• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Hasil Penelitian

3. Analisis Regresi

Berdasarkan hasil uji asumsi klasik yang telah dilakukan di atas, dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi yang Best Linear Unbiased Estimstor (BLUE) dan layak untuk dilakukan analisis statistik selanjutnya, yaitu melakukan pengujian hipotesis. Adapun hasil pengolahan data dengan analisis regresi dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.5 Hasil Analisis Regresi

Coefficientsa

Sumber : Output SPSS, diolah Penulis, 2010

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 7.804 4.727 1.651 .107

DER .728 .362 .407 2.011 .051 .567 1.763

DAR 12.623 9.350 .273 1.350 .185 .567 1.763

a. Dependent Variable: ROE

Berdasarkan tabel 4.5 pada kolom Unstandardized Coefficients bagian B diperoleh model persamaan regresi linier berganda yaitu:

Y= 7,804 + 0,728 (X1) + 12,623 (X2) + e

dimana:

Y = Rentabilitas Modal Sendiri (ROE) X1 = Debt to Equity ratio (DER) X2 = Debt to Asset ratio (DAR) e = Tingkat kesalahan pengganggu

Penjelasan dari nilai a, b1, b2 dan b3 pada Unstandardized Coefficients tersebut dapat dijelaskan dibawah ini.

Nilai B Constant (a) = 7,804 = konstanta

Nilai konstanta ini menunjukkan bahwa apabila tidak ada nilai variabel bebas yaitu debt to equity ratio dan debt to asset ratio, maka perubahan nilai return

on equity yang dilihat dari nilai Y tetap sebesar 7,804.

• Nilai b1 = 0,728 = debt to equity ratio

Koefisisen regresi ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan debt to equity ratio sebesar 1 satuan, maka perubahan return on equity yang terlihat dari nilai Y adalah sebesar 0,728 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap.

• Nilai b2 = 12,623 = debt to asset ratio

Koefisisen regresi ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan debt to asset ratio sebesar 1 satuan, maka perubahan return on equity yang terlihat dari nilai Y akan bertambah sebesar 12,623 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap.

Dalam penelitian ini hipotesis diuji dengan menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program statistik, maka diperoleh hasil yang dapat dilihat pada tabel 4.6.

Sumber : Output SPSS, diolah Penulis, 2010

Pada tabel 4.6, dapat dilihat hasil analisa regresi secara keseluruhan. Menurut Situmorang (2008: 113), untuk memastikan tipe hubungan antar variabel dapat dilihat dari interpretasi berikut:

Nilai R sebesar 0,307 menunjukkan bahwa korelasi atau keeratan hubungan

return on equity dengan debt to equity ratio dan debt to asset ratio mempunyai

hubungan yang tidak erat yaitu sebesar 30,7%.

Nilai Adjusted R Square (Adj R2) sebesar 0,048 atau 4,8% mengindikasikan bahwa variasi dari kedua variabel independennya hanya mampu menjelaskan variasi variabel dependen sebesar 4,8% dan sisanya 95,2% (100% - 4,8%) dijelaskan oleh faktor-faktor lain. Pengujian hipotesis secara statistik dilakukan dengan menggunakan uji t dan uji F.

a. Uji t (t-test)

Tabel 4.6

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .307a .094 .048 9.79018 1.978

a. Predictors: (Constant), DAR, DER

Uji t dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Dalam uji t digunakan hipotesis seperti yang terlihat berikut ini.

H0: b1,b2,b3 = 0, artinya debt to equity ratio dan debt to asset ratio tidak mempunyai pengaruh terhadap return on equity secara parsial pada industri otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Ha: b1,b2,b3 0, artinya debt to equity ratio dan debt to asset ratio mempunyai pengaruh terhadap return on equity secara parsial pada industri otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Kriteria untuk t hitung :

H0 diterima dan Ha ditolak jika t hitung <t tabel untuk α = 5% Ha diterima dan H0 ditolak jika t hitung > t tabel untuk α = 5

Tabel 4.7 Uji Statistik t Coefficientsa

Sumber : Output SPSS, diolah Penulis, 2010 Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 7.804 4.727 1.651 .107

DER .728 .362 .407 2.011 .051 .567 1.763

DAR 12.623 9.350 .273 1.350 .185 .567 1.763

a. Dependent Variable: ROE

Tabel 4.7 menunjukkan hasil pengujian statistik t sehingga dapat menjelaskan pengaruh variabel independen secara parsial.

1) Pengaruh debt to equity ratio terhadap return on equity.

a) Nilai signifikansi sebesar 0,051 menunjukkan bahwa nilai Sig. untuk uji t individual (parsial) lebih besar dari 0,05. Hal ini sesuai dengan hasil pengujian statistik yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel yaitu debt to equity ratio secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap return on equity pada tingkat kepercayaan 95%.

b) Variabel debt to equity ratio memiliki t hitung 2,011 dengan nilai signifikansi 0,051. Dengan menggunakan rumus TINV pada program

Microsoft excel, diperoleh t tabel sebesar 2,018. Hal ini menunjukkan

bahwa t hitung sebesar 2,011 lebih kecil dari t tabel sebesar 2,021 sehingga Ha ditolak dan H0 diterima artinya, debt to equity ratio secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap return on equity pada industri otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia .

2) Pengaruh debt to asset ratio terhadap return on equity.

a) Nilai signifikansi = 0,185 menunjukkan bahwa nilai Sig. untuk uji t individual (parsial) lebih besar dari 0,05. Hal ini sesuai dengan hasil pengujian statistik yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel yaitu debt to asset ratio tidak mempunyai pengaruh terhadap return on

b) Variabel debt to asset ratio memiliki t hitung 1,350 dengan nilai signifikansi 0,185 lebih besar dari 0,05. Dengan menggunakan rumus TINV pada program Microsoft excel, diperoleh t tabel sebesar 2,021. Hal ini menunjukkan bahwa t hitung sebesar 1,350 lebih kecil dari t tabel sebesar 2,021 sehingga H0 diterima dan Ha ditolak dimana artinya, debt to

asset ratio tidak mempunyai pengaruh terhadap return on equity secara

parsial pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

b. Uji F ( ANOVA)

Uji F ini dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel independen variabel terhadap variable dependen secara simultan. Dalam uji F digunakan hipotesis yang disebutkan dibawah ini.

H0: b1,b2,b3 = 0, artinya debt to equity ratio dan debt to asset ratio tidak mempunyai pengaruh terhadap return on equity secara simultan pada industri otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Ha: b1,b2,b3 0, artinya debt to equity ratio dan debt to asset ratio mempunyai

pengaruh terhadap return on equity secara simultan pada industri otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Kriteria:

H0 diterima dan Ha ditolak jika F hitung < F tabel untuk α = 5% Ha diterima dan H0 ditolak jika F hitung > F tabel untuk α = 5%

Tabel 4.8 Hasil Uji F

Hasil uji F yang ditampilkan dalam tabel 4.8 menunjukkan bahwa nilai F hitung adalah 2,023 dengan tingkat signifikansi 0,146 yang lebih besar dari 0,05. Dengan menggunakan rumus FINV pada program microsoft excel maka diperoleh nilai F tabel sebesar 3,238. Hal tersebut menunjukkan bahwa F hitung sebesar 2,023 lebih kecil dari F tabel sebesar 3,238 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, artinya variabel bebas yaitu debt to equity ratio dan debt to asset ratio secara simultan tidak berpengaruh terhadap rentabilitas modal sendiri pada industri otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Dokumen terkait