• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian

3. Analisis Regresi

Dari hasil pengujian asumsi klasik disimpulkan bahwa bahwa model regresi yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi yang Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) dan layak dilakukan analisis regresi. Untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS 16, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Persamaan Regresi

Dalam pengolahan data dengan menggunakan regresi linear, dilakukan beberapa tahapan untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, melalui pengaruh LG10_AKO, LG10_AKI dan LG10_AKP terhadap LG10_HS. Hasil regresi dapat dilihat pada tabel 4.15 berikut ini:

Tabel 4.11 Analisis Hasil Regresi

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1(Constant) -11.653 5.904 -1.974 .056 LG10_DPR 1.243 .902 .195 1.378 .176 LG10_AKOP .838 .335 .370 2.499 .017 LG10_AKI .484 .462 .155 1.048 .301 LG10_AKP -.009 .277 -.005 -.031 .976

a. Dependent Variable: LG10_VOL

Sumber: Data yang diolah penulis, 2009.

Berdasarkan tabel di atas, didapatlah persamaan regresi sebagai berikut: LG10_VOL= -11,653+1,243LG10_DPR+0,838LG10_AKOP+0,484LG10_AKI

-0,009 LG10_AKP+ε

Setelah diantilogkan, diperoleh persamaan:

VOL = 2,223 + 17,498 DPR +6,886AKOP + 3,0479 AKI + 0,979 AKO+ε

Keterangan :

1) konstanta sebesar 2,223 menunjukkan bahwa apabila tidak ada variabel independen (X1 = 0, X2 = 0, X3 = 0 dan X4 =0) maka volume perdagangan saham sebesar 2,223,

2) β1 sebesar 17,498 menunjukkan bahwa setiap kenaikan dividend payout ratio sebesar 1% akan diikuti oleh kenaikan volume perdagangan saham sebesar 17,498 dengan asumsi variabel lain tetap,

3) β1 sebesar 6,886 menunjukkan bahwa setiap kenaikan arus kas dari aktivitas operasi sebesar 1% akan diikuti oleh kenaikan volume perdagangan saham sebesar 6,886 dengan asumsi variabel lain tetap,

4) β2 sebesar 3,0479 menunjukkan bahwa setiap kenaikan arus kas dari aktivitas investasi sebesar 1% akan diikuti oleh kenaikan volume perdagangan saham sebesar 3,0479 dengan asumsi variabel lain tetap,

5) β3 sebesar 0,979 menunjukkan bahwa setiap kenaikan arus kas dari aktivitas pendanaan sebesar 1% akan diikuti oleh kenaikan volume perdagangan saham sebesar 0,979 dengan asumsi variabel lain tetap.

b. Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi

Nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan seberapa besar korelasi atau hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel dependen. Koefisien korelasi dikatakan kuat apabila nilai R berada di atas 0.5 dan mendekati 1.

Koefisien determinasi (R square) menunjukkan seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel dependennya. Nilai R square adalah 0 sampai dengan 1. Apabila nilai R square semakin mendekati 1, maka variabel-variabel independen memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Sebaliknya, semakin kecil nilai R square, maka kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen semakin terbatas. Nilai R square memiliki kelemahan yaitu nilai R square akan meningkat setiap ada penambahan satu variabel independen

meskipun variabel independen tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Tabel 4.12

Hasil Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .496a .246 .169 1.77984 2.073

a. Predictors: (Constant), LG10_AKP, LG10_DPR, LG10_AKI, LG10_AKOP b. Dependent Variable: LG10_VOL

Sumber: Data yang diolah penulis, 2009.

Pada model summary, nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,496 yang berarti bahwa korelasi atau hubungan antara harga saham (LG10_LOG) dengan variabel independennya (LG10_DPR, LG10_AKOP, LG10_AKI dan LG10_AKP) lemah karena berada dibawah 0,5. Angka adjusted R square atau koefisien determinasi adalah 0,246. Hal ini berarti 24,6% variasi atau perubahan dalam volume perdagangan saham dapat dijelaskan oleh variasi dari dividend payout ratio, arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan, sedangkan sisanya (75,4%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Standar Error of Estimate (SEE) adalah 1,77984, yang mana semakin besar SEE akan membuat model regresi kurang tepat dalam memprediksi variabel dependen.

c. Pengujian Hipotesis

Untuk mengetahui apakah variabel independen dalam model regresi berpengaruh terhadap variabel dependen, maka dilakukan pengujian dengan menggunakan uji t (t test) dan uji F (F test).

