• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4. Analisis Regresi Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen Return on Assets (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan dependen Loan to Deposit Ratio (LDR) pada Bank BPD di Indonesia. Persamaan regresi dapat dilihat dari Tabel 4.7 hasil uji coefficients terhadap kelima variabel independen berikut ini:

Tabel 4.7 Hasil Analisis Regresi Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.486 1.093 2.274 .025 LnROA .172 .085 .210 2.027 .045 LnCAR -.275 .081 -.286 -3.397 .001 LnNPL -.035 .022 -.126 -1.571 .119 LnNIM .306 .110 .257 2.770 .006 LnBOPO .400 .225 .165 1.779 .078 a. Dependent Variable: LnLDR

Sumber: Hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.7 maka dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:

Y = 2,486 + 0,172X1 – 0,275X2 – 0,035X3 + 0,306X4 + 0,400X5

Hasil dari persamaan regresi linear berganda tersebut diperoleh koefisen regresi ROA sebesar 0,172. Koefisien tersebut mengindikasikan adanya hubungan

positif antara variabel ROA terhadap LDR. Koefisien regresi CAR sebesar -0,275 yang mengindikasikan adanya hubungan negatif antara variabel CAR terhadap LDR. Koefisien regresi NPL sebesar -0,035 yang mengindikasikan adanya hubungan negatif antara variabel NPL terhadap LDR. Koefisien regresi NIM sebesar 0,306 yang mengindikasikan adanya hubungan positif antara variabel NIM dengan LDR. Dan koefisien regresi BOPO sebesar 0,400 yang mengindikasikan adanya hubungan positif antara variabel BOPO dengan LDR.

Dari persamaan regresi linear berganda tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Nilai konstanta persamaan diatas adalah sebesar 2,486. Artinya apabila nilai variabel ROA, CAR, NPL, NIM dan BOPO dianggap konstan, maka LDR Bank BPD di Indonesia sebesar 2,486%.

2. Variabel Return on Assets (ROA) memiliki nilai koefisien regresi yang positif yaitu sebesar 0,172. Nilai koefisien positif menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR). Hal ini menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan ROA sebesar 1%, maka LDR akan mengalami peningkatan sebesar 0,172%.

3. Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) memiliki nilai koefisien regresi yang negatif yaitu sebesar -0,275. Nilai koefisien negatif menunjukkan bahwa CAR berpengaruh negatif terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR). Hal ini menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan CAR sebesar 1%, maka LDR akan mengalami penurunan sebesar 0,275%.

4. Variabel Non Performing Loan (NPL) memiliki nilai koefisien regresi yang negatif yaitu sebesar -0,035. Nilai koefisien negatif menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR). Hal ini menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan NPL sebesar 1%, maka LDR akan mengalami penurunan sebesar 0,035%.

5. Variabel Net Interest Margin (NIM) memiliki nilai koefisien regresi yang positif yaitu sebesar 0,306. Nilai koefisien positif menunjukkan bahwa NIM berpengaruh positif terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR). Hal ini menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan NIM sebesar 1%, maka LDR akan mengalami peningkatan sebesar 0,306%.

6. Variabel Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) memiliki nilai koefisien regresi yang positif yaitu sebesar 0,400. Nilai koefisien positif menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh positif terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR). Hal ini menggambarkan bahwa jika terjadi kenaikan BOPO sebesar 1%, maka LDR akan mengalami peningkatan sebesar 0,400%.

Dari persamaan tersebut menunjukkan bahwa ROA, NIM dan BOPO merupakan variabel yang berpengaruh positif terhadap LDR sedangkan CAR dan NPL merupakan variabel yang berpengaruh negatif terhadap LDR.

4.5. Pengujian Hipotesis 4.5.1. Uji F (Uji Serempak)

Uji F digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi variabel independen Return on Assets (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Perfoming Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM) dan Biaya Operasional

terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) secara serempak terhadap variabel dependen Loan to Deposit Ratio (LDR). Berikut ini adalah hasil pengujian dengan taraf signifikansi (α) = 0,05.

