• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

2. Analisis Rasio Keuangan

Penilaian kinerja keuangan perusahaan biasanya diukur rasio keuangan. Menurut Harahap (2008:49) analisis rasio yang digunakan dalam penilaian kinerja memiliki beberapa keuntungan yaitu:

a. rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan;

b. merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit;

c. mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain;

d. sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi (Z-score);

e. menstandarisir size perusahaan;

f. lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik atau time series;

g. lebih mudah melihat tren perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan datang.

Menurut Nainggolan (2004:68) ada beberapa rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dimana rasio tersebut juga digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Earning Per Share (EPS)

Merupakan laba yang diperoleh perusahaan per lembar saham. Laba per saham merupakan alat ukur yang berguna untuk membandingkan laba dari berbagai entitas usaha yang berbeda dan untuk membandingkan laba suatu entitas dari waktu ke waktu jika terjadi perubahan dalam struktur modal. Laba per saham telah sejak dulu dihitung dan digunakan oleh para analis keuangan. Perhitungan laba per saham yang mengarah ke masa depan mencoba memberikan informasi mengenai laba per saham yang mungkin akan diperoleh di masa datang. Salah satu alasan investor membeli saham adalah untuk mendapatkan deviden, jika nilai laba per saham kecil maka kecil pula kemungkinan perusahaan untuk membagikan deviden. Maka dapat dikatakan investor akan lebih meminati saham yang memiliki earnings per share tinggi dibandingkan saham yang memiliki earnings per share rendah. Seorang investor yang melakukan investasi

pada perusahaan akan menerima laba atas saham yang dimilikinya. Semakin tinggi laba per lembar saham (EPS) yang diberikan perusahaan akan memberikan pengembalian yang cukup baik. Ini akan mendorong investor untuk melakukan investasi yang lebih besar lagi sehingga harga saham perusahaan akan meningkat. Jadi semakin tinggi earning per share suatu perusahaan maka akan semakin tinggi pula harga saham perusahaan tersebut.

Rumus EPS sebagai berikut:

EPS =

Share Earning

2. Debt to Equity Ratio (DER)

Merupakan rasio yang mengukur besarnya hutang yang ditanggung melalui modal sendiri yang dimiliki perusahaan. Debt Equity Ratio adalah instrumen untuk mengetahui kemampuan akuitas atau aktiva bersih suatu perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya. Semakin tinggi DER menunjukkan komposisi total hutang semakin besar di banding dengan total modal sendiri, sehingga berdampak semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar (kreditur). Semakin tinggi DER juga menunjukkan bahwa semakin besar persentase modal asing yang digunakan dalam operasional perusahaan, atau semakin besar DER juga menandakan struktur permodalan usaha lebih banyak memanfaatkan hutang – hutang relatif terhadap ekuitas. DER semakin tinggi menunjukkan semakin

besarnya proporsi hutang terhadap ekuitas, sehingga mencerminkan resiko perusahaan yang relatif tinggi dan resiko yang ditanggung investor juga akan semakin tinggi. Pada akhirnya investor akan menghindari saham perusahaan yang memiliki DER yang tinggi. Jadi semakin tinggi DER makan akan mengurangi minat investor akan saham perusahaan tersebut, sebaliknya apabila DER perusahaan tersebut semakin rendah maka para investor akan semakin meminati saham perusahaan tersebut dan otomatis akan menaikan harga saham perusahaan tersebut.

Rumus DER sebagai berikut:

DER = tan x100% ri

ModalSendi g TotalHu

3. Price Earning Ratio (PER)

Menurut Rahardjo (2003) rasio harga dengan penghasilan atau price earning ratio sering digunakan untuk membandingkan peluang investasi. Suatu rasio harga dan penghasilan saham dihitung dengan membagi harga pasar per lembar saham (market price share) dengan penghasilan per lembar saham (EPS). Harahap (2008) mengatakan bahwa price earning ratio ini menunjukkan perbandingan antara harga saham di pasar atau harga perdana yang ditawarkan dibandingkan dengan pendapatan yang diterima. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan PER yang tinggi menunjukkan prestasi suatu perusahaan sangat baik di masa yang akan datang sehingga digunakan para investor untuk menanamkan modalnya. Price earning ratio yang tinggi menunjukkan

bahwa investor bersedia untuk membayar dengan harga saham premium untuk perusahaan. Makin besar price earning ratio suatu saham maka harga saham juga akan semakin meningkat.

Rumus PER adalah sebagai berikut:

PER = arg x100%

EPS aSaham H

4. Return on Investment (ROI)

Merupakan rasio untuk mengukur kemampuan manajemen dalam menghasilkan pendapatan dari pengelolaan aset (Kasmir, 2003). Dengan mengetahui rasio ini, akan dapat diketahui apakah perusahaan efisien dalam memanfaatkan aktivanya dalam kegiatan operasional perusahaan. Rasio ini juga memberikan ukuran yang lebih baik atas profitabilitas perusahaan karena menunjukkan efektifitas manajemen dalam menggunakan aktiva untuk memperoleh pendapatan. Semakin besar pendapatan perusahaan tersebut maka semakin besar kemungkinan pembayaran dividen kepada para pemegang saham. Dengan mengetahui besarnya return on investment suatu perusahaan maka para investor juga akan mengetahui seberapa besar tingkat pengembalian dividen yang akan diterima sehingga saham perusahaan tersebut diminati oleh para investor. Jadi semakin tinggi return on investment perusahaan tersebut maka para investor semakin tertarik untuk membeli saham perusahaan tersebut dan secara otomatis harga saham perusahaan tersebut juga akan meningkat.

Rumus ROI sebagai berikut:

ROI = x100%

TotalAset LabaBersih

5. Return on Equity (ROE)

Merupakan rasio untuk mengukur kemampuan manajemen dalam mengelola modal yang ada untuk mendapatkan net income (Kasmir, 2003). Rentabilitas modal sendiri (ROE) dalam hal ini adalah pengembalian atas ekuitas saham biasa digunakan untuk mengukur tingkat laba yang dihasilkan dari investasi pemegang saham. Investor memandang bahwa return on equity merupakan indikator profitabilitas yang penting, karena return on equity merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam rangka melakukan tugasnya yakni menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi para pemilik modal. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan, bahwa return on equity adalah rasio yang digunakan oleh para investor untuk melihat sejauh mana perusahaan dapat memberikan keuntungan di masa yang akan datang. Atau dengan kata lain, dengan return on equity yang tinggi, perusahaan memiliki peluang untuk memberikan pendapatan yang besar bagi para pemegang saham. Dalam hal ini akan berdampak pada peningkatan harga saham.

Rumus ROE sebagai berikut:

ROE = Modal x100% LabaBersih

Dokumen terkait