BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Hasil Penelitian
3. Analisis Regresi
Berdasarkan hasil pengujian asumsi klasik disimpulkan bahwa model regresi yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi yang
Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) dan layak dilakukan analisis regresi. Untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS 18, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
a. Persamaan Regresi
Dalam pengolahan data dengan menggunakan regresi linier, dilakukan beberapa tahapan untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, melalui pengaruh DER, NPM, EPS, ROI dan ROE terhadap RS. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS Versi 18, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Sumber : data diolah oleh penulis, 2011 Tabel 4.5 Hasil Analisis Regresi
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .535 .482 1.111 .273 DER .072 .344 .054 .210 .835 NPM -.078 .110 -.115 -.715 .479 EPS -.001 .009 -.032 -.136 .893 ROI 12.038 25.675 .219 .469 .642 ROE -8.637 11.773 -.363 -.734 .468 a. Dependent Variable: RS
Berdasarkan tabel diatas didapatlah persamaan regresi sebagai berikut RS = 0,535 + 0,72 DER - 0,78 NPM - 0,01 EPS + 12,038 ROI – 8,637 ROE + µ
Keterangan :
1. Konstanta sebesar 0,535 menunjukkan bahwa apabila tidak ada variabel independen (DER, NPM, EPS, ROI, ROE) maka tingkat return saham sebesar 0.535.
2. β1 sebesar 0,72 menunjukkan bahwa setiap kenaikan DER sebesar 1% akan diikuti oleh kenaikan harga return sebesar 0,72 dengan asumsi variabel lain tetap,
3. β2 sebesar -0,78 menunjukkan bahwa setiap kenaikan NPM sebesar 1% akan diikuti oleh penurunan return saham sebesar 0,78 dengan asumsi variabel lain tetap,
4. β3 sebesar -0,01 menunjukkan bahwa setiap kenaikan EPS sebesar 1% akan diikuti oleh penurunan return saham sebesar 0,01 dengan asumsi variabel lain tetap,
5. β4 sebesar 12,038 menunjukkan bahwa setiap kenaikan ROI sebesar 1% akan diikuti oleh kenaikan return saham sebesar 12,038 dengan asumsi variabel lain tetap,
6. β5 sebesar -8,637 menunjukkan bahwa setiap kenaikan ROE sebesar 1% akan diikuti oleh penurunan return saham sebesar 8,637 dengan asumsi variabel lain tetap,
b. Analisis koefisien determinasi
Nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan seberapa besar korelasi atau hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel dependen. Koefisien korelasi dikatakan kuat apabila data nilai R berada diantara 0,5 dan mendekati 1. Koefisien determinasi (R Square) menunjukkan seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel dependennya. Nilai R Square adalah 0 sampai dengan 1. Apabila nilai R Square semakin mendekati 1, maka variabel-variabel independen mendekati semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Sebaliknya, semakin kecil nilai
R Square maka kemampuan variabel-variabel independen untuk menjelaskan variasi variabel dependen semakin terbatas.
Nilai R Square memiliki kelemahan yaitu nilai R Square akan meningkat setiap ada penambahan satu variabel dependen meskipun variabel independen tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Dalam kenyataannya nilai adjusted R Square dapat bernilai negatif, walaupun yang dikehendaki harus bernilai positif. Jika dalam uji empiris didapat nilai adjusted R Square negatif, maka nilai adjusted R Square dianggap Nol.
Tabel 4.6 Model Summary Model R R Square Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
Model Summary Model R R Square Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
dimension0 1 .225a .050 -.074 1.23045
a. Predictors: (Constant), ROE, NPM, DER, EPS, ROI Sumber: Data Diolah oleh Penulis, 2011
Model Summary pada tabel diatas menunjukkan nilai koefisien (r) sebesar 0,225 yang berarti bahwa korelasi atau hubungan antara return saham (RS) dengan variabel independennya (DER, NPM, EPS, ROI dan ROE) lemah karena kurang dari 0,5. Angka adjusted R Square atau koefisien determinasi adalah -0,074. Angka ini sama dengan nol karena bernilai negatif. Hal ini berarti tidak ada variasi atau perubahan dalam return saham dapat dijelaskan oleh DER, NPM, EPS, ROI dan ROE, sedangkan sisanya (100%) dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam persamaan. Standar Error of Estimate (SEE) adalah 1,23045, yang mana semakin besar SEE akan membuat model regresi kurang tepat dalam memprediksi variabel dependen.