Tabel 4.8

Uji Statistik f (Secara Serempak)

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 2.238 5 .448 6.898 .000a

Residual 8.046 124 .065

Total 10.284 129

a. Predictors: (Constant), LnBOPO, LnNPL, LnNIM, LnCAR, LnROA b. Dependent Variable: LnLDR

Sumber: Hasil Penelitia, 2013 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.8 diperoleh nilai Fhitung sebesar 6,898 sedangkan Ftabel pada tingkat kepercayaan α = 5% adalah 2,17. Hal ini menunjukan bahwa nilai Fhitung 6,898 > Ftabel 2,17 dengan tingkat signifikansi 0,000. Dengan demikian berarti H1 diterima dan H0 ditolak, atau dapat dinyatakan ROA, CAR, NPL, NIM

dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap LDR Bank BPD di Indonesia.

4.5.2. Uji t (Secara Parsial)

Uji t dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen (secara parsial) Return on Assets (ROA), Capital Adequacy Ratio

(CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap variabel dependen Loan to Deposit Ratio (LDR). Pada Tabel 4.9 dapat dilihat hasil uji-t tersebut.

Tabel 4.9

Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial (uji t)

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.486 1.093 2.274 .025 LnROA .172 .085 .210 2.027 .045 LnCAR -.275 .081 -.286 -3.397 .001 LnNPL -.035 .022 -.126 -1.571 .119 LnNIM .306 .110 .257 2.770 .006 LnBOPO .400 .225 .165 1.779 .078 a. Dependent Variable: LnLDR

Sumber: hasil Penelitian, 2013 (Data Diolah)

Kesimpulan yang dapat diambil dari analisis tersebut adalah:

a. Return on Assets (X1) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,045) < α (0,05) dan thitung adalah 2,027 dimana thitung (2,027) > ttabel (1,979)

maka H1 Diterima H0 ditolak. Artinya karena tingkat signifikansinya < 0,05 dan nilai t hitung bertanda positif, maka secara parsial ROA (X1) berpengaruh

positif signifikan terhadap LDR Bank BPD di Indonesia.

b. Capital Adequacy Ratio (X2) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,001) < α (0,05) dan thitung adalah -3,397 dimana thitung (-3,397) > ttabel

(-1,979) maka H1 ditolak H0 diterima. Artinya karena tingkat signifikansinya < 0,05 dan nilai t hitung bertanda negatif, maka secara parsial (X2) berpengaruh

negatif signifikan terhadap LDR Bank BPD di Indonesia.

c. Non Performing Loan (X3) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,119) > α (0,05) dan thitung adalah -1,571 dimana thitung (-1,571) < ttabel

0,05 dan nilai t hitung bertanda negatif, maka secara parsial NPL (X3) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap LDR Bank BPD di Indonesia. d. Net Interest Margin (X4) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig.

(0,006) < α (0,05) dan thitung adalah 2,770 dimana thitung (2,770) > ttabel (1,979) maka H1 Diterima H0 ditolak. Artinya karena tingkat signifikansinya < 0,05 dan

nilai t hitung bertanda positif, maka secara parsial NIM (X4) berpengaruh positif signifikan terhadap LDR Bank BPD di Indonesia.

e. Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (X5) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,078) > α (0,05) dan thitung adalah 1,779 dimana thitung (1,779) < ttabel (1,979) maka H1 Ditolak H0 diterima. Artinya

karena tingkat signifikansinya > 0,05 dan nilai t hitung bertanda positif, maka secara parsial BOPO (X5) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap LDR

Bank BPD di Indonesia.

4.6. Pembahasan

4.6.1. Pengaruh Return on Asset (ROA) terhadap Loan to Deposit Ratio

(LDR)

Hasil pengujian di atas menunjukkan bahwa Return on Assets (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR), sehingga kondisi ini menujukkan bahwa hipotesis diterima. Semakin tinggi nilai ROA maka semakin besar pula pendapatan bersih yang diterima oleh bank. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah nilai ROA maka pendapatan bersih dari bunga kredit akan semakin kecil. Semakin besar rasio ini maka meningkatnya

bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. ROA termasuk faktor internal bank yang juga biasa digunakan untuk mengukur faktor profitabilitas perusahaan perbankan. Menurut Dendawijaya (2005;49) menyatakan bahwa kegiatan perkreditan yang dilakukan bank mencapai 70%-80% dari kegiatan usaha bank, hal tersebut membuktikan bahwa mayoritas kegiatan usaha bank adalah penyaluran kredit. Oleh karena itu, semakin tinggi ROA maka membuktikan bahwa semakin optimal penggunaan aktiva perusahaan untuk memperoleh pendapatan, yang berarti adanya ketersediaan dana saat ini dan di masa mendatang untuk kegiatan kredit oleh bank telah optimal dalam mendapatkan pendapatan atau keuntungan, sehingga adanya ketersediaan dana saat ini dan di masa mendatang (likuiditas tinggi). Hasil penelitian ini didukung dengan hasil peneliti Hersugondo dan Tamtomo (2012) bahwa ROA berpengaruh positif signifikan terhadap LDR.

