HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum
4.2 Hasil Penelitian .1 Analisis Deskriptif .1 Analisis Deskriptif
4.2.3 Analisis Regresi Variabel Dummy
4.2.3.2 Analisis Regresi Dummy Hipotesis II a.Uji Serempak (Uji F)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas (VAHU, VACA dan STVA) secara bersama-sama atau serempak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (LDR).
Tabel 4.10
Hasil Analisis Uji Serempak (Uji-F) Hipotesis I
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 7479,817 4 1869,954 6,261 ,000
Residual 14335,778 48 298,662
Total 21815,595 52
a Predictors: (Constant), DUMMY, VACA, VAHU, LnSTVA b Dependent Variable: LDR
Sumber: Hasil Penelitian, 2014 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 4.10 diketahui nilai sig 0.000 < 0.05 dan nilai Fhitung < Ftabel(3,52) = 6.261 > 2.78, artinya secara bersamaan variabel-variabel bebas yaitu
value added human capital (VAHU), value added capital employed (VACA), dan
structural capital value added (STVA) berpengaruh signifikan terhadap loan to deposit ratio (LDR).
b. Uji Parsial (Uji t)
Uji-t ini digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh masing-masing variabel bebas value added human capital (VAHU), value added capital employed (VACA), dan structural capital value added (STVA) terhadap variabel terikat yaitu capital adequacy ratio (LDR) secara parsial.
Tabel 4.11
Hasil Analisis Uji Parsial (Uji-t) Hipotesis II Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 27,354 11,949 2,289 ,027 VAHU ,902 1,097 ,211 ,822 ,415 VACA 9,230 3,623 ,305 2,548 ,014 LnSTVA -8,176 7,780 -,274 -1,051 ,299 DUMMY 25,697 6,918 ,476 3,714 ,001 a Dependent Variable: LDR
Sumber: Hasil Penelitian, 2014 (data diolah)
Dari Tabel 4.11 pada kolom unstandarlized coefficient beta dapat disusun persamaan regresi dummy sebagai berikut:
Jika kita masukkan angka 1 pada Bank Syariah go public maka persamaannya sebagai berikut:
Y = 52.051 - 0.902X1 + 9.230X2– 8.176X3 + e
Jika kita masukkan angka 0 pada Bank Syariah non - go public maka persamaannya sebagai berikut:
Y = 27.354 - 0.902X1 + 9.230X2– 8.176X3 + e
Dari persamaan terlihat bahwa komponen modal intelektual (VAHU, VACA dan STVA) terhadap LDR lebih berpengaruh signifikan pada Bank Syariah go public. Hal ini terlihat dari besarnya nilai regresi dummy yaitu sebesar 52.051. Sedangkan pengaruh VAHU, VACA dan STVA terhadap LDR pada Bank Syariah non - go public diperoleh hasil regresi dummy yang lebih kecil dari Bank Syariah go public yaitu sebesar 27.354.
c. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemanapun model dalam menerangkan variasi variabel independen. Nilai
koefisien determinasi R2 antara nol dan satu. Jika R2 kecil menunjukkan bahwa variabel independen hanya dapat menjelaskan secara kecil terhadap variabel dependen. Semakin R2 besar nilai mendekati satu maka variabel independen memiliki hampir semua informasi untuk menjelaskan variabel dependen. Pengujian hasil analisis hipotesis sebagai berikut:
Hasil Analisis Koefisien Determinasi (R2)Hipotesis II Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,586 ,343 ,288 17,28184
a Predictors: (Constant), LnSTVA, VACA, VAHU Sumber: Hasil Penelitian, 2014 (data diolah)
Pada Tabel 4.12 diketahui nilai R Square CAR dalam penelitian ini yaitu sebesar 0.343, berarti 34.3% variasi dari CAR dijelaskan oleh VAHU, VACA dan STVA. Sedangkan sisanya 65.7% dari variasi LDR dijelaskan oleh variabel lain yaitu kondisi ekonomi, penetapan tingkat suku bunga, peraturan pemerintah yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
4.3 Pembahasan
a. Pengaruh VACA, VAHU dan STVA terhadap NPM perbankan syariah go public dan non go public di Indonesia.
VAHU mengindikasikan berapa banyak Value Added (VA) dapat dihasilkan dengan dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja pegawai. Dari pengujian hipotesis yang telah dilakukan, menunjukkan variabel VAHU secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap NPM. Artinya VAHU dan NPM tidak berpengaruh signifikan. Hal ini menjelaskan bahwa apabila adanya peningkatan biaya tenaga kerja maka nilai NPM akan naik.
VACA adalah value added yang diciptakan dari efisiensi physicalasset.
laba bersih). Output adalah total penjualan ditambah dengan pendapatan lain, sedangkan input adalah beban dan biaya-biaya (selain beban karyawan). Dari pengujian hipotesis yang telah dilakukan, menunjukkan variabel VACA secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPM. Artinya VACA dan NPM tidak berpengaruh signifikan. Hal ini menjelaskan bahwa apabila adanya peningkatan laba maka nilai CAR akan naik.
STVA menunjukkan kontribusi modal struktural yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 rupiah dari value added perusahaan. Hasil pengujian bahwa variabel STVA secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap NPM. Hal ini menjelaskan bahwa apabila adanya peningkatan laba maka nilai NPM akan naik.
Hasil penelitian ini tidak relevan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kharisma Iman Sari dan Barbara Gunawan (2011) yang memiliki bukti empiris bahwa komponen VAIC™ yaitu VACA, VAHU dan STVA berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yaitu NPM.
b . Pengaruh VACA, VAHU dan STVA terhadap LDR perbankan syariah go public dan non go public di Indonesia.
VAHU mengindikasikan berapa banyak Value Added (VA) dapat dihasilkan dengan dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja pegawai. Dari pengujian hipotesis yang telah dilakukan, menunjukkan variabel VAHU secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap LDR. Artinya VAHU dan LDR
tidak berpengaruh signifikan. Hal ini menjelaskan bahwa apabila adanya peningkatan biaya tenaga kerja maka nilai LDR akan naik.
VACA adalah value added yang diciptakan dari efisiensi physicalasset.
Nilai VACA diperoleh dengan membagi VA (output-input) dengan CE (ekuitas - laba bersih). Output adalah total penjualan ditambah dengan pendapatan lain, sedangkan input adalah beban dan biaya-biaya (selain beban karyawan). Dari pengujian hipotesis yang telah dilakukan, menunjukkan variabel VACA secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap LDR. Artinya VACA dan LDR tidak berpengaruh signifikan. Hal ini menjelaskan bahwa apabila adanya peningkatan laba maka nilai LDR akan naik.
STVA menunjukkan kontribusi modal struktural yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 rupiah dari value added perusahaan. Hasil pengujian bahwa variabel STVA secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap LDR. Hal ini menjelaskan bahwa apabila adanya peningkatan laba maka nilai LDR akan naik.
Hasil penelitian ini tidak relevan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kharisma Iman Sari dan Barbara Gunawan (2011) yang memiliki bukti empiris bahwa komponen VAIC™ yaitu VACA, VAHU dan STVA berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan yaitu LDR.
BAB V