1) Uji t (t Test)

Uji t digunakan untuk menguji signifikansi konstanta dan setiap variabel independennya. Berdasarkan hasil pengolahan SPSS versi 16, diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 4.13 Hasil Uji t Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -11.653 5.904 -1.974 .056 LG10_DPR 1.243 .902 .195 1.378 .176 LG10_AKOP .838 .335 .370 2.499 .017 LG10_AKI .484 .462 .155 1.048 .301 LG10_AKP -.009 .277 -.005 -.031 .976

a. Dependent Variable: LG10_VOL

Sumber: Data yang diolah penulis, 2009.

Dari tabel regresi dapat dilihat besarnya thitung untuk variabel dividend payout ratio, sebesar 1,378 dengan nilai signifikansi 0,176, sedangkan t table adalah 2,022691, sehingga thitung<ttabel (1,378<2,022691), maka dividend payout ratio tidak berpengaruh terhadap volume perdagangan saham secara individual. Signifikansi 0,176 menyimpulkan bahwa sig penelitian >0,05 (0,176 > 0,05),

maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya dividend payout ratio tidak berpengaruh terhadap volume perdagangan saham.

Thitung untuk arus kas dari aktivitas operasi sebesar 2,499 dengan nilai signifikan 0,017, sedangkan t tabel adalah 2,022691, sehingga thitung > ttabel

(2,499>2,008559), maka arus kas dari aktivitas operasi secara individual mempengaruhi volume perdagangan saham. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka <0,05 (0,017<0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh signifikan positif terhadap volume perdagangan saham saham.

Thitung untuk variabel arus kas dari aktivitas investasi sebesar 1,048 sedangkan ttabel adalah 2,022691, sehingga thitung < ttabel (1,048< 2,022691), maka arus kas dari aktivitas investasi tidak berpengaruh terhadap volume perdagangan saham secara individual. Signifikansi 0,301 menyimpulkan bahwa sig penelitian >0,05 (0,301 > 0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya arus kas investasi tidak berpengaruh terhadap volume perdagangan saham.

Tabel diatas juga menunjukkan besarnya thitung untuk variabel arus kas dari aktivitas pendanaan sebesar -0,031 sedangkan ttabel adalah 2,022691, sehingga thitung < ttabel (-0,031 < 2,022691), maka arus kas dari aktivitas pendanaan tidak berpengaruh terhadap volume perdagangan saham secara individual. Signifikansi 0,976 menyimpulkan bahwa sig penelitian >0,05 (0,976 < 0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya arus kas dari aktivitas pendanaan tidak berpengaruh terhadap volume perdagangan saham.

2) Uji F (F Test)

Untuk melihat pengaruh dividend payout ratio, arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan terhadap volume perdagangan saham secara simultan dapat dihitung dengan menggunakan F test. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS 16, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 4.14 Hasil Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 40.327 4 10.082 3.183 .024a

Residual 123.545 39 3.168

Total 163.872 43

a. Predictors: (Constant), LG10_AKP, LG10_DPR, LG10_AKI, LG10_AKOP b. Dependent Variable: LG10_VOL

Sumber: Data yang diolah penulis, 2009.

Dari uji ANOVA atau F test, diperoleh Fhitung sebesar 3,183 dengan tingkat signifikansi 0,024, sedangkan Ftabel sebesar 2,612306 dengan signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dividend payout ratio, arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan berpengaruh secara simultan terhadap harga saham karena Fhitung > Ftabel (3,183 > 2,612306) dan sig penelitian <0,05 (0,024 < 0,05).

Dokumen terkait