahun2011=31.754 .984 28.020.017=1,13 Tahun2012=39.843.974 26.649 .777=1,50 Tahun2013=44.563 .096 30.241 .368=1,47 Tahun2014=51.806 .284 34.739.327=1,49
Pada PT Gudang Garam Tbk, Rasio perputaran persediaan mengalami fluktuasi. Tahun 2011 mengalami penurunan yang semula 1,43 kali menjadi 1,13 kali. Di tahun 2012 mengalami peningkatan menjadi 1,50 kali. Penurunan kembali terjadi ditahun 2013 menjadi 1,47 kali sementara tahun 2014 mengalami peningkatan menjadi 1,49 kali. Hal ini menunjukkan perputaran persediaan yang rendah akibat kurangnya pengendalian persediaan yang efektif padahal tingkat persediaan perusahaan relative besar dan terus meningkat setiap tahun.
b. Perputaran Aktiva Tetap
Rasio ini mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Rasio ini memperlihatkan sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva tetapnya.
Perputaran AktivaTetap= Penjualan Aktiva Tetap Tahun2010=37.691.997
35 Tahun2011=41.884 .352 8.189.881 =5,11 Tahun2012=49.028 .696 10.389 .326=4,72 Tahun2013=55.436 .954 14.788 .915=3,75 Tahun2014=65.185 .850 18.973.272=3,44
Semakin tinggi rasio ini berarti semakin efektif penggunaan aktiva tetap tersebut. Pada PT Gudang Garam Tbk, Rasio perputaran asset tetap lebih banyak mengalami penurunan meski peningkatan terjadi di tahun 2011 yang semula 5,09 kali menjadi 5,11 kali. Tahun-tahun berikutnya terus mengalami penurunan, tahun 2012 sebesar 4,72 kali, tahun 2013 sebesar 3,75 kali, dan tahun 2014 sebesar 3,44 kali. Meskipun perputaran asset tetap lebih tinggi daripada perputaran total asset, tetap saja perlu dilakukan evaluasi terkait dengan efektivitas perusahaan dalam menggunakan asset tetap untuk mendukung penjualan.
c. Perputaran Total Aktiva
Rasio ini menghitung efektivitas penggunaan total asset. Rasio yang tinggi biasanya menunjukkan manajemen yang baik, sebaliknya rasio yang rendah harus membuat manajemen mengevaluasi strategi, pemasarannya, dan pengeluaran modalnya (investasi).
PerputaranTotal Aset=Penjualan Total Aset Tahun2010=37.691.997 30.741 .679=1,23 Tahun2011=41.884 .352 39.088.705=1,07 Tahun2012=49.028 .696 41.509 .325=1,18 Tahun2013=55.436 .954 50.770 .251=1,09
Tahun2014=65.185 .850 58.220 .600=1,12 2010 2011 2012 2013 2014 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 1.23 1.07 1.18 1.09 1.12 5.09 5.11 4.72 3.75 3.44 1.43 1.13 1.50 1.47 1.49 Rasio Aktivitas
PERPUTARAN TOTAL AKTIVA PERPUTARAN AKTIVA TETAP PERPUTARAN PERSEDIAAN Pada PT Gudang Garam Tbk, Rasio perputaran total asset mengalami fluktuasi. Rasio
yang paling tinggi terjadi pada tahun 2010 yakni sebesar 1,23. Pada tahun 2011 mengalami penurunan menjadi 1,07. Kemudian meningkat di tahun 2012 menjadi 1,18. Penurunan kembali terjadi di tahun 2013 menjadi 1,09 dan meningkat kembali di tahun 2014 menjadi 1,12. Dilihat dari hasilnya, perputaran asset perusahaan rendah dan perlu adanya evaluasi manajemen terkait dengan strategi dan pengeluaran modalnya.
BAB III