• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis rasio keuangan

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. Tinjauan Teori

4. Analisis rasio keuangan

a. Pengertian rasio keuangan

Rasio keuangan menurut James C. Van Horne merupakan indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainnya. Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Dari hasil rasio keuangan ini akan terlihat kondisi kesehatan perusahaan yang bersangkutan (Kasmir, 2011:104)

b. Keterbatasan rasio keuangan

Menurut Sawir (2005), keterbatasan analisis rasio keuangan antara lain:

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012

Kesulitan dalam mengidentifikasi kategori industri dari perusahaan yang dianalisis apabila perusahaan tersebut bergerak di beberapa bidang usaha.

Rasio disusun dari data akuntansi dan data tersebut dipengaruhi oleh cara penafsiran yang berbeda dan bahkan bisa merupakan hasil manipulasi.

Perbedaan metode akuntansi akan menghasilkan perhitungan yang berbeda, misalnya perbedaan metode penyusutan atau metode penilaian persediaan.

Informasi rata-rata industri adalah data umum dan hanya merupakan perkiraan (hlm 44).

c. Rasio Likuiditas

Menurut Weygant, Kieso, dan Kimmel (2008), rasio likuiditas (liquidity ratio) adalah untuk mengukur kemampuan jangka pendek perusahaan untuk membayar kewajibannya yang telah jatuh tempo dan memenuhi kebutuhan kas yang tak terduga (hlm 396).

Menurut Sutrisno (2009), rasio likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban-kewajibannya yang segera harus dipenuhi (hlm 215).

Fred Weston menyebutkan bahwa rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Artinya apabila perusahaan ditagih, perusahaan akan mampu untuk memenuhi

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012

utang tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo (Kasmir, 2011:129)

Pengukuran rasio likuiditas dapat dilakukan dengan menilai: Rasio lancar (current ratio)

Menurut Sawir (2005), current ratio merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui kesanggupan memenuhi kewajiban jangka pendek. Karena rasio ini menunjukkan seberapa jauh tuntutan dari kreditur jangka pendek dapat dipenuhi oleh aktiva yang diperkirakan menjadi uang tunai dalam periode yang sama dengan jatuh tempo hutang (hlm 8).

Rasio ini membandingkan antara nilai aktiva lancar dengan hutang lancar jangka pendek.

Menurut Sutrisno (2009), current ratio adalah rasio yang membandingkan antara aktiva lancar yang dimiliki perusahaan dengan hutang jangka pendek. Aktiva lancar disini meliputi kas, piutang dagang, efek, persediaan, dan aktiva lancar lainnya. Sedangkan hutang jangka pendek meliputi hutang dagang, hutang wesel, hutang bank, hutang gaji, dan hutang lainnya yang segera harus dibayar (hlm 216).

Rumus: Current assets Current liabilities

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012 Rasio cepat (quick/acid test ratio)

Menurut Sutrisno (2009), quick ratio merupakan rasio antara aktiva lancar sesudah dikurangi persediaan dengan hutang lancar (hlm 216).

Rumus: Current assets - Inventory Current liabilities

Rasio kas (cash ratio)

Menurut Sutrisno (2009), cash ratio merupakan rasio yang membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang segera bisa menjadi uang kas dengan hutang lancar (hlm 216). Menurut Sawir (2005), cash ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar hutang lancarnya dengan kas atau yang setara dengan kas (hlm 10).

Rumus: Cash + Marketable securities Current liabilities

d. Rasio Profitabilitas

Menurut Weygant, Kieso, dan Kimmel (2008), rasio profitabilitas (profitability ratio) adalah mengukur pendapatan atau keberhasilan operasi dari sebuah perusahaan untuk periode waktu tertentu (hlm 400-401).

Menurut Kasmir (2011), rasio profitabiltas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu (hlm 114).

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012

Pengukuran rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan menilai: Margin laba bersih (net profit margin)

Menurut Sawir (2005), net profit margin adalah rasio untuk mengukur laba bersih setelah pajak terhadap penjualan (hlm 18).

Menurut Kasmir (2011), net profit margin merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan (hlm 200).

Rumus: Net income Sales

Margin laba kotor (gross profit margin)

Menurut Sawir (2005), gross profit margin adalah rasio untuk mengukur efisiensi pengendalian harga pokok atau biaya produksinya, mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk berproduksi secara efisien (hlm 18). Menurut Kasmir (2011), gross profit margin menunjukkan laba yang relatif terhadap perusahaan, dengan cara penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan. Rasio ini merupakan cara untuk penetapan harga pokok penjualan (hlm 199).

Rumus: Sales-Cost of good sold Sales

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012 Pengembalian aktiva (return on assets)

Menurut Darsono (2005), Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari setiap satu rupiah aset yang digunakan (hlm 57).

Menurut Kasmir (2011), return on assets merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan (hlm 202).

Rumus: Net income Total assets

Pengembalian modal (return on equity)

Menurut Sawir (2005), return on equity adalah rasio yang memperlihatkan sejauh manakah perusahaan mengelola modal sendiri (net worth) secara efektif, mengukur tingkat keuntungan dari investasi yang telah dilakukan oleh pemilik modal atau pemegang saham perusahaan (hlm 20).

Menurut Sutrisno (2009), return on equity yaitu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimilki, sehingga ROE ini ada yang menyebut sebagai rentabilitas modal sendiri (hlm 223).

Rumus: Net income Equity

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012 e. Rasio Solvabilitas

Menurut Kasmir (2011), rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya, berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya (hlm 151).

Menurut Weygant, Kieso, dan Kimmel (2008), rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk bertahan selama periode waktu yang panjang (hlm 406).

Pengukuran rasio solvabilitas dapat dilakukan dengan menilai: Rasio total hutang dengan total aset (total debt to total

assets ratio/debt ratio)

Menurut Kasmir (2011), total debt to totasl assets ratio (debt ratio) merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva (hlm 156).

Menurut Sawir (2005), total debt to total assets ratio adalah rasio yang memperlihatkan proporsi antara kewajiban yang dimiliki dan seluruh kekayaan yang dimiliki (hlm 13).

Rumus: Total Debt Total Assets

Rasio total hutang dengan total modal sendiri (debt to equity ratio)

Menurut Sawir (2005), debt to equity ratio adalah rasio yang menggambarkan perbandingan utang dan ekuitas

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012

dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri perusahaan tersebut untuk memenuhi seluruh kewajibannya (hlm 13).

Menurut Kasmir (2011), debt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas (hlm 157).

Rumus: Total debt Total equity Times interest earned ratio

Menurut J. Fred Weston, time interest earned ratio merupakan rasio untuk mencari jumlah kali perolehan bunga. Rasio ini diartikan oleh James C. Van Horne juga sebagai kemampuan perusahaan untuk membayar biaya bunga, sama seperti coverage ratio (Kasmir, 2011:160). Menurut Sutrisno (2009), rasio ini mengukur kemampuan perusahaan memenuhi beban tetapnya berupa bunga dengan laba yang diperolehnya, atau mengukur berapa kali besarnya laba bisa menutup beban bunganya (hlm 218). Rumus: EBIT

Beban bunga f. Rasio Aktivitas

Menurut Kasmir (2011), rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Atau dapat pula dikatakan

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012

rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi (efektivitas) pemanfaatan sumber daya perusahaan (hlm 172).

Menurut Sutrisno (2009), rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa besar efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber dananya (hlm 219).

Menurut Sawir (2005), rasio aktivitas sebagai alat ukur untuk mengetahui efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada dalam pengendaliannya (hlm 14).

Pengukuran rasio aktivitas dapat dilakukan dengan menilai: Tingkat perputaran piutang (receivable turnover)

Menurut Kasmir (2011), receivable turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode (hlm 176).

Menurut Sutrisno (2009), receivable turnover merupakan ukuran efektivitas pengelolaan piutang (hlm 220).

Rumus: Sales

Average Receivable

Tingkat perputaran persediaan (inventory turnover)

Menurut Kasmir (2011), inventory turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam persediaan (inventory) ini berputar dalam suatu periode (hlm 180).

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012 Rumus: Cost of goods sold

Average inventory

Perputaran total aktiva (total assets turnover)

Menurut Sutrisno (2009), total assets turnover merupakan ukuran efektivitas pemanfaatan aktiva dalam menghasilkan penjualan (hlm 221).

Menurut Kasmir (2011), total assets turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva (hlm 185).

Rumus: Sales

Total assets

Perputaran total aktiva tetap (fixed asset turnover)

Menurut Sawir (2005), fixed assets turnover adalah rasio yang mengukur efektivitas penggunaan dana yang tertanam pada harta tetap perusahaan dalam rangka menghasilkan penjualan (hlm 17).

Menurut Kasmir (2011), fixed assets turnover merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode (hlm 184).

Rumus: Sales

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012 g. Rasio Pertumbuhan

Menurut Kasmir (2011), rasio pertumbuhan merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan mempertahankan posisi ekonominya di tengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahanya (hlm 114-115).

Pengukuran rasio pertumbuhan dapat dilakukan dengan menilai: Laba per saham (earning per share)

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2006), EPS adalah rasio yang menunjukkan bagian laba untuk setiap saham. EPS menggambarkan profitabilitas perusahaan yang tergambar pada setiap lembar saham. Semakin tinggi nilai EPS tentu saja menyebabkan semakin besar laba dan kemungkinan peningkatan jumlah deviden yang diterima pemegang saham (hlm 195-196).

Menurut Siamat (2005), EPS adalah rasio yang menunjukkan laba bersih yang berhasil diperoleh perusahaan untuk setiap unit saham selama suatu periode tertentu (hlm 519).

Rumus: Net earning/Earning after tax (EAT) Number of share outstanding h. Rasio Penilaian Pasar

Menurut Sawir (2005), rasio penilaian pasar adalah ukuran yang paling komprehensif untuk menilai hasil kerja perusahaan, karena

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012

tersebut mencerminkan kombinasi pengaruh risiko-risiko dan rasio hasil pengembalian (hlm 20).

Menurut Kasmir (2011), rasio penilaian pasar yaitu rasio yang memberikan ukuran kemampuan manajemen dalam menciptakan nilai pasar usahanya di atas biaya investasi (hlm 115).

Pengukuran rasio penilaian pasar dapat dilakukan dengan menilai:

Rasio harga terhadap laba (price earning ratio)

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2006), price earning ratio adalah rasio yang menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (hlm 198).

Menurut Sutrisno (2009), rasio ini mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham perusahaan dengan keuntungan yang akan diperoleh oleh para pemegang saham (hlm 224).

Rumus: Price

Earnings per share

Rasio harga pasar terhadap nilai buku (market to book value ratio)

Menurut Sawir (2005), market to book value ratio adalah rasio yang menggambarkan penilaian pasar keuangan terhadap manajemen dan organisasi dari perusahaan yang sedang berjalan (hlm 21-22).

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012

Menurut Sutrisno (2009), rasio ini untuk mengetahui seberapa besar harga saham yang ada di pasar dibandingkan dengan nilai buku sahamnya (hlm 224). Rumus: Market value

Book value 5. Harga saham

a. Pengertian harga saham

Harga saham memberikan ukuran yang obyektif tentang nilai investasi pada sebuah perusahaan. Jadi harga saham yang lebih tinggi mencerminkan penilaian investor yang positif tentang masa yang akan datang. Perusahaan-perusahaan dengan harapan arus kas yang lebih tinggi akan lebih mudah mengumpulkan modal tambahan. Di lain pihak, perusahaan-perusahaan dengan harapan arus kas yang lebih rendah akan menghadapi syarat-syarat yang kurang menguntungkan bila mereka mencoba untuk mengumpulkan modal tambahan.

b. Jenis-jenis harga saham 1) Harga nominal

Harga nominal adalah nilai yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkannya. Disebut juga nilai per value.

2) Harga perdana

Harga perdana adalah harga sebelum saham tersebut dicatatkan di bursa efek. Besarnya harga perdana ini tergantung dari

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012

persetujuan antara emiten dan penjamin emisi. Biasanya untuk menentukan harga perdana, ada beberapa hal yang dipertimbangkan antara lain good will, kondisi pasar, dan prospek lain-lain.

3) Harga pasar

Harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain, harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa. Transaksi disini tidak lagi melibatkan emiten dan penjaminan emisi. Harga pasar perdana dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

a) Harga pembukaan

Harga pembukaan adalah harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat jam bursa dibuka, bisa saja terjadi pada saat dimulainya hari bursa itu sudah terjadi transaksi atas suatu saham dan harga sesuai dengan yang diminta oleh penjual dan pembeli. Dalam keadaan demikian, harga pembukaan tadi menjadi harga pasar pada saat terjadi transaksi.

b) Harga penutupan

Harga yang diminta oleh penjual atau pembeli pada saat akhir dari bursa, bisa saja terjadi pada saat akhir hari bursa tiba-tiba terjadi transaksi atas suatu saham, karena ada kesepakatan antara pembeli dan penjual. Jika hal ini terjadi, maka harga penutupan ini telah menjadi harga pasar.

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012 c) Harga tertinggi

Harga tertinggi adalah harga yang paling tinggi pada satu hari bursa. Istilah harga tinggi dapat juga digunakan untuk menentukan harga tinggi yang terjadi pada waktu tertentu dalam kurun waktu sebulan atau setahun, tergantung keperluan.

d) Harga terendah

Secara pengertian, harga terendah merupakan kebalikan harga tertinggi. Namun penggunaannya sama dengan harga tertinggi, bisa untuk mendeteksi transaksi harian, bulanan atau tahunan.

c. Faktor-faktor penggerak harga saham

Menurut Arifin (2007), faktor-faktor yang menjadi pemicu berfluktuasinya harga saham adalah:

Kondisi fundamental emiten

Faktor fundamental adalah faktor yang berkaitan langsung dengan kinerja emiten itu sendiri. Semakin baik kinerja emiten maka semakin besar pengaruhnya terhadap kenaikan harga saham. Untuk mengetahui apakah kondisi emiten dalam posisi baik atau buruk, kita bisa melakukan pendekatan analisis rasio.

Hukum permintaan dan penawaran

Faktor hukum permintaan dan penawaran berada diurutan yang kedua setelah faktor fundamental karena begitu

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012

investor tahu kondisi fundamental perusahaan tentunya mereka akan melakukan transaksi baik jual maupun beli. Transaksi-transaksi inilah yang akan mempengaruhi fluktuasi harga saham.

Tingkat suku bunga (SBI)

Faktor suku bunga ini penting untuk diperhitungkan karena rata-rata semua orang, termasuk invetor saham, selalu mengharapkan hasil investasi yang lebih besar. Perubahan tingkat suku bunga akan mempengaruhi kondisi fundamental perusahaan, karena hampir semua perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa menikmati pinjaman bank.

Valuta asing

Dalam perekonomian global dewasa ini, hampir tidak ada satu pun negara di dunia yang bisa menghindari perekonomiannya dari pengaruh pergerakan valuta asing khususnya terhadap pengaruh US Dollar. Ketika dolar naik para investor akan berbondong-bondong menjual sahamnya untuk ditempatkan di bank dalam bentuk dolar, otomatis harga saham akan menjadi turun.

Dana asing di bursa

Jika sebuah bursa dikuasai oleh investor asing maka ada kecenderungan transaksi saham sedikit banyak tergantung pada investor asing tersebut.

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012 Indeks harga saham gabungan (IHSG)

Sebenarnya indeks harga saham gabungan lebih mencerminkan kondisi keseluruhan transaksi bursa saham yang terjadi jika dibandingkan menjadi ukuran kenaikan maupun penurunan harga saham.

News dan Rumors

Yang dimaksud news dan rumors di sini adalah semua berita yang beredar di tengah masyarakat (hlm 115).

d. Penilaian harga saham

Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menilai harga suatu saham, salah satunya adalah pendekatan tradisional. Pendekatan tradisional terdiri dari analisis fundamental dan analisis teknikal, yaitu:

1) Analisis fundamental

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2006), analisis fundamental merupakan analisis yang berbasis pada berbagai data riil untuk mengevaluasi atau memproyeksi nilai suatu saham. Beberapa data atau indikator yang umum digunakan adalah: pendapatan, laba, pertumbuhan penjualan, imbal hasil atau pengembalian atas ekuitas (return on equity), margin laba (profit margin), dan data-data keuangan lainnya sebagai sarana untuk menilai kinerja perusahaan dan potensi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang (hlm 189). 2) Analisis teknikal

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2006), analisis teknikal merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menilai saham, dimana dengan metode ini para analis melakukan evaluasi saham berbasis pada data-data statistik yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan saham, seperti harga saham dan volume transaksi. Dengan berbagai grafik yang ada serta pola-pola grafik yang terbentuk, analisis teknikal mencoba memprediksi arah pergerakan harga saham ke depan (hlm 202).

Menurut Sunariyah (2006), analisis teknikal merupakan suatu teknik analisis yang menggunakan data atau catatan mengenai pasar itu sendiri untuk berusaha mengakses permintaan dan penawaran suatu saham tertentu atau pasar secara keseluruhan. Pendekatan analisis ini menggunakan data pasar yang dipublikasikan, seperti harga saham, volume perdagangan, indeks harga saham gabungan dan individu, serta faktor-faktor lain yang bersifat teknik (hlm 168).

e. Penentuan harga saham

Penentuan harga saham di bursa dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

Berkelanjutan (continuous)

Artinya harga-harga ditentukan secara terus menerus disepanjang hari perdagangan dimana pembeli dan penjual mengajukan order.

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, SOLVABILITAS,AKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN PENILAIAN PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2005-2010

IBRAHIM IVAN ; FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI, JAKARTA 2012 Call market

Dalam call market order-order dikelompokkan (batched) bersama untuk dilaksanakan secara simultan dengan harga yang sama. Dengan kata lain, pada waktu-waktu tertentu di hari perdagangan, pelaku pasar melakukan suatu lelang untuk suatu saham, lelang bisa secara lisan maupun tulisan. Lelang akan menentukan secara pasti harga sekarang pasar pada suatu hari tertentu di hari perdagangan.

Campuran

Menggunakan unsur-unsur continuous dan call market. f. Indeks harga saham

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2006), Indeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham. Indeks berfungsi sebagai indikator tren pasar, artinya pergerakan indeks menggambarkan kondisi pasar pada saat pasar sedang aktif atau lesu (hlm 167).

Menurut Sunariyah (2006), menyatakan indeks harga saham sebagai berikut: indeks harga saham merupakan catatan terhadap perubahan-perubahan maupun pergerakan harga saham sejak mulai pertama kali beredar sampai pada suatu saat tertentu (hlm 138).

Dokumen terkait