c. Pengujian hipotesis
Untuk mengetahui apakah variabel independen dalam model regresi berpengaruh terhadap variabel dependen, maka dilakukan pengujian dengan menggunakan uji t (t test) dan uji F (F test).
Uji t digunakan untuk menguji signifikansi konstanta dan setiap variabel independennya. Berdasarkan hasil pengolahan SPSS versi 18, diperoleh hasil sebagai berikut:
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .535 .482 1.111 .273 DER .072 .344 .054 .210 .835 NPM -.078 .110 -.115 -.715 .479 EPS -.001 .009 -.032 -.136 .893 ROI 12.038 25.675 .219 .469 .642 ROE -8.637 11.773 -.363 -.734 .468 a. Dependent Variable: RS
Sumber : data diolah oleh penulis, 2011
DER menunjukkan thitung sebesar 0,210 dengan nilai signifikan 0,835, sedangkan ttabel adalah 2,02, sehingga thitung < ttabel (0,210 < 2,02), maka DER secara individual tidak mempengaruhi return saham. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka > 0,05 (0,273 > 0,05), maka H0
NPM menunjukkan t
diterima dan Ha ditolak, artinya DER tidak berpengaruh terhadap return saham.
hitung sebesar -0,715 dengan nilai signifikan 0,479, sedangkan ttabel adalah 2,02, sehingga thitung < ttabel (-0,715 < 2,02), maka NPM secara individual tidak mempengaruhi return saham. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka > 0,05 (0,479 > 0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya DER tidak berpengaruh terhadap return saham.
EPS menunjukkan thitung sebesar -0,136 dengan nilai signifikan 0,893, sedangkan ttabel adalah 2,02, sehingga thitung < ttabel (-0,136 < 2,01), maka EPS secara individual tidak mempengaruhi return saham. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka > 0,05 (0,893 > 0,05), maka H0
ROI menunjukkan t
diterima dan Ha ditolak, artinya EPS tidak berpengaruh terhadap return saham.
hitung sebesar 0.469 dengan nilai signifikan 0,642, sedangkan ttabel adalah 2,02, sehingga thitung < ttabel (0,469 < 2,01), maka ROI secara individual tidak mempengaruhi return saham. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka > 0,05 (0,642 > 0,05), maka H0
ROE menunjukkan t
diterima dan Ha ditolak, artinya ROI tidak berpengaruh terhadap return saham.
hitung sebesar -0,734 dengan nilai signifikan 0,468, sedangkan ttabel adalah 2,02, sehingga thitung < ttabel (-0,734 < 2,01), maka ROE secara individual tidak mempengaruhi return saham. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka > 0,05 (0,468 > 0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya ROE tidak berpengaruh terhadap return saham.
2. Uji F (F-test)
Untuk melihat pengaruh debt to equity ratio, net profit margin, earning per share, return on investment dan return on equity terhadap return saham secara simultan dapat dihitung dengan menggunakan F test. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS 18, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 3.057 5 .611 .404 .843a
Residual 57.532 38 1.514 Total 60.589 43
a. Predictors: (Constant), ROE, NPM, DER, EPS, ROI b. Dependent Variable: RS
Sumber : data diolah oleh penulis, 2011
Dari uji ANOVA atau F test, diperoleh Fhitung sebesar 0,404 dengan tingkat signifikansi 0,843, sedangkan Ftabel sebesar 2,61 dengan signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa debt to equity ratio, net profit margin, earning per share, return on investment dan return on equity
secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham karena Fhitung < Ftabel (0,404 < 2,61) dan signifikansi penelitian > 0,05 (0,843 > 0,05).