4.6.2. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR).

Hasil pengujian parsial (uji t) antara variabel CAR dengan variabel LDR menunjukkan nilai thitung sebesar koefisien regresi dan probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikansi, hal ini berarti bahwa CAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap LDR pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa rasio CAR berpengaruh signifikan terhadap LDR dapat diterima.

Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan faktor penting dalam rangka pengembangan usaha serta untuk menampung risiko kerugiannya. Besarnya

tingkat kecukupan modal tergantung dari asetnya. Semakin tinggi nilai CAR, menunjukkan semakin tinggi tingkat likuiditas bank tersebut, sehingga struktur modal bank semakin kuat. Menurut Siamat (2005:291), dengan modal yang besar maka suatu bank dapat menyalurkan kredit yang lebih banyak, sejalan dengan kredit yang meningkat maka akan meningkatkan LDR itu sendiri. Bila tingkat kecukupan modal bank baik, maka masyarakat akan tertarik untuk mengambil kredit, dan pihak bank akan cukup mempunyai dana cadangan bila sewaktu-waktu terjadi kredit macet.

4.6.3. Pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap Loan to Deposit Ratio

(LDR)

Hasil penelitian di atas mengindikasikan bahwa peningkatan atau penurunan Non Performing Loan (NPL) selama periode penelitian tidak berpengaruh terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR) secara signifikan. Hasil persamaan regresi terlihat bahwa koefisien untuk variabel ini bernilai negatif dan tidak signifikan sehingga dapat dikatakan perubahan (kenaikan dan penurunan) pada nilai NPL secara nyata tidak akan mempengaruhi LDR pada Bank BPD di Indonesia

NPL mencerminkan resiko kredit, semakin tinggi tingkat NPL maka semakin besar pula resiko kredit yang ditanggung oleh pihak bank. Meskipun NPL menunjukkan nilai yang cukup tinggi namun Bank BPD memiliki Capital Adequacy Ratio (CAR) yang cukup tinggi dan jauh dari batas minimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sehingga bank tersebut masih dapat membantu

itu secara nyata kenaikan NPL tidak akan mengakibatkan menurunnya penyaluran kredit.

4.6.4. Pengaruh Net Interest Margin (NIM) terhadap Loan to Deposit Ratio

(LDR)

Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan atau penurunan

Net Interest Margin (NIM) selama periode penelitian mempengaruhi Loan to Deposit Ratio (LDR) secara signifikan. Semakin tinggi NIM menunjukkan semakin efektif bank dalam penempatan aktiva produktif dalam bentuk kredit. NIM memiliki pengaruh terhadap intermediasi bank, karena baik dan buruknya intermediasi bank akan berdampak pada pendapatan bunga yang akan diperoleh bank.

Semakin tinggi Net Interest Margin (NIM) menunjukkan semakin efektif bank dalam penempatan aktiva produktif dalam bentuk kredit. Sehingga LDR juga akan meningkat dengan meningkatnya NIM. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian Granita (2011) yang menyatakan NIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap LDR.

4.6.5. Pengaruh Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR)

Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan atau penurunan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) selama periode penelitian tidak mempengaruhi Loan to Deposit Ratio (LDR) secara signifikan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa bank yang nilai rasio

BOPO-nya tinggi mencerminkan bahwa bank tersebut tidak beroperasi dengan efisien karena tingginya nilai dari rasio ini memperlihatkan besarnya jumlah biaya operasional yang dikeluarkan oleh pihak bank untuk memperoleh pendapatan operasional (Rivai, et al., 2007:722). Semakin rendah BOPO, berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil dan semakin banyak kredit yang dapat disalurkan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait