• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2 Analisis Hasil Penelitian

4.2.2 Analisis Data

4.2.2.2 Analisis Regresi

Berdasarkan hasil uji asumsi klasik yang telah dilakukan di atas, dapat disimpulkan bahwa model regresi

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .302a .091 .043 .352127 2.221

a. Predictors: (Constant), WCTA, DER, DAR b. Dependent Variable: ROE

yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi yang Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) dan layak untuk dilakukan analisis statistik selanjutnya, yaitu melakukan pengujian hipotesis.

Hasil pengolahan data dengan analisis regresi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.5 Analisis Regresi

Coefficientsa

Sumber : Output SPSS, diolah Penulis, 2013

Berdasarkan Tabel 4.5 pada kolom Unstandardized Coefficients bagian B, diperoleh model persamaan regresi linier berganda yaitu:

Y = 0,330 + 0,033 (X1) + 0,074 (X2) + -0,302 (X3) + e dimana:

Y = Profitabilitas (ROE)

X1 = Debt to Total Equity Ratio X2 = Debt to Total Asset Ratio Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .330 .130 2.542 .014 DER .033 .046 .100 .723 .473 DAR .074 .211 .051 .352 .727 WCTA -.302 .204 -.221 -1.485 .143

X3 = Working Capital To Total Asset e = Tingkat kesalahan pengganggu

Penjelasan dari nilai a, b1, b2 dan b3 pada Unstandardized Coefficients tersebut dapat dijelaskan:

a) (a) = 0,330 (konstanta)

Nilai konstanta ini menunjukkan bahwa apabila tidak ada nilai variabel bebas yaitu DER, DAR dan WCTA, maka nilai profitabilitas (ROE) yang dilihat dari nilai Y tetap sebesar 0,330.

b) = 0,033 ( Leverage keuangan (DER))

Nilai koefisisen regresi ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan leverage keuangan (DER) sebesar 1 satuan, maka perubahan profitabilitas (ROE) yang dilihat dari nilai Y akan bertambah sebesar 0,033 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap atau sama dengan nol.

c) = 0,074 (Leverage keuangan (DAR))

Nilai koefisien regresi ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan leverage keuangan (DAR) sebesar 1 satuan, maka perubahan profitabilitas (ROE) yang dilihat dari nilai Y akan bertambah sebesar 0,074 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap atau sama dengan nol.

d) = -0,302 = Perputaran total aktiva (WCTA)

Nilai koefisisen regresi ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan Working Capital to Total Asset (WCTA) sebesar 1 satuan, maka perubahan profitabilitas (ROE) yang dilihat dari nilai Y akan berkurang sebesar 0,302 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap atau sama dengan nol.

e) Error (e)

Menunjukkan variabel pengganggu diluar variabel Debt to Asset Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Working Capital to Asset.

4.2.3 Pengujian Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis regresi berganda yaitu Uji Koefisien Determinasi / Regresi (R2). Tujuan dilakukannya uji regresi adalah untuk mengukur proporsi atau persentase pengaruh variabel independen yang diteliti terhadap variasi naik turunnya variabel dependen. Koefisien korelasi dikatakan kuat apabila data nilai R berada diantara 0,5 dan mendekati 1. Nilai R Square adalah 0 sampai dengan 1. Apabila nilai R Square semakin mendekati 1, maka variabel-variabel independen mendekati semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Namun apabila nila R square

semakin kecil, maka kemampuan variabel-variabel independen untuk menjelaskan variasi variabel dependen semakin terbatas.

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program statistik, maka diperoleh hasil pada tabel 4.6.

Tabel 4.6

Koefisian determinasi (R square)

Sumber : Output SPSS, diolah Penulis, 2013

Berdasarkan tabel 4.6, angka R sebesar 0,698 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara Return on Equity (Y) dengan Debt to Total Equity (X1), Debt to Total Asset (X2) dan Working Capital to Total Asset (X3) mempunyai hubungan yang lemah karena < 0,5 (50%) yaitu 30,2 %. Angka Adjusted R Square atau koefisien determinasi adalah 0,043 atau 4,3 %. Angka ini mengindikasikan bahwa variasi dari ketiga variabel independennya mampu menjelaskan variasi variabel dependen sebesar 4,3% dan sisanya 95,7% (100% - 4,3%) dijelaskan oleh faktor-faktor lain tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Kemudian Standard Error of the Estimate adalah sebesar 0 , 3 5 2 1 2 7 , di mana semakin kecil

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .302a .091 .043 .352127

a. Predictors: (Constant), WCTA, DER, DAR b. Dependent Variable: ROE

angka ini akan membuat model regresi semakin tepat untuk memprediksi Return on Equity.

Untuk mengetahui apakah masing – masing variabel yaitu DAR, DER dan WCTA yang dianggap secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap ROE, dilakukan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis secara statistik dilakukan dengan menggunakan uji t dan uji F.

4.2.3.1 Uji Parsial (t-test)

Tujuan dilakukannya uji t adalah untuk menguji signifikansi konstanta dari setiap variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Dalam uji t digunakan hipotesis berikut:

H0: b1,b2,b3 = 0, artinya DER, DAR, WCTA tidak berpengaruh terhadap ROE secara parsial pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Ha: b1,b2,b3 ≠ 0, artinya DER, DAR, WCTA berpengaruh terhadap ROE secara parsial pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Kriteria:

c) Untuk koefisien positif:

 Ho diterima dan Ha ditolak jika untuk

 Ha diterima dan Ho ditolak jika untuk

d)Untuk koefisien negatif:

 Ho diterima dan Ha ditolak jika untuk

 Ha diterima dan Ho ditolak jika untuk

Tabel 4.7 Uji Statistik t

Sumber : Output SPSS, diolah Penulis, 2013 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .330 .130 2.542 .014 DER .033 .046 .100 .723 .473 DAR .074 .211 .051 .352 .727 WCTA -.302 .204 -.221 -1.485 .143

Tabel 4.7 menunjukkan hasil pengujian statistic t sehingga dapat menjelaskan pengaruh variabel independen secara parsial. 1) Pengaruh leverage keuangan (DER) terhadap profitabilitas

(ROE)

Variabel Debt to Equity Ratio memiliki nilai t 0,723 dengan nilai signifikansi 0,473 (lebih besar dari 0,05). Maka

yaitu 0,723 < 2,002, hal ini menunjukkan

bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya Debt to Equity

tidak berpengaruh signifikan terhadap Retun on Equity

secara parsial pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

2) Pengaruh leverage keuangan (DAR) terhadap profitabilitas (ROE)

Variabel Debt to Asset Ratio memiliki nilai t 0,352 dengan nilai signifikansi 0,727 (lebih besar dari 0,05). Maka

yaitu 0,352 < 2,002, hal ini menunjukkan

bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya Debt to Asset

tidak berpengaruh signifikan terhadap Retun on Equity

secara parsial pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3) Pengaruh Working Capital to Total Asset Ratio (WCTA) terhadap profitabilitas (ROE)

Variabel Working Capital to Total Asset Ratio memiliki nilai t -1,485 dengan nilai signifikansi 0,143 (lebih besar dari 0,05). Maka yaitu -1,485 < 2,002, hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya

Working Capital to Aset berpengaruh negatif terhadap

Retun on Equity secara parsial pada perusahaan manufaktur

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

4.2.3.2 Uji Simultan (F-test)

Tujuan dilakukannya uji F adalah untuk menguji hipotesis yang berguna untuk menguji signifikansi pengaruh variabel-variabel bebas (x) secara bersamaan terhadap variabel-variabel terikat.

Uji F ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai kritis, F(tabel) dengan F(hitung) yang terdapat pada tabel analisis df variance. Dalam uji F digunakan hipotesis yang disebutkan dibawah ini :

Ho : b1,b2,b3 = 0, artinya DER, DAR, WCTA tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE secara simultan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Ha : b1,b2,b3 ≠ 0, artinya DER, DAR, WCTA berpengaruh signifikan terhadap ROE secara simultan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Kriteria:

3) H0 diterima dan Ha ditolak jika F hitung < F tabel untuk α = 5%

4) Ha diterima dan H0 ditolak jika F hitung > F tabel untuk α = 5%.

Tabel 4.8 Hasil Uji F

ANOVAb

Sumber: Output SPSS, diolah Penulis, 2013

Hasil uji F yang ditampilkan dalam tabel 4.8 menunjukkan bahwa nilai Fhitung adalah 1,875 dengan tingkat signifikansi 0,144 yang lebih besar dari 0,05. Dengan menggunakan tabel F diperoleh nilai Ftabel sebesar 2,76. Hal tersebut menunjukkan bahwa Fhitung sebesar 1,875 lebih kecil dari Ftabel sebesar 2,76 sehingga H0 diterima dan Ha ditolak, artinya variabel bebas yaitu leverage keuangan, working capital to

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression .697 3 .232 1.875 .144b

Residual 6.944 56 .124

Total 7.641 59

a. Dependent Variable: ROE

asset, secara simultan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas pada tingkat kepercayaan 95%.

Dokumen